MANAGED BY:
RABU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Rabu, 11 Januari 2017 11:07
Bandar Kakap Terancam Hukuman Mati

Ekstasi dan Kokain Dipesan dari Belanda

MASIH DIPERIKSA: Tersangka Hokky Sugianto menutup rapat mulutnya saat konferensi pers di Kantor BNNK Balikpapan, Selasa (10/1).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Tim terpadu interdiksi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan butuh sepekan melakukan penyelidikan terhadap bandar kakap Hokky Sugianto (34). Sekira pukul 16.30 Wita, Hokky –panggilannya- diciduk BNNK di sebuah kantor notaris di Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang, Balikpapan Tengah.

Dari tangannya disita narkoba berbagai jenis yang diketahui dipesan dari Kota Rotterdam, Belanda. Sejumlah narkoba asal Belanda yang disimpan dalam sebuah amplop dan ditujukan ke alamat kantor notaris tersebut meliputi 20 butir ekstasi berwarna pink, satu poket kokain dengan berat 3,4 gram, dan satu paket sabu seberat 5,4 gram.

Kepala BNNK Balikpapan AKBP Halomoan Tampubolon menyebut, pengungkapan bandar kakap ini telah lama diendus pihaknya. “Kemarin ada informasi mengenai akan adanya narkoba masuk ke Balikpapan dari Belanda. Kami bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti jasa pengiriman, Polres Balikpapan, dan BNN provinsi untuk mengembangkan informasi ini. Barang sudah terdeteksi sejak di Jakarta hingga diterima tersangka,” jelasnya kemarin (10/1).

Setelah dilakukan pengembangan, penindakan terhadap tersangka pun dilakukan. Petugas kembali mengamankan sabu sebanyak dua poket yang masing-masing beratnya 0,85 gram dan 0,48 gram. Sabu ini ditemukan saat dilakukan penggeledahan badan. Kedua poket sabu tersebut disimpan di tas dan dompet tersangka.

Selain itu, petugas juga menyita seperangkat alat isap (bong) sabu, dua buah korek api, timbangan, ponsel merek iPhone 7, uang tunai Rp 650 ribu, serta sebuah mobil mewah BMW bernomor polisi KT 1205 KW lengkap dengan kunci dan STNK.

Saat ini petugas BNNK melakukan penyidikan lebih lanjut serta pengembangan terkait jaringan yang terlibat. Saat dilakukan tes urine terhadap tersangka, petugas menemukan bukti kalau tersangka juga positif memakai narkoba. Tersangka dikenai pasal sebagai bandar barang-barang haram tersebut, yakni pasal 114, 113 dan 112 Undang-Undang Nomor 35/2009, dengan ancaman hukuman mati.

“Tersangka saat dimintai keterangan masih berada di bawah pengaruh narkoba, sehingga belum bisa dimintai keterangan mendetail. Tapi pastinya akan dikembangkan,” imbuh pria yang dikenal dengan Tampubolon ini. Tersangka diketahui melakukan transaksi dengan penyedia di Belanda melalui jaringan narkotika online.

Alamat yang menjadi tujuan pengiriman barang haram tersangka itu merupakan milik orangtuanya. Bangunan itu disewa seorang notaris. Hingga saat ini Halomoan menyatakan tidak ada hubungan antara kantor notaris dengan tersangka selain penyewaan gedung.

“Pengungkapan ini juga menunjukkan bahwa dimungkinkan telah ada peredaran kokain di Kota Balikpapan. Langkah selanjutnya adalah menjalin sinergi dengan instansi terkait dan masyarakat,” terangnya. Sementara itu, diketahui bahwa tersangka dalam kesehariannya bekerja sebagai karyawan swasta. Orangtua  tersangka memiliki usaha batu bara di Kalimantan Selatan. Tersangka merupakan warga Kampung Baru, Balikpapan Barat.

“Kami juga menerima informasi kalau tersangka suka masuk di sejumlah tempat hiburan, jadi selanjutnya akan ada pengawasan THM di Balikpapan. Dia juga sempat mengakui kalau narkoba tersebut memang akan dia edarkan di THM,” tandasnya. (bp-21/war/k1)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Februari 2017 10:58

Pembunuh Sadis di Ambang Hukuman Mati

BALIKPAPAN  -  Jatanras Polda Kaltim bersama Polres Bontang berhasil mengamankan…

Selasa, 21 Februari 2017 10:56

Tuntutan Kasus Penghinaan Uniba Ditolak Hakim

BALIKPAPAN  -  Agus Laksito (39) sempat ditahan Polres Balikpapan hingga didudukkan di kursi…

Selasa, 21 Februari 2017 10:55

Delta Club “Tabrak” Perda Reklame

BALIKPAPAN  -  Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan di bagian Badan Penanaman Modal…

Selasa, 21 Februari 2017 10:53

ABG Otaki Motor Curanmor Dijual Online

BALIKPAPAN  -  Seorang anak berhadapan hukum (ABH), MA (17), menjadi otak curanmor di dua…

Selasa, 21 Februari 2017 10:50

Hakim Hukum Fauzi Empat Tahun

SURABAYA  -  Ahmad Fauzi resmi berstatus koruptor. Kemarin (20/2) majelis hakim Pengadilan…

Selasa, 21 Februari 2017 10:50

Nonaktifkan Ahok untuk Kurangi Bising Politik

JAKARTA  -  Kasus yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau…

Selasa, 21 Februari 2017 10:49

Polres Ajukan Usulan, Urai Masalah Tanjakan Rapak

BALIKPAPAN  -  Upaya mencari solusi masalah laka yang kerap terjadi di turunan Rapak menjadi…

Selasa, 21 Februari 2017 10:46

Hampir Setahun, Dugaan Korupsi RPU Masih Dilidik

BALIKPAPAN  - Satu per satu kasus korupsi diungkap Polres Balikpapan. Namun masih banyak kasus…

Selasa, 21 Februari 2017 10:44

Polisi Akan Minta Pendapat Ahli Bahasa

BALIKPAPAN  -  Kasus perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD…

Senin, 20 Februari 2017 10:59

Banyak Umbar Dada, Baliho THM Diturunkan Paksa

BALIKPAPAN  -  Sebanyak empat baliho ukuran besar yang mempromosikan salah satu tempat hiburan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .