MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Kamis, 16 Februari 2017 09:22
OJK Dukung Pajak Buka Data Nasabah Bank

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung upaya Ditjen Pajak membuka data rekening nasabah perbankan untuk mengoptimalkan program pengampunan pajak.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, upaya tersebut merupakan titik awal upaya keterbukaan informasi perbankan yang dijalankan mulai tahun depan. “Selama ini kalau mau buka rekening memang melalui OJK. Tapi, tahun 2018 kecenderungannya sudah saling terbuka semuanya,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/2).

Muliaman menuturkan, era keterbukaan informasi tersebut menuntut pelaku industri keuangan untuk mempersiapkan diri. “Sooner or later kita harus membiasakan diri untuk lebih terbuka, terutama untuk kepentingan pajak ya,” imbuhnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menambahkan, keterbukaan informasi perbankan terhadap otoritas pajak sudah disepakati banyak negara di dunia. Karena itu, Indonesia seharusnya menjalankan hal yang sama.

Lembaga superbodi itu juga mendukung Ditjen Pajak dapat mengakses data para nasabah di bank. Langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor pajak. “Kalau ikut di peraturan global daripada kita terkucilkan sendiri. Kita jelas lihat mana yang paling menguntungkan,” katanya.

Menurut Nelson, keterbukaan infomasi perbankan bagi otoritas pajak merupakan komitmen pemerintah sebagai negara anggota G20. Komitmen tersebut perlu dijalankan paling lambat pada 2018.

“Kita punya komitmen di OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) mengenai keterbukaan ini anggota G20. Komitmen harus dijabarkan sebelum 2018. Kalau pemerintah commited sesuaikan aturan yang selama ini belum didukung,” katanya.

Direktur Distribusi PT Bank Mandiri Tbk Hery Gunardi menyatakan memang belum ada sosialisasi kepada nasabah tentang kemudahan pembukaan data rekening di perbankan. Meski demikian, perbankan harus siap jika OJK menetapkan transparansi data yang lebih cepat untuk DJP.

Hery menegaskan, bank tidak berkeberatan dengan transparansi data nasabah. “Potensi penurunan DPK (dana pihak ketiga) belum bisa ditebak. Harusnya sih enggak (ada implikasi),” ujarnya.

Saat ini perbankan masih wait and see mengenai reaksi nasabah. Namun, dengan adanya program amnesti pajak yang saat ini masih bergulir, menurut Hery, semestinya para nasabah bisa lebih mengerti dan paham soal kebutuhan informasi untuk urusan pajak.

Sebelumnya, Ditjen Pajak menegaskan bahwa pihaknya kini lebih mudah membuka data nasabah perbankan berkat aplikasi usulan buka rahasia bank (akasia) di Kementerian Keuangan dan aplikasi buka rahasia bank (akrab) di OJK. Bila awalnya pembukaan data nasabah membutuhkan waktu 239 hari, kini pembukaan data-data nasabah hanya membutuhkan waktu kurang dari sebulan.

Bagi nasabah yang sudah ikut amnesti pajak dan diketahui tidak melaporkan kondisi yang sebenarnya, Ditjen Pajak menganggapnya sebagai penghasilan dan menerapkan tarif pajak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, dikenakan sanksi berupa denda 200 persen dari pajak yang kurang dibayar.

Bila nasabah tidak mengikuti amnesti pajak dan ditemukan harta yang tidak dilaporkan dalam SPT, Ditjen Pajak menerapkan sanksi perpajakan sesuai dengan ketentuan. (dee/rin/c19/noe/JPG)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 09:01

Pedagang Musiman Kais Rezeki Jelang HUT RI

BALIKPAPAN   -  Jelang peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang, pedagang bendera mulai menghias…

Selasa, 25 Juli 2017 09:00

Harga Sejumlah Bahan Makanan Stabil di Level Tinggi

BALIKPAPAN  -  Tidak ada momentum yang mendorong peningkatan konsumsi membentuk harga bahan…

Selasa, 25 Juli 2017 08:58

Indicafe, Paduan Digital dan Selera

BALIKPAPAN  -  Mendukung proses akselerasi transformasi kultur Telkom Group setiap wilayah,…

Senin, 24 Juli 2017 09:18

Peritel Nasional Tarik Maknyuss dan Cap Ayam Jago

BALIKPAPAN  -  Sejumlah peritel raksasa nasional melakukan gerak cepat dengan menarik beras…

Senin, 24 Juli 2017 09:16

Penyesuaian Batas PTKP Berharap Tidak Turun

BALIKPAPAN  -  Rencana penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) oleh Kementerian Keuangan,…

Senin, 24 Juli 2017 09:15

KPPU Dorong Penyesuaian Harga Acuan

BALIKPAPAN  -  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong penyesuaian harga acuan Rp9…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:40

Nilai Tukar Pecahan 1 Riyal Naik Mencolok

BALIKPAPAN  -  Selama satu bulan ke depan, transaksi penukaran uang asing di sejumlah layanan…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:38

RAT Kunci Eksistensi

BALIKPAPAN  -  Sebagai lanjutan pembubaran 145 koperasi non aktif di Kota Minyak, Kementerian…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:38

Iduladha, Pasokan Daging Sapi Potong Diproyeksi Terjaga

BALIKPAPAN  -  Kendati pasokan sapi potong dipriotitaskan untuk kebutuhan kurban saat perayaan…

Jumat, 21 Juli 2017 08:40

Omzet Penuh Berkah

BALIKPAPAN  -  Setelah Ramadan dan Lebaran, Iduladha momentum yang juga turut mengerek tingkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .