MANAGED BY:
SENIN
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 20 Maret 2017 09:20
Polisi Ingin Pelaku Dikebiri

Efek Pedofilia Ganggu Psikologi Anak

PROKAL.CO, MAKASSAR  -  Polda Sulsel berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pedofilia terhadap tujuh bocah di Tamalanrea. Tersangka, Mustari Dg Temba (45) bisa dijerat hukuman kebiri.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menuturkan, sanksi itu bisa dilakukan jika memang tersangka terbukti melakukan tindak pidana pedofilia itu. Menurut dia, hukuman kebiri bisa memberikan efek jera terhadap pelaku pedofilia.

"Dalam penegakan hukum pun akan di maksimalkan untuk memberikan efek jera. Kalau hanya satu, dua tahun di penjara, pelakunya hanya ketawa-ketawa saja," jelas dia.

Dia mengaku, Polda Sulsel akan segera mungkin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah pedofilia. Polda Sulsel akan melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan, lembaga perlindungan anak, dan instansi lainnya untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang lagi.

"Harus terang-terangan disampaikan kepada anak-anak sekolah sebagai edukasi atas kasus ini," tutupnya.

Sementara itu, Darwis (47) meminta pendampingan psikologi untuk anaknya yang menjadi korban pedofilia, M (7). Dia mengakhu khawatir, anaknya terjangkiti penyakit serupa dan ikut menjadi pelaku kejahatan seksual itu.

Darwis mengaku sudah tenang setelah tersangka ditahan di Polsek Tamalanrea. Hanya saja, dia khawatir lantaran anaknya masih tetap berperilaku aneh setelah kejadian itu. Menurutnya, kasus ini bisa berefek panjang. Jangan sampai korban nantinya juga akan jadi pelaku.

"Korban biasanya langsung terjangkit, itu yang paling saya resahkan kasian," katanya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Makassar, Makmur mengatakan kasus pedofilia merupakan penyakit. Kondisi ini juga dipegaruhi media sosial yang merecoki pikiran anak-anak. Ancaman hukumannya pun 18 tahun penjara, sesuai dengan pasal nomor 35 tahun 2014.

Pihaknya, sudah sering kali melakukan sosialisasi di beberapa Kecamatan. Mulai dari bagaimana orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anaknya, pergaulan anak harus dikenali, teman-temannya juga perlu diketahui. "Pengawasan kepada anak harus di perketat, karena target korbannya 10 tahun ke bawah" ucapnya.

Makmur yang juga merupakan Tim advokasi P2TPPA menerangkan agar para korban diarahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar. "Tinggal orang tuanya datang melapokan saja, nanti psikolog anak disediakan langsung, dan itupun gratis," jelas dia. (*/fajar/JPG)


BACA JUGA

Senin, 24 April 2017 08:51

Kecelakaan Tunggal, Mobil Ringsek

SANGATTA  -  Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pendidikan, Sangatta Utara, Kutim, kemarin…

Senin, 24 April 2017 08:49

Sopir Terjepit, Penumpang Terlempar

MAKASSAR  -   Gerimis baru saja berlalu. Saat itu, menjelang salat Subuh, Minggu (23/4)…

Senin, 24 April 2017 08:48

IRT Selundupkan Zenith di Lapas

BANJARMASIN  -  Aksi yang dilakukan Khalifah alias Ifah (63), warga Jalan Pulau Laut RT 3…

Senin, 24 April 2017 08:47

Pekerjakan Anak, Bisa Dipenjara 10 Tahun

MAKASSAR  -  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI, Yohana S Yembise,…

Senin, 24 April 2017 08:46

Terobos Palang Pintu KA, 3 Tewas

SURABAYA   -   Tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Mutiara Timur melawan mobil Xenia…

Sabtu, 22 April 2017 01:09

Suami Cekik Istri hingga Tewas

MUARA TEWEH  -  Prahara rumah tangga Govinda (20) dengan Anggi Lestari (18) berakhir tragis.…

Sabtu, 22 April 2017 01:08

Isu Penculikan Anak Bikin Geger

SANGATTA  –  Tepat pada hari peringatan pahlawan perempuan Indonesia, yakni Kartini,…

Sabtu, 22 April 2017 01:07

Rumah Warga Nyaris Ambruk Dilindas Truk

SAMPIT  -  Sebuah truk CPO mengalami insiden kecelakaan di Kapten Mulyono, Jumat (21/4) sekitar…

Sabtu, 22 April 2017 01:06

Gadis Cantik Italia Kepincut Pemuda Desa

BATANG  –  Kemajuan zaman saat ini berdampak cukup besar pada perkembangan teknologi,…

Sabtu, 22 April 2017 01:04

Ketahuan Curi Karet, Bonyok Dihajar Massa

TAMIANG LAYANG  –  Entah apa yang ada dipikiran Arifin Ilham alias Epen, warga Talohen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .