MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 16 Mei 2017 08:57
Rumah Sakit, Hati-hati..!

Kecurangan Pelayanan Ditelusuri KPK

LAYANI DENGAN BAIK: Para pasien di salah satu rumah sakit sedang menjalani perawatan. Rumah sakit diminta melayani dengan baik, tidak curang. Kalau curang akan berhadapan dengan KPK.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Balikpapan membantah soal paketan BPJS yang memiliki limit atau batasan biaya setiap perawatannya. Pihaknya mengatakan bahwa sesuai pernyataan sebelumnya bahwa BPJS Kesehatan akan mengcover semua jenis penyakit berdasarkan indikasi medis.

 Kepala BPJS Kesehatan cabang Balikpapan  Muhammad Fakhriza menegaskan,  batasan biaya rumah sakit tidak  benar karena BPJS tidak pernah membatasi pembiayaan dari peserta lewat paket-paket tersebut.

 "Tidak benar ada pembatasan pembiayaan. Karena itulah rumah sakit harus melayani pasien sesuai kompetensi dan kemampuannya. Jadi tidak berdasarkan paket. Jadi gak benar itu," ujar Fakhriza dengan nada tinggi, Senin (15/5) kemarin.

 Fakhriza juga meminta pihak rumah sakit agar tidak mengatakan kepada pasiennya bahwa biaya pelayanan dibatasi. Sebab, pembatasan layanan rumah sakit tidak ada hubungannya yang ditanggung oleh BPJS.

 "Kalau berbicara paket itu berbicara tentang bagaimana sistem pembayaran BPJS dan rumah sakit. Jadi itu hanya sistem pembayaran BPJS dan rumah sakit. Itu tidak ada hubungannya dengan pasien. Rumah sakit harusnya tetap melayani pasien sesuai kompetensinya dan kemampuannya bukan berdasarkan paket," ujarnya.

 Menanggapi pernyataan sejumlah rumah sakit di Balikpapan yang mengalami kerugian lantaran perbedaan selisih pembayaran antara tarif normal rumah sakit dengan tarif yang dicover oleh BPJS Kesehatan, ia mengatakan bahwa hal tersebut juga tidak benar. Justru pihak rumah sakit diuntungkan dengan adanya sistem pembayaran INA-CBGs ini.

 "Jadi umpamanya mau dikaji untung rugi saya tidak mau berbicara satu kasus. Oke kalau memang berbicara satu kasus kemungkinan rugi itu ada. Tapi yang untung itu lebih banyak," bebernya.

 Sering ditemukannya laporan dari masyarakat terkait pemulangan atau penolakan pasien dengan alasan limit BPJS tidak mencukupi, Fakhriza menegaskan bahwa hal tersebut merupakan sebuah tindak kecurangan yang dilakukan oleh rumah sakit. Dia pun mengingatkan agar semua rumah sakit berhati-hati karena kecurangan pelayanan rumah sakit

telah ditelusuri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 "Kalau dia dipulangkan atau ditolak itu istilahnya fraud atau kecurangan. Laporkan saja kami, nanti kami tindak lanjuti. Hati-hati loh, kecurangan ini sudah mulai ditelusuri KPK. Ya nanti akan kami laporkan," tegasnya.

 Fakhriza menuturkan bahwa sesuai ketentuan, pihaknya akan menanggung semua biaya perawatan pasien peserta BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dokter. Sehingga tidak ada alasan bagi rumah sakit untuk memulangkan paksa.

 "Di ketentuan itu sudah disebutkan, kalau indikasi medisnya masih perlu dirawat ya dirawat. Selama dia dirawat dan dalam indikasi medis itu tidak boleh dikenakan biaya. Gak boleh juga pasien disuruh pulang dengan alasan gak cukup biayanya," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) mengeluhkan layanan kesehatan program pemerintah. Belum reda pemberitaan mengenai pasien bernama Arbaya (82) dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo karena alasan “paket” telah habis, seorang pasien lain harus menerima kenyataan tak dapat dilayani Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) karena alasan “paket”.

Riduansyah (36), warga Jalan MT Haryono RT 33 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara mengeluhkan layanan BPJS saat membawa istrinya berobat. Sang istri Rani (26) sempat mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Korban mengalami patah tulang di bagian kaki. Dokter yang menangani saat itu menyarankan pemasangan pen.

Runut waktu berjalan, pen tersebut harus dicabut. Beberapa waktu lalu, Riduan –sapaannya- telah berkonsultasi dengan salah satu dokter. Jika pen yang dipasang di kaki istrinya sudah harus dicabut. Mengingat tulang yang sebelumnya patah, telah sembuh.

Kasus ini memancing Ombudsman Republik Indonesia (ORI) berencana melakukan penelitian mendalam.

Kepala ORI Kaltim, Syarifah Rodiah mengaku baru mengetahui tentang sistem paket BPJS tersebut. Pemahaman sebagian masyarakat atau peserta, tidak ada batasan biaya dalam perawatan alias semuanya dicover BPJS. "Bukannya tidak ada batasan ya," herannya.

"Kami sedang mengumpulkan data dan berkas. Karena kami akan melakukan investigasi," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ketua Perkumpulan Rumah Sakit Indonesia (Persi) wilayah Kaltim, Edi Iskandar mengatakan bahwa sistem BPJS Kesehatan yang terbaru ini membuat pihaknya terpaksa meminta para dokter untuk menghitung biaya perawatan pasien. Sehingga pihak rumah sakit tidak dirugikan akibat besarnya biaya yang dikeluarkan rumah sakit untuk merawat pasien.

"Kayak operasi usus buntu bayar Rp 3 juta, Seksi cesar (operasi sesar) Rp 3-4 juta. Dibayar paket tidak menghitung unit cost. Mau dirawat sekian hari sama saja.  Nah ini merubah system mindset  dokter maupun managemen. Dokter banyak tidak siap. Tadinya tidak ikut hitung biaya sekarang dokter hitung biaya. jadi dokter kebebanan. Dia melakukan ini karena harus berhitung misalnya paket Rp 3 juta Kalau saya pakai alat bagus, nggak masuk, rumah sakit nanti rugi," katanya.(bp-22/ono)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 08:20

Mobil Hancur Total, Sopir Patah Tangan

BALIKPAPAN  -  Kecelakaan beruntun terjadi di jalan poros Balikpapan-Samarinda, Jumat (20/4)…

Sabtu, 21 April 2018 08:18

KLHK Didesak Ajukan Gugatan

BALIKPAPAN   -  Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam tim kampanye koalisi masyarakat…

Sabtu, 21 April 2018 08:17

FPI Tuntut Polisi Profesional

BALIKPAPAN  -  Masih ingat dengan kasus penistaan agama melalui akun Facebook (FB) beberapa…

Sabtu, 21 April 2018 08:16

Anak Ketiga, Aduh Lebih Sakit

JAKARTA  -  Pasangan Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu tengah berbahagia. Selasa (17/4) pukul…

Sabtu, 21 April 2018 08:14

Dua Kurir Dicokok, Sabu Total 1 Kg Diamankan

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim sukses menggagalkan…

Sabtu, 21 April 2018 08:11

Sembunyikan Pil Koplo di Kebun

PENAJAM  -  Dua pemuda Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Sabtu, 21 April 2018 08:08

Wacanakan Bangun Radar, Tato Adat Tak Masalah

TNI butuh banyak prajurit andal, terutama untuk ditempatkan di daerah perbatasan. Musuh utama yang dihadapi…

Jumat, 20 April 2018 08:43

Butuh Empat Jam, Pipa Pertama Diangkat

BALIKPAPAN   -   Barang bukti berupa pipa distribusi minyak mentah Pertamina dari…

Jumat, 20 April 2018 08:34

Rp 16 Miliar Zakat Advokasi Pekerja Migran

JAKARTA  -  Dana zakat bukan hanya diberikan secara langsung kepada orang yang membutuhkan.…

Jumat, 20 April 2018 08:33

Bobol Kampus Unair, Terekam CCTV

SURABAYA   -  Maling satroni ruang Fakultas Psikologi Kampus B Unair Surabaya. Pelaku berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .