MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 09:57
Kasir TPPU Rp 25 Miliar Dimiskinkan
DISITA: Belasan unit mobil mewah diamankan anggota Ditreskrimsus Polda Kaltim karena diduga hasil tindak pidana pencucian uang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kasus penggelapan uang perusahaan milik PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda tidak berimbas pada proses penerbitan surat tanda nomor kendaraan (STNK) para customer yang membeli mobil di diler tersebut.

 Berdasarkan penyelidikan yang dilaporkan oleh pelapor pada 13 September 2016 lalu, kerugian atas tindakan Leni Nursanti (30) yang tidak lain kasir PT SMA, hanya dialami oleh perusahaan yakni mencapai Rp 25 miliar. 

Aksinya dalam melakukan penggelapan di perusahaan yang bergerak di bidang automotif murni dilakukan sendiri. Sedangkan Jefrianyah (28) suami Leni dan Muhammad Deny Rayindra (28) yang tak lain adik kandung Leni, turut serta menjualkan mobil perusahaan yang digelapkan Leni.

Artinya, Leni bekerja sendiri dalam memanipulasi data neraca keuangan perusahaan. “Tersangka ini kan kasir, dia mengetahui password neraca keuangan. Terkait masalah password, dia bisa memanipulasi data penerimaan pembayaran DP (down payment, Red) dari customer,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Yustan Alpiani, kemarin. 

Manipulasi yang dilakukan, lanjut perwira tiga bunga di pundak ini, dengan menyimpan data pembayaran di tahun selanjutnya. “Data itu ditendang ke belakang, ke tahun berikutnya, bisa di tahun 2020 atau 2025. Sehingga neraca sistemnya, uangnya sepertinya masih ada. Itu yang membuat pihak perusahaan tidak mencurigai hingga tersangka bisa beraksi selama kurun waktu 20 bulan,” bebernya.

“Hingga akhirnya, ada temuan awal karena ada muncul piutang Rp 5,6 miliar. Dari kecurigaan itu dilakukan audit internal, kemudian dilaporkan. Dilakukan audit eksternal, akhirnya ditemukan kerugian Rp 25 miliar,” tambahnya.

Terkait pemalsuan dokumen, kata Yustan, tersangka menggunakan kartu identitas milik keluarga atau rekan tersangka. 

“Untuk pemalsuan dokumen oleh tersangka sesuai yang disampaikan kapolda, dengan menggunakan KTP seperti keluarga, temannya, hingga akhirnya setiap KTP bisa mengeluarkan 2 unit hingga 10 unit. Ini yang dilakukan pemalsuan, yang mana dalam pembelian ini yang dipalsukan sehingga dokumen dalam proses pembelian seakan-akan benar, padahal pemilik KTP pun tidak pernah tahu,” jelasnya.

Setelah mobil seolah-olah terjual, kemudian Jefri dan Deny menjual ke pihak ketiga dengan harga normal. Hasil penjualan kemudian dibelikan barang-barang mewah. Ada dalam bentuk rumah, perhiasan, kendaraan bermotor, hingga tanah.

Untuk mengelabui orang-orang, suami Leni membuka usaha peternakan ayam. Yang modalnya juga didapat dari hasil penggelapan. Dari sana, polisi juga sempat menyita uang sisa sewa kandang ayam senilai Rp 90 juta serta uang hasil peternakan ayam sejumlah Rp 34 juta. “Uang yang didapat sebagian diputar sebagai modal peternakan ayam dan ini turut kami amankan,” tandasnya. 

Dari hasil penggelapan tersebut, para tersangka membelanjakannya dengan membeli dua unit rumah mewah di kawasan Perumahan Mediterania, Cluster Spain, Blok B, Kelurahan Air Putih, Samarinda Utara.

Selain itu, mereka juga membeli sejumlah mobil mewah seperti Mercy, Peugeot RCZ, Toyota Fortuner, Daihatsu Copen, Yamaha R1M. Semua barang bukti tersebut kini disita kepolisian.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin membeberkan, tersangka sudah melakukan aksinya sejak April 2015 hingga Desember 2016 lalu. 

Modus operandinya, masing-masing tersangka memiliki peran. Di mana, tersangka Leni bertugas memanipulasi data uang muka di perusahaan. Selanjutnya, Jefri berpura-pura membeli mobil ke PT SMA sehingga uang masuk ke perusahaan. Namun, sebenarnya Leni mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan kepada Jefri. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 10:21

BIKIN GERAM..!! Beredar Foto Beruang Madu Dibantai

BALIKPAPAN - Sejumlah gambar penganiayaan dan pemburuan beruang madu beredar di media sosial (medsos).…

Minggu, 24 September 2017 10:13

Belum Lama Bebas, Residivis Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN - Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang bernama Basri (21), warga Jalan 21 Januari,…

Minggu, 24 September 2017 10:09

CEK YA..!! Ada Upal Beredar, Modus Beli Es Batu dan Bensin

BALIKPAPAN - Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Kali ini upal pecahan baru 100 ribu telah banyak…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Sempat Dua Hari di Mortuary, Mr X Diambil Keluarganya

BALIKPAPAN – Identitas Mr X yang menjadi korban laka lantas, yang terjadi di tikungan Perumahan…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Hoax, PCC Beredar di Balikpapan

BALIKPAPAN - Permen susu mengandung paracetamol, cafein dan carisoprodol (PCC) yang dinilai berbahaya…

Sabtu, 23 September 2017 08:05
Reka Ulang Penikaman ABG Ricuh

NYAHOOO..!!! Pelaku Dibogem Keluarga Korban

BALIKPAPAN  -  Rekonstruksi penikaman yang terjadi di Pasar Segar pada Minggu (17/9) dini…

Sabtu, 23 September 2017 08:01

HEBAT..!! Garuda Asia Lolos ke Piala Asia

BANGKOK  -  Hasil sempurna dibukukan oleh Timnas U-16 selama bertarung di Grup G Kualifikasi…

Sabtu, 23 September 2017 08:00

Wagub Dimakamkan Tepat di Samping Ibunda

BALIKPAPAN  -  Hujan yang mengguyur Kota Balikpapan, Jumat (23/9), tak menjadi penghalang…

Sabtu, 23 September 2017 07:56

Ribuan Kepiting Gagal Diselundupkan

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kaltim berhasil menggagalkan…

Sabtu, 23 September 2017 07:54

Selalu Ingat Masyarakat Pengusung, Menembus Karier dari Bawah

Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal HP meninggal dunia kemarin (22/9). Kepergian Mukmin yang dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .