MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Jumat, 21 April 2017 08:47
Sanksi Jika Tak Sesuai Site Plan

Khusus MBR, Bendali Persoalan Waktu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  - Langkah pemerintah kota menghujani sanksi kepada pengembang nakal diharapkan tidak asal-asalan. "Kalau memang melanggar ketentuan sudah selaiknya ditindak lanjuti. Makanya perlu ditinjau terlebih dahulu apakah pembangunannya sesuai site plan atau tidak," kata Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Balikpapan Eddy Djuwaedi dijumpai di lokasi rumah murah yang dikembangkannya, kawasan SMP 11, Kamis (20/4).

Adapun ketentuan yang dimaksud yakni 60 persen dari total kawasan untuk mendirikan rumah dan 40 persen untuk mendirikan fasilitas umum. Meliputi bendali, rumah ibadah, akses jalan dan kawasan hijau.

Dia menjelaskan, saat mengembangkan kawasan perumahan, developer terlebih dahulu mengajukan izin site plan yang memuat rancangan termasuk bendali, setelah sebelumnya mengantongi izin prinsip dan lokasi. Saat pengajuan pun pengembang akan melakukan presentase terkait konsep kawasan hunian yang akan dibangun. "Kalau disetujui baru pembangunan dimulai kalau pun tidak biasanya ada yang harus direvisi dan pasti pengembang akan mengikuti sesuai arahan," terangnya kemudian.

Ia pun meyakinkan, pengembang komitmen dengan ketentuan tersebut. Bahkan asosiasi, lanjutnya, terus mengingatkan anggotanya untuk memenuhi ketentuan yang dimaksud. "Karena sama-sama diketahui risiko melanggar ketentuan tersebut bisa pencabutan izin dan lainnya," celetuknya.

Disinggung dalam perjalanan lahan yang semula diperuntukkan membangun bendali tiba-tiba disulap untuk mendirikan rumah, Eddy melayangkan protes keras. "Itu jelas melanggar," tuturnya terdengar kesal. Sekalipun demikian, dia berpendapat tidak ada salahnya pemkot memberi waktu bagi pengembang guna melakukan pembenahan. "Kalau tidak juga mengindahkan segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Terkait pembangunan bendali, bagi pengembang rumah sederhana tapak atau rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanyalah persoalan waktu. Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Kaltim Sunarty Amirullah. "Karena saat ini progres pembangunan rumah murah rata-rata baru 40 persen, kemungkinan pembanguan bendali memang belum, tetapi lahan tentu saja sudah disiapkan," jelasnya, kemarin. Lagi pula, tidak ada ketentuan yang mengharuskan pembanguan bendali diawal pengembangan hunian perumahan.

Kesiapan lahan pun tercatat di atas site plan yang diajukan setiap pengembang dan ditinjau terlebih dahulu oleh instansi terkait. "Bahkan sejak awal saat pengajuan izin prinsip ada peninjauan terlebih dahulu begitu pula saat mengajukan izin site plan," sambung wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Perumahan dan Property Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota.

Kendati pembangunan bendungan pengendali banjir tidak digelar diawal pengembangan, urusan drainase menjadi prioritas pengembang. "Karena bukan hanya untuk kepentingan lingkungan tapi juga demi kenyamanan warga sekitar. Tidak mungkin pengembang mengabaikan kenyamanan penghuninya," ulasnya meyakinkan.

Di luar itu, ia pun mendukung langkah pemerintah menjatuhi sanksi kepada pengembang yang membandel. (dra/war)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:15

Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk…

Jumat, 22 September 2017 08:12

Gratis untuk Nelayan

JAKARTA  -  Pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM terus berupaya melakukan diversifikasi…

Jumat, 22 September 2017 08:09

Teknologi FO Menjangkau Sempurna

BALIKPAPAN  -  Setelah jaringan kabal serat, fiber optic (FO) menjangkau secara sempurna di…

Kamis, 21 September 2017 01:01

Bersekongkol, KPPU Sanksi Dua Perusahaan Konstruksi

BALIKPAPAN  –  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah tiga terlapor…

Kamis, 21 September 2017 00:59

Di Balik Kehati-hatian Perbankan

BALIKPAPAN   -  Kendati harga komoditas batu bara perlahan menanjak, Tim Pakar Rembuk Nasional…

Rabu, 20 September 2017 09:08

Gaet Banyak Investor Lokomotif Berikutnya

BALIKPAPAN  -  Di tengah perekonomian yang lesu darah, proyek pembangunan jalan bebas hambatan…

Rabu, 20 September 2017 09:05

Mengintip Penerapan di Pasar Tradisional

BALIKPAPAN  -  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengatur Harga Eceran Tertinggi…

Rabu, 20 September 2017 09:02

Ditarget Tuntas Akhir 2018

BALIKPAPAN  -  PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) terus melakukan pengembangan di proyek Borneo…

Selasa, 19 September 2017 08:28

Ada Sanksi, KPPU Dorong Sosialisasi

BALIKPAPAN  -  Penerapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas utama yakni beras diyakini…

Selasa, 19 September 2017 08:25

Rp1 Juta, Menginap Satu Malam Dapat Dua Tiket

BALIKPAPAN  -   Memudahkan penonton luar daerah menyaksikan laga segitiga legenda sepakbola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .