MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 13 April 2017 10:07
Bule Asal Selandia Baru Divonis 11 Tahun Bui

WNA yang Jadi Bandar Sabu

SIDANG PUTUSAN: Gregory John Harland White alias Greg, WNA asal Selandia Baru, divonis 11 tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena terbukti menyalahgunakan narkotika jenis sabu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Vonis hukuman yang dijatuhkan pada terdakwa penyalahgunaan narkotika asal Selandia Baru, Gregory John Harland White alias Greg (53), disampaikan Hakim Ketua Purnomo Amin Cahyo dalam sidang yang digelar kemarin (12/4) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Dalam putusan, Greg dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta.


Greg adalah pengedar sekaligus pengguna narkotika golongan 1 yakni sabu. Greg dinyatakan terbukti bersalah melawan hukum karena memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika tersebut seperti dalam pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.


“Poin dakwaan jaksa terpenuhi. Dia terbukti memiliki, menguasai, dan menyimpan sabu seberat 29,70 gram. Jadi terdakwa ini pemakai. Jika ada kawannya butuh sabu, dia juga menjual dan tidak mau di bawah Rp 700 ribu,” terang Purnomo.

Vonis 11 tahun penjara dinilai berat. Terdakwa kemudian diberi waktu tujuh hari jika ingin melakukan banding. Kendati demikian, jika lepas tujuh hari banding tidak dilakukan, maka terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan terhadapnya. Purnomo juga menjelaskan, dalam putusan hukuman ini, pihak kedutaan atau negara asal terdakwa tidak berhak campur tangan.

“Ini berkaitan dengan hukum di Indonesia. Tadi memang ada pihak kedutaan dari Selandia Baru datang, tapi mereka harus tunduk terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Kami juga telah menyurati negaranya, mereka bersedia tidak turut campur,” bebernya.


Hukuman denda Rp 800 juta, jika terdakwa tidak mampu membayar, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama lima bulan. Meski termasuk berat, namun vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni 12 tahun penjara. Terkait hal ini, hakim menilai terdakwa dalam prosesnya selalu kooperatif. Greg mengakui semua dakwaan yang disangkakan kepadanya.

 
Sementara usai sidang, JPU Rahmi menyatakan kepuasannya. Dia merasa lega, karena vonis tidak jauh dari tuntutan. “Kami tidak masalah karena tidak jauh dari tuntutan. Itu sudah cukup, karena memang barang bukti di atas lima gram,” ungkapnya.

 

Mendampingi terdakwa, kuasa hukum Yohanes Marokko mengatakan, dia akan membicarakan dengan Greg terkait kemungkinan banding. Menurutnya, kliennya yang tinggal di Jalan Mulawarman RT 02 ini pun telah menyesali perbuatannya yang melanggar hukum.

“Masih pikir-pikir dulu seminggu. Bisa banding karena hukuman ini berat. Tapi masih dibicarakan dahulu, apa ada upaya banding,” ujar Yohanes.

Diketahui, Greg mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia. Greg diciduk petugas Satreskoba Polres pada Oktober 2016 silam di kawasan Perumahan Palm Hills, Balikpapan Selatan. Dari tangan pria paruh baya ini, petugas berpakaian sipil berhasil mengamankan 29,70 gram sabu, alat isap sabu, timbangan digital, serta sebuah mobil yang digunakannya dalam melakukan kejahatan

Pengungkapan keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka pengedar yang lebih dahulu ditangkap. WNA yang bekerja di perusahaan cat ini diduga sebagai bandar sabu di Balikpapan.

Greg membawa barang haram tersebut melalui jalur laut dari Malaysia ke Batam. Selanjutnya dari Batam ke Balikpapan menggunakan pesawat. Greg cukup lihai dalam menyelundupkan barang berbentuk kristal bening itu. Dia menaruh sabu di betis dengan cara diikat menggunakan lakban hitam. (bp-21/war/k1)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 01:05

Rumah Kuyang Sudah Dua Tahun Kosong

BALIKPAPAN   -   Isu munculnya kuyang yang membuat resah warga Gunung Empat, Kelurahan…

Sabtu, 22 September 2018 01:04

Awas! Penculik Anak Beraksi di Strat Dua

0

Sabtu, 22 September 2018 01:03

Reka Ulang Pembunuhan Pasutri Segera Digelar

BALIKPAPAN  -  Pembunuhan terhadap pasangan suami-istri (pasutri), Irwanto (45) dan Sunarsih…

Sabtu, 22 September 2018 01:01

Berkat CCTV, Dua Wanita Pencopet Diciduk

BALIKPAPAN  -  Pencopet yang kerap menyasar ibu-ibu saat berbelanja di Pasar Pandansari, Balikpapan…

Sabtu, 22 September 2018 01:00

Enam Penyusup Terminal Peti Kemas Dilumpuhkan

Pos TNI AL (Posal) Kampung Baru, Kodim 0905 Balikpapan, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang melumpuhkan…

Sabtu, 22 September 2018 00:59

Kunci Mobil Pemancing Cewek

BAGONG duduk sendirian di bar. Tak lama kemudian temannya bernama Ateng masuk sambil menggandeng lima…

Sabtu, 22 September 2018 00:58

Berkarya Gagal Loloskan Pengganti Bacaleg Utara

BALIKPAPAN  -  Ketua Partai Berkarya, Dahri Mama mengaku tak lagi sempat meloloskan seorang…

Sabtu, 22 September 2018 00:57

Penyidik Periksa Korban ATM

BALIKPAPAN  -  Setelah penantian panjang, PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang gagal memberangkatkan…

Jumat, 21 September 2018 08:32

Ketua DPRD Jambi Tuding F-PDIP

JAKARTA  -  Ketua DPRD Jambi, Cornelis Buston menuding Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Jumat, 21 September 2018 08:30

SEREMMM..!! Warga Gunung Empat Diteror Kuyang

BALIKPAPAN  -   Sudah lima malam warga kawasan Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .