MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 14 April 2017 08:22
Ahok Dibekuk di Kuburan

Mengantongi 1,44 Gram Sabu-Sabu

TAK BERKUTIK: Ahok (merah) saat dibekuk Opsnal Satreskoba Polres Paser dan Kanit Reskrim Polsek Tanah Grogot, Bripka Jahirudin, sesaat setelah mengambil satu paket sabu-sabu di areal pemakaman umum di Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, Rabu (12/4), sekira pukul 15.00 Wita.

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Setelah berhasil mengamankan bandar sabu-sabu di Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, jajaran Satreskoba Polres Paser bersama Satreskrim Polsek Tanah Grogot kembali mengamankan pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di areal pemakaman muslimin yang ada di Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot, Rabu (12/4), sekira pukul 15.00 Wita.

Satreskrim Polsek Tanah Grogot sempat melepaskan tembakan ke udara sebelum membekuk pelaku dengan disaksikan warga sekitar, termasuk Kepala Desa Jone Lamaluddin. Pelaku berinisial YP (33) alias Ahok, warga Jalan Kartini, Gang Darussalam, Kelurahan Tanah Grogot, kedapatan mengantongi sabu-sabu di saku celana belakang.

Ahok mengaku, sabu-sabu yang diambilnya di salah satu nisan yang ada di areal kuburan muslimin itu bukanlah miliknya. Melainkan, dia hanya disuruh oleh seseorang untuk mengambil sabu-sabu dengan berat kotor 1,44 gram yang dikemas dalam plastik klip dalam kantongan plastik warna hitam.

Kasat Reskoba Polres Paser, AKP Ahmad Tonangi didampingi Kapolsek Tanah Grogot, AKP Nur Askin dan Kanit Reskrim Bripka Jahirudin mengatakan, keberhasilan pengungkapan tindak pidana narkoba kali ini berkat peran serta masyarakat yang memberikan informasi terkait adanya transaksi narkoba yang ada di lingkungannya.

“Pelaku langsung ditahan karena terbukti menyimpan sabu-sabu dengan berat kotor 1,44 gram. Selain sabu-sabu, polisi juga mengamankan satu unit handphone, plastik klip kosong, satu kantong plastik warna hitam, dan kotak rokok,” ujar Ahmad Tonangi, Kamis (13/4).

Disebutkan Tonangi, karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 114 (1) sub pasal 112 (1) UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun kurungan.

Sementara Bripka Jahirudin yang memimpin penangkapan menambahkan, modus transaksi yang digunakan pelaku cukup beragam guna mengelabui petugas. Salah satu modusnya, dengan menaruh poket sabu-sabu di suatu tempat. Hal ini diduga dimaksudkan untuk memutus rantai transaksi narkoba yang dilakukan. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .