MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 09:57
Kasir TPPU Rp 25 Miliar Dimiskinkan
DISITA: Belasan unit mobil mewah diamankan anggota Ditreskrimsus Polda Kaltim karena diduga hasil tindak pidana pencucian uang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kasus penggelapan uang perusahaan milik PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda tidak berimbas pada proses penerbitan surat tanda nomor kendaraan (STNK) para customer yang membeli mobil di diler tersebut.

 Berdasarkan penyelidikan yang dilaporkan oleh pelapor pada 13 September 2016 lalu, kerugian atas tindakan Leni Nursanti (30) yang tidak lain kasir PT SMA, hanya dialami oleh perusahaan yakni mencapai Rp 25 miliar. 

Aksinya dalam melakukan penggelapan di perusahaan yang bergerak di bidang automotif murni dilakukan sendiri. Sedangkan Jefrianyah (28) suami Leni dan Muhammad Deny Rayindra (28) yang tak lain adik kandung Leni, turut serta menjualkan mobil perusahaan yang digelapkan Leni.

Artinya, Leni bekerja sendiri dalam memanipulasi data neraca keuangan perusahaan. “Tersangka ini kan kasir, dia mengetahui password neraca keuangan. Terkait masalah password, dia bisa memanipulasi data penerimaan pembayaran DP (down payment, Red) dari customer,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Yustan Alpiani, kemarin. 

Manipulasi yang dilakukan, lanjut perwira tiga bunga di pundak ini, dengan menyimpan data pembayaran di tahun selanjutnya. “Data itu ditendang ke belakang, ke tahun berikutnya, bisa di tahun 2020 atau 2025. Sehingga neraca sistemnya, uangnya sepertinya masih ada. Itu yang membuat pihak perusahaan tidak mencurigai hingga tersangka bisa beraksi selama kurun waktu 20 bulan,” bebernya.

“Hingga akhirnya, ada temuan awal karena ada muncul piutang Rp 5,6 miliar. Dari kecurigaan itu dilakukan audit internal, kemudian dilaporkan. Dilakukan audit eksternal, akhirnya ditemukan kerugian Rp 25 miliar,” tambahnya.

Terkait pemalsuan dokumen, kata Yustan, tersangka menggunakan kartu identitas milik keluarga atau rekan tersangka. 

“Untuk pemalsuan dokumen oleh tersangka sesuai yang disampaikan kapolda, dengan menggunakan KTP seperti keluarga, temannya, hingga akhirnya setiap KTP bisa mengeluarkan 2 unit hingga 10 unit. Ini yang dilakukan pemalsuan, yang mana dalam pembelian ini yang dipalsukan sehingga dokumen dalam proses pembelian seakan-akan benar, padahal pemilik KTP pun tidak pernah tahu,” jelasnya.

Setelah mobil seolah-olah terjual, kemudian Jefri dan Deny menjual ke pihak ketiga dengan harga normal. Hasil penjualan kemudian dibelikan barang-barang mewah. Ada dalam bentuk rumah, perhiasan, kendaraan bermotor, hingga tanah.

Untuk mengelabui orang-orang, suami Leni membuka usaha peternakan ayam. Yang modalnya juga didapat dari hasil penggelapan. Dari sana, polisi juga sempat menyita uang sisa sewa kandang ayam senilai Rp 90 juta serta uang hasil peternakan ayam sejumlah Rp 34 juta. “Uang yang didapat sebagian diputar sebagai modal peternakan ayam dan ini turut kami amankan,” tandasnya. 

Dari hasil penggelapan tersebut, para tersangka membelanjakannya dengan membeli dua unit rumah mewah di kawasan Perumahan Mediterania, Cluster Spain, Blok B, Kelurahan Air Putih, Samarinda Utara.

Selain itu, mereka juga membeli sejumlah mobil mewah seperti Mercy, Peugeot RCZ, Toyota Fortuner, Daihatsu Copen, Yamaha R1M. Semua barang bukti tersebut kini disita kepolisian.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin membeberkan, tersangka sudah melakukan aksinya sejak April 2015 hingga Desember 2016 lalu. 

Modus operandinya, masing-masing tersangka memiliki peran. Di mana, tersangka Leni bertugas memanipulasi data uang muka di perusahaan. Selanjutnya, Jefri berpura-pura membeli mobil ke PT SMA sehingga uang masuk ke perusahaan. Namun, sebenarnya Leni mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan kepada Jefri. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:18

Menteri Yohana Pantau Kasus Cabul P

BALIKPAPAN  -  Kasus tindak pencabulan terhadap sejumlah anak yang diduga dilakukan oleh seorang…

Senin, 20 November 2017 09:16

Bermimpi Pimpin Kota Beriman

BALIKPAPAN  -  Siapa tak kenal dengan P yang kini terjerat dugaan kasus pencabulan? Lelaki…

Senin, 20 November 2017 09:13

Pohon Akasia Tumbang Hantam Minibus di Km 60

BALIKPAPAN   -  Pohon tumbang akibat cuaca buruk kembali terjadi di jalan penghubung Balikpapan-Samarinda,…

Senin, 20 November 2017 09:10

Bandar Narkoba Terendus di Tawau

BALIKPAPAN   -  Pihak Polda Kaltim segera akan berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia. Itu…

Senin, 20 November 2017 09:08

Brigpol DW Angkat Suara

BALIKPAPAN  -  Kasus perbuatan tidak menyenangkan yang dilaporkan oleh seorang warga bernama…

Senin, 20 November 2017 09:06

Awas! Perhiasan Emas Ditukar Tembaga

BALIKPAPAN   -  Kejahatan penukaran perhiasan palsu marak terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan.…

Senin, 20 November 2017 09:05

Lipstik

Ada seorang anak bertanya pada ibunya. “Bu, pas sweet seventeen nanti boleh bikin pesta di rumah…

Minggu, 19 November 2017 09:33

ASTAGA..!! Ketua Organisasi Remaja Diduga Cabuli Anak

BALIKPAPAN - Sosok pemuda yang satu ini sungguh mencoreng Kota Beriman. Seorang berinisial P yang memimpin…

Minggu, 19 November 2017 09:28

Awas! Jilbab Bermotif Tak Senonoh Beredar

BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh…

Minggu, 19 November 2017 09:23

Empat Mobil Tabrakan Beruntun di Km 17

BALIKPAPAN - Bagi pengguna kendaraan bermotor perhatikan betul jarak aman ketika berkendara. Saat berakhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .