MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 09:57
Kasir TPPU Rp 25 Miliar Dimiskinkan
DISITA: Belasan unit mobil mewah diamankan anggota Ditreskrimsus Polda Kaltim karena diduga hasil tindak pidana pencucian uang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kasus penggelapan uang perusahaan milik PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda tidak berimbas pada proses penerbitan surat tanda nomor kendaraan (STNK) para customer yang membeli mobil di diler tersebut.

 Berdasarkan penyelidikan yang dilaporkan oleh pelapor pada 13 September 2016 lalu, kerugian atas tindakan Leni Nursanti (30) yang tidak lain kasir PT SMA, hanya dialami oleh perusahaan yakni mencapai Rp 25 miliar. 

Aksinya dalam melakukan penggelapan di perusahaan yang bergerak di bidang automotif murni dilakukan sendiri. Sedangkan Jefrianyah (28) suami Leni dan Muhammad Deny Rayindra (28) yang tak lain adik kandung Leni, turut serta menjualkan mobil perusahaan yang digelapkan Leni.

Artinya, Leni bekerja sendiri dalam memanipulasi data neraca keuangan perusahaan. “Tersangka ini kan kasir, dia mengetahui password neraca keuangan. Terkait masalah password, dia bisa memanipulasi data penerimaan pembayaran DP (down payment, Red) dari customer,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Yustan Alpiani, kemarin. 

Manipulasi yang dilakukan, lanjut perwira tiga bunga di pundak ini, dengan menyimpan data pembayaran di tahun selanjutnya. “Data itu ditendang ke belakang, ke tahun berikutnya, bisa di tahun 2020 atau 2025. Sehingga neraca sistemnya, uangnya sepertinya masih ada. Itu yang membuat pihak perusahaan tidak mencurigai hingga tersangka bisa beraksi selama kurun waktu 20 bulan,” bebernya.

“Hingga akhirnya, ada temuan awal karena ada muncul piutang Rp 5,6 miliar. Dari kecurigaan itu dilakukan audit internal, kemudian dilaporkan. Dilakukan audit eksternal, akhirnya ditemukan kerugian Rp 25 miliar,” tambahnya.

Terkait pemalsuan dokumen, kata Yustan, tersangka menggunakan kartu identitas milik keluarga atau rekan tersangka. 

“Untuk pemalsuan dokumen oleh tersangka sesuai yang disampaikan kapolda, dengan menggunakan KTP seperti keluarga, temannya, hingga akhirnya setiap KTP bisa mengeluarkan 2 unit hingga 10 unit. Ini yang dilakukan pemalsuan, yang mana dalam pembelian ini yang dipalsukan sehingga dokumen dalam proses pembelian seakan-akan benar, padahal pemilik KTP pun tidak pernah tahu,” jelasnya.

Setelah mobil seolah-olah terjual, kemudian Jefri dan Deny menjual ke pihak ketiga dengan harga normal. Hasil penjualan kemudian dibelikan barang-barang mewah. Ada dalam bentuk rumah, perhiasan, kendaraan bermotor, hingga tanah.

Untuk mengelabui orang-orang, suami Leni membuka usaha peternakan ayam. Yang modalnya juga didapat dari hasil penggelapan. Dari sana, polisi juga sempat menyita uang sisa sewa kandang ayam senilai Rp 90 juta serta uang hasil peternakan ayam sejumlah Rp 34 juta. “Uang yang didapat sebagian diputar sebagai modal peternakan ayam dan ini turut kami amankan,” tandasnya. 

Dari hasil penggelapan tersebut, para tersangka membelanjakannya dengan membeli dua unit rumah mewah di kawasan Perumahan Mediterania, Cluster Spain, Blok B, Kelurahan Air Putih, Samarinda Utara.

Selain itu, mereka juga membeli sejumlah mobil mewah seperti Mercy, Peugeot RCZ, Toyota Fortuner, Daihatsu Copen, Yamaha R1M. Semua barang bukti tersebut kini disita kepolisian.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin membeberkan, tersangka sudah melakukan aksinya sejak April 2015 hingga Desember 2016 lalu. 

Modus operandinya, masing-masing tersangka memiliki peran. Di mana, tersangka Leni bertugas memanipulasi data uang muka di perusahaan. Selanjutnya, Jefri berpura-pura membeli mobil ke PT SMA sehingga uang masuk ke perusahaan. Namun, sebenarnya Leni mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan kepada Jefri. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 09:50

Terdakwa Pembunuh Berencana Dituntut 20 Tahun

BALIKPAPAN  -  Sidang tuntutan kasus pembunuhan juragan angkot beserta istri dan anaknya dilaksanakan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:46

GARA-GARA TIKET KUNKER..!! Pemilik Travel Tagih Sekwan Rp 619 Juta

BALIKPAPAN  -  Tunggakan biaya tiket kunjungan kerja (kunker) anggota dewan melalui jasa travel…

Selasa, 25 Juli 2017 09:41

Bosan Jadi Cleaning Service, Malah Doyan Edar Sabu

BALIKPAPAN  -  Seorang warga Kelurahan Sumber Rejo diamankan Satreskoba Polres Balikpapan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:30

KPA Temukan Banyak yang Hampir Kedaluwarsa

BALIKPAPAN  -  Penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Balikpapan terhadap peredaran…

Selasa, 25 Juli 2017 09:25

“Jangan Sampai Tertangkap Warga”

BALIKPAPAN  -  Aksi kejahatan di Balikpapan saat ini tidak mengenal tempat dan waktu. Di mana…

Selasa, 25 Juli 2017 09:20

Ayah Bejat, Itunya Ditempelkan ke Anak

BALIKPAPAN  -  Nafsu bejat mengalahkan hati nurani AN (46), warga Kelurahan Manggar, Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:58

ALAMAK..!! Anggota Polres Di-bully Senior

BALIKPAPAN  -  Kejadian berikut ini tak patut dicontoh. Seorang anggota Polres Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:51

Soal Al-Aqsa, RI Minta Bantuan AS

JAKARTA  - Situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa semakin memburuk. Tindak kekerasan oleh pihak keamanan…

Senin, 24 Juli 2017 09:49

Hanya Bulog yang Distribusikan Rastra

JAKARTA  -  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan, beras yang digerebek oleh…

Senin, 24 Juli 2017 09:42

Menunggu Pembeli, Pengedar Sabu Malah Ketemu Polisi

BALIKPAPAN  -  Setelah sekian lama menjadi target operasi (TO) anggota Polsek Balikpapan Barat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .