MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 21 April 2017 08:44
Jatah Rastra Diduga Diselewengkan
DIDUGA DISELEWENGKAN: Warga membagi rastra secara rata karena jatah yang diterima perangkat desa tidak seperti biasa.

PROKAL.CO, TANJUNG  - Permasalahan pembagian beras sejahtera (Rastra) terjadi di Desa Takulat, Tanta, Tabalong. Warga Miskin penerimanya terpaksa harus berbagi jatah dengan penerima yang tidak kebagian, sehingga jatah yang diterima kali ini tidak seperti biasanya.

Kemunculan persoalan ini lantaran jumlah penerima yang layak di Desa Takulat sebagian tidak masuk daftar. Akhirnya, aparat pemerintah desa setempat mengeluarkan kebijakan untuk membagi rata jatah yang ada.

Keputusan tersebut terpaksa diambil demi untuk meredam perselisihan antar warga. Agar tidak terjadi kecemburuan antara warga yang satu dengan lainnya.

Kepala Desa Takulat, Asdin Lambause mengungkapkan, pola pembagian Rastra untuk warga miskin itu dengan cara membentuk dua kelompok penerima. "Pembagian pertama diterima kelompok A, selanjutnya jika pembagian lagi baru diterima kelompok B," terangnya, Kamis (20/4) kemarin.

Di Desa Tamiyang sedikitnya ada sebanyak 40 kepala keluarga (KK) miskin yang layak menerima Rastra. Sementara yang terdaftar baru sebanyak 18 KK. "Banyak warga miskin di desa kami," terangnya.

Pembagian Rastra sendiri sesuai petunjuk pemerintah pusat hanya diberi 15 kilogram beras dalam satu kemasan karung per bulan per KK. Namun, karena masalah ini, terpaksa jatah sebulan pun menjadi dua bulan.

Permasalahan ini pun disampaikan Pembakal di hadapan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ketika menggelar pertemuan di salah satu rumah warga di Desa Tamiyang. Pertemuan digelar atas permintaan warga ke Pemkab Tabalong.

Setelah mendengarkan dulu persoalannya, bupati memutuskan akan membantu warga yang tidak menerima Rastra. Khusus keluarga miskin namun tidak terdaftar sebagai penerimanya.

"Sebetulnya tidak boleh dibagi. Tapi saya akan perjuangkan, dari 18 KK penerima menjadi 40 KK," tutur Anang Syakhfiani di hadapan warga Desa Tamiyang.

Untuk memastikan pembagiannya berjalan lancar, dia meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong H Yuhani agar bisa melaksanakan sebagaimana permintaan warga. Yaitu, memasukan mereka sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Pemkab Tabalong.

Meski begitu, dia berharap warga tidak bergantung pada Rastra dalam pemenuhan kebutuhan keseharian. Melainkan tetap harus berupaya dengan rajin bertani atau menanam padi sawah miliknya.

Kepala Dinsos Kabupaten Tabalong menyatakan jika pembagian Rastra di Desa Takulat tidak sesuai aturan. "Itu memang tidak boleh," ucapnya. “Seharusnya, kepala desa membawa masalah ini ke musyawarah kecamatan untuk memutuskan penerima Rastra. Kemudian, data yang disepakati di musyawarah menjadi rujukan Dinsos dan pemerintah pusat untuk membantu.”

Pun begitu, Yuhani memberitahukan, masalah tersebut akan segera diselesaikan dengan cara memenuhi permintaan warga desa, sesuai kebijakan bupati. "Nanti kami tambah, apalagi ini untuk kepentingan warga," imbuhnya. (ibn/by/ram/KPG)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 08:44

Digeledah, Ada Sabu di Bungkus Rokok

BANJARMASIN  -  Nasib sial dialami Misrudiansyah (20),  warga  Martapura Lama, …

Jumat, 18 Agustus 2017 08:41

Empat Teroris Dapat Remisi

FAJAR  --  Empat orang terpidana terorisme ikut menikmati pemotongan masa pemidanaan alias…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:40

KPK Tindaklanjuti Keterangan Miryam

JAKARTA   -   Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang memastikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:39

Dianiaya, Bapak Dilaporkan ke Polisi

PONTIANAK  –   Fita Kurnia melaporkan ayah kandungnya, Sutikno kepada polisi karena…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:38

12 Pengibar Bendera Pingsan

CIANJUR –  Sebanyak 12 orang pengibar bendera di lapangan Pagelaran, Kabupaten Cianjur langsung…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:37

Penumpang Citilink Diamankan

GORONTALO  -   Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jalaludin Gorontalo berinisial…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:47

Jaring R2 di Halaman Samsat

BANJARMASIN  -  Pengendara roda dua  yang melintas di jalan Hasan Basri Kayu Tangi, Banjarmasin…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:45

Ayah Garap Anak Tiri Berkali-kali

SANGATTA  -  BI memang tidak pantas disebut ayah. Pasalnya, tega mencabuli anak tirinya, sebut…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:43

Lapas Tambah Syarat Remisi

SAMPIT  –   Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit mengajukan remisi sekitar…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:42

Tarif Ditetapkan Paksa oleh Komura

SAMARINDA  –  Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .