MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Jumat, 17 Februari 2017 09:42
DBD dan Narkoba, Sama Bahayanya

Balikpapan Selatan Pilot Project Inovasi Kelambu Air

PERANGI DBD : Wali Kota Rizal Effendi (empat dari kiri) bersama Wakil Ketua DPRD Thohari, Kepala DKK Balerina, perwakilan perusahaan, camat, lurah dan ketua RT berkomitmen dukung inovasi kelambu air.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) secara resmi memulai program inovasi kelambu air di Kecamatan Balikpapan Selatan dalam upaya pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pencanangan program inovasi teranyar demi memerangi DBD ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Rizal Effendi. Pencanangan ditandai dengan penyerahan kelambu air kepada perwakilan ketua RT yang ditunjuk menjadi kawasan percontohan. Sebelumnya, kelambu air ini didapat pemkot dari sumbangsih BPJS Kesehatan, Pertamina, PDAM Kota Balikpapan, dan Klinik Bersalin Asih.

“Setiap tahun memang kita selalu dihadapkan dengan kasus DBD. Apalagi di awal tahun, dengan perubahan cuaca yang membantu mempercepat perkembangbiakan nyamuk. DBD ini sama bahayanya dengan narkoba, jadi harus diperangi secara bersama-sama.” tegas Rizal Effendi didampingi Kepala DKK drg Balerina, Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar, dan anggota DPRD Thohari Aziz, kemarin (16/2).

Karena bahayanya sama dengan narkoba, Rizal meminta warga harus kompak, dengan diawali kesadaran akan bahaya DBD di lingkungan keluarga. Selain menerapkan budaya 3M dan penaburan abate, inovasi kelambu air juga harus diterapkan.

“Kelambu air ini hanya salah satu metode untuk perang terhadap perkembangbiakan nyamuk DBD. Sehebat-hebatnya pemerintah, tidak akan mampu tanpa warga ikut bahu-membahu melakukan pencegahan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala DKK drg Balerina menjelaskan, dimulainya program pencanangan kelambu air di Balikpapan Selatan ini dilatarbelakangi tingginya jumlah kasus DBD, yakni sebanyak 979 kasus dan 5 orang meninggal dunia. Jumlah kasus tertinggi ini diikuti Kecamatan Balikpapan Utara dengan 798 kasus penderita.

“Selain kasus tertinggi, Kecamatan Balikpapan Selatan adalah wilayah yang dipilih sebagai pilot project inovasi kelambu. Permukiman di kawasan Balikpapan Selatan juga berbukit, sehingga banyak ditemukan tempat penampungan air,” kata Balerina didampingi KabidPenanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr Vonny Esther.

Dia menjelaskan, kelambu air ini sangat ramah lingkungan. Ini karena hanya terbuat dari bahan kain dan jaring yang dijahit dengan tali, lalu ditaruh di sekitar drum penampungan air. Dia menjelaskan, inovasi tersebut efektif mencegah nyamuk masuk ke penampungan, sehingga jentik yang masuk tidak akan tumbuh.

Terpilih sebagai pilot project, Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar mengatakan, ini sebagai upaya menekan jumlah kasus DBD di lingkungannya. Dari 979 kasus penderita dengan 5 angka kematian, Kelurahan Sepinggan terbanyak dengan 460 kasus dan 2 kematian. Kemudian disusul Gunung Bahagia dengan 207 kasus penderita DBD.

“Mudah-mudahan dengan inovasi ini, juga membantu kinerja kader jumantik demi menekan angka kasus. Namun, untuk penerapannya memang perlu pengawasan bersama,” sebutnya.

Haemusri menjelaskan, 35 RT yang tersebar di tujuh kelurahan di Balikpapan Selatan telah ditetapkan sebagai RT percontohan inovasi kelambu air. Setelah Januari gencar melakukan sosialisasi bersama DKK, puskesmas, dan kelurahan, kecamatan melanjutkan dengan pencanangan. “Bulan Maret akan kita implementasikan program inovasi ini. Komitmen juga sudah dibuat untuk seluruh lurah, kader PKK, dan para ketua RT demi memerangi DBD di lingkungan masing-masing,” pungkas Haemusri.

Dalam pencanangan pengendalian demam berdarah dengue untuk mewujudkan program kecamatan kampung bebas jentik ini, juga dirangkai dengan komitmen pernyataan dukungan penerapan kampung bebas jentik dengan inovasi kelambu air. Penandatanganan komitmen diawali Wali Kota, disusul wakil ketua DPRD, camat, lurah, kader PKK, hingga ketua RT. (rus/yud/k1)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 00:40

Wali Kota Panggil Lima Pengembang Nakal

BALIKPAPAN   -   Wali Kota Rizal Effendi memastikan, pihaknya bakal memanggil lima pengembang…

Kamis, 21 September 2017 00:39

Anggaran Banjir Balikpapan Diperjuangkan di APBD Provinsi

SAMARINDA  -  Banjir besar yang kini kerap terjadi di Kota Balikpapan membuat banyak pihak…

Kamis, 21 September 2017 00:38

Tak Melindungi, Tak Juga Disanksi

BALIKPAPAN  -  Pengembang perumahan terus menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat, imbas…

Kamis, 21 September 2017 00:37

Keruk Sedimen, Anggarkan Rp 1 M

BALIKPAPAN  -  Aksi damai jilid II soal penanggulangan banjir, kembali disuarakan mahasiswa…

Kamis, 21 September 2017 00:36

Siang Ini, TM Sekaligus Pendaftaran Terakhir

BALIKPAPAN  -  Tiga event gelaran Balikpapan Pos bersama Rapak Plaza akan digeber mulai Kamis…

Kamis, 21 September 2017 00:35

“PKI seperti Hantu, Tidak Kelihatan tetapi Ada”

BALIKPAPAN  -  Dandim 0905 Balikpapan Letkol Inf Hendri Wijaya menyebut, Partai Komunis Indonesia…

Kamis, 21 September 2017 00:34

Dulu 2 Km, Sekarang 500 Meter

BALIKPAPAN  -  Pemerintah Kota Balikpapan merevisi peraturan wali kota (perwali) terkait jarak…

Kamis, 21 September 2017 00:33

Tambah Wawasan Kebangsaan, Ada Hadiah di Babak Bonus

BALIKPAPAN   -   Upaya memperkuat jati diri generasi muda Balikpapan sebagai bagian dari…

Rabu, 20 September 2017 10:35

Banyak Kabel Semrawut di Bawah Jembatan

BALIKPAPAN  -  Pengerukan sedimen drainase di Gunung Sari, mulai dari eks Puskib hingga bawah…

Rabu, 20 September 2017 10:33

Kursi Sekwan Segera Terisi

BALIKPAPAN   -  Tidak seperti sebelum-sebelumnya, kali ini kursi jabatan sekwan DPRD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .