MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 21 April 2017 08:43
Pasutri Jual Sabu dan Zenith

PROKAL.CO, SAMPIT –  Tiga orang yang terlibat dalam jaringan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) diringkus Kepolisian Resort Kabupaten Kotawaringin Timur (Polres Kotim).

Kapolres Kotim, AKBP Johanes Pangihutan Siboro mengungkapkan ketiga tersangka tersebut termasuk pengedar narkoba yang cukup besar dan terlibat dalam jaringan pengedar antarprovinsi.

”Mereka (para tersangka) ini jaringan antar provinsi, berdasarkan pengakuan tersangka, selain di wilayah perkotaan, mereka juga beroperasi (mengedarkan narkoba) sampai ke dalam perkebunan,” katanya, Rabu (19/4).

Ia pun menjelaskan kronologis penangkapan tiga tersangka narkoba ini berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran obat jenis Carnophen (zenith), dan Polsek Kotabesi berhasil meringkus pasangan suami istri (pasutri) pada Senin (17/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah pasutri berinisial MY dan EP tersebut di Jalan Jenderal Sudirman Km 84, RT 10, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang. Setelah digeledah ditemukan 12.387 butir obat zenith dan uang tunai Rp 40.759.000. ”Pengakuan tersangka, uang itu hasil penjualan obat. Dari tersangka pasutri ini, kami juga menyita beberapa barang bukti lainnya,” ujarnya.

Kepada petugas, pasutri tersebut mengaku sudah enam bulan menjalankan bisnis terlarang. Selain obat zenith, polisi juga menemukan empat kantong plastik berisi butiran kristal warna putih yang diduga sabu-sabu dengan berat sekitar 0,44 gram, serta dompet yang didalamnya ada lima bungkus plastik kecil bekas tempat sabu-sabu, dan uang tunai Rp 600 ribu.

Tersangka MY mengaku sabu-sabu tersebut miliknya dan diterima dari seseorang berinisial AT. Keberadaan AT masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kemudian, untuk obat zenith, pasutri ini mengambil dari pria berinisial AL. pemasok zenith itu ditangkap setelah polisi mengumpan MT dan EP untuk transaksi. Dan, AL ditangkap Selasa (18/4) malam beserta barang bukti 19.500 butir zenith.

”Tersangka AL sudah kami amankan dan dalam pemeriksaan, sekarang sedang kami kembangkan lagi. Informasi awal diketahui bahwa obat-obatan tersebut berasal dari HU seseorang dari Banjarmasin.  Saat ini sedang kami dalami bagaimana teknisnya agar yang bersangkutan (HU) bisa kami tangkap,” tandasnya.

Dalam perkara ini, pasutri MY dan EP dijerat pasal 197 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 55 ayat (1) KUHPidana atau kedua pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sementara untuk tersangka AL dijerat pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 53 ayat (1) KUHPidana atau kedua pasal 196 UU RI nomor 36/2009 tentang Kesehatan junto pasal 53 ayat (1) KUHPidana. (vit/fm/KPG)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 08:44

Digeledah, Ada Sabu di Bungkus Rokok

BANJARMASIN  -  Nasib sial dialami Misrudiansyah (20),  warga  Martapura Lama, …

Jumat, 18 Agustus 2017 08:41

Empat Teroris Dapat Remisi

FAJAR  --  Empat orang terpidana terorisme ikut menikmati pemotongan masa pemidanaan alias…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:40

KPK Tindaklanjuti Keterangan Miryam

JAKARTA   -   Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang memastikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:39

Dianiaya, Bapak Dilaporkan ke Polisi

PONTIANAK  –   Fita Kurnia melaporkan ayah kandungnya, Sutikno kepada polisi karena…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:38

12 Pengibar Bendera Pingsan

CIANJUR –  Sebanyak 12 orang pengibar bendera di lapangan Pagelaran, Kabupaten Cianjur langsung…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:37

Penumpang Citilink Diamankan

GORONTALO  -   Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jalaludin Gorontalo berinisial…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:47

Jaring R2 di Halaman Samsat

BANJARMASIN  -  Pengendara roda dua  yang melintas di jalan Hasan Basri Kayu Tangi, Banjarmasin…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:45

Ayah Garap Anak Tiri Berkali-kali

SANGATTA  -  BI memang tidak pantas disebut ayah. Pasalnya, tega mencabuli anak tirinya, sebut…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:43

Lapas Tambah Syarat Remisi

SAMPIT  –   Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit mengajukan remisi sekitar…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:42

Tarif Ditetapkan Paksa oleh Komura

SAMARINDA  –  Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .