MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Senin, 20 Maret 2017 08:37
Sebagian Koleksi Museum Ada di Tenggarong
BARANG BERSEJARAH: Sebagian benda bersejarah yang ada di Museum Sadurengas.

PROKAL.CO, TANA PASER  -   Mungkin banyak yang belum tahu mengapa koleksi Museum Sadurengas Paser Belengkong ada yang dipajang di Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Budayawan Paser Yunus Abidin mengatakan, museum memiliki tiga tingkatan, yaitu museum nasional, negeri dan lokal. Inilah jawaban mengapa beberapa koleksi diletakkan di Museum Tenggarong.

Dia mencontohkan, tempat sirih yang terbuat dari emas merupakan milik Museum Sadurengas. Namun, karena merupakan koleksi museum negeri, maka benda tersebut ada di Museum Mulawarman Tenggarong.

“Jadi yang ada di Museum Sadurengas merupakan duplikatnya saja,” kata Yunus Abidin, Minggu (19/3). Selain itu, dulu pernah ditemukan kalung panjang di Tenggarong. Namun, karena itu merupakan koleksi nasional, maka kini disimpan di museum nasional yang ada di Jakarta. Jadi, kalung panjang yang ada di Museum Mulawarman adalah duplikatnya.

Menurutnya, benda-benda yang asli di Museum Sadurengas itu meliputi baju, topi, dan alat-alat rumah tangga seperti tempayan. Mengenai baju, dia mengatakan, baju tersebut milik Sultan Muhammad Ali.

“Jadi, nama bajunya upak lembu putung tulang esa tanjung nyaran,” katanya.

Dijelaskannya, upak lembu putung artinya baju yang terbuat dari kulit berwarna hitam keabu-abuan. Jadi warnanya tidak hitam dan tidak juga abu-abu. Tulang esa berarti tulang ikan, karena di baju tersebut terdapat ornamen-ornamen berbentuk tulang ikan. Sedangkan tanjung nyaran, itu berarti nama tempat di Semenajung Borneo yang kalau malam berkilat-kilat. Baju tersebut merupakan baju adat.

Kemudian untuk topi, itu adalah milik Sultan Muda yang dipakai sehari-hari. Alat rumah tangga, seperti tempayan, itu adalah buatan pada zaman Dinasti Ching dan Dinasti Ming. Dulu, orang Tionghoa ke Paser membawa kecap yang diletakkan di dalam tempayan tersebut. Mengenai tempat tidur, kelambu, dan motif-motifnya, itu hanya duplikatnya saja.

Yunus yang merupakan mantan ASN Pemkab Paser membeberkan, benda sejarah di Museum Sadurengas merupakan benda cagar budaya nasional yang notabene pemeliharaannya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

“Untuk itu, saya berharap kepada para pemangku-pemangku kepentingan yang ada di Paser, yang terkait dengan museum itu, agar keberadaan benda-benda cagar budaya dipertahankan,” harapnya. Jika sampai benda tersebut hilang, maka ada dua kerugian yang akan dialami. Pertama biaya, kedua adalah identitas sejarahnya akan hilang. (apy/ono/k1)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 09:08

Ada Titik Hotspot Segera Laporkan

TANA PASER  -  Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Jumat, 22 September 2017 09:06

DPRD Usulkan Tunda Perekrutan 174 PTT

TANA PASER  -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser meminta kepada pemerintah…

Jumat, 22 September 2017 09:06

Antisipasi Pil PCC, Tim Gabungan Geber Razia

TANA PASER  -  Menindaklanjuti peredaran pil paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC),…

Jumat, 22 September 2017 09:05

Pasar Penampungan seperti Berubah Fungsi

TANA PASER  -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser menyarankan dinas terkait…

Jumat, 22 September 2017 09:05

Bukti Manunggal TNI dan Masyarakat

TANA PASER  -  Program TNI Manunggal dengan masyarakat terus ditunjukkan jajaran Kodim 0904/TNG.…

Jumat, 22 September 2017 09:04

Sambut 1 Muharam, PHBI Gelar Pawai Taaruf

TANA PASER  -  Ribuan umat Islam Kabupaten Paser berkumpul dan memadati halaman Kantor Bupati…

Jumat, 22 September 2017 09:03

Jemaah Haji Tiba Dini Hari

TANA  PASER -   Rombongan jemaah haji asal Paser mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad…

Jumat, 22 September 2017 08:59

Pemilik Kayu Ilegal Belum Terungkap

PENAJAM  -  Kasus penangkapan tiga truk kayu ilegal di tangan Kodim 0913/Penajam Paser Utara…

Jumat, 22 September 2017 08:56

Diterjang Abrasi, 400 Hektare Tambak Hilang

PENAJAM   -  Seluas 400 hektare tambak di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Penajam…

Jumat, 22 September 2017 08:56

Musim Kemarau, Karhutla Mengancam

PENAJAM  -  Menjelang musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .