MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 05 Januari 2017 10:19
Sudah Cerai Masih Dibuntuti, Mantan Istri Babak Belur Dihajar
ANIAYA MANTAN: Syachrial (kiri) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya Asmawati (kanan).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Asmawati (31), warga Strat 6, RT 45, Nomor 37, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, masih trauma atas perbuatan yang telah dilakukan mantan suaminya. Keduanya sudah resmi bercerai secara agama maupun negara sejak Mei 2015. Namun, lelaki bernama Moehammad Syachrial (36) ini masih saja mencari-cari kesalahan dan berbuat kasar padanya.

Bahkan, tak merasa malu, Saychrial masih tinggal di rumahnya walau berbeda lantai. Syachrial masih saja menuntut rumah tersebut untuk dia miliki, padahal itu adalah rumah orangtua Asmawati.

Syachrial kepada para tetangga juga enggan mengakui perceraian mereka. Meski begitu, Asmawati memiliki bukti akta cerai yang secara sah menyatakan mereka berdua bukan lagi pasangan suami istri. Namun, Syachrial masih saja bertingkah. Sudah lebih dari setahun mereka bercerai, Syachrial terkesan tidak rela AS memulai hidup yang baru.

Puncaknya pada Kamis (29/12) lalu. Perempuan berkulit kuning langsat itu dianiaya di muka umum. Tidak rela AS memiliki kekasih, pelaku menghajar dan menginjak korban dengan membabi buta. Padahal, pelaku sendiri diketahui kerap membawa perempuan ke rumah yang berlokasi di Strat 6, RT 45, Nomor 37, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara itu.

Kejadian tersebut bermula saat pelaku mencegat korban sekira pukul 19.30 Wita di Gunung Malang. Cemburu melihat mantan istri yang menurutnya pernah berboncengan dengan kekasih baru, pelaku sempat ribut mulut dengan korban. Tak lama, Syachrial mulai melayangkan bogem mentah ke wajah korban hingga tiga kali. Sayangnya, tak seorang pun yang melihat kejadian tersebut, apalagi menolong korban yang kesakitan. Dengan suara keras, sambil memukul AS, Syachrial terus melantangkan kalimat jika dia masih terikat hubungan suami istri.

Inez, kerabat korban baru mengetahui kejadian tersebut sehari berikutnya. “Padahal mereka sudah resmi cerai secara agama ataupun hukum, tapi pelaku ini malah teriak-teriak ke warga kalau korban masih istrinya. Habis-habisan korban sampai tersungkur, enggak ada yang menolong,” ungkap Inez kepada Balikpapan Pos, kemarin (4/1).

Dia mengaku telah lama geram oleh tingkah pelaku dan kesabaran korban. Karena bogem tersebut, korban mengalami lebam di wajah, mata, dan bibir.

Belum puas menyakiti AS, pelaku lalu menginjak berkali-kali perut korban saat berusaha bangkit. Korban semakin lemah, selanjutnya pelaku merebut ponsel yang di dalamnya terdapat bukti pengancaman. Lalu ponsel tersebut dilempar ke sebuah parit yang berada di sekitar lokasi. Korban yang berusaha mengambil ponsel tersebut pun lagi-lagi jadi sasaran perilaku beringas Syachrial. Korban kembali diinjak sampai kembali tersungkur.

Korban pun berusaha merebut ponsel kembali dan lari dari pelaku. Hingga berada di kawasan SPBU Gunung Malang, ternyata pelaku masih mengikuti korban dan merebut dompet miliknya. Pelaku bermaksud mengambil uang korban. Tak berhenti di situ, korban lari menghindari pelaku, lalu menelepon taksi argo dan pulang ke rumahnya.

Mengaku heran, Inez juga mempertanyakan mengenai sikap pelaku yang bersikeras enggan pergi dari kehidupan mantan istrinya itu. “Gimana mungkin, sudah cerai tapi masih membuntuti korban terus?” katanya.

Karena hal ini, menurut Inez, korban masih sangat ketakutan tiap kali ingin keluar rumah lantaran merasa pelaku selalu membuntutinya. Laporan terkait penganiayaan dilayangkan korban di Polsek Balikpapan Utara di hari yang sama.

Ditemui di tempat terpisah, Panit Reskrim Polsek Balikpapan Utara Ipda Nikson Sitompul masih belum dapat memberi penjelasan, karena pelaku masih dalam pengejaran.

Namun, dia membenarkan bahwa kasus ini bukan ah termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena keduanya terbukti telah resmi bercerai. “Masih dilakukan pengejaran. Yang jelas, informasi mengenai pelaku sudah dikantongi petugas kami,” tandasnya. (bp-21/war/k1)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 10:24

Dua Kali Berkas P Dikembalikan

BALIKPAPAN - Kasus sodomi yang diduga dilakukan P, tokoh pemuda yang punya segudang prestasi dan mantan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:21

Bukan Superman

BALIKPAPAN - Debut perdana Persiba Balikpapan di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 dilalui dengan menelan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:16

Awas, Sindikat Anak Berkeliaran

BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini di Balikpapan marak pedagang asongan yang memperkerjakan anak sebagai penjualnya.…

Minggu, 25 Februari 2018 10:13

Bungkus Sabu Pakai Ban Dalam

TARAKAN - Bandara Juwata Tarakan harus mendapat perhatian serius aparat keamanan maupun institusi terkait.…

Minggu, 25 Februari 2018 10:11

Lima Kali Kotak Amal Digasak Maling

BALIKPAPAN - Musala Al-Barokah di Jalan Mulawarman, Gang Slamet Riyadi, RT 12, Balikpapan Timur, kerap…

Minggu, 25 Februari 2018 10:07

Anjing Pitbull Dibui

BONTANG - Anjing jenis pitbull milik warga Jalan Cendana, HOP I, RT 20, Kelurahan Satimpo, diserahkan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:03

Raja Jalanan

HARIMAU, wanita cantik, dan uang sedang berdebat, siapakah di antara mereka yang patut disebut maha…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:20
Teror Kepada Ulama

JANGAN PANIK..!! Masih Ada TNI-Polri, Kaltim Masih Kondusif

BALIKPAPAN  -  Masjid At-Taqwa di Jalan Jenderal Sudirman kemarin (23/2) dipenuhi personel…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:18

Menjawab Keraguan

BALIKPAPAN  -   Piala Gubernur Kaltim (PGK) II resmi bergulir. Empat tim di Grup B akan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:11

Diduga Bawa Tiga Ton Sabu

APARAT  Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menangkap kapal ikan Win Long…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .