MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 19 Juni 2017 10:25
Panglima TNI: Hati-Hati Ulama Palsu!

Patroli Perairan Indonesia, Malaysia dan Filipina Diperkuat di Perbatasan

PROKAL.CO, TARAKAN  –  Hari ini, Panglima TNI bersama Menteri Pertahanan dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina akan me-launching Trilateral Maritime Patrol Indomalphi (TMP) di Tarakan.

Kemarin sore, para petinggi TNI ini sudah tiba di Tarakan dan disambut langsung Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie bersama sejumlah perwira tinggi TNI.

Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayor Jenderal Sonhadji mengatakan, pihaknya secara maksimal telah melakukan persiapan launching Trilateral Maritime Patrol Indomalphi yang melibatkan tiga negara bertetangga ini. Selain tiga Negara yang terlibat langsung, delegasi dari negara lain yang akan turut serta dalam acara tersebut juga sudah tiba di Tarakan. “Baik delegasi dari negara Brunei, Filipina dan Malaysia. Senin (hari ini) Singapura juga hadir,” tuturnya.

Sesuai schedule yang sudah disusun, kegiatan yang diikuti oleh Panglima TNI dan Menteri Pertahanan tersebut akan berlangsung hingga pukul 12.00 Wita, hari ini.

Sebagai negara bertetangga, kata Pangdam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina sama-sama memiliki wilayah perairan yang luas. Untuk itu, diperlukan kerja sama dalam patroli perairan.

“Posko yang mengendalikan unsur dari tiga negara akan dibicarakan. Pengamanan mulai dari laut, udara, sampai ke darat. Semuanya akan dibahas,” tuturnya.

Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie yang juga hadir dalam penyambutan Panglima TNI dan Menteri Pertahanan mengatakan, sebagai tuan rumah, pihaknya memberikan dukungan dalam persiapan selain koordinasi dengan unsur TNI AL, TNI AU, dan TNI AD. “Alhamdulilah koordinasi berjalan dengan baik dan persiapan sangat matang,” tuturnya.

Pihaknya yakin, TNI bekerja sangat profesionel dalam acara launching Maritime Patrol Indomalphi dan punya standar operasional prosedur yang sudah teruji. Dirinya mengaku senang bisa bekerja sama dengan TNI dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Sekaligus banyak belajar juga untuk aparatur-aparatur disini karena mereka bekerja dengan penuh disiplin dan memiliki target-target yang jelas,” tuturnya.

Terkait dengan pengaruh kelompok radikal, Irianto mengungkapkan, berkat TNI dan POLRI yang telah bekerja dengan penuh pengabdian, wilayah perbatasan di Kaltara relatif sangat aman.

Masyarakat di Provinsi Kaltara juga memiliki partisipasi yang sangat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kaltara. “Ada TNI-Polri dan pemerintah daerah yang bekerja,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan, Minggu (18/6) sekitar pukul 14.45 Wita.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bersama rombongan tiba menggunakan pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) nomor register A-7307 disambut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie beserta unsur pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Selain itu turut hadir dalam penyambutan beberapa unsur Pemerintah Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan.

Acara penyambutan Menhan bersama rombongan diiringi prosesi tepung tawar dan tarian selamat datang khas Kalimantan Utara.

Kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Group), Ryamizard Ryacudu mengatakan kedatangannya kali ini dalam rangka launching Trilateral Maritime Patrol Indomalphi yang melibatkan 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Berselang 1 jam kemudian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tiba di Lanud Tarakan. Panglima TNI yang tiba menggunakan pesawat TNI AU dengan nomor register A-7036 juga disambut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Rombongan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo langsung bergegas menuju Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan untuk menemui 1.000 anak yatim piatu yang turut menghadiri Safari Ramadan.

Acara yang diadakan di beberapa kota ini termasuk di Tarakan dihadiri jajaran TNI, Polri, Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan. Dalam penyampaiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi jajarannya dan seluruh masyarakat yang sudah memelihara ketertiban dan keamanan Kaltara hingga saat ini.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja prajurit TNI saat ini. Berdasarkan hasil survei yang diberitahukan Presiden Jokowi kepada saya, TNI mendapatkan kepercayaan tertinggi oleh masyarakat,” bebernya.

Baginya, pencapaian tersebut bukanlah hal yang luar biasa, karena menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi prajurit TNI untuk selalu dekat dan dipercaya oleh masyarakat. “Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai prajurit TNI untuk dapat dipercaya,” ucapnya.

Pria dengan bintang empat di pundaknya itu menceritakan, selama ini yang memerdekaan Indonesia bukanlah TNI, namun yang berjuang merebut kemerdekaan adalah rakyat Indonesia yang mayoritas 90 persen adalah muslim.

“Sehingga tokoh agamalah yang berhasil menuntaskan perjuangan yang dilakukan, sebelumnya bersifat kedaerahan yang tidak pernah selesai selama 250 tahun,” ungkapnya.

Panglima menuturkan, tokoh agamalah juga yang melahirkan Sumpah Pemuda yakni Budi Utomo. Lahirnya Sumpah Pemuda ini menjadi pemicu perjuangan merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah.

“Ketika lahir Sumpah Pemuda, kita hanya butuh 17 tahun untuk memerdekakan bangsa, dengan dipelopori para ulama dan santri yang berjuang merebut kemerdekaan dengan menggunakan senjata apa adanya,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah Indonesia merdeka, para ulama dan santri kembali ke tempatnya masing-masing. Sebagiannya lagi ada yang tetap tinggal menjaga keamanan rakyat, melalui Badan Keamanan Rakyat (BKR).

“Setelah TNI resmi, maka tidak heran Panglima pertamanya adalah seorang ulama, kiai dan guru agama yakni Jenderal Sudirman. Sehingga kaitannya TNI dengan umat Islam tidak bisa terpisahkan,” tuturnya.

 Baginya, hadiah terbesar dan termulia yang diberikan umat Islam untuk kemerdekaan Indonesia adalah Pancasila, yakni sila pertama yang berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

 “Sehingga saya mengingatkan, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai tapi ngomong memecah belah bangsa, itu pasti bukan Islam dari Indonesia. Bisa jadi orang Indonesia yang dididik di luar negeri dengan tujuan untuk merusak Bumi Pertiwi,” ungkapnya.

Sudah sangat jelas, kata Gatot, semua dijelaskan di dalam hadis Bukhori Muslim menyebutkan, jika seorang mukmin tidak mungkin mencaci maki, berbicara kotor ataupun mengadu domba.

“Bila ada orang yang berpakaian ulama dan mengaku sebagai ulama tapi tindakanya memecah Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, jangan diikuti, itu adalah ulama palsu. Karena Pancasila itu merupakan hadiah yang diberikan umat Islam kepada kemerdekaan Indonesia, jadi tidak mungkin umatnya melakukan tindakan tersebut,” pungkasnya. (jnr/jhn/nri/KPG)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 08:38

Maladministrasi atau Korupsi?

Apa  yang terjadi sebenarnya dengan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Kalsel? Radar Banjarmasin…

Senin, 21 Agustus 2017 08:34

Sidang Perdana Korupsi Pasar Induk

NUNUKAN  –  Terdakwa perkara Pasar Induk jilid dua akhirnya jalani sidang perdana, Selasa…

Senin, 21 Agustus 2017 08:31

Ladies Disekap, Bos Batubara Diamankan

BANJARMASIN  –  Seorang pengusaha bernama Wawan  Pranata yang dilaporkan seorang…

Senin, 21 Agustus 2017 08:29

Pergoki Praktik Judi kala Berpatroli

SAMARINDA  –   Di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Minggu (20/8) dini hari, empat…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:50

Kepemilikan Senpi dan Amunisi Ilegal Terbongkar

TENGGARONG   -  Tim Opsnal Polres Kukar yang dipimpin Ipda Aksarudin Adam kembali mengungkap…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:49

Pembantai Anak Istri Terima Putusan

SANGATTA  -  Didi Sumardi alias  Didi alias Tingai, akhirnya resmi berstatus terpidana.…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:48

Melawan, Maling Motor Ditembak

PANGKALAN BUN –  Dua pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Supianor (40)…

Sabtu, 19 Agustus 2017 08:48

Coba Bunuh Diri Tapi Tidak Mati

NUNUKAN –   Diduga depresi, Bukhori Alfan (22), seorang korban deportasi yang ditampung di…

Jumat, 18 Agustus 2017 08:44

Digeledah, Ada Sabu di Bungkus Rokok

BANJARMASIN  -  Nasib sial dialami Misrudiansyah (20),  warga  Martapura Lama, …

Jumat, 18 Agustus 2017 08:41

Empat Teroris Dapat Remisi

FAJAR  --  Empat orang terpidana terorisme ikut menikmati pemotongan masa pemidanaan alias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .