MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Selasa, 13 Juni 2017 13:20
Istri yang Digorok Suaminya Tumpahkan Kekesalan di Medsos
GEMPAR: Jasad Subaidah saat dievakuasi, Sabtu (10/6) pagi.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Keluarga tak mengetahui jika Subaidah (23) kerap cekcok dengan suaminya Novi Dwi Kusuma (28). Pasangan yang tinggal di Jalan Mulawarman RT 10, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan itu hampir sebulan pisah ranjang.

Tak disangka, perselisihan keduanya justru membuat sang suami gelap mata. Novi tega membunuh istrinya dengan cara keji. Wanita yang telah memberinya satu anak itu digorok di tengah tidurnya, Sabtu (10/6).

Korban Subaidah meninggalkan beberapa jejak perselisihan. Termasuk di akun media sosialnya. Hanya saja, dalam beberapa statusnya yang bernada penuh kekecewaan, ia tak sekali menyebut dengan siapa dia berselisih.

Kesempatan untuk mu sdah benar" tiada lagi.. sdah ckup kubri kesempatan untuk mu.. tapi km trus mengabaikan nya.." tulisnya ditambah dengan emoticon marah.

Psikolog Patria Rahmawati mengatakan, dari status tersebut terlihat bahwa penulis status dalam keadaan marah atau kesal, karena ada perbuatan yang dilakukan orang yang dituju dan tidak pernah berubah. Kemungkinan itu suaminya, Novi. Karena dari pengakuan tersangka, memang sering cekcok.

"Sepertinya ada ketidakharmonisan di dalam hubungan mereka, hanya saja tidak diketahui apa penyebabnya. Karena tidak ada perubahan dari diri pasangannya," ujar Patria kepada media ini, kemarin (12/6).

Namun lanjutnya, banyak postingan status yang diupload ke medsos belum tentu mewakili kondisi yang sebenarnya terjadi. Status tersebut selain menunjukkan kekesalan terhadap orang yang dimaksud, juga untuk mendapat perhatian dari orang lain. Seperti mencari solusi maupun mencari teman curhat di media sosial.

"Karena status yang saat ini sering disampaikam melalui medsos kadang tidak mewakili kondisi sebenarnya," katanya.

Pemeriksaan psikologis tersangka harus dilakukan, ini untuk mengetahui karakter dan mencari penyebab sehingga pembunuhan sadis itu terjadi. Karena belum tentu akibat postingan status tersebut menjadi pemicu hingga terjadinya pembunuhan. Sejauh ini dari pengakuan tersangka, pembunuhan lantaran emosi korban berselingkuh dengan rekan kerjanya. Tapi bisa saja keterangan tersangka sebagai alibi mencari pembenaran.

"Ada kemungkinan itu (alibi, Red), tapi belum tentu juga. Harus dilakukan pemeriksaan psikologis dulu, digali dulu, mencari sebab masalah sebenarnya," bebernya.

Berbagai macam motif seseorang meluapkan emosi melalui medsos. Mereka biasanya mengungkapkan itu untuk menunjukkan pada orang lain tentang kondisinya. Serta mencari perhatian maupun solusi dari sesama teman di dunia maya.

"Sebenarnya saat seseorang punya masalah, ada yang mencari solusi melalui medsos. Mereka mencari pembenaran melalui opini publik yang belum tahu inti dari permasalahan itu sendiri," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Patria, media sosial harus digunakan dengan bijak. Membagikan status tidak dilarang, namun harus tetap menjaga privasi, agar tidak terkesan membicarakan masalah pribadi di depan umum. "Belajar untuk mengendalikan diri, menempatkan masalah pada porsinya. Selalu jaga privasi di media sosial," tandasnya.

Keluarga korban pun sama sekali tidak menyangka Novi sampai tega berbuat demikian. Pasalnya, pria yang bekerja di sebuah warung sate di Sepinggan itu termasuk pendiam. Selama ini mertua Novi, Mukati yang tinggal bersebelahan dengan mereka, tidak pernah mendengar pertengkaran serius antara keduanya. Dia pun mengaku tidak percaya, putrinya tewas di tangan Novi.

Malam kejadian, sekira pukul 01.00 Wita, tersangka mengantar korban pulang ke rumah. Setelah itu tersangka pulang ke kos tempat kerjanya. Selan sejam, tersangka melihat pria yang merupakan teman kerjanya, dia menduga selingkuhan korban tidak ada di kamar kos. Tersangka pun memutuskan kembali ke rumah korban.

Sesampainya di rumah korban, tersangka masuk melalui pintu belakang. Saat itu korban sedang dalam keadaan tertidur pulas seorang diri, di ruang depan. Tersangka pun duduk di samping korban. Sekitar 30 menit duduk di samping korban, kemudian tersangka menuju dapur mengambil sebilah pisau dapur. Kemudian kembali dan menggorok korban dari sisi kiri, saat itu korban dalam posisi tidur terlentang.

Korban yang tersadar dari bangunnya, berusaha melawan. Namun tersangka semakin beringas dengan menjambak rambut korban dalam posisi telungkup. Tersangka kembali menggorok leher korban hingga tewas.

Usai membunuh korban, tersangka kembali ke dapur untuk mencuci pisau yang dipakai. Setelah itu tersangka kembali ke depan mengambil jaket dan bergegas pergi ke tempat kosnya. Sekira pukul 03.30 Wita tersangka sampai di kos, kemudian mencuci baju kaos yang terkena percikan darah korban. Usai mencuci kemudian tidur. (pri/war)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 08:59

Enam Tahun “Goyang” Dua Anak Kandung

BALIKPAPAN  -  Sungguh bejat kelakuan Supriadi (38). Bagaimana tidak, warga Kabupaten Berau…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:56

Bayi Dibuang Dalam Kardus

BALIKPAPAN  -  Rusmayati (53), warga Jalan Siaga, RT 19, Damai, Balikpapan Selatan, terkejut…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:54

Kemenhub Ingatkan Peraturan Taksi Online Masih Berlaku

JAKARTA  -  Pasca keputusan Mahkamah Agung mengenai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:53

Akses Jalan Rumah Warga Tertutup Akibat Longsor

BALIKPAPAN   -  Sebanyak enam rumah di Jalan Pelayaran, RT 14, Prapatan, Balikpapan Kota,…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:49

Asyik Tidur, HP di Kantong Raib

BALIKPAPAN  -  Nasib apes sempat dialami Nurul Fajar Hidayat (22), warga Jalan Pandansari,…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:46

Lagi Patroli, Temukan Warga Tak Sadarkan Diri

BALIKPAPAN  -  Untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana jambret dan pemalakan di jalanan,…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:44

Ujian Bahasa Indonesia

Sehabis ulangan Bahasa Indonesia seorang anak SD kelas 4 pulang ke rumah dan bertanya ke ibunya……

Selasa, 17 Oktober 2017 09:27

Merakit Bom Ikan, Nelayan Diciduk

BALIKPAPAN  -  Maraknya illegal fishing dengan menggunakan bom ikan membuat kepolisian mengintensifkan…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:24

Residivis Sajam Diciduk Lagi

BALIKPAPAN  -  Pernah meringkuk di balik jeruji besi karena kasus senjata tajam (sajam) pada…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:11

Dua Pengedar Ditangkap saat Hendak Transaksi

BALIKPAPAN  -  Dua pengedar narkoba jenis sabu berhasil diciduk anggota Polsek Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .