MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Senin, 03 Juli 2017 09:18
Minimarket Banyak Langgar Perwali

Ingin Berdayakan UMKM, Pemkot Bantah Pro Investor

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Minyak menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Salah satunya melalui usaha minimarket. Dinilai menguntungkan, kini minimarket dapat dijumpai di seluruh penjuru kota.

Keluhan terkait maraknya usaha minimarket tersebut, sebenarnya sudah terdengar sejak lama. Meski demikian, perkembangannya justru semakin meningkat. Hal ini sekaligus sebagai bukti bahwa upaya pemkot untuk membatasi usaha tersebut, termasuk minimarket waralaba, belum berhasil.

Minimarket tersebut, salah satunya dapat kita jumpai di Jalan Marsma R Iswahyudi. Di mana, tiga minimarket berdiri sangat berdekatan yakni Maxi dan dua Indomaret. Hal sama juga tampak jelas di Jalan Syarifuddin Yoes, tidak jauh dari pintu masuk Perumahan Balikpapan Regency. Di jalur tersebut, Maxi dan Indomaret hanya berjarak selemparan batu. Kehadiran minimarket Alfamidi, semakin menambah persaingan di antara kedua minimarket tersebut.

Tidak hanya itu, penyebaran minimarket tersebut juga banyak melanggar peraturan wali kota (perwali) Balikpapan. Dalam Perwali Nomor 34 Tahun 2013 yang menjadi payung hukum pembatasan usaha minimarket, khususnya pasal 5, banyak dilanggar. Di mana, dalam pasal 5 tersebut dikatakan, usaha minimarket dan minimarket pola waralaba dibatasi jarak paling dekat 2 kilometer dengan minimarket lainnya, serta harus berjarak minimal 500 meter dari pasar tradisional.

Dikonfirmasi soal maraknya minimarket ini, Asisten II Bidang Ekonomi Pemkot Balikpapan, Sri Soetantinah membantah jika pihaknya pro ke investor (pengusaha) minimarket dibanding UMKM Balikpapan. “Inti dari perda dan perwali adalah menata toko-toko modern, baik supermarket maupun minimarket, dengan tetap melindungi toko-toko rakyat (kelontong) yang berada di lingkungan permukiman maupun di perumahan,” ujarnya.

Tantin -akrab Sri Soetantinah disapa- menegaskan, dalam pasal 2 perwali dijelaskan, pembatasan usaha minimarket tersebut bertujuan di antaranya untuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah, mencegah pembentukan struktur pasar yang dapat melahirkan persaingan yang tidak wajar dalam bentuk monopoli, oligopoli, dan manopsoni yang merugikan UMKM.

“Kita ada perda yang baru dikeluarkan tahun 2017. Ada juga Perwali 2017 yang mengatur tentang tata cara perizinan toko modern,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan perkembangan usaha retail di Kota Minyak. Apindo khawatir, menjamurnya usaha tersebut bisa mematikan usaha kecil dan menengah (UKM) di Balikpapan. 

Slamet mendesak pemkot agar membatasi izin usaha retail serta mampu mempertahankan UKM. Kata dia, jangan sampai Balikpapan dimonopoli oleh pemodal besar sehingga mematikan ekonomi kerakyatan. “Pemerintah harus menggerakkan ekonomi kerakyatan. Usaha retail yang ada sekarang ini mematikan UKM kita. Maka pemerintah harus mewaspadai itu, jangan sampai usaha orang daerah sendiri tergusur dengan datangnya investor-investor,” ujar Slamet kemarin (1/7).

Masih menurut dia, proteksi terhadap para pelaku UMK bukan berarti dirinya anti terhadap investor. Namun, perlu kebijakan dan kearifan lokal yang dilakukan pemerintah setempat.  UKM yang ada saat ini sudah mulai kalah bersaing dengan usaha retail, bahkan hampir punah lantaran ditinggal konsumen.

“Kami bukan berarti anti investor, tapi harus diatur bagaimana UMK ini tetap bertahan,” tandasnya.

Keberadaan UKM, dia menerangkan, merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi di Balikpapan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga mereka beralih membuka usaha sendiri, salah satunya menjadi pelaku UKM.

“Inilah seharusnya pemerintah peduli. Pemerintah kan tidak membiayai mereka (korban PHK, Red), tidak bisa menanggung mereka mencari pekerjaan sendiri, maka mereka membuka UKM,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya menambahkan, sektor jasa dan pariwisata juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Balikpapan. Di sektor jasa ada perhotelan, restoran atau rumah makan, hiburan, dan lain sebagainya. Sementara sektor pariwisata ada Pantai Manggar, Mangrove Center, dan Pantai Kilang Mandiri. “Itu harus dikembangkan,” imbuh dia.

Slamet mengungkapkan, kondisi perekonomian saat ini masih belum stabil. Sementara angka pengangguran dan PHK semakin tinggi, lantaran anjloknya pertambangan minyak dan gas (migas) serta batu bara.

“Jelas, bisa dilihat saat Lebaran kemarin seperti tidak Lebaran. Artinya, tak ada peningkatan belanja masyarakat yang signifikan,” pungkas Slamet Brotosiswoyo. (tur/rus/k1)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 09:38

Gara-Gara Hal Ini, Emak-Emak Ngluruk ke Dewan

BALIKPAPAN  -  Aksi protes para driver angkutan berbasis online mendapat dukungan kalangan…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:36

Kelurahan-LPM Bimtek Jukir Pasar Sepinggan

BALIKPAPAN   -  Pembinaan berkelanjutan terus dilakukan LPM Sepinggan bersama kelurahan, Bhabinkamtibmas,…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:35

Dishub Surati Menhub dan Menkominfo

SAMARINDA   -  Maraknya penolakan terhadap taksi online di berbagai daerah yang ada di…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:32

Tim Pilkada Golkar Segera Temui Rita

SAMARINDA   -  Hingga saat ini, rupanya belum ada kepastian bahwa Ketua DPD Golkar Kaltim,…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:31

IG Dicabut, Pemkot Kehilangan Rp 5,6 M

BALIKPAPAN  -  Pemkot dipastikan kehilangan pendapatan sebesar Rp 5,6 miliar setelah diberlakukannya pencabutan…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:30

Lawan Arus Membahayakan Keselamatan

BALIKPAPAN  -  Di sejumlah wilayah masih saja ditemui adanya pelanggaran melawan arus yang…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:29

Penggunaan TPE Diyakini Bakal Tingkatkan PAD

BALIKPAPAN  -  Pengadaan terminal parkir elektronik (TPE) di tujuh titik di Balikpapan, disebutkan…

Rabu, 18 Oktober 2017 09:29

Disporapar Akui Pengawasan Kurang

BALIKPAPAN  -  Pihak Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mengakui minimnya…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:52

PERLU PERBAIKAN

Jika di sejumlah jalan protokol pemkot melakukan penataan trotoar, maka kondisi sebaliknya akan dijumpai…

Selasa, 17 Oktober 2017 09:51

Jembatan Mahakam IV Terancam Molor

SAMARINDA   -  Dana segar kembali mengucur untuk proyek Jembatan Mahakam IV atau Jembatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .