MANAGED BY:
JUMAT
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Sabtu, 07 Januari 2017 09:56
Selingkuhan Bupati Ditangkap saat Menstruasi

Dijerat Pasal 284 KUHP, Hukumannya Sembilan Bulan

Ahmad Yantenglie - Farida Yeni

PROKAL.CO, KASONGAN  -  Terbongkarnyaskandal Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan Farida Yeni membuat mata publik terbelalak. Proses hukum keduanya telah ditangani Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng. Keduanya dijerat pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara. Keduanya juga hanya dikenakan wajib lapor.

Beberapa fakta terkuak dalam pemeriksaan keduanya. Pada malam sebelum penggerebekan, kedua insan tersebut mengaku kepada penyidik jika sudah melakukan hubungan badan sekali. Yang membuat tercengang, hubungan badan itu dilakukan saat Farida dalam kondisi menstruasi (datang bulan).

“Ya, benar, dia (Farida, Red) sedang mens. Kalau malam itu satu kali (berhubungan badan, Red). Sebelum-sebelumnya sudah pernah,” ujar Dirreskrimum Kombes Pol Gusde Wardana kepada Kalteng Pos (Kaltim Post Group) via telepon, kemarin sore.

Selain pengakuan dari Farida terkait kondisi menstruasi, barang bukti celana dalam yang diamankan sebagai barang bukti, juga terlihat ada bercak darah. Bercak cairan sperma atau lainnya yang ada di celana dalam masih dilakukan pendalaman. Penyidik akan mencari tahu lebih detail soal bercak sperma di ranjang yang masih belum tersentuh penyidik.   

Saat suami dari Farida, Aipda SH bersama anak bungsunya berusia delapan tahun menggerebek, keduanya dalam kondisi tanpa busana. Saat tercengang melihat hal itu, ada pemukulan yang menimpa Yantenglie. “Soal pemukulan belum ada keterangan dari bersangkutan,” ujar Gusde meluruskan.

Sebelumnya, ternyata Bupati dijemput Farida dengan mobil di pinggir jalan, sebelum menuju ke sebuah rumah di Jalan Nangka yang menjadi tempat kejadian.

Tindakan hukum lainnya, kejaksaan tunggu surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Namun, menunggu proses penyelidikan dari Polda Kalteng melalui Ditreskrimum Polda Kalteng terlebih dahulu. “Kalau SPDP sudah diterima, maka disiapkan jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan dan sekaligus meneliti berkas perkara,” ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Agus Trihandoko melalui Wakajati Andi Herman, kemarin.

Sementara, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Salamat Simanjuntak mengatakan, menunggu SPDP dari penyidik Polda Kalteng dalam pekan ini, apakah perkaranya dilanjutkan ke proses persidangan. “Kalau telah diterima SPDP, maka siapkan tim jaksanya,” ujarnya.

ISTRI SAH: SAYA TIDAK KAGET

Nama Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni mendadak tenar. Mereka menjadi perbincangan di penjuru negeri. Seiring dengan keduanya yang tertangkap basah berduaan di sebuah rumah kontrakan.

Pasca penggerebekan, informasi terus berkembang di lapangan. Bahkan, bukti buku nikah antar H Ahmad Yantenglie SE dengan Farida Yeni juga beredar luas di WhatsApp. Keduanya diduga telah menikah diam-diam dan menjalin asmara sejak November 2015 lalu di Bogor.

Setelah diyakini menikah siri inilah hubungan asmara keduanya terus berjalan, hingga digerebek di Kompleks Perumahan Jalan Nangka, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan. Dalam rumah kontrakan yang sebelumnya milik mantan Camat Mendawai Jimmy itu, kondisinya tidak ada satu pun fasilitas seperti televisi dan lainnya.

Meski begitu, digerebeknya Bupati Katingan H Ahmad Yantenglie bersama Farida Yeni memantik berbagai reaksi masyarakat. Hal itu juga disikapi secara “bijak” istri sah Yantenglie, Endang Susilawatie yang juga wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Katingan.

Dia tampak terdengar tegar dan kuat menghadapi kenyataan, meskipun pria yang telah memberikannya seorang putri itu mengkhianatinya.

Saat dimintai klarifikasi perihal nikah siri dilakukan sang suami dengan Farida, perempuan murah senyum ini membenarkan hal tersebut. “Saya mengetahui tentang hal tersebut (nikah siri, Red). Saya juga mengetahui di mana saja tempat kontrakan dan tempat mereka biasanya bertemu. Saya tidak kaget dengan masalah pernikahan siri itu,” ucap Endang via telepon, Jumat (6/1).

Perempuan berjilbab yang akan berulang tahun ke-34 pada tanggal 21 Januari nanti, ini pernah mempersoalkan masalah nikah siri tersebut. Dia diceritakan kalau Farida telah bercerai dengan suaminya berinisial SH.

“Mengakunya sudah bercerai dengan suaminya. Katanya mereka sudah lama pisah ranjang. Namun, surat perceraian secara hukum tidak pernah ditunjukkan,” ungkapnya dengan nada suara agak bergetar.

Sambil menahan emosi dan rasa kecewa, Endang menegaskan kalau masalah ini akan diselesaikan keluarganya. “Permasalahan ini akan diselesaikan oleh pihak keluarga. Akan dilakukan mediasi,” ucapnya dengan suara mulai terdengar parau.

Saat ini, perempuan cantik itu sedang menenangkan diri. Namun, sebagai istri dari seorang bupati serta sebagai seorang ibu, dia akan terus mendukung suaminya. Walaupun tindakan suaminya sangat keterlaluan, Endang lebih memilih tersakiti hati dan terluka perasaannya.

“Saya masih menenangkan diri, tidak ada di Katingan. Ini mengganggu secara psikologis. Bagaimanapun, saya akan tetap bersama dengan Bapak (Yantenglie, Red). Saya akan mendukung Bapak, memberikan semangat. Mudah-mudahan, dengan hal ini, beliau sadar,” tutupnya dengan datar.

Sementara itu, akta nikah kedua insan dimabuk cinta terlarang itu banyak beredar di dunia maya dan sudah di tangan penyidik. Tertera keduanya menikah di Bogor, Jawa Barat, 2015 silam. Namun, hal itu tidak bisa dibuktikan keasliannya. Saat ini penyidik dari ditreskrimum mencari kebenaran dari akta nikah tersebut.

Tapi, Dirreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Gusde Wardana mencoba menjelaskan terkait kebenaran isu tersebut. Dia menegaskan jika keduanya mengaku hanya menikah siri di Bogor, setelah tak lebih dari satu tahun berkenalan. Masing-masing belum bercerai dengan pasangan resminya. Memang, ada butir-butir konflik antara Farida dan suaminya.

Selain surat nikah itu, barang bukti diamankan di Polda Kalteng berupa pakaian dalam keduanya, beberapa makanan dan minuman ringan jenis teh kotak, kue, dan kacang. Sedangkan barang bukti ranjang dan sprei masih di lokasi kejadian.

FARIDA DIKENAL RAMAH DAN GLAMOR

Di sisi lain, sosok Farida Yeni menjadi pertanyaan banyak orang. Bupati yang memiliki istri sah wakil ketua DPRD itu, rela main belakang dengan seorang pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Mas Amsyar Kasongan.

Usut punya usut, kehidupan Farida dianggap glamor. Pasalnya, informasi yang berhasil dihimpun Kalteng Pos di lapangan, Farida Yeni memang seorang suka dandan lebih dari kebanyakan perempuan lainnya.

Farida Yeni merupakan kepala ruang gizi di Instalasi Gizi RSUD Mas Amsyar Kasongan. Diketahui, dia berangkat dan pulang kerja menggunakan mobil. “Benar ya kejadian kemarin? Ibu (Farida, Red) biasanya datang, terus memarkir mobil dan langsung masuk ke dalam,” ujar seorang tukang parkir di RSUD Mas Amsyar Kasongan.

Wanita berambut pirang ini memang cukup lama bekerja di RSUD. Direktur RSUD Mas Amsyar Kasongan, Noor Sianuri melalui Kepala Bagian Kesekretariatan, Simbar Samuel mengatakan kalau Farida merupakan orang lama di RSUD.

“Dia (Farida, Red) lebih lama daripada saya. Kalau saya di sini semenjak 2013, Ibu Farida sudah bekerja di sini. Untuk statusnya saat ini, Ibu Farida seorang aparatur sipil negara (ASN),” terangnya saat ditemui di kantornya, Jumat (6/1).

Selain itu, perempuan 34 tahun itu juga dikenal ramah. Walaupun sangat jarang berada di ruangan kerjanya, Farida dinilai oleh stafnya sebagai orang yang dapat bekerja sama dengan baik.

Ruangan tempatnya bekerja hanya ada satu meja dan beberapa kursi lipat. Berada di bangunan kecil yang terletak di pojok kanan belakang RSUD Mas Amsyar Kasongan.

 

“Bagian gizi itu mengurusi masalah makanan dan masakan untuk para pasien. Ibu Farida sering ke luar, ke ruangan lain. Karena ruangannya sempit, hanya ada satu meja dan beberapa kursi. Kadang Ibu Farida itu ke tempat laundry (cuci pakaian), karena di sana orang sering diminta belanja bahan masakan,” terang seorang pegawai tidak ingin disebutkan namanya ini.

Saat ditelusuri tempat tinggal Farida Yeni di Jalan DI Panjaitan, Kompleks Perumahan Jalan Aries, Kasongan, terlihat pagar rumah tertutup rapat. Demikian juga dengan pintu dan jendelanya. Hanya ada tiga buah motor tersusun rapi di teras rumah dan seekor anjing dikurung di sebuah kandang.

Rumah warna kuning dan atap cokelat ini terlihat berbeda dengan rumah warga lain. Pasalnya, sebuah garasi terletak di samping rumah serta sebuah mesin AC menempel di dinding luar rumah, sehingga membuat rumah tampah terlihat bersih.

“Sepertinya lagi tidak ada orang di rumah. Kalau motor polisi itu milik suaminya, motor gede itu juga. Kalau motor matik itu mungkin untuk digunakan oleh Farida,” terang seorang tetangga yang enggan untuk disebutkan namanya ini.

Tak terlepas dari itu, saat tertangkap basah, Yantenglie dan Farida berada di rumah kontrakan cukup amburadul isinya. Selain tidak ada televisi, air di bak mandi pun dalam kondisi tak terisi. Bahkan, rumah itu terkesan tidak terawat dan tidak bersih. Lalu, di dalam kamar yang ditempati kedua pasangan ini, terdapat satu buah kasur tanpa sarung. Di tempat itulah keduanya ditemukan suami Farida Yeni sedang dalam kondisi ketiduran tanpa busana. Selanjutnya di dalam kamar ini juga terdapat sebuah AC yang hingga saat ini masih bisa digunakan.

GUBERNUR SEGERA LAPORKAN KE MENDAGRI

Kasus perselingkuhan itu sangat disayangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan, dirinya akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat, dalam hal ini adalah menteri dalam negeri (mendagri) untuk ditindak.

“Saya akan segera laporkan ke pusat atas dan meminta ini segera ditindak,” katanya usai pelantikan pejabat Pemprov Kalteng, Jumat (6/1), di Istana Isen Mulang.

Sugianto juga mengimbau kepada seluruh pejabat yang ada di Kalteng maupun ratusan pejabat yang baru dilantik kemarin siang, untuk menjaga moral dan perilaku sebagai pejabat publik. Menghindari perbuatan yang bisa merusak kepercayaan masyarakat.

“Agar pejabat-pejabat yang ada ini tahu diri dan mempunyai dan menjaga moral sebagai pejabat publik. Karena apabila terjadi hal-hal yang tidak baik, maka dapat merusak kepercayaan masyarakat,” sindirnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail mengatakan, tupoksi-nya sebagai pengawas internal pejabat daerah akan segera memanggil yang bersangkutan untuk meminta keterangan atas permasalahan tersebut.

“Kita sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Bupati Katingan, dan kita akan segera mungkin memanggil bersama wakil bupati juga,” kata Habib H Said Ismail saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (6/1).

Habib menjelaskan, apabila ada laporan dari pihak pemerintah daerah (pemda) ataupun DPRD Kabupaten Katingan untuk menindaklanjuti permasalahan ini, maka pemprov akan melakukan pembinaan kepada bupati tersebut. “Karena di kita adalah pengawas internal, maka kita akan arahkan pembinaan terlebih dahulu, sebelum adanya sanksi yang akan dijatuhkan kepada bupati ini nantinya,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Ombudsman Kalteng Thoseng TT Asang juga menyayangkan peristiwa tersebut. Ungkapnya, karena sebagai pejabat publik harusnya yang bersangkutan tahu posisinya dan jabatannya.

“Harusnya beliau tahu, kalau dia (bupati;red) jabatan yang melekat 24 jam di dirinya dan menjadi figur masyarakat di sana,” tukasnya.

Thoseng mengharapkan agar roda pemerintahan Katingan dapat berjalan dengan baik dan kondusif, sehingga pelayanan publik di sana tidak terganggu dengan kejadian tersebut.

“Harapan kita agar pelayanan publiknya dapat berjalan dengan lancar, baik seperti biasanya, dan menyerahkan semua proses kepada yang berwajib,” bebernya. (ami/ram/ari/alh/KPG/k1)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 10:11

Bandel, Go-Car Bakal Diblokir

BALIKPAPAN  -  Penghentian operasional sementara mitra Go-Jek,yakni Go-Car, rupanya masih…

Jumat, 24 Maret 2017 10:06

Kejar-kejaran, Mobil Teroris Tabrak Densus 88

JAKARTA  -  Densus 88 Anti Teror kembali membekuk anggota kelompok teroris kemarin di Ciwandan,…

Jumat, 24 Maret 2017 10:05

Bandar Kakap Bersenjata AK-47 Ditangkap

JAKARTA  -  Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkap sindikat…

Jumat, 24 Maret 2017 10:04

Bidik Tersangka Baru

BALIKPAPAN  -  Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim terus mengembangkan…

Jumat, 24 Maret 2017 10:03

Murid SD Hampir Jadi Korban Penculikan

BALIKPAPAN  -  Belakangan isu penculikan anak ramai diperbincangkan di sejumlah kota. Namun,…

Jumat, 24 Maret 2017 10:01

Sudah Ada yang Mengaku Keluarga Mrs X

BALIKPAPAN  -  Pasca dilakukannya autopsi pada Senin (20/3), jasad Mrs X yang ditemukan pada…

Jumat, 24 Maret 2017 09:59

Bandar Togel diciduk di Tempat Biliar

BALIKPAPAN  -  Praktik perjudian menjadi salah satu sasaran Polres Balikpapan. Polisi tidak…

Jumat, 24 Maret 2017 09:55

Hilangkan Motor Orang, Suwaji Ditahan Polisi

BALIKPAPAN  -  Pada Senin (20/3) lalu, Suwaji (53) mengadu ke Polsek Balikpapan Utara lantaran…

Jumat, 24 Maret 2017 09:54

Aksi Cor Kaki Bersambut

SAMARINDA  -  Aksi solidaritas atas kematian Patmi juga dilakukan para aktivis lingkungan…

Kamis, 23 Maret 2017 10:37

Waspada, Beredar Spanduk IMTN Palsu

BALIKPAPAN  -  Anda tentu tak ingin suatu hari nanti, tanah yang Anda pikir sudah milik sendiri,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .