MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Jumat, 17 Februari 2017 09:36
Dewan Minta UPT Tegas

Atasi Kesemrawutan Pasar Sepinggan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan, Thohari Aziz, angkat bicara soal semrawutnya Pasar Sepinggan. Wakil Ketua DPRD ini tidak bisa memungkiri kondisi pasar yang semakin lama kian kumuh. Soal permasalahan pasar ini, Thohari menilai, akibat kurang tegasnya sikap UPT Pasar Sepinggan sebagai instansi paling berwenang dalam mengelola pasar.

“Masalah pasar jelas karena UPT-nya tidak tegas. Dengan ketidaktegasan tersebut, masalah akan terus berkembang, apalagi soal fasum-fasum yang digunakan pedagang,” kata Thohari Aziz saat dikonfirmasi Balikpapan Pos, kemarin (16/2).

Soal pedagang yang menjamur, Thohari menegaskan agar UPT melakukan pendataan ulang dan memastikan keanggotaan pedagang. Namun, khusus pedagang yang menggunakan fasilitas umum seperti trotoar dan jalan untuk berjualan, politikus PDI Perjuangan ini meminta agar fasum dikembalikan ke fungsinya.

“Pemanfaatan fasum di pasar itu harus diawasi. Kalau tidak diawasi, ya pasti disalahgunakan oleh pedagang. Inilah fungsi UPT Pasar Sepinggan di bawah Dinas Perdagangan. Kalau masih terus dilakukan pembiaran, nanti kita (DPRD) yang akan sidak ke pasar,” tegasnya.

Bagaimana dengan sejumlah bangunan yang berdiri di atas drainase dan menyebabkan rumah warga di belakang pasar kerap terendam banjir? Ditanya demikian, Ketua DPC PDIP Kota Balikpapan kembali menegaskan bahwa itu jelas melanggar aturan. Katanya, bukan hanya di pasar, di manapun bangunan yang berdiri di atas drainase jelas dilarang.

“Bangunan berdiri di atas drainase itu tidak boleh. Drainase harus bebas dari bangunan. Apalagi, saat ini bangunan-bangunan tersebut sudah memberi andil menyebabkan rumah warga sekitar pasar banjir dan drainase lingkungan banyak tergenang. Itu harus dikroscek,” jelasnya.

“Kita akan segera dijadwalkan sidak. Saya akan segera koordinasi ke komisi II dulu soal banyak fasum yang disalahgunakan di Pasar Sepinggan. Nanti kita (DPRD) juga mau melihat, apakah banyak sumber pendapatan yang bocor di sana (Pasar Sepinggan),” pungkas Thohari.

Sebelumnya, keluhan terkait kondisi pasar ini dilontarkan tokoh masyarakat Sepinggan, H Oo Wasro Satori. Dia menyebut kondisi pasar harus segera ditata agar tidak semrawut. Dia menilai dengan tingginya jumlah pembeli yang datang ke pasar, seharusnya UPT memberikan kenyamanan fasilitas untuk konsumen. Namun kondisi itu ternyata malah sebaliknya.

“Saya lihat kondisi pasar kian semrawut saja. Semoga ada upaya dari pemerintah kota melalui instansi terkait untuk melakukan penataan ulang. Mau masuk pasar saja sempit, di luar bau sampah. Semoga segera dicarikan solusinya,” kata Wasro.

Dukungan penataan juga diutarakan seluruh ketua RT yang berada di belakang Pasar Sepinggan. Salah satunya, Ketua RT 29 H Ali Husni SH. Mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Balikpapan ini melihat kesemrawutan Pasar Sepinggan karena banyak faktor. Yakni, tidak berjalannya fungsi UPT Pasar Sepinggan sebagai instansi paling berwenang.

“Saya katakan, Pasar Sepinggan kondisinya sangat parah sekali. Terlalu banyak fasum disalahfungsikan. Bukan hanya trotoar dan jalan, tetapi juga bangunan yang berdiri di atas drainase. Semuanya seperti dibiarkan saja. Kami (warga) gak bisa tidur kalau hujan, karena air tersumbat dan siaga terjadi banjir,” ucap Ali Husni.

“Kami hanya berharap instansi terkait turun tangan menyelesaikan masalah fasum di Pasar Sepinggan ini. Instansi yang terkait jangan hanya ia-ia aja, tetapi tidak ada action di lapangan,” sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua LPM Sepinggan Iswanto mengaku sudah pernah meninjau kondisi drainase Pasar Sepinggan bersama pihak kelurahan. Dari peninjauan di lapangan tersebut, memang banyak bangunan yang berdiri di atas fasum. “Kami (LPM) juga berharap sama dengan warga dan ketua RT, pihak terkait untuk segera turun tangan. Masalah pemanfaatan fasum harus segera diselesaikan,” tutur Iswanto. (rus/yud/k1)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 April 2017 09:20

Limbah B3 Cemari Lingkungan

BALIKPAPAN  -   Warga RT 6, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, terusik. Lingkungannya…

Selasa, 25 April 2017 09:18

Kontribusi PAD Harus Jelas

BALIKPAPAN  -  Kenaikan tarif parkir progresif Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS)…

Selasa, 25 April 2017 09:16

Sedot 3.700 Pengunjung, Raup Rp 20 Juta

BALIKPAPAN  -  Pantai Segara Sari Manggar di Kecamatan Balikpapan Timur masih menjadi primadona…

Selasa, 25 April 2017 09:13

Mau Puasa, Harga Sembako Mulai Naik

BALIKPAPAN  -  Meski Ramadan masih sebulan lagi, namun harga sejumlah kebutuhan pokok mulai…

Selasa, 25 April 2017 09:12

Isran dan Sofyan Ramaikan Bursa

DUA  mantan kepala daerah di Kaltim resmi melamar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Senin (24/4)…

Selasa, 25 April 2017 09:11

Kaltim Dapat Tanda Penghormatan dari Presiden

SAMARINDA  -  Provinsi Kaltim kembali meraih prestasi di kancah nasional. Pada Selasa (25/4)…

Senin, 24 April 2017 09:57

Rita Sebut Selesai, Kadir Tunggu SK DPP

PERMASALAHAN  Ketua DPD II Golkar Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud tampaknya masih pelik. Belum…

Senin, 24 April 2017 09:55

Umat Hindu Perkuat Toleransi Beragama

BALIKPAPAN  -  Umat Hindu Kota Balikpapan hadir di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (22/4)…

Senin, 24 April 2017 09:54

Donor Darah, Komsos, hingga Lomba Burung Berkicau

Rabu, 26 April 2017, satuan Topografi Angkatan Darat genap berusia 71 tahun. Di Balikpapan, Topografi…

Senin, 24 April 2017 09:53

2018, Semua Paket Harus Tuntas

TAHUN 2018, semua paket megaproyek jalan tol ruas Balikpapan-Samarinda ditarget harus rampung. Tak hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .