MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Selasa, 14 Maret 2017 11:12
Bagi-Bagi Kuota Elpiji Pakai Pelicin

Tiga Pekerja Pertamina MOR VI Ditetapkan Tersangka

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur akhirnya membeber hasil penggeledahan di ruang kerja Gas Domestik (Gasdom) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan, Jalan Yos Sudarso, Jumat (10/3). Kepolisian menetapkan tiga tersangka, masing-masing MI (30), NM (43), dan HT (44).

Ketiganya diduga menerima uang pelicin dalam pengaturan kuota elpiji wilayah edar Kaltim dan Kaltara. Dari tangan HT, polisi turut menyita uang tunai sebesar Rp 8 juta.

Pengungkapan itu berawal dari sebuah informasi yang menyebutkan, bahwa pembaruan jumlah kuota dalam kontrak setiap tiga bulan sekali diatur oknum tertentu. Tiga tersangka diduga menerima sejumlah uang dari agen distributor.

Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim yang melakukan pemeriksaan pada Jumat (10/3) lalu ke gedung kantor Pertamina MOR VI, tepatnya di ruangan A 22, mendapati para agen distributor wilayah Kaltim dan Kaltara tengah mengantre untuk memperoleh tanda tangan kontrak kuota. Petugas melakukan penggeledahan terhadap ruangan dan ketiga tersangka.

“Yang digeledah itu merupakan pejabat sales administrasi, ruangan senior supervisor sales administrasi serta ruangan manajer gas domestik MOR VI,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana kepada Balikpapan Pos, Senin (13/3).

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, didapati sejumlah amplop yang berisikan uang tunai. Namun ketiga tersangka tidak dapat menjelaskan perihal amplop berisi uang tersebut. Tidak hanya itu, penggeledahan juga dilakukan terhadap para agen elpiji yang saat itu tengah mengantre. Walhasil, petugas menemukan banyak amplop yang berisi uang dan telah tertera nama calon penerimanya.

“Setelah ditanyakan oleh tim Saber Pungli Polda Kaltim, perihal maksud dan tujuan pemberian uang tersebut, dalam rangka memperlancar pembagian kuota elpiji yang direkomendasikan dari pihak-pihak terkait tersebut,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiga tersangka. Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan uang sebanyak Rp 100.400.000, tas hitam kulit yang berisikan laptop merek Lenovo warna silver, mouse warna hijau putih, dan enam buah HP.

“Seluruh barang bukti dan tersangka saat ini tengah diamankan di Mapolda Kaltim,” tandasnya.

Sebelumnya, lima menit menjelang berakhirnya jam kerja, Jumat (10/3), tim kepolisian menggeledah ruang kerja Gas Domestik (Gasdom) PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan, Jalan Yos Sudarso. Petugas tiba sekira pukul 15.50 Wita. Menunjukkan surat izin penggeledahan, pemeriksaan, dan penyitaan barang bukti, kemudian langsung menuju ruangan gasdom.

Disebutkan, tiga pekerja digelandang ke Markas Polda Kaltim. Masing-masing, dua orang pekerja bidang data dan analisis serta seorang pekerja bidang distributor elpiji. Sebanyak lima dus berisi dokumen kontrak elpiji, dua unit laptop, dan tiga unit HP ikut dibawa. Tepat pukul 16.10 Wita, tim yang menumpang bus bertulis “POLDA KALTIM” meninggalkan lokasi.

Terkait penetapan tersangka, Area Manager Communications and Relations Kalimantan PT Pertamina (Persero), Alicia Irzanova menegaskan, perseroan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap kooperatif. Dia juga menjelaskan, kasus tersebut tidak menghambat distribusi elpiji di wilayah kerjanya. Utamanya elpiji melon alias bersubsidi. “Di Kaltimra, Pertamina tetap menyalurkan pasokan 300 MT (metrik ton, Red) per hari,” jawabnya normatif saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Jumlah itu setara 101 ribu botol setiap harinya.

Pun begitu untuk penyaluran di Kalteng, Kalsel, dan Kalbar. Masing-masing secara berurutan 21 ribu botol, 60.400 botol, dan 94.500 botol setiap harinya. (pri/war/k1)

 


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 10:21

BIKIN GERAM..!! Beredar Foto Beruang Madu Dibantai

BALIKPAPAN - Sejumlah gambar penganiayaan dan pemburuan beruang madu beredar di media sosial (medsos).…

Minggu, 24 September 2017 10:13

Belum Lama Bebas, Residivis Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN - Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang bernama Basri (21), warga Jalan 21 Januari,…

Minggu, 24 September 2017 10:09

CEK YA..!! Ada Upal Beredar, Modus Beli Es Batu dan Bensin

BALIKPAPAN - Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Kali ini upal pecahan baru 100 ribu telah banyak…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Sempat Dua Hari di Mortuary, Mr X Diambil Keluarganya

BALIKPAPAN – Identitas Mr X yang menjadi korban laka lantas, yang terjadi di tikungan Perumahan…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Hoax, PCC Beredar di Balikpapan

BALIKPAPAN - Permen susu mengandung paracetamol, cafein dan carisoprodol (PCC) yang dinilai berbahaya…

Sabtu, 23 September 2017 08:05
Reka Ulang Penikaman ABG Ricuh

NYAHOOO..!!! Pelaku Dibogem Keluarga Korban

BALIKPAPAN  -  Rekonstruksi penikaman yang terjadi di Pasar Segar pada Minggu (17/9) dini…

Sabtu, 23 September 2017 08:01

HEBAT..!! Garuda Asia Lolos ke Piala Asia

BANGKOK  -  Hasil sempurna dibukukan oleh Timnas U-16 selama bertarung di Grup G Kualifikasi…

Sabtu, 23 September 2017 08:00

Wagub Dimakamkan Tepat di Samping Ibunda

BALIKPAPAN  -  Hujan yang mengguyur Kota Balikpapan, Jumat (23/9), tak menjadi penghalang…

Sabtu, 23 September 2017 07:56

Ribuan Kepiting Gagal Diselundupkan

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kaltim berhasil menggagalkan…

Sabtu, 23 September 2017 07:54

Selalu Ingat Masyarakat Pengusung, Menembus Karier dari Bawah

Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal HP meninggal dunia kemarin (22/9). Kepergian Mukmin yang dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .