MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 04 September 2015 14:31
Ketika Cagar Alam “Masuk” Desa

PROKAL.CO, v>

Penetapan kawasan cagar alam atau lebih dikenal dengan sebutan CA, pemerintah tidak jarang membuka ruang terjadinya pro dan kontra yang berujung pada perdebatan panjang, Seperti kawasan Cagar Alam Teluk Adang dan Teluk Apar yang ada di Kabupaten Paser.
 
Di mana kedua kawasan tersebut (Teluk Adang dan Teluk Apar) ditetapkan sebagai kawasan cagar alam melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 86 Tahun 1993. Dalam SK itu dinyatakan Cagar Alam Teluk Adang luasnya 62.402 Ha dan Cagar Alam Teluk Apar 46.900 Ha.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jauh sebelum Teluk Adang dan Teluk Apar ditetapkan sebagai cagar alam di kawasan itu sudah ada permukiman penduduk, permukiman transmigrasi, dan bahkan pelabuhan nasional. Padahal, suatu daerah dengan status cagar alam tidak bisa ada aktivitas apa pun kecuali konservasi.
 
Bupati Paser M Ridwan Suwidi dalam sebuah kesempatan mengakui kalau ada sedikitnya 30 desa di wilayah Kabupaten Paser masuk dalam kawasan hutan, yang dihuni masyarakat yang tingkat kesejahteraannya di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 79/Kpts-II/2001 total kawasan hutan di wilayah Kabupaten Paser sebesar 659.208 hektare atau 57 persen dari luas wilayah Kabupaten Paser. Namun setelah disesuaikan dengan realisasi pelaksanaan tata batas kawasan hutan dan penunjukan sebagian Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), luasan hutan kabupaten bertambah menjadi  680.823 hektare.
 
Dan dari 680.823 hektare kawasan hutan di Paser terdiri atas CA seluas 107.787 Ha, Tahura seluas 3.965 Ha, hutan lindung seluas 123,805 Ha, dan hutan produksi seluas 445.266 Ha. Di mana 80 persen kawasan hutan di Kabupaten Paser telah dilakukan penataan batasnya sejak 1991 sampai 2002 secara bertahap oleh UPTD Planologi Kehutanan Balikpapan. Namun sebagian besar masyarakat Kabupaten Paser belum mengetahui di mana letak batas hutan.
Lambannya pemerintah dalam menyikapi polemik kawasan cagar alam (CA) yang ada di Kabupaten Paser, dibuktikan dengan belum adanya kejelasan mengenai tata ruang wilayah yang pasti, berimplikasi pada “tersanderanya” warga desa yang daerahnya masuk dalam kawasan CA. Hal ini tertuang dalam SK Gubernur Kaltim Nomor 46 Tahun 1982, tanggal 1 Maret 1982, yang diperkuat dengan SK Menteri Pertanian Nomor 24/Kpts/Um/1/1983 tanggal 15
Januari 1983, otomatis Desa Pasir Mayang yang menjadi bagian dari kawasan teluk ada yang tersandera.
 
Sebagai desa yang masuk kawasan konservasi atau CA, Desa Pasir Mayang rawan konflik horizontal terkait permasalahan lahan. Karena sebagai kawasan CA otomatis tidak dapat mengurus surat kepemilikan lahan yang telah diberdayakan jauh sebelum adanya penetapan kawasan CA. Di satu sisi, jauh sebelum dikeluarkannya penetapan sebagai kawasan CA, telah ada masyarakat telah bermukim dan hidup di Desa Pasir Mayang. Dan anehnya ada kawasan perkebunan yang berstatus hak guna usaha (HGU) di kawasan yang katanya CA.
 
Untuk diketahui, dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, kawasan Desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro merupakan salah satu dari 30 desa yang masuk dalam kawasan cagar alam (CA) dan dari jumlah tersebut 14 desa di antaranya masuk kawasan cagar alam, 15 desa masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), dan satu desa masuk dalam kawasan hutan lindung. (*)
 
loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:43

KPU Paser Bagi 4 Zona Kampanye

TANA PASER  -  Memasuki tahapan kampanye pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur dan Wakil…

Rabu, 21 Februari 2018 09:36

Yusran Pertimbangkan Jadi Jurkam

PENAJAM   -  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar masih mempertimbangkan jika ditunjuk…

Rabu, 21 Februari 2018 09:35

Hutan Mangrove Teluk Adang dan Teluk Apar Berubah Jadi APL

TANA PASER  –   Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim teknis yang terdiri…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

Defisit, Dana HUT PPU Minim

PENAJAM  -  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Kabupaten Penajam Paser…

Rabu, 21 Februari 2018 09:33

IOF Paser Ingin Bantu Pemerintah

TANA PASER  –  Penggemar dan pecinta offroad, kompetisi, rekreasi dan sosial kemasyarakatan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Kasus Narkoba Makin Marak

TANA PASER  –  Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres beserta satuan lainnya…

Selasa, 20 Februari 2018 10:09

14 Personel Polres Dapat Reward

TANA PASER  –  Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra kembali memberikan reward kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 10:08

Cabai Diserang Hama Patek, Terancam Gagal Panen

PENAJAM  -  Petani di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 20 Februari 2018 10:04

14 Desa Masuk Kawasan Cagar Alam

Dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, ternyata 30 desa di antaranya masuk dalam kawasan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:03

Kejari dan DPRD Teken Kerjasama Bidang Hukum

PENAJAM  -  DPRD Penajam Paser Utara (PPU) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam membuat kesepakatan…

SIALAN..!! Boker Sembarangan..!! Belasan Anak Punk Resahkan Warga

Empat Pengeroyok Sekuriti Diringkus

Dua IRT Dicokok Polisi

Residivis Mabuk Bawa Samurai Ancam Warga

Titip Ayam, Dibalas Tikam

Kios Mumun Sediakan Aneka Sepatu

Tim Tiger Bekuk Dua Pemuda Bawa Badik

Pencuri Senpi TNI AL Diringkus

ABG Layani Cinta Bertiga

Klaim Pembangunan Desa Tercapai
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .