MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 03 Agustus 2016 10:23
Sambil Kencan, WTS Ngisap, Ya Gini Jadinya....

Permintaan Sabu di Eks Lokalisasi Manggar

SATU JARINGAN: Empat tersangka dengan barang bukti sabu dan sejumlah uang tunai dipamerkan di Mapolsek Balikpapan Timur, kemarin (2/8).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Hanya dalam sehari, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Timur berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu dengan barang bukti 50 gram siap edar. Empat tersangka, yakni M Akram (37) yang diduga sebagai pengedar, Arman Aziz (31) sebagai kurir, Risman Japar alias Emba (41) yang diduga sebagai bandar, dan seorang wanita tuna susila (WTS) berinisial NW (31)‎ positif mengonsumsi narkoba.

Pengungkapan tersebut berdasarkan penyelidikan Opsnal Polsek Balikpapan Timur yang dipimpin Panit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, Ipda Tumilan, Senin (1/8) sekitar ‎pukul 09.00 Wita.

Akram ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Mulawarman, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Dari tangan pria kelahiran Barru pada 27 Juni 1978 ‎ini, polisi mengamankan barang bukti satu paket sabu yang dibungkus plastik bening seberat 1,7 gram.

Berdasarkan keterangan Akram, sabu tersebut berasal dari Arman yang tidak lain adalah adik kandungnya. Petugas pun melakukan pengejaran kepada Arman. Tidak sia-sia, sekitar pukul 15.00 Wita, petugas berpakaian sipil akhirnya berhasil meringkusnya.

Dari tangan Arman, petugas mengamankan sabu seberat 48,15 gram dan timbangan digital. Arman mengakui bahwa sabu tersebut didapat dari Risman Japar alias Emba.

Perburuan kembali dilakukan. Emba berhasil ditangkap di parkiran Pasar Manggar. Dari tangan Emba diperoleh barang bukti uang tunai Rp 4 juta yang diduga hasil penjualan sabu. Rupanya sebelum ditangkap, Emba terlebih dahulu melakukan pesta sabu bersama bandar besar berinisial SD alias BD dan seorang WTS eks Lokalisasi Manggar Sari berinisial NW di kamar 311 salah satu hotel yang terletak di Jalan Apt Pranoto.

Petugas meluncur ke sasaran dan mengamankan NW, sedangkan BD terlebih dahulu kabur. Dari tangan NW, petugas hanya mengamankan satu alat isap sabu atau bong. Setelah dites urine, ternyata positif mengonsumsi sabu.

Di hadapan petugas, Akram mengaku bahwa membeli sabu bersama Arman dengan harga Rp 55 Juta kepada Emba. “Saya kasih uang muka dulu Rp 20 juta, 48 gram itu harganya Rp 55 juta,” sebutnya.

Dia juga mengaku rencananya akan membagi paketan kecil dan dijual di kawasan eks Lokalisasi Manggar Sari. “Biasa dijual Rp 300 ribuan aja, Pak. Ini saya ambil paling banyak biasanya cuma lima gram aja,” kata pria yang mengaku kesehariannya menjadi penjual es kelapa di Pasar Manggar ini.

Alasan membeli dalam jumlah banyak, karena permintaan di kawasan Eks Lokalisasi Manggar Sari sangat tinggi. Di mana, sabu 5 gram habis kurang dari sepekan. “Saya memang udah biasa ambil sama Emba. Baru lima bulan. Saya nekat ambil banyak, karena biar nggak bolak-balik beli, soalnya banyak permintaan. Lagian boleh dibayar sebagian dulu,” akunya.

‎Hal senada juga dituturkan Emba yang kerap menyuplai barang haram tersebut. “Saya biasa transaksi sama dia, pesan lewat telepon aja. Sekali antar kemarin, saya dapat jatah Rp 5 juta Pak,” tuturnya.

Sedangkan NW, wanita tuna susila yang ikut ditangkap, mengaku tidak tahu-menahu terkait transaksi tersebut. Perempuan bertubuh semampai ini mengaku hanya menemani kencan dengan BD saja. “Saya disuruh temenin saja Pak, lalu disuruh makai. Selain itu saya nggak tahu apa-apa,” aku perempuan berambut panjang ini.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Doddy Susantyoko melalui Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Iptu Suharto mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pengembangan. “‎Saat ini masih dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk memutus rantai jaringan peredaran narkoba di wilayah Balikpapan Timur,” ungkap Suharto.

Untuk ketiga tersangka, polisi menjerat dengan pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Sedangkan untuk WTS, kami kenakan asesment karena positif sebagai pengguna narkoba,” tandasnya. (pri/war/k1)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 09:04

Tiga Rumah Ludes, Dua Warga Tewas

TANA PASER  –  Dini hari pada Rabu (23/5) menjelang waktu sahur, warga Jalan Kusuma…

Kamis, 24 Mei 2018 09:02

MUI Desak Usut Prostitusi Online

BALIKPAPAN  -  Lokalisasi telah dinyatakan ditutup, sementara tempat hiburan malam (THM) setop…

Kamis, 24 Mei 2018 08:54

Pura-Pura Ambil Jeruk, Arif Gasak Uang Kasir

BALIKPAPAN   –  Pesan Bang Napi yang satu ini memang benar adanya, "Kejahatan terjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 08:51

Kangen Masakan Indonesia

Bagi sebagian orang, bulan Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran masakan khas Indonesia serta…

Kamis, 24 Mei 2018 08:50

Mau Sahur, Motor Melayang

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan meletakkan barang berharga termasuk sepeda motor. Pada Selasa…

Kamis, 24 Mei 2018 08:49

Hadirkan Haddad Alwi, Tunjukkan Sinergi TNI-Polri

Gedung BSCC Dome dipadati personel TNI-Polri, jajaran SKK Migas Kalsul, sejumlah elemen masyarakat,…

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .