MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 03 Agustus 2016 10:23
Sambil Kencan, WTS Ngisap, Ya Gini Jadinya....

Permintaan Sabu di Eks Lokalisasi Manggar

SATU JARINGAN: Empat tersangka dengan barang bukti sabu dan sejumlah uang tunai dipamerkan di Mapolsek Balikpapan Timur, kemarin (2/8).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Hanya dalam sehari, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Timur berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu dengan barang bukti 50 gram siap edar. Empat tersangka, yakni M Akram (37) yang diduga sebagai pengedar, Arman Aziz (31) sebagai kurir, Risman Japar alias Emba (41) yang diduga sebagai bandar, dan seorang wanita tuna susila (WTS) berinisial NW (31)‎ positif mengonsumsi narkoba.

Pengungkapan tersebut berdasarkan penyelidikan Opsnal Polsek Balikpapan Timur yang dipimpin Panit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, Ipda Tumilan, Senin (1/8) sekitar ‎pukul 09.00 Wita.

Akram ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Mulawarman, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Dari tangan pria kelahiran Barru pada 27 Juni 1978 ‎ini, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu yang dibungkus plastik bening seberat 1,7 gram.

Berdasarkan keterangan Akram, sabu tersebut berasal dari Arman yang tidak lain adalah adik kandungnya. Petugas pun melakukan pengejaran kepada Arman. Tidak sia-sia, sekitar pukul 15.00 Wita, petugas berpakaian sipil akhirnya berhasil meringkusnya.

Dari tangan Arman, petugas mengamankan sabu seberat 48,15 gram dan timbangan digital. Arman mengakui bahwa sabu tersebut didapat dari Risman Japar alias Emba.

Perburuan kembali dilakukan. Emba berhasil ditangkap di parkiran Pasar Manggar. Dari tangan Emba diperoleh barang bukti uang tunai Rp 4 juta yang diduga hasil penjualan sabu. Rupanya sebelum ditangkap, Emba terlebih dahulu melakukan pesta sabu bersama bandar besar berinisial SD alias BD dan seorang WTS eks Lokalisasi Manggar Sari berinisial NW di kamar 311 salah satu hotel yang terletak di Jalan Apt Pranoto.

Petugas meluncur ke sasaran dan mengamankan NW, sedangkan BD terlebih dahulu kabur. Dari tangan NW, petugas hanya mengamankan satu alat isap sabu atau bong. Setelah dites urine, ternyata positif mengonsumsi sabu.

Di hadapan petugas, Akram mengaku bahwa membeli sabu bersama Arman dengan harga Rp 55 Juta kepada Emba. “Saya kasih uang muka dulu Rp 20 juta, 48 gram itu harganya Rp 55 juta,” sebutnya.

Dia juga mengaku rencananya akan membagi paketan kecil dan dijual di kawasan eks Lokalisasi Manggar Sari. “Biasa dijual Rp 300 ribuan aja, Pak. Ini saya ambil paling banyak biasanya cuma lima gram aja,” kata pria yang mengaku kesehariannya menjadi penjual es kelapa di Pasar Manggar ini.

Alasan membeli dalam jumlah banyak, karena permintaan di kawasan Eks Lokalisasi Manggar Sari sangat tinggi. Di mana, sabu 5 gram habis kurang dari sepekan. “Saya memang udah biasa ambil sama Emba. Baru lima bulan. Saya nekat ambil banyak, karena biar nggak bolak-balik beli, soalnya banyak permintaan. Lagian boleh dibayar sebagian dulu,” akunya.

‎Hal senada juga dituturkan Emba yang kerap menyuplai barang haram tersebut. “Saya biasa transaksi sama dia, pesan lewat telepon aja. Sekali antar kemarin, saya dapat jatah Rp 5 juta Pak,” tuturnya.

Sedangkan NW, wanita tuna susila yang ikut ditangkap, mengaku tidak tahu-menahu terkait transaksi tersebut. Perempuan bertubuh semampai ini mengaku hanya menemani kencan dengan BD saja. “Saya disuruh temenin saja Pak, lalu disuruh makai. Selain itu saya nggak tahu apa-apa,” aku perempuan berambut panjang ini.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Doddy Susantyoko melalui Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pengembangan. “‎Saat ini masih dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk memutus rantai jaringan peredaran narkoba di wilayah Balikpapan Timur,” ungkap Suharto.

Untuk ketiga tersangka, polisi menjerat dengan pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Sedangkan untuk WTS, kami kenakan asesment karena positif sebagai pengguna narkoba,” tandasnya. (pri/war/k1)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:17

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Pelaku Sodomi Ini Banding

BALIKPAPAN  -   Tokoh pemuda yang namanya sempat harum sampai tingkat nasional, Pandu…

Kamis, 20 September 2018 08:14

La Yappe Bisa Dijerat Pembunuhan Berencana

BALIKPAPAN  -  Penyidik akhirnya melakukan prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:09

Wali Kota dan 15 Dewan Diperiksa Lagi

BALIKPAPAN   -   Penyidik masih terus melakukan pendalaman lanjutan dugaan kasus korupsi…

Kamis, 20 September 2018 08:07

Dolar Naik, Ini Kiatnya

Jangan beli barang yang pakai bahasa Inggris, harganya mahal. Pakai bahasa ndeso saja, irit. Contohnya:…

Kamis, 20 September 2018 08:06

KEJI..!! Gadis 18 Tahun Digilir di Sawah

PENAJAM   -  Gadis 18 tahun digilir oleh tiga pemuda di tengah sawah di Desa Sumber Sari,…

Rabu, 19 September 2018 07:59

Bapak-Anak Dihadiahi Timah Panas

BALIKPAPAN  -   Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri,…

Rabu, 19 September 2018 07:57

Rekonstruksi Pembunuhan Bacaleg Hari Ini

BALIKPAPAN  -  Polisi berencana menggelar prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 07:55

Anak Pasutri Korban Pembunuhan Terpukul

BALIKPAPAN  -  Masjid Al Mushawwir yang berada di Strat 6, Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .