MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Senin, 20 Maret 2017 08:37
Sebagian Koleksi Museum Ada di Tenggarong
BARANG BERSEJARAH: Sebagian benda bersejarah yang ada di Museum Sadurengas.

PROKAL.CO, TANA PASER  -   Mungkin banyak yang belum tahu mengapa koleksi Museum Sadurengas Paser Belengkong ada yang dipajang di Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Budayawan Paser Yunus Abidin mengatakan, museum memiliki tiga tingkatan, yaitu museum nasional, negeri dan lokal. Inilah jawaban mengapa beberapa koleksi diletakkan di Museum Tenggarong.

Dia mencontohkan, tempat sirih yang terbuat dari emas merupakan milik Museum Sadurengas. Namun, karena merupakan koleksi museum negeri, maka benda tersebut ada di Museum Mulawarman Tenggarong.

“Jadi yang ada di Museum Sadurengas merupakan duplikatnya saja,” kata Yunus Abidin, Minggu (19/3). Selain itu, dulu pernah ditemukan kalung panjang di Tenggarong. Namun, karena itu merupakan koleksi nasional, maka kini disimpan di museum nasional yang ada di Jakarta. Jadi, kalung panjang yang ada di Museum Mulawarman adalah duplikatnya.

Menurutnya, benda-benda yang asli di Museum Sadurengas itu meliputi baju, topi, dan alat-alat rumah tangga seperti tempayan. Mengenai baju, dia mengatakan, baju tersebut milik Sultan Muhammad Ali.

“Jadi, nama bajunya upak lembu putung tulang esa tanjung nyaran,” katanya.

Dijelaskannya, upak lembu putung artinya baju yang terbuat dari kulit berwarna hitam keabu-abuan. Jadi warnanya tidak hitam dan tidak juga abu-abu. Tulang esa berarti tulang ikan, karena di baju tersebut terdapat ornamen-ornamen berbentuk tulang ikan. Sedangkan tanjung nyaran, itu berarti nama tempat di Semenajung Borneo yang kalau malam berkilat-kilat. Baju tersebut merupakan baju adat.

Kemudian untuk topi, itu adalah milik Sultan Muda yang dipakai sehari-hari. Alat rumah tangga, seperti tempayan, itu adalah buatan pada zaman Dinasti Ching dan Dinasti Ming. Dulu, orang Tionghoa ke Paser membawa kecap yang diletakkan di dalam tempayan tersebut. Mengenai tempat tidur, kelambu, dan motif-motifnya, itu hanya duplikatnya saja.

Yunus yang merupakan mantan ASN Pemkab Paser membeberkan, benda sejarah di Museum Sadurengas merupakan benda cagar budaya nasional yang notabene pemeliharaannya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

“Untuk itu, saya berharap kepada para pemangku-pemangku kepentingan yang ada di Paser, yang terkait dengan museum itu, agar keberadaan benda-benda cagar budaya dipertahankan,” harapnya. Jika sampai benda tersebut hilang, maka ada dua kerugian yang akan dialami. Pertama biaya, kedua adalah identitas sejarahnya akan hilang. (apy/ono/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .