MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Jumat, 17 Februari 2017 09:42
DBD dan Narkoba, Sama Bahayanya

Balikpapan Selatan Pilot Project Inovasi Kelambu Air

PERANGI DBD : Wali Kota Rizal Effendi (empat dari kiri) bersama Wakil Ketua DPRD Thohari, Kepala DKK Balerina, perwakilan perusahaan, camat, lurah dan ketua RT berkomitmen dukung inovasi kelambu air.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) secara resmi memulai program inovasi kelambu air di Kecamatan Balikpapan Selatan dalam upaya pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pencanangan program inovasi teranyar demi memerangi DBD ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Rizal Effendi. Pencanangan ditandai dengan penyerahan kelambu air kepada perwakilan ketua RT yang ditunjuk menjadi kawasan percontohan. Sebelumnya, kelambu air ini didapat pemkot dari sumbangsih BPJS Kesehatan, Pertamina, PDAM Kota Balikpapan, dan Klinik Bersalin Asih.

“Setiap tahun memang kita selalu dihadapkan dengan kasus DBD. Apalagi di awal tahun, dengan perubahan cuaca yang membantu mempercepat perkembangbiakan nyamuk. DBD ini sama bahayanya dengan narkoba, jadi harus diperangi secara bersama-sama.” tegas Rizal Effendi didampingi Kepala DKK drg Balerina, Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar, dan anggota DPRD Thohari Aziz, kemarin (16/2).

Karena bahayanya sama dengan narkoba, Rizal meminta warga harus kompak, dengan diawali kesadaran akan bahaya DBD di lingkungan keluarga. Selain menerapkan budaya 3M dan penaburan abate, inovasi kelambu air juga harus diterapkan.

“Kelambu air ini hanya salah satu metode untuk perang terhadap perkembangbiakan nyamuk DBD. Sehebat-hebatnya pemerintah, tidak akan mampu tanpa warga ikut bahu-membahu melakukan pencegahan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala DKK drg Balerina menjelaskan, dimulainya program pencanangan kelambu air di Balikpapan Selatan ini dilatarbelakangi tingginya jumlah kasus DBD, yakni sebanyak 979 kasus dan 5 orang meninggal dunia. Jumlah kasus tertinggi ini diikuti Kecamatan Balikpapan Utara dengan 798 kasus penderita.

“Selain kasus tertinggi, Kecamatan Balikpapan Selatan adalah wilayah yang dipilih sebagai pilot project inovasi kelambu. Permukiman di kawasan Balikpapan Selatan juga berbukit, sehingga banyak ditemukan tempat penampungan air,” kata Balerina didampingi KabidPenanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr Vonny Esther.

Dia menjelaskan, kelambu air ini sangat ramah lingkungan. Ini karena hanya terbuat dari bahan kain dan jaring yang dijahit dengan tali, lalu ditaruh di sekitar drum penampungan air. Dia menjelaskan, inovasi tersebut efektif mencegah nyamuk masuk ke penampungan, sehingga jentik yang masuk tidak akan tumbuh.

Terpilih sebagai pilot project, Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar mengatakan, ini sebagai upaya menekan jumlah kasus DBD di lingkungannya. Dari 979 kasus penderita dengan 5 angka kematian, Kelurahan Sepinggan terbanyak dengan 460 kasus dan 2 kematian. Kemudian disusul Gunung Bahagia dengan 207 kasus penderita DBD.

“Mudah-mudahan dengan inovasi ini, juga membantu kinerja kader jumantik demi menekan angka kasus. Namun, untuk penerapannya memang perlu pengawasan bersama,” sebutnya.

Haemusri menjelaskan, 35 RT yang tersebar di tujuh kelurahan di Balikpapan Selatan telah ditetapkan sebagai RT percontohan inovasi kelambu air. Setelah Januari gencar melakukan sosialisasi bersama DKK, puskesmas, dan kelurahan, kecamatan melanjutkan dengan pencanangan. “Bulan Maret akan kita implementasikan program inovasi ini. Komitmen juga sudah dibuat untuk seluruh lurah, kader PKK, dan para ketua RT demi memerangi DBD di lingkungan masing-masing,” pungkas Haemusri.

Dalam pencanangan pengendalian demam berdarah dengue untuk mewujudkan program kecamatan kampung bebas jentik ini, juga dirangkai dengan komitmen pernyataan dukungan penerapan kampung bebas jentik dengan inovasi kelambu air. Penandatanganan komitmen diawali Wali Kota, disusul wakil ketua DPRD, camat, lurah, kader PKK, hingga ketua RT. (rus/yud/k1)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 09:57

TERBENGKALAI

Meriam perang peninggalan Jepang yang tertanam di kawasan Markoni Atas, RT 8, Kelurahan Damai, Balikpapan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:56

Dua Pengembang Rumah Murah Bersitegang di Dinas Pertanahan

BALIKPAPAN  -  Dua pengembang perumahan rumah murah bersitegang di Kantor Dinas Pertanahan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:54

Rizal Serahkan ke Provinsi

BALIKPAPAN  -  Wali Kota Rizal Effendi tak mau ambil pusing terkait mangkraknya proyek supermal…

Jumat, 21 Juli 2017 09:53

Pemkot Harus Jemput Bola

BALIKPAPAN  -  Merosotnya usaha di sektor pertambangan di Kaltim, seperti batu bara serta…

Jumat, 21 Juli 2017 09:52

23 Agustus, Disnaker Gelar Job Market Fair

BALIKPAPAN  -  Bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan maupun perusahaan yang mencari tenaga…

Jumat, 21 Juli 2017 09:51

Tiap Kelurahan, Bakal Dibentuk Kampung KB

BALIKPAPAN  -  Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana…

Jumat, 21 Juli 2017 09:50

Ratusan Anak Perbatasan Potong “Burung”

Tim medis yang dibentuk Kodam VI Mulawarman harus bekerja ekstra untuk melayani peserta sunatan dan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:46

29 Juli, Calhaj Kloter I ke Tanah Suci

BALIKPAPAN   -  Pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan akan memberangkatkan…

Jumat, 21 Juli 2017 09:44

Masih Ada Jamban Tidak Laik

BALIKPAPAN  -   Wah, walaupun bermoto Kota Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman (beriman) dan masyarakatnya…

Kamis, 20 Juli 2017 09:58

Kesbangpol Awasi Pengikut HTI

BALIKPAPAN  -  Per tanggal 19 Juni, pemerintah pusat resmi membubarkan ormas Hizbut Tahrir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .