MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Jumat, 17 Februari 2017 09:36
Dewan Minta UPT Tegas

Atasi Kesemrawutan Pasar Sepinggan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan, Thohari Aziz, angkat bicara soal semrawutnya Pasar Sepinggan. Wakil Ketua DPRD ini tidak bisa memungkiri kondisi pasar yang semakin lama kian kumuh. Soal permasalahan pasar ini, Thohari menilai, akibat kurang tegasnya sikap UPT Pasar Sepinggan sebagai instansi paling berwenang dalam mengelola pasar.

“Masalah pasar jelas karena UPT-nya tidak tegas. Dengan ketidaktegasan tersebut, masalah akan terus berkembang, apalagi soal fasum-fasum yang digunakan pedagang,” kata Thohari Aziz saat dikonfirmasi Balikpapan Pos, kemarin (16/2).

Soal pedagang yang menjamur, Thohari menegaskan agar UPT melakukan pendataan ulang dan memastikan keanggotaan pedagang. Namun, khusus pedagang yang menggunakan fasilitas umum seperti trotoar dan jalan untuk berjualan, politikus PDI Perjuangan ini meminta agar fasum dikembalikan ke fungsinya.

“Pemanfaatan fasum di pasar itu harus diawasi. Kalau tidak diawasi, ya pasti disalahgunakan oleh pedagang. Inilah fungsi UPT Pasar Sepinggan di bawah Dinas Perdagangan. Kalau masih terus dilakukan pembiaran, nanti kita (DPRD) yang akan sidak ke pasar,” tegasnya.

Bagaimana dengan sejumlah bangunan yang berdiri di atas drainase dan menyebabkan rumah warga di belakang pasar kerap terendam banjir? Ditanya demikian, Ketua DPC PDIP Kota Balikpapan kembali menegaskan bahwa itu jelas melanggar aturan. Katanya, bukan hanya di pasar, di manapun bangunan yang berdiri di atas drainase jelas dilarang.

“Bangunan berdiri di atas drainase itu tidak boleh. Drainase harus bebas dari bangunan. Apalagi, saat ini bangunan-bangunan tersebut sudah memberi andil menyebabkan rumah warga sekitar pasar banjir dan drainase lingkungan banyak tergenang. Itu harus dikroscek,” jelasnya.

“Kita akan segera dijadwalkan sidak. Saya akan segera koordinasi ke komisi II dulu soal banyak fasum yang disalahgunakan di Pasar Sepinggan. Nanti kita (DPRD) juga mau melihat, apakah banyak sumber pendapatan yang bocor di sana (Pasar Sepinggan),” pungkas Thohari.

Sebelumnya, keluhan terkait kondisi pasar ini dilontarkan tokoh masyarakat Sepinggan, H Oo Wasro Satori. Dia menyebut kondisi pasar harus segera ditata agar tidak semrawut. Dia menilai dengan tingginya jumlah pembeli yang datang ke pasar, seharusnya UPT memberikan kenyamanan fasilitas untuk konsumen. Namun kondisi itu ternyata malah sebaliknya.

“Saya lihat kondisi pasar kian semrawut saja. Semoga ada upaya dari pemerintah kota melalui instansi terkait untuk melakukan penataan ulang. Mau masuk pasar saja sempit, di luar bau sampah. Semoga segera dicarikan solusinya,” kata Wasro.

Dukungan penataan juga diutarakan seluruh ketua RT yang berada di belakang Pasar Sepinggan. Salah satunya, Ketua RT 29 H Ali Husni SH. Mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Balikpapan ini melihat kesemrawutan Pasar Sepinggan karena banyak faktor. Yakni, tidak berjalannya fungsi UPT Pasar Sepinggan sebagai instansi paling berwenang.

“Saya katakan, Pasar Sepinggan kondisinya sangat parah sekali. Terlalu banyak fasum disalahfungsikan. Bukan hanya trotoar dan jalan, tetapi juga bangunan yang berdiri di atas drainase. Semuanya seperti dibiarkan saja. Kami (warga) gak bisa tidur kalau hujan, karena air tersumbat dan siaga terjadi banjir,” ucap Ali Husni.

“Kami hanya berharap instansi terkait turun tangan menyelesaikan masalah fasum di Pasar Sepinggan ini. Instansi yang terkait jangan hanya ia-ia aja, tetapi tidak ada action di lapangan,” sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua LPM Sepinggan Iswanto mengaku sudah pernah meninjau kondisi drainase Pasar Sepinggan bersama pihak kelurahan. Dari peninjauan di lapangan tersebut, memang banyak bangunan yang berdiri di atas fasum. “Kami (LPM) juga berharap sama dengan warga dan ketua RT, pihak terkait untuk segera turun tangan. Masalah pemanfaatan fasum harus segera diselesaikan,” tutur Iswanto. (rus/yud/k1)

 


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:46

Adhyaksa Dault Buka Perkempinas

BALIKPAPAN  -  Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III Tahun 2017 resmi…

Senin, 20 November 2017 09:44

6 Juta UMKM Diprediksi Bakal Go Digital pada 2020

JAKARTA  -   Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan,…

Senin, 20 November 2017 09:42

JK Terima Gelar Sri Perdana Mahkota Negara dari Adat Melayu

KABUPATEN LINGGA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima gelar adat sri perdana mahkota negara dari…

Senin, 20 November 2017 09:42

DPR Akan Panggil Menkeu soal Holding BUMN Tambang

JAKARTA  -  Proses pembentukan holding BUMN tambang sudah berjalan. Namun, Dewan Perwakilan…

Senin, 20 November 2017 09:41

Belum Jelas Pengelolanya, Stadion Batakan Terancam Mangkrak

BALIKPAPAN  -  Nasib Stadion Batakan yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 1,2 triliun terancam…

Senin, 20 November 2017 09:39

2018, Target PAD Parkir Rp 8,8 M

BALIKPAPAN  -  Retribusi parkir pada tahun 2018 ditargetkan mencapai Rp 8,8 miliar. Target…

Senin, 20 November 2017 09:38

Pengerasan Jalan Pantai Manggar Diusulkan Rp 30 M

BALIKPAPAN  -  Kabar gembira bagi para pengunjung Pantai Segara Sari Manggar. Pasalnya, pemkot…

Senin, 20 November 2017 09:35

Sarjana Bahasa Inggris

MUTHMAINNAH, gadis berparas ayu ini punya cita-cita mulia. Dia ingin menyediakan lapangan kerja bagi…

Senin, 20 November 2017 09:34

UMP Jangan Hanya Berpihak kepada Buruh

SAMARINDA  -  Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2018 menjadi Rp 2,5 juta belum bisa…

Minggu, 19 November 2017 08:50

Pengemis Anak Masih Berkeliaran

BALIKPAPAN - Penertiban terhadap para pengemis di Kota Minyak perlu ditingkatkan lagi, terutama pengemis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .