MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 13 April 2017 10:07
Bule Asal Selandia Baru Divonis 11 Tahun Bui

WNA yang Jadi Bandar Sabu

SIDANG PUTUSAN: Gregory John Harland White alias Greg, WNA asal Selandia Baru, divonis 11 tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena terbukti menyalahgunakan narkotika jenis sabu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -   Vonis hukuman yang dijatuhkan pada terdakwa penyalahgunaan narkotika asal Selandia Baru, Gregory John Harland White alias Greg (53), disampaikan Hakim Ketua Purnomo Amin Cahyo dalam sidang yang digelar kemarin (12/4) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Dalam putusan, Greg dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta.


Greg adalah pengedar sekaligus pengguna narkotika golongan 1 yakni sabu. Greg dinyatakan terbukti bersalah melawan hukum karena memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika tersebut seperti dalam pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.


“Poin dakwaan jaksa terpenuhi. Dia terbukti memiliki, menguasai, dan menyimpan sabu seberat 29,70 gram. Jadi terdakwa ini pemakai. Jika ada kawannya butuh sabu, dia juga menjual dan tidak mau di bawah Rp 700 ribu,” terang Purnomo.

Vonis 11 tahun penjara dinilai berat. Terdakwa kemudian diberi waktu tujuh hari jika ingin melakukan banding. Kendati demikian, jika lepas tujuh hari banding tidak dilakukan, maka terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan terhadapnya. Purnomo juga menjelaskan, dalam putusan hukuman ini, pihak kedutaan atau negara asal terdakwa tidak berhak campur tangan.

“Ini berkaitan dengan hukum di Indonesia. Tadi memang ada pihak kedutaan dari Selandia Baru datang, tapi mereka harus tunduk terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Kami juga telah menyurati negaranya, mereka bersedia tidak turut campur,” bebernya.


Hukuman denda Rp 800 juta, jika terdakwa tidak mampu membayar, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama lima bulan. Meski termasuk berat, namun vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni 12 tahun penjara. Terkait hal ini, hakim menilai terdakwa dalam prosesnya selalu kooperatif. Greg mengakui semua dakwaan yang disangkakan kepadanya.

 
Sementara usai sidang, JPU Rahmi menyatakan kepuasannya. Dia merasa lega, karena vonis tidak jauh dari tuntutan. “Kami tidak masalah karena tidak jauh dari tuntutan. Itu sudah cukup, karena memang barang bukti di atas lima gram,” ungkapnya.

 

Mendampingi terdakwa, kuasa hukum Yohanes Marokko mengatakan, dia akan membicarakan dengan Greg terkait kemungkinan banding. Menurutnya, kliennya yang tinggal di Jalan Mulawarman RT 02 ini pun telah menyesali perbuatannya yang melanggar hukum.

“Masih pikir-pikir dulu seminggu. Bisa banding karena hukuman ini berat. Tapi masih dibicarakan dahulu, apa ada upaya banding,” ujar Yohanes.

Diketahui, Greg mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia. Greg diciduk petugas Satreskoba Polres pada Oktober 2016 silam di kawasan Perumahan Palm Hills, Balikpapan Selatan. Dari tangan pria paruh baya ini, petugas berpakaian sipil berhasil mengamankan 29,70 gram sabu, alat isap sabu, timbangan digital, serta sebuah mobil yang digunakannya dalam melakukan kejahatan

Pengungkapan keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka pengedar yang lebih dahulu ditangkap. WNA yang bekerja di perusahaan cat ini diduga sebagai bandar sabu di Balikpapan.

Greg membawa barang haram tersebut melalui jalur laut dari Malaysia ke Batam. Selanjutnya dari Batam ke Balikpapan menggunakan pesawat. Greg cukup lihai dalam menyelundupkan barang berbentuk kristal bening itu. Dia menaruh sabu di betis dengan cara diikat menggunakan lakban hitam. (bp-21/war/k1)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:48

Korban Luka Bakar Belum Bisa Diperiksa

BALIKPAPAN   -   Rekonstruksi kasus pembakaran yang diduga sengaja dilakukan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:46

Harga Bahan Pokok Masih Stabil

BALIKPAPAN  -  Untuk memastikan harga kebutuhan pokok di wilayah Balikpapan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:44

Pura-Pura Jadi Pembeli, Motor Korban Digadai

BALIKPAPAN   -    Waspadalah saat hendak menjual barang. Jangan biarkan barang…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:43

Sidang Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan, JPU Hadirkan Berapa Saksi..??

BALIKPAPAN   -   Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tumpahan minyak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:41

Akibat Sebuah Kedewasaan

Tepat pada hari ulang tahunnya ke-17, pemuda tampan berbicara langsung…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:40

Gereja Didata, Bakal Disterilisasi, Polda Kaltim Kerahkan 100 Tim Khusus

BALIKPAPAN  -  Selain mengecek kestabilan harga, jajaran Polda Kaltim memastikan…

Jumat, 14 Desember 2018 08:09

Sopir Truk Tak Tahu Lindas Kepala Catur

BALIKPAPAN   -   Lakalantas di Jalan Projakal, Kariangau, Balikpapan Barat, yang…

Jumat, 14 Desember 2018 08:07

Pemutihan Denda STNK Bikin Antrean Membeludak

BALIKPAPAN   -  Antrean panjang terlihat di Kantor Samsat Markoni…

Jumat, 14 Desember 2018 08:04

Sidang Tumpahan Minyak Hadirkan Saksi Ahli

BALIKPAPAN   -  Siapa yang tak ingat peristiwa memilukan di…

Jumat, 14 Desember 2018 08:01

Natal, THM Diminta Tutup

BALIKPAPAN   -  Perayaan Natal 2018 memang masih dua pekan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .