MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 20 Maret 2017 09:05
Ditjen Pajak Kejar Pekerja Seni

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kurang dari dua pekan progam pengampunan pajak (tax amnesty) berakhir. Pada detik-detik akhir program, Ditjen Pajak menggencarkan sosialisasi, termasuk ke pekerja seni.

Berdasar data Ditjen Pajak, jumlah wajib pajak orang pribadi (WP OP) pekerja seni masih sangat rendah. Di seluruh daerah, hanya 1.307 WP OP pekerja seni yang tercatat. Dari jumlah itu, hanya 399 WP OP yang mengikuti amnesti pajak.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, pekerja seni yang disasar meliputi produser, artis film atau sinetron, musisi, pembawa acara, sutradara, penulis naskah, dan model. Dari sejumlah pekerja seni yang mengikuti tax amnesty, jumlah tebusan pajak yang disetor mencapai Rp 186,8 miliar. “Rata-rata tebusan pajak Rp 468.233.932. Yang paling tinggi itu Rp 1,43 miliar uang tebusannya dan yang paling rendah itu Rp 7.500,” papar Ken di Jakarta akhir pekan lalu.

Meski jumlah tebusan pajak dari pekerja seni cukup besar, partisipasi pekerja seni dalam pemenuhan kewajiban perpajakan masih sangat minim. Hal itu juga terlihat dari tingkat kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan tahunan. “Masih ada 51 persen WP OP yang belum lapor hingga 2015 lalu. Jadi, ya masih perlu ditingkatkan kepatuhannya,” kata Ken.

Sebagai informasi, pada 2011, jumlah pekerja seni yang melaporkan SPT hanya 475 orang. Jumlah tersebut meningkat pada 2012 menjadi 486 orang. Pada 2015, terjadi peningkatan signifikan sebesar 640 WP OP pekerja seni yang melaporkan SPT. Sementara itu, yang belum melapor adalah 667 orang.

“Sementara yang ikut amnesti pajak masih minim sekali, baru 25 persen. Ini untuk pekerja seni yang artis dan sinetron serta musisi. Kalau yang pekerja seni lainnya, itu yang sudah ikut amnesti ada 46 persen dan sisanya 54 persen belum ikut,” jelas Ken.

Ken mengingatkan, jika para WP tidak memanfaatkan tax amnesty, dapat dipastikan sanksi akan menanti. Berdasar pasal 18 Undang-Undang Pengampunan Pajak, apabila dalam jangka waktu tiga tahun terhitung sejak amnesti pajak berlaku, Ditjen Pajak menemukan data terkait harta WP di mana harta tersebut diperoleh antara 1 Januari 1985 sampai 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan di SPT, harta itu dianggap sebagai tambahan penghasilan.

“Harta tersebut dikenai pajak penghasilan dengan tarif normal ditambah sanksi 2 persen per bulan. Ya tinggal dihitung saja berapa, kalau misalnya itu ditemukan pada 1985,” imbuhnya.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengungkapkan, masih minimnya jumlah peserta tax amnesty dari kalangan WP OP pekerja seni menunjukkan belum efektifnya upaya sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Para pekerja seni perlu mengetahui apa hak dan kewajibannya sebagai pembayar pajak sehingga mereka memahami bahwa mereka dikenai pajak progresif. Sebagian besar dari para pekerja seni tersebut merasa sudah bekerja dan pajaknya sudah dipotong production house (PH)-nya. Tapi, mereka tidak melaporkan itu.

”Karena itu, dengan tarif pajak progresif, mereka selalu punya potensi kurang bayar pada akhir tahun nanti. Kalau disosialisasikan dengan baik, mereka jadi tahu kewajibannya,” ujarnya kemarin (19/3).

Di sisi lain, lanjut Prastowo, juga perlu dilakukan sosialisasi terhadap sejumlah rumah produksi. Sebab, tidak sedikit kasus di mana rumah produksinya menolak memberikan bukti potong pada artis yang dipekerjakannya.

Pihaknya juga menyarankan Ditjen Pajak memanfaatkan sosok artis yang memiliki pengaruh besar di dunia selebriti untuk ikut melakukan sosialisasi membayar pajak yang benar sekaligus mengikuti tax amnesty sebelum programnya berakhir. “Karena kalangan pekerja seni ini peluang ekstensifikasinya masih cukup besar. Tidak hanya dari segi penerimaan, tapi juga dari sisi perluasan basis pajak di sektor ini,” imbuhnya. (ken/c17/noe/JPG)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 08:34

Lebaran Usai, Waktunya Berburu Kebutuhan Sekolah

BALIKPAPAN  -  Animo belanja masyarakat dipastikan belum surut meski Lebaran usai. Kali ini…

Rabu, 20 Juni 2018 08:33

Plaza Balikpapan Diserbu Pengunjung

BALIKPAPAN  -  Sejak Ramadan hingga setelah Idulfitri mal atau departemen store tidak hentinya…

Rabu, 20 Juni 2018 08:32

Industri Pariwisata Makin Bergairah, Asita Kaltim Tancap Gas

LAJU  industri pariwisata yang semakin kencang membuat Association of The Indonesian Tours and…

Rabu, 20 Juni 2018 08:32

Nobar Gratis Piala Dunia di Pentacity

BALIKPAPAN   -  Kabar gembira bagi para penggemar olah raga sepak bola yang ingin menyaksikan…

Selasa, 19 Juni 2018 07:34

Fashion Piala Dunia Diburu Pencinta Sepak Bola

BALIKPAPAN  -   Pesta sepak bola terbesar Piala Dunia baru saja bergulir. Itu artinya kesempatan…

Selasa, 19 Juni 2018 07:32

Ramadan Penjualan Rumah "Jokowi" Melejit

BALIKPAPAN  -  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tahun ini merupakan momentum…

Selasa, 19 Juni 2018 07:30

Pedagang Sebut Omzet Penjualan Mainan Turun 50 Persen

JAKARTA   -   Jumlah pengunjung Pasar Gembrong, Jakarta Timur pada Lebaran kali ini tak seramai…

Senin, 18 Juni 2018 08:07

Pedagang HP di Toko Mulai Kehilangan Pembeli

JAKARTA   -  Penjualan handphone pada 2018 ini tampak lesu dibanding tahun-tahun sebelumnya.…

Senin, 18 Juni 2018 08:06

Dana Nganggur Pemda Capai Rp 212 Triliun

JAKARTA   -  Pemerintah telah menyalurkan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD)…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

Lebaran Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi RI

JAKARTA   -  Perayaan Idul Fitri tahun ini diiringi dengan libur panjang serta tambahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .