MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 21 April 2017 08:44
Jatah Rastra Diduga Diselewengkan
DIDUGA DISELEWENGKAN: Warga membagi rastra secara rata karena jatah yang diterima perangkat desa tidak seperti biasa.

PROKAL.CO, TANJUNG  - Permasalahan pembagian beras sejahtera (Rastra) terjadi di Desa Takulat, Tanta, Tabalong. Warga Miskin penerimanya terpaksa harus berbagi jatah dengan penerima yang tidak kebagian, sehingga jatah yang diterima kali ini tidak seperti biasanya.

Kemunculan persoalan ini lantaran jumlah penerima yang layak di Desa Takulat sebagian tidak masuk daftar. Akhirnya, aparat pemerintah desa setempat mengeluarkan kebijakan untuk membagi rata jatah yang ada.

Keputusan tersebut terpaksa diambil demi untuk meredam perselisihan antar warga. Agar tidak terjadi kecemburuan antara warga yang satu dengan lainnya.

Kepala Desa Takulat, Asdin Lambause mengungkapkan, pola pembagian Rastra untuk warga miskin itu dengan cara membentuk dua kelompok penerima. "Pembagian pertama diterima kelompok A, selanjutnya jika pembagian lagi baru diterima kelompok B," terangnya, Kamis (20/4) kemarin.

Di Desa Tamiyang sedikitnya ada sebanyak 40 kepala keluarga (KK) miskin yang layak menerima Rastra. Sementara yang terdaftar baru sebanyak 18 KK. "Banyak warga miskin di desa kami," terangnya.

Pembagian Rastra sendiri sesuai petunjuk pemerintah pusat hanya diberi 15 kilogram beras dalam satu kemasan karung per bulan per KK. Namun, karena masalah ini, terpaksa jatah sebulan pun menjadi dua bulan.

Permasalahan ini pun disampaikan Pembakal di hadapan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ketika menggelar pertemuan di salah satu rumah warga di Desa Tamiyang. Pertemuan digelar atas permintaan warga ke Pemkab Tabalong.

Setelah mendengarkan dulu persoalannya, bupati memutuskan akan membantu warga yang tidak menerima Rastra. Khusus keluarga miskin namun tidak terdaftar sebagai penerimanya.

"Sebetulnya tidak boleh dibagi. Tapi saya akan perjuangkan, dari 18 KK penerima menjadi 40 KK," tutur Anang Syakhfiani di hadapan warga Desa Tamiyang.

Untuk memastikan pembagiannya berjalan lancar, dia meminta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong H Yuhani agar bisa melaksanakan sebagaimana permintaan warga. Yaitu, memasukan mereka sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Pemkab Tabalong.

Meski begitu, dia berharap warga tidak bergantung pada Rastra dalam pemenuhan kebutuhan keseharian. Melainkan tetap harus berupaya dengan rajin bertani atau menanam padi sawah miliknya.

Kepala Dinsos Kabupaten Tabalong menyatakan jika pembagian Rastra di Desa Takulat tidak sesuai aturan. "Itu memang tidak boleh," ucapnya. “Seharusnya, kepala desa membawa masalah ini ke musyawarah kecamatan untuk memutuskan penerima Rastra. Kemudian, data yang disepakati di musyawarah menjadi rujukan Dinsos dan pemerintah pusat untuk membantu.”

Pun begitu, Yuhani memberitahukan, masalah tersebut akan segera diselesaikan dengan cara memenuhi permintaan warga desa, sesuai kebijakan bupati. "Nanti kami tambah, apalagi ini untuk kepentingan warga," imbuhnya. (ibn/by/ram/KPG)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:17

Simpan Sabu, Darman Ditangkap di Hotel

BANJARMASIN  -  Darmansyah alias Darman (55) tertangkap menyimpan sabu-sabu di Hotel Pelangi…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Dua Ibu-Ibu Tewas Tertabrak KA

SURABAYA –  Selama sehari terjadi dua peristiwa maut antara Kereta Api dengan penyeberang…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Sodomi, Tindak Pidana atau Bukan?

Membaca kasus berulang tentang sodomi di Kota Balikpapan membuat saya prihatin. Bagaimanakah hukum sodomi…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:13

Terancam Hukuman 20 Tahun

BONTANG  –  Sabu-sabu seberat 1,84 gram berhasil diamankan jajaran Polres Bontang. Sabu-sabu…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:12

Buronan Mabes Tertangkap di Mataram

MATARAM - Tim Resmob Polres Mataram menangkap satu orang dengan inisial UH, 38 tahun. Pria yang tinggal…

Jumat, 15 Desember 2017 08:26

Ditikam Baru Dibacok sampai Tewas

SANGATTA  -  Peristiwa berdarah terjadi di lokasi perkebunan PT Fairco, Kaliorang. Seorang…

Jumat, 15 Desember 2017 08:25

Penyidik Diminta Periksa Saksi Tambahan

TANJUNG REDEB  –  Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan…

Jumat, 15 Desember 2017 08:24

Kapal Kelimutu Tabrakan, 12 Penumpang Trauma

SAMPIT  -  Tabrakan antara kapal penumpang  KM Kelimutu bertolak dari Pelabuhan Sampit…

Jumat, 15 Desember 2017 08:23

Buron 3 Tahun, Mantan Kades Dicokok

SANGATTA   -   Pelarian yang dilakukan Agus mantan Kepala Desa Sepaso Timur selama tiga…

Jumat, 15 Desember 2017 08:23

Membunuh di Batota, Diringkus di Teluk Pandan

SANGATTA  –  Kepolisian berhasil meringkus tersangka pembunuhan pelayan Café…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .