MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 04 September 2015 14:31
Ketika Cagar Alam “Masuk” Desa

PROKAL.CO, v>

Penetapan kawasan cagar alam atau lebih dikenal dengan sebutan CA, pemerintah tidak jarang membuka ruang terjadinya pro dan kontra yang berujung pada perdebatan panjang, Seperti kawasan Cagar Alam Teluk Adang dan Teluk Apar yang ada di Kabupaten Paser.
 
Di mana kedua kawasan tersebut (Teluk Adang dan Teluk Apar) ditetapkan sebagai kawasan cagar alam melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 86 Tahun 1993. Dalam SK itu dinyatakan Cagar Alam Teluk Adang luasnya 62.402 Ha dan Cagar Alam Teluk Apar 46.900 Ha.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jauh sebelum Teluk Adang dan Teluk Apar ditetapkan sebagai cagar alam di kawasan itu sudah ada permukiman penduduk, permukiman transmigrasi, dan bahkan pelabuhan nasional. Padahal, suatu daerah dengan status cagar alam tidak bisa ada aktivitas apa pun kecuali konservasi.
 
Bupati Paser M Ridwan Suwidi dalam sebuah kesempatan mengakui kalau ada sedikitnya 30 desa di wilayah Kabupaten Paser masuk dalam kawasan hutan, yang dihuni masyarakat yang tingkat kesejahteraannya di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 79/Kpts-II/2001 total kawasan hutan di wilayah Kabupaten Paser sebesar 659.208 hektare atau 57 persen dari luas wilayah Kabupaten Paser. Namun setelah disesuaikan dengan realisasi pelaksanaan tata batas kawasan hutan dan penunjukan sebagian Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), luasan hutan kabupaten bertambah menjadi  680.823 hektare.
 
Dan dari 680.823 hektare kawasan hutan di Paser terdiri atas CA seluas 107.787 Ha, Tahura seluas 3.965 Ha, hutan lindung seluas 123,805 Ha, dan hutan produksi seluas 445.266 Ha. Di mana 80 persen kawasan hutan di Kabupaten Paser telah dilakukan penataan batasnya sejak 1991 sampai 2002 secara bertahap oleh UPTD Planologi Kehutanan Balikpapan. Namun sebagian besar masyarakat Kabupaten Paser belum mengetahui di mana letak batas hutan.
Lambannya pemerintah dalam menyikapi polemik kawasan cagar alam (CA) yang ada di Kabupaten Paser, dibuktikan dengan belum adanya kejelasan mengenai tata ruang wilayah yang pasti, berimplikasi pada “tersanderanya” warga desa yang daerahnya masuk dalam kawasan CA. Hal ini tertuang dalam SK Gubernur Kaltim Nomor 46 Tahun 1982, tanggal 1 Maret 1982, yang diperkuat dengan SK Menteri Pertanian Nomor 24/Kpts/Um/1/1983 tanggal 15
Januari 1983, otomatis Desa Pasir Mayang yang menjadi bagian dari kawasan teluk ada yang tersandera.
 
Sebagai desa yang masuk kawasan konservasi atau CA, Desa Pasir Mayang rawan konflik horizontal terkait permasalahan lahan. Karena sebagai kawasan CA otomatis tidak dapat mengurus surat kepemilikan lahan yang telah diberdayakan jauh sebelum adanya penetapan kawasan CA. Di satu sisi, jauh sebelum dikeluarkannya penetapan sebagai kawasan CA, telah ada masyarakat telah bermukim dan hidup di Desa Pasir Mayang. Dan anehnya ada kawasan perkebunan yang berstatus hak guna usaha (HGU) di kawasan yang katanya CA.
 
Untuk diketahui, dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, kawasan Desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro merupakan salah satu dari 30 desa yang masuk dalam kawasan cagar alam (CA) dan dari jumlah tersebut 14 desa di antaranya masuk kawasan cagar alam, 15 desa masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), dan satu desa masuk dalam kawasan hutan lindung. (*)
 
loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Maret 2018 08:48

Jembatan Kayu Putus, 26 KK Terisolir

PENAJAM   -  Dua kelurahan/desa di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)…

Jumat, 23 Maret 2018 08:46

Sungai Meluap, Sawah Terendam.

TANA PASER  –  Tingginya intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir…

Jumat, 23 Maret 2018 08:46

Enam Pemuda Paser Terapkan Teknik Pertanian dari Jepang

TANA PASER   -   Enam pemuda Paser yang mengikuti Program Indonesia Young Farmer Leader. Yaitu…

Jumat, 23 Maret 2018 08:44

Nisfahul Resmi Gantikan Hamdam

PENAJAM  -  Hj Nisfahul Jannah resmi dilantik sebagai anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU)…

Kamis, 22 Maret 2018 08:38

Direstui, Rencana Kenaikan Tarif Air Bersih

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana menaikkan tarif air bersih…

Kamis, 22 Maret 2018 08:37

Punya Pabrik, Tak Punya Kebun

TANA PASER  –  Dari 18 pabrik pengolah tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang beroperasi…

Kamis, 22 Maret 2018 08:36

Dirut PDAM: Persoalan Air Akan Terjawab

PENAJAM  - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Rabu, 21 Maret 2018 09:24

Kejahatan Seksual Pada Anak Meningkat

TANA PASER  -   Awal tahun 2018, kasus kejahatan seksual pada anak di bawah umur mengalami…

Rabu, 21 Maret 2018 09:23

Laporan Lisan Tak Bisa Diproses Panwaslu, Ini Alasannya

PENAJAM  -  Panwaslu Penajam Paser Utara (PPU) telah menerima sejumlah laporan dugaan pelanggaran…

Senin, 19 Maret 2018 09:02

Terparah sejak 30 Tahun Terakhir

PENAJAM   -   Hujan deras melanda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai Sabtu (17/3)…

Sesali Pilih Gli Azzurri

Ingin Meninggal di Bandung

Diamankan, Pengedar Sabu Melawan

WADUH..!! Kebocoran Pipa Minyak Itu Diduga dari Pipa Ilegal

Guru SMK 3 yang Tewas Digorok Itu Dikubur di TPU Prona

Kembali Pakai Hijab

Juve Deadline Emre Can

Mudah, Investasi Emas Pegadaian

Transfer Rp 22 M, Masuk Hanya Rp 3 M

Laut Balikpapan Tercemar, Nelayan Beralih Pekerjaan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .