MANAGED BY:
MINGGU
23 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Senin, 20 Maret 2017 09:05
Ditjen Pajak Kejar Pekerja Seni

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kurang dari dua pekan progam pengampunan pajak (tax amnesty) berakhir. Pada detik-detik akhir program, Ditjen Pajak menggencarkan sosialisasi, termasuk ke pekerja seni.

Berdasar data Ditjen Pajak, jumlah wajib pajak orang pribadi (WP OP) pekerja seni masih sangat rendah. Di seluruh daerah, hanya 1.307 WP OP pekerja seni yang tercatat. Dari jumlah itu, hanya 399 WP OP yang mengikuti amnesti pajak.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, pekerja seni yang disasar meliputi produser, artis film atau sinetron, musisi, pembawa acara, sutradara, penulis naskah, dan model. Dari sejumlah pekerja seni yang mengikuti tax amnesty, jumlah tebusan pajak yang disetor mencapai Rp 186,8 miliar. “Rata-rata tebusan pajak Rp 468.233.932. Yang paling tinggi itu Rp 1,43 miliar uang tebusannya dan yang paling rendah itu Rp 7.500,” papar Ken di Jakarta akhir pekan lalu.

Meski jumlah tebusan pajak dari pekerja seni cukup besar, partisipasi pekerja seni dalam pemenuhan kewajiban perpajakan masih sangat minim. Hal itu juga terlihat dari tingkat kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan tahunan. “Masih ada 51 persen WP OP yang belum lapor hingga 2015 lalu. Jadi, ya masih perlu ditingkatkan kepatuhannya,” kata Ken.

Sebagai informasi, pada 2011, jumlah pekerja seni yang melaporkan SPT hanya 475 orang. Jumlah tersebut meningkat pada 2012 menjadi 486 orang. Pada 2015, terjadi peningkatan signifikan sebesar 640 WP OP pekerja seni yang melaporkan SPT. Sementara itu, yang belum melapor adalah 667 orang.

“Sementara yang ikut amnesti pajak masih minim sekali, baru 25 persen. Ini untuk pekerja seni yang artis dan sinetron serta musisi. Kalau yang pekerja seni lainnya, itu yang sudah ikut amnesti ada 46 persen dan sisanya 54 persen belum ikut,” jelas Ken.

Ken mengingatkan, jika para WP tidak memanfaatkan tax amnesty, dapat dipastikan sanksi akan menanti. Berdasar pasal 18 Undang-Undang Pengampunan Pajak, apabila dalam jangka waktu tiga tahun terhitung sejak amnesti pajak berlaku, Ditjen Pajak menemukan data terkait harta WP di mana harta tersebut diperoleh antara 1 Januari 1985 sampai 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan di SPT, harta itu dianggap sebagai tambahan penghasilan.

“Harta tersebut dikenai pajak penghasilan dengan tarif normal ditambah sanksi 2 persen per bulan. Ya tinggal dihitung saja berapa, kalau misalnya itu ditemukan pada 1985,” imbuhnya.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengungkapkan, masih minimnya jumlah peserta tax amnesty dari kalangan WP OP pekerja seni menunjukkan belum efektifnya upaya sosialisasi yang dilakukan pemerintah. Para pekerja seni perlu mengetahui apa hak dan kewajibannya sebagai pembayar pajak sehingga mereka memahami bahwa mereka dikenai pajak progresif. Sebagian besar dari para pekerja seni tersebut merasa sudah bekerja dan pajaknya sudah dipotong production house (PH)-nya. Tapi, mereka tidak melaporkan itu.

”Karena itu, dengan tarif pajak progresif, mereka selalu punya potensi kurang bayar pada akhir tahun nanti. Kalau disosialisasikan dengan baik, mereka jadi tahu kewajibannya,” ujarnya kemarin (19/3).

Di sisi lain, lanjut Prastowo, juga perlu dilakukan sosialisasi terhadap sejumlah rumah produksi. Sebab, tidak sedikit kasus di mana rumah produksinya menolak memberikan bukti potong pada artis yang dipekerjakannya.

Pihaknya juga menyarankan Ditjen Pajak memanfaatkan sosok artis yang memiliki pengaruh besar di dunia selebriti untuk ikut melakukan sosialisasi membayar pajak yang benar sekaligus mengikuti tax amnesty sebelum programnya berakhir. “Karena kalangan pekerja seni ini peluang ekstensifikasinya masih cukup besar. Tidak hanya dari segi penerimaan, tapi juga dari sisi perluasan basis pajak di sektor ini,” imbuhnya. (ken/c17/noe/JPG)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 08:40

Omzet Penuh Berkah

BALIKPAPAN  -  Setelah Ramadan dan Lebaran, Iduladha momentum yang juga turut mengerek tingkat…

Jumat, 21 Juli 2017 08:36

Promosikan Kaltim, Pelaku Pariwisata Asal China Digaet

BALIKPAPAN  -  Promosikan Kaltim ke pasar Asia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja…

Jumat, 21 Juli 2017 08:28

Harga Turun, Aksi Jual Perhiasan Emas Justru Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Sejak momentum tahun ajaran baru masuk sekolah beberapa waktu lalu hingga Kamis…

Kamis, 20 Juli 2017 08:22

Harga Hewan Kurban Naik 5-10 Persen

BALIKPAPAN  -  Sejumlah pedagang hewan kurban tengah bersiap-siap menyambut perayaan Idul…

Kamis, 20 Juli 2017 08:19

2017 Minim Proyek, Kontraktor Optimis Tahun Depan

BALIKPAPAN  -  Hingga semester I tahun 2017, tidak banyak proyek pembangunan infrastruktur…

Kamis, 20 Juli 2017 08:18

Semester I, Pembayaran Klaim Jasa Raharja Rp6,5 Miliar

BALIKPAPAN  -  Periode Januari-Juni, total klaim yang dibayar PT Jasa Raharja (Persero) mencapai…

Rabu, 19 Juli 2017 08:27

Hingga Akhir Pekan Penuh Penumpang

BALIKPAPAN  -   Tidak hanya kapal laut, arus balik melalui moda transportasi udara hingga…

Rabu, 19 Juli 2017 08:24

Jangkau Konsumen hingga Pelosok

BALIKPAPAN  -  Setelah sempat mengalami kendala teknis selama 2 bulan terakhir, pekan ini,…

Rabu, 19 Juli 2017 08:23

Semester I, Bisnis FIF Tumbuh 5 Persen

BALIKPAPAN  -  Semester I tahun 2017, bisnis FIF Group tumbuh 5 persen dari realisasi periode…

Selasa, 18 Juli 2017 08:22

Ditingkat End User, Permintaan Semen Jeblok

BALIKPAPAN  -  Sejak perekonomian lesu darah selama 3 tahun terakhir, sejak itu pula permintaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .