MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 04 September 2015 14:31
Ketika Cagar Alam “Masuk” Desa

PROKAL.CO, v>

Penetapan kawasan cagar alam atau lebih dikenal dengan sebutan CA, pemerintah tidak jarang membuka ruang terjadinya pro dan kontra yang berujung pada perdebatan panjang, Seperti kawasan Cagar Alam Teluk Adang dan Teluk Apar yang ada di Kabupaten Paser.
 
Di mana kedua kawasan tersebut (Teluk Adang dan Teluk Apar) ditetapkan sebagai kawasan cagar alam melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 86 Tahun 1993. Dalam SK itu dinyatakan Cagar Alam Teluk Adang luasnya 62.402 Ha dan Cagar Alam Teluk Apar 46.900 Ha.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jauh sebelum Teluk Adang dan Teluk Apar ditetapkan sebagai cagar alam di kawasan itu sudah ada permukiman penduduk, permukiman transmigrasi, dan bahkan pelabuhan nasional. Padahal, suatu daerah dengan status cagar alam tidak bisa ada aktivitas apa pun kecuali konservasi.
 
Bupati Paser M Ridwan Suwidi dalam sebuah kesempatan mengakui kalau ada sedikitnya 30 desa di wilayah Kabupaten Paser masuk dalam kawasan hutan, yang dihuni masyarakat yang tingkat kesejahteraannya di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 79/Kpts-II/2001 total kawasan hutan di wilayah Kabupaten Paser sebesar 659.208 hektare atau 57 persen dari luas wilayah Kabupaten Paser. Namun setelah disesuaikan dengan realisasi pelaksanaan tata batas kawasan hutan dan penunjukan sebagian Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi Taman Hutan Raya (Tahura), luasan hutan kabupaten bertambah menjadi  680.823 hektare.
 
Dan dari 680.823 hektare kawasan hutan di Paser terdiri atas CA seluas 107.787 Ha, Tahura seluas 3.965 Ha, hutan lindung seluas 123,805 Ha, dan hutan produksi seluas 445.266 Ha. Di mana 80 persen kawasan hutan di Kabupaten Paser telah dilakukan penataan batasnya sejak 1991 sampai 2002 secara bertahap oleh UPTD Planologi Kehutanan Balikpapan. Namun sebagian besar masyarakat Kabupaten Paser belum mengetahui di mana letak batas hutan.
Lambannya pemerintah dalam menyikapi polemik kawasan cagar alam (CA) yang ada di Kabupaten Paser, dibuktikan dengan belum adanya kejelasan mengenai tata ruang wilayah yang pasti, berimplikasi pada “tersanderanya” warga desa yang daerahnya masuk dalam kawasan CA. Hal ini tertuang dalam SK Gubernur Kaltim Nomor 46 Tahun 1982, tanggal 1 Maret 1982, yang diperkuat dengan SK Menteri Pertanian Nomor 24/Kpts/Um/1/1983 tanggal 15
Januari 1983, otomatis Desa Pasir Mayang yang menjadi bagian dari kawasan teluk ada yang tersandera.
 
Sebagai desa yang masuk kawasan konservasi atau CA, Desa Pasir Mayang rawan konflik horizontal terkait permasalahan lahan. Karena sebagai kawasan CA otomatis tidak dapat mengurus surat kepemilikan lahan yang telah diberdayakan jauh sebelum adanya penetapan kawasan CA. Di satu sisi, jauh sebelum dikeluarkannya penetapan sebagai kawasan CA, telah ada masyarakat telah bermukim dan hidup di Desa Pasir Mayang. Dan anehnya ada kawasan perkebunan yang berstatus hak guna usaha (HGU) di kawasan yang katanya CA.
 
Untuk diketahui, dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, kawasan Desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro merupakan salah satu dari 30 desa yang masuk dalam kawasan cagar alam (CA) dan dari jumlah tersebut 14 desa di antaranya masuk kawasan cagar alam, 15 desa masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), dan satu desa masuk dalam kawasan hutan lindung. (*)
 
loading...

BACA JUGA


ASTAGA.!! Kenapa Ini? Wanita Berjilbab Nyaris Dihakimi Warga

Dibikin Malu Mourinho

Momentum Ginting buat Revans

Petrokimia Mundur dari Proliga 2019

Dukungan dari Legenda

Program Kotaku Sasar Margo Mulyo

Disdukcapil Terapkan Pelayanan Jemput Bola

APK Sengaja Dipasang di Pohon

Pengerjaan Gedung Baru KUA Baltim Ditarget 2019

KENAPA? Mahasiswi KKN Akbid Sempat Ditolak Warga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .