MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Rabu, 11 Januari 2017 10:32
Hadi Ibramsyah Terancam Di-PAW

Diduga Delapan Kali Berturut-turut Tidak Hadiri Sidang Paripurna

Hadi Ibramsyah

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Satu lagi anggota DPRD Balikpapan terancam di-PAW (pergantian antarwaktu). Dia adalah Hadi Ibramsyah, anggota DPRD dari fraksi gabungan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP)-Nasional Demokrat (Nasdem). Anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan itu terancam diganti karena kurangnya tingkat kehadiran dalam rapat-rapat yang digelar DPRD.

 Berdasarkan data yang dihimpun Balikpapan Pos, pada periode persidangan kedua tahun anggaran (TA) 2016, mulai Mei hingga Oktober 2016, dari 22 kali rapat maupun sidang yang dilaksanakan di DPRD Balikpapan, Hadi Ibramsyah tercatat tidak hadir sebanyak 13 kali. Dari ketidakhadiran tersebut, delapan diantaranya dilakukan Hadi Ibramsyah secara berturut-turut. Di mana, berdasarkan pasal 11 Peraturan DPRD Balikpapan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Tata Tertib DPRD Balikpapan,anggota DPRD bisa diberhentikan antarwaktu, jika tidak menghadiri rapat paripurna dan atau rapat AKD yang menjadi tugas dan kewajibannya sebanyak enam kali berturut-turut tanpa alasan yang sah.

 Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Nasdem Balikpapan Syaifullah Abdul Munif mengamini hal tersebut. Dia mengaku memang ada satu kader Nasdem di DPRD Balikpapan yang telah memenuhi syarat untuk dievaluasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, yang diperkuat dengan Tatib DPRD Balikpapan Nomor 1/2015. “Memang anggota kami di DPRD, kami pantau keaktifannya dari awal 2016. Baik rapat paripurna, rapat komisi, dan rapat fraksi. Berdasarkan laporan Ketua Fraksi (Usman Daming), ada satu anggota dari Nasdem yang melewati batas ketentuan perundang-undangan, UU MD3. Sudah delapan kali berturut-turut,sedangkan aturan itu enam kali,” ucapnya saat ditemui harian ini di balai kota.

 Pihaknya pun sudah bersurat ke ketua DPRD Balikpapan melalui Badan Kehormatan (BK) untuk menindaklanjuti hal tersebut. Surat itu disampaikan pada Oktober 2016 lalu. Namun hingga hari ini, surat balasan masih belum diterima oleh Sekretariat Nasdem Balikpapan. “Data secara faktual ketidakhadiran menurut kami, sudah kami sampaikan ke Ketua BK Pak Aminuddin. Artinya, kami menunggu surat untuk bahan evaluasi kami, untuk rujukan kami terhadap tiga kader Nasdem yang ada di DPRD Balikpapan,” terang Syaiful.

 Dia menyebut kader yang tak dia sebutkan namanya itu memiliki potensi yang besar untuk diganti. Karena, pihaknya ingin seluruh kader Nasdem yang dipilih menjadi wakil rakyat dapat menjalankan tugasnya sebagaimana yang diamanahkan parpol. Terlebih lagi, Nasdem sebagai parpol baru, sudah mampu meyakinkan masyarakat Balikpapan untuk menempatkan tiga orang wakilnya di DPRD Balikpapan. “Kami ingin implementasi anggota kami di dapil-nya masing-masing bisa terpenuhi dengan keaktifannya mengikuti rapat-rapat DPRD. Apalagi, paripurna menjadi hal yang wajib untuk diikuti,” tegasnya.

 Sementara itu, Ketua BK DPRD Balikpapan Aminuddin mengaku sudah memanggil kader Nasdem yang dimaksud, yakni Hadi Ibramsyah. Tujuannya untuk mengonfirmasi alasan ketidakhadirannya dalam sidang paripurna DPRD. “Sudah kami panggil untuk klarifikasi. Kalau enggak salah, bulan Oktober kah,” kata Amin melalui sambungan telepon.

 Pihaknya memang tidak menyurati secara formal ke fraksi gabungan PPP-Nasdem. Namun, memanggil Hadi Ibramsyah untuk dimintai klarifikasi melalui telepon seluler (ponsel). “(Pemanggilan) cuma lewat telepon, enggak lewat fraksi. Pas dia (Hadi Ibramsyah) datang, kami tanyai alasan ketidakhadirannya. Dia bilang sibuk mengurus keluarganya yang sedang sakit,” ucap politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

 Terkait dengan surat yang diminta oleh Sekretariat Nasdem, adalah surat permintaan data kehadiran Hadi Ibramsyah. Pengusaha mebel itu mengaku memang belum menjawabnya lantaran belum ada pembahasan dengan seluruh anggota BK. Padahal, surat tersebut sudah disampaikan melalui Sekretariat DPRD Balikpapan pada Oktober 2016. “Memang belum kami rapatkan, karena susah mengumpulkan seluruh anggota BK, berlima ini. Kadang sudah pas waktunya, tiba-tiba ada penugasan dari partai. Makanya akan kami coba untuk merapatkan dalam satu dua hari ini,pas semuanyangumpul,” papar Amin. 

 Menurut dia, usulan mengenai PAW anggota DPRD Balikpapan, sepenuhnya menjadi kewenangan partai pengusung dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu. Di mana, salah satu penjelasan pergantian antarwaktu anggota DPRD, adalah diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Tugas kami (BK DPRD) sebagaimana di tatib, kan hanya melakukan penyelidikan dan verifikasi terhadap anggota dewan yang diusulkan PAW untuk diserahkan ke pimpinan DPRD,” pungkasnya.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Hadi Ibramsyah. Ditemui usai rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Balikpapan, pria yang berdomisili di Kelurahan Gunung Bahagia ini mengaku tidak pernah absen menghadiri rapat dan sidang paripurna delapan kali berturut-turut. “Enggak ada, enggak ada. Enggak benar itu,” terangnya.

 Tetapi, pria berbadan besar itu pun mengakui pernah dipanggil oleh BK. “Kalau dipanggil secara tertulis enggak ada. Kalau dipanggil sesama anggota, biasalah seperti itu,” sambung Hadi.

 Pemanggilan tersebut diakui untuk mengklarifikasi beberapa kali ketidakhadirannya dalam sidang maupun rapat DPRD. Tapi, Hadi tidak menyebutkan berapa kali absensinya itu sehingga dipanggil oleh BK. “Memang ada bulan Oktober 2016 (pemanggilan). Untuk klarifikasi, iya. Saya jelaskan mengurus orangtua yang sakit. Saya harus bolak-balik ngurusin. Kalau dikatakan berturut-turut, enggak ada berturut-turut,” tegasnya.

 Menurutnya, ketidakhadiran berturut-turut itu, seandainya dalam satu minggu dilaksanakan enam kali rapat atau sidang paripurna dan tidak dihadiri semuanya. “Saya kan dalam artian, enam kali berturut-turut, enggak ada,” tutup Hadi. (rkp/rus/k1)

 


BACA JUGA

Minggu, 26 Maret 2017 11:11

Surat Pengunduran Gafur Beredar

BALIKPAPAN - Musyawarah daerah (Musda) DPD II Golkar Balikpapan pada Rabu (15/3) lalu belum juga menciptakan…

Minggu, 26 Maret 2017 11:07

Ukir Akhir Pekan di Penta Auto Vaganza

BALIKPAPAN - Pentacity Shopping Venue yang terletak di kawasan niaga dan hunian modern Balikpapan Super…

Minggu, 26 Maret 2017 11:04

Demokrat Membantah, AGM Masih Ketua

BALIKPAPAN - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Balikpapan langsung merespon…

Minggu, 26 Maret 2017 10:57

Bangun KTT, SMAN 1 Gandeng Ditsapras Kemendikbud

BALIKPAPAN -  Dalam rangka meningkatkan kebersihan dan keindahan sekolah, SMAN 1 bekerja sama dengan…

Minggu, 26 Maret 2017 10:46

Disperindagkop Garansi Stok Bahan Pokok

SAMARINDA - DinasPerindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim memberikan garansi…

Minggu, 26 Maret 2017 10:44

Kekristenan dan Salib

Oleh: Pdt. Frediston Siletty, S.Th GEREJA di seluruh dunia, umumnya menggunakan salib sebagai lambang.…

Minggu, 26 Maret 2017 10:43

Sehari di Puncak, Jihan Digeser Mirza

PERSAINGAN perolehan polling di lomba Wajah Ceria PAUD/TK se-Balikpapan semakin ketat. Belum sepekan…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:42

Tak Ada Toleransi bagi Rahmad

SAMARINDA  -  DPD I Golkar Kaltim rupanya sudah memberikan toleransi kepada Rahmad Mas'ud…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:41

Hinca: Rita Jangan Campuri Demokrat

BALIKPAPAN  -  DPP Partai Demokrat memastikan Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan Abdul Gafur…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:41

Buat Rahmad Mas'ud, Sebaiknya Fokus Urus Rakyat

BALIKPAPAN  -  Ekspektasi atau harapan masyarakat terhadap Wakil Wali Kota (wawali) Rahmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .