MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 20 Maret 2017 09:20
Polisi Ingin Pelaku Dikebiri

Efek Pedofilia Ganggu Psikologi Anak

PROKAL.CO, MAKASSAR  -  Polda Sulsel berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pedofilia terhadap tujuh bocah di Tamalanrea. Tersangka, Mustari Dg Temba (45) bisa dijerat hukuman kebiri.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menuturkan, sanksi itu bisa dilakukan jika memang tersangka terbukti melakukan tindak pidana pedofilia itu. Menurut dia, hukuman kebiri bisa memberikan efek jera terhadap pelaku pedofilia.

"Dalam penegakan hukum pun akan di maksimalkan untuk memberikan efek jera. Kalau hanya satu, dua tahun di penjara, pelakunya hanya ketawa-ketawa saja," jelas dia.

Dia mengaku, Polda Sulsel akan segera mungkin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah pedofilia. Polda Sulsel akan melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan, lembaga perlindungan anak, dan instansi lainnya untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang lagi.

"Harus terang-terangan disampaikan kepada anak-anak sekolah sebagai edukasi atas kasus ini," tutupnya.

Sementara itu, Darwis (47) meminta pendampingan psikologi untuk anaknya yang menjadi korban pedofilia, M (7). Dia mengakhu khawatir, anaknya terjangkiti penyakit serupa dan ikut menjadi pelaku kejahatan seksual itu.

Darwis mengaku sudah tenang setelah tersangka ditahan di Polsek Tamalanrea. Hanya saja, dia khawatir lantaran anaknya masih tetap berperilaku aneh setelah kejadian itu. Menurutnya, kasus ini bisa berefek panjang. Jangan sampai korban nantinya juga akan jadi pelaku.

"Korban biasanya langsung terjangkit, itu yang paling saya resahkan kasian," katanya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Makassar, Makmur mengatakan kasus pedofilia merupakan penyakit. Kondisi ini juga dipegaruhi media sosial yang merecoki pikiran anak-anak. Ancaman hukumannya pun 18 tahun penjara, sesuai dengan pasal nomor 35 tahun 2014.

Pihaknya, sudah sering kali melakukan sosialisasi di beberapa Kecamatan. Mulai dari bagaimana orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anaknya, pergaulan anak harus dikenali, teman-temannya juga perlu diketahui. "Pengawasan kepada anak harus di perketat, karena target korbannya 10 tahun ke bawah" ucapnya.

Makmur yang juga merupakan Tim advokasi P2TPPA menerangkan agar para korban diarahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar. "Tinggal orang tuanya datang melapokan saja, nanti psikolog anak disediakan langsung, dan itupun gratis," jelas dia. (*/fajar/JPG)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Maret 2017 09:21

Satu Lagi Pengedar Sabu Ditangkap

BONTANG  –  Polres Bontang menangkap pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang kerap beraksi…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:19

Bayi Ditemukan di Kloset Pelabuhan

KOTABARU  -  Pupus sudah harapan Iftitah Aumnajiroh (19) untuk pulang ke kampung halamannya…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:18

Pasangan Sesama Jenis Ditemukan Terkulai Lemas

PANGKALAN BUN  –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kobar kembali mengamankan…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:17

Barbuk Senilai Rp 157 Juta Dimusnahkan

SAMPIT –  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C)…

Sabtu, 25 Maret 2017 09:17

Berbohong dan Menyebar Fitnah di Medsos

Saya adalah pengguna aplikasi BBM. Belakangan ini ada seseorang yang mengaku sebagai pacar saya kepada…

Jumat, 24 Maret 2017 09:26

Buaya 3,5 Meter vs 30 Manusia

SANGATTA  –   Seekor buaya muncul di tengah permukiman warga di Jalan Simono, RT 38,…

Jumat, 24 Maret 2017 09:24

Diteriaki, Alat Videotron Rusak di Tangan Maling

TARAKAN –   Alat videotron yang berada di kantor unit pelayan teknis (UPT) pasar Boom Panjang,…

Jumat, 24 Maret 2017 09:22

Perusahaan Diminta Adakan Ritual

MUARA TEWEH  -  Kejadian kesurupan dan hilangnya, Samsudin karyawan PT Beureu Geophysical…

Jumat, 24 Maret 2017 09:19

Duris Bantah Curi Sawit

SAMPIT  -  Duris (32) warga Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Kotim membantah tuduhan…

Jumat, 24 Maret 2017 09:18

Lagi, Siswa SMP Curi Motor

SANGATTA  -  Kelakuan S (13) memang di luar kebiasaan anak usia remaja pada umumnya. Sebab,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .