MANAGED BY:
SABTU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 17 Juni 2017 01:03
Pembunuh Sadis Dituntut Seumur Hidup

Pakai Kapak, Habisi Istri dan Anak Tiri

REKONSTRUKSI: DS saat memeragakan membunuh istrinya secara sadis menggunakan kapak.

PROKAL.CO, SANGATTA  -  Perbuatan sadis yang dilakukan DS dengan menghabisi nyawa istri dan anak tirinya bakal mendapat hukuman berat. Ya dalam sidang lanjutan yang digelar, Kamis (15/6), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup. Karena, menurut JPU perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Materi tuntutan tersebut dibacakan JPU M Isroq dan Nengah dihadapan terdakwa dan penasehat hukumnya Arianto dalam sidang yang diketuai Tornado Edmawan, beserta hakim anggota Muhammad Riduansyah dan Alfian Wahyu Pratama.

"Jadi sesuai arahan pimpinan, DS dituntut penjara seumur hidup," ucap Kepala Kejaksaan Negeri Kutim Mulyadi didampingi Kasi Pidum Amanda dan jaksa M Israq.

Ada beberapa pertimbangan, kata dia mengapa hukuman maksimal diambil untuk kasus DS. Diantaranya, meski dibawah pengaruh minuman keras, namun perbuatan terdakwa yang tega menghabisi nyawa istri dan anaknya itu tergolong sadis. Karena terdakwa menggunakan kapak untuk membunuh keduanya.

"Selain itu kasus ini cukup menjadi perhatian masyarakat dan tidak ada perdamaian dengan pihak keluarga korban," sebutnya.

Lantas agenda sidang selanjutnya, kata Amanda, tinggal menunggu terdakwa membacakan pledoi (pembelaan atas tuntutan JPU).

 "Yah kita lihat saja apa pembelaan terdakwa atas tuntutan yang kami ajukan atas perbuatannya," lanjut Amanda.

 

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Sangatta Andreas Pungky Maradona menerangkan, sesuai jadwal agenda sidang lanjutan dilaksanakan 20 Juni 2017. Namun, karena berbenturan dengan cuti nasional, maka sidang ditunda usai lebaran.

 "Jadwalnya ditunda usai lebaran. Karena minggu ini kan kami libur. Jafi tidak ada jadwal sidang," jelas Andreas.

 Dalam sidang dakwaan, DS dijerat, Pasal 340 KUHP jo pasal 338 KUHP, dan Pasal 351 ayat (3) KUHP, Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 huruf C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Selain itu pasal 44 ayat (3) Jo Pasal 5 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Pasalnya pria yang tinggal di Jalan Batu Kapur Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng membunuh Agesta (23) dan Muhammad Hamzah yang merupakan isteri dan anaknya sendiri dengan sadis.

 Kejadian bermula, saat usai menggak miras oplosan DS, kemudian meminta Agesta (23) untuk melayani nafsunya yang sudah memucak. Namun ditolak korban, karena DS dalam keadaan mabuk.

 Lantas penolakan korban membuat DS marah sehingga menampar wanita yang telah memberikan DS seorang anak. Tak hanya itu, DS nekat menghabisi nyawa wanita yang ikut membantu ekonomi rumah tangganya itu.

 DS kemudian melukai Agesta dengan  kapak secara berulang kali sehingga menyebabkan luka mengenaskan di bagian muka dan belakang kepala.

 Selain itu, DS juga menghabisi nyawa Muhammad Hamzah anak tirinya yang menyaksikan langsung pembunuhan terhadap ibunya tersebut. Akibat kapak maut DS, Hamzah sempat dirawat di Puskesmas Kongbeng. Namun ketika dirujuk ke RSUD Kudungga di Sangatta, korban menghebuskan nafas terakhir di daerah Hambur Batu Kecamatan Bengalon. (aj/jpnn/yud)


BACA JUGA

Jumat, 18 Agustus 2017 08:44

Digeledah, Ada Sabu di Bungkus Rokok

BANJARMASIN  -  Nasib sial dialami Misrudiansyah (20),  warga  Martapura Lama, …

Jumat, 18 Agustus 2017 08:41

Empat Teroris Dapat Remisi

FAJAR  --  Empat orang terpidana terorisme ikut menikmati pemotongan masa pemidanaan alias…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:40

KPK Tindaklanjuti Keterangan Miryam

JAKARTA   -   Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang memastikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:39

Dianiaya, Bapak Dilaporkan ke Polisi

PONTIANAK  –   Fita Kurnia melaporkan ayah kandungnya, Sutikno kepada polisi karena…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:38

12 Pengibar Bendera Pingsan

CIANJUR –  Sebanyak 12 orang pengibar bendera di lapangan Pagelaran, Kabupaten Cianjur langsung…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:37

Penumpang Citilink Diamankan

GORONTALO  -   Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jalaludin Gorontalo berinisial…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:47

Jaring R2 di Halaman Samsat

BANJARMASIN  -  Pengendara roda dua  yang melintas di jalan Hasan Basri Kayu Tangi, Banjarmasin…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:45

Ayah Garap Anak Tiri Berkali-kali

SANGATTA  -  BI memang tidak pantas disebut ayah. Pasalnya, tega mencabuli anak tirinya, sebut…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:43

Lapas Tambah Syarat Remisi

SAMPIT  –   Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sampit mengajukan remisi sekitar…

Rabu, 16 Agustus 2017 08:42

Tarif Ditetapkan Paksa oleh Komura

SAMARINDA  –  Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .