MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Jumat, 17 Februari 2017 08:26
Kenaikan Harga Rumah Menengah Tertahan Permintaan

PROKAL.CO,
BALIKPAPAN  -  Perihal harga rumah berpotensi mengalami kenaikan dibenarkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI). Apalagi berdasarkan hasil survei harga properti residensial yang dilakukan sepanjang tahun 2016, harga rumah cenderung turun sehingga bukan tidak mungkin tahun ini dimanfaatkan sebagai ajang menaikkan harga. Dari sisi supply, naiknya komponen biaya yang kerap terjadi saat awal tahun, jadi penyebab. Meliputi upah pekerja dan kenaikan harga bahan bangunan.

"Indikator supply lainnya adalah patokan harga rumah yang mendapat subsidi KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan, Red) yang direncanakan naik sekitar 5,5 persen dari harga tahun lalu," sebut Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw BI Andi Adityaning Palupi di sela aktivitasnya, Kamis (16/2).


Sayang, volume permintaan tahun ini diperkirakan belum menanjak. Bahkan lesunya permintaan tahun lalu diproyeksi kembali berlanjut lantaran belum ada sinyal perekonomian membaik. Utamanya permintaan rumah menengah. Alhasil, laju kenaikan harga pun akan tertahan. "Berpotensi tertahan karena permintaan yang terbatas," sambungnya.
Adapun hasil survei Indeks Harga Properti Residensial secara tahunan (yoy), harga rumah mengalami perlambatan. Dari 3 persen kuartal I tahun 2016 menjadi 1 persen periode kuartal IV. Penurunan secara mencolok terjadi pada kuartal II hingga kuartal III dan berlanjut hingga akhir tahun Momen penurunan harga tersebut kemudian dimanfaatkan para investor untuk melakukan aksi beli.


Jika rumah tipe menengah baru berpeluang mengalami kenaikan harga, rumah tapak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lewat dana FLPP, resmi naik sejak awal tahun lalu. Dari Rp128 juta menjadi Rp135 juta.

"Ya tahun ini rumah murah atau populer dengan sebutan rumah "Jokowi" resmi naik. Ini kenaikan pertama sejak program diluncurkan tahun 2016 lalu," ucap Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Kaltim Sunarti, kemarin.

Meski harga naik, permintaan diperkirakan akan terus menanjak. Itu sebabnya, asosiasi kembali getol mengembangkan hunian. Adapun target hunian tahun ini sebanyak 3.850 unit. Sementara realisasi bangunan tahun 2016 sebanyak 1.600 unit dari 3.500 unit yang ditargetkan. "Program baru diluncurkan tahun lalu sehingga pengembang baru mempersiapkan lahan. Tapi tahun ini, lahan sudah siap sehingga pembangunan dikebut," pungkasnya. (dra/war)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:15

Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk…

Jumat, 22 September 2017 08:12

Gratis untuk Nelayan

JAKARTA  -  Pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM terus berupaya melakukan diversifikasi…

Jumat, 22 September 2017 08:09

Teknologi FO Menjangkau Sempurna

BALIKPAPAN  -  Setelah jaringan kabal serat, fiber optic (FO) menjangkau secara sempurna di…

Kamis, 21 September 2017 01:01

Bersekongkol, KPPU Sanksi Dua Perusahaan Konstruksi

BALIKPAPAN  –  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah tiga terlapor…

Kamis, 21 September 2017 00:59

Di Balik Kehati-hatian Perbankan

BALIKPAPAN   -  Kendati harga komoditas batu bara perlahan menanjak, Tim Pakar Rembuk Nasional…

Rabu, 20 September 2017 09:08

Gaet Banyak Investor Lokomotif Berikutnya

BALIKPAPAN  -  Di tengah perekonomian yang lesu darah, proyek pembangunan jalan bebas hambatan…

Rabu, 20 September 2017 09:05

Mengintip Penerapan di Pasar Tradisional

BALIKPAPAN  -  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengatur Harga Eceran Tertinggi…

Rabu, 20 September 2017 09:02

Ditarget Tuntas Akhir 2018

BALIKPAPAN  -  PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) terus melakukan pengembangan di proyek Borneo…

Selasa, 19 September 2017 08:28

Ada Sanksi, KPPU Dorong Sosialisasi

BALIKPAPAN  -  Penerapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas utama yakni beras diyakini…

Selasa, 19 September 2017 08:25

Rp1 Juta, Menginap Satu Malam Dapat Dua Tiket

BALIKPAPAN  -   Memudahkan penonton luar daerah menyaksikan laga segitiga legenda sepakbola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .