MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Senin, 19 Juni 2017 11:03
Minim Fasilitas, Balikpapan Dinilai Belum Siap Terapkan Full Day School

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia dikejutkan dengan gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Muhadjir Effendy yang ingin menerapkan Full Day School atau sekolah sehari penuh.

Ketua Dewan Pendidikan Balikpapan, Subianto pun menilai sekolah di Balikpapan belum siap untuk melaksanakan kebijakan kokurikuler yang digagas oleh Muhadjir Effendy itu.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat masih ada beberapa sekolah di Balikpapan yang masih minim sarana dan prasarana pendukung.

"Balikpapan belum siap untuk terapkan sistem itu, kita harus melihat secara utuh, baik itu sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari itu semua nampaknya Kota Balikpapan belum memenuhi kesiapan gagasan yang dilakukan Mendikbud,” ungkap Subianto kepada Balikpapan, Minggu (18/6).

Ia mengatakan, Dewan Pendidikan Balikpapan tidak mempermasalahkan kalau sistem itu diterapkan, karena apapun program dari pemerintah pusat tentu disambut baik.

"Kita menyambut baik program itu, tapi semua ini harus disesuaikan dengan kondisi infrastruktur maupun fasilitas yang ada di sekolah-sekolah," katanya.

Sebab untuk menjalankannya kata Subianto, maka harus mengkaji dulu sarana dan prasarana pendukung, utamanya ketersediaan gedung-gedung pendukung seperti musala, tempat ganti baju, sumber daya manusia, kamar kecil dan lain sebagainya.

"Kemudian sistem tersebut bisa mempengaruhi psikologi peserta didik. Misalnya peserta didik akan kurang melakukan kontak atau sosialisasi kepada masyarakat dan lingkunganya," katanya.

Menurut Subianto, kebijakan baru tersebut perlu kajian mendalam. “Belum siap (terapkan full day school). Untuk sekolah negeri,  sarana prasarana saja belum memadai,” ujarnya

Dikatakannya beberapa sekolah swasta di Balikpapan, sistem tersebut memang sudah diterapkan karena kebanyakan kedua orangtua siswa tersebut merupakan pekerja.

“Kebanyakan orang tua siswa di sekolah swasta adalah PNS dan pekerja kantoran, sehingga memang sistem tersebut cocok, tentu berbeda sekolah negeri yang kebanyakan orang tua  bekerja dengan latar belakang yang berbeda, seperti pedagang dan wiraswasta,” tuturnya.

Untuk diketahui,  sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menegaskan sistem  Full Day School untuk pendidkan dasar SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Alasannya anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih di tempat kerja.

Menurut Mendikbud,  kalau anak – anak tetap berada  di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas – tugas sekolah sampai dijemput orang tuanya sesuai dengan jam kerja.

Selain itu anak – anak bisa pulang bersama – sama orang tua mereka sehingga ketika berada di rumah mereka tetap dalam pengawasan khususnya oleh orangtua.

Dengan Full Day School itu pemerintah akan berupaya  merestorasi  pendidikan dasar  dan menengah , termasuk pendidikan karakter  bagi anak – anak didik .

Selain itu juga untuk membenahi kebijakan – kebijakan  yang berkaitan dengan  profesionalisme para pendidik. (bp-23/san).

 

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .