MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 18 Juni 2017 10:19
Wanita yang Bunuh Diri di Jembatan Manggar, Keluarga Tolak Autopsi
DALAMI MOTIF: Jenazah Eka (16), wanita yang terjun dari Jembatan Manggar, Jumat (16/6) malam. Polisi masih menyelidiki motif bunuh diri warga Teritip, Balikpapan Timur itu. (BASARNAS BALIKPAPAN)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Eka (16), warga Teritip, Balikpapan Timur yang bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Manggar pada Jumat (16/6) lalu telah disemayamkan pihak keluarga pasca ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Awalnya tidak diketahui identitas perempuan muda tersebut, hingga belakangan dikenali dengan nama Eka.

Teka-teki motif bunuh diri yang dilakukan Eka kini berada dalam penyelidikan Polsek Balikpapan Timur. Sempat ada info beredar mengenai motif Eka bunuh diri lantaran berbadan dua. Kendati demikian, Kepolisian belum mengonfirmasi hal tersebut. Disampaikan Kapolsek Balikpapam Timur, Kompol Dody Susantyoko, informasi yang beredar masih simpang siur.

Belum dapat dipastikan motif sebenarnya, keluarga korban masih dimintai keterangan mengenai hal ini. "Belum ada info dari dokter, mengenai kondisi hamil korban belum dipastikan. Takutnya seperti kejadian penemuan mayat sebelumnya yang juga sempat diisukan hamil, padahal tidak," terang Dody, kemarin (17/6).

Dari pihak keluarga yang sudah diperiksa polisi yakni orangtua korban. Menurut orangtua Eka, isu kehamilan anaknya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selama ini korban juga diketahui tidak memiliki pacar atau pun dekat dengan laki-laki. Kendati begitu belum diketahui apakah di luar rumah Eka memiliki hubungan dekat dengan seseorang.

Sementara itu pihak keluarga juga menolak autopsi. "Keluarga tidak mau diautopsi (korban). Jadi langsung dimakamkan," katanya.

Sebelum melakukan bunuh diri perilaku korban dalam keadaan normal dan tidak ada keanehan. Sebelum bunuh diri korban berpamitan seperti biasa saat keluar rumah. Biasanya korban ke rumah temannya, Eka sama sekali tidak terlihat memiliki masalah. Eka adalah lulusan SMP dan memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Menurut Dody, dari keterangan orangtua korban, sang putri sendiri yang enggan sekolah.

"Dia memang tidak mau sekolah, orangtuanya juga tidak tahu kenapa dia tidak mau lanjut sekolah," ujarnya. Sementara terkait meninggalnya Pratu Khairul Anam, anggota Yonif Raider 600/Modang yang terlibat dalam upaya penyelamatan Eka, diakui Dody, kemungkinan karena kepanikan korban Eka. Khairul sempat dicekik korban Eka, hingga pegangannya lepas.

"Kedua anggota tersebut berjiwa membantu. Kami turut berduka. Sementara itu untuk motif bunuh diri Eka, kami terus lakukan lidik," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, korban berusaha bunuh diri dengan naik ke atas pagar jembatan dan terjun ke air. ketika itu, dua anggota Yonif Raider 600/Modang yakni Pratu Khairul Anam dan Pratu Ashari melihat kejadian langsung melakukan upaya pertolongan. 

Saat menolong, Khairul berhasil memegang Eka. Sementara Ashari berenang untuk membantu keduanya. Namun, Eka yang ditolong diduga panik. Lengannya mencekik leher Khairul.

Dalam keadaan panik, Ashari yang melihat kondisi tersebut langsung berteriak memanggil rekannya Mahajudin. Meminta mencarikan tali atau barang apa saja yang bisa dibuat untuk membantu korban mengapung. Terlambat, Eka dan Khairul hilang ditelan laut yang saat itu sedang pasang dengan arus surut.

Saat berusaha menolong, Ashari sempat memegang tangan Khairul namun pegangan terlepas akibat arus yang cukup kencang. Ashari yang berusaha menyelamatkan diri berhasil ke pinggir dengan ditolong warga, sementara Eka dan Khairul lenyap. 

Sejumlah warga berusaha menolong, Eka kemudian ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam. Saat itu, Eka masih bernafas. Ia, oleh warga langsung dibawa ke Puskesmas Manggar Baru, namun dalam perjalanan Eka meninggal dunia. Khairul yang sempat hilang selama 19 jam berhasil ditemukan pada pukul 21.45 Wita dalam keadaan tewas. (bp-21/war)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 08:46

Wawali: Tuhan Lebih Cinta Iqbal

BALIKPAPAN   -  Jenazah Muhammad Iqbal, murid kelas VI SDN 028 Balikpapan dimakamkan di Tempat…

Jumat, 23 Februari 2018 08:42

Ajak Ayah Salat, Belum Sempat Potong “Burung”

Tangan Tri yang memegang teko putih bergetar saat menuangkan air ke pusara Muhammad Iqbal. Sang bunda…

Jumat, 23 Februari 2018 08:38

FKUB Ajak Warga Waspadai Kembali Bangkitnya Komunis

BALIKPAPAN  -   Teror terhadap ulama yang terjadi di Kota Beriman mengundang reaksi keras…

Jumat, 23 Februari 2018 08:37

Supardi Lolos dari Gendam

BALIKPAPAN  -   Warga RT 9, Nomor 5, Kelurahan Graha Indah, Supardi bertandang ke ruang…

Jumat, 23 Februari 2018 08:34

Mau Pesta Ganja, Tujuh Pemuda Digerebek

BONTANG  -  Sebanyak tujuh orang pemuda yang hendak berpesta ganja diamankan Satresnarkoba…

Jumat, 23 Februari 2018 08:32

TNI-Polri Sambangi Masjid

BALIKPAPAN  -  Kasus teror ulama yang terjadi di kawasan Pandansari pada Selasa (20/2) malam…

Jumat, 23 Februari 2018 08:30

Dompet Kulit

Gareng: “Mas, dompet ini harganya berapa?” Penjual: “Rp 250 ribu.” Gareng: “Dari…

Kamis, 22 Februari 2018 09:01

Disisir Sembilan Jam, Mayat Iqbal Ditemukan

BALIKPAPAN   -  Berkat doa masyarakat Kota Beriman dan kerja keras personel gabungan bersama…

Kamis, 22 Februari 2018 08:53

Tercebur ke Parit saat Main Hujan

BALIKPAPAN   -  Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita bersama untuk selalu menjaga dan mengawasi…

Kamis, 22 Februari 2018 08:49

Orangutan Ditembak Bergiliran

BONTANG   -  Sebanyak 26 adegan rekonstruksi dilakukan oleh empat tersangka penembak orangutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .