MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 10:05
Asyik Tidur, Otak Rampok Uang THR Diciduk

Bersembunyi di Balikpapan, Pemilik Rumah Dibelikan TV

TAK SEMPAT KABUR: Otak tersangka perampokan uang THR PT MPI diringkus tim gabungan di kawasan Gunung Traktor, Balikpapan Barat, Sabtu (8/7) malam.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Setelah dilakukan perburuan lebih dari tiga pekan, akhirnya tersangka utama dalam kasus perampokan uang tunjangan hari raya (THR) PT Multi Pacific Indonesia (MPI), Kutai Timur, dibekuk tim Jatanras Polda Kaltim pada Sabtu (8/7) malam. Tersangka Damang (25) menggasak uang dengan total Rp 1,1 miliar milik perusahaan sawit di Muara Bulan, Desa Baay, Kecamatan Karangan, 16 Juni lalu, pukul 11.30 Wita.

 Rencananya, dia akan melarikan diri ke luar Kalimantan. Sebelum menjalankan rencananya itu, dia bersembunyi di Balikpapan. Damang diketahui bersembunyi di rumah seseorang berinisial BA di Jalan 21 Januari, Gang Batu Arang, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat. Mendapat informasi tersebut, Sabtu (8/7) malam, sekira pukul 22.30 Wita, tim gabungan Jatanras Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kaltim bersama Reskrim Polres Kutim, Reskrim Polres Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Barat melakukan penelusuran. Polisi terlebih dulu mengamankan BA di rumahnya. Dia mengaku menampung Damang karena dibelikan TV LED 30 inci.

Namun, saat itu Damang sedang tidak berada di rumah BA. Dari keterangan yang diperoleh, Damang berada di rumah keluarganya di kawasan Gunung Traktor, Balikpapan Barat. Anggota Polsek Balikpapan Barat kemudian melakukan penyisiran. Setelah memastikan tersangka berada di dalam rumah tersebut, tim gabungan pun datang dan mengepung rumah itu. Tersangka yang tengah tidur, kemudian mengetahui kedatangan petugas dan mencoba kabur. Karena petugas terlebih dulu mengepung, akhirnya Damang tidak berkutik.

 Setelah ditangkap, Damang sempat tidak mau menunjukkan di mana dia menyembunyikan sisa uang hasil rampokan. Karena terus bungkam, polisi melakukan penggeledahan di rumah BA. Hasilnya, polisi menemukan uang pecahan seratus ribuan berjumlah 21 bundel. Uang itu disembunyikan di dalam tas, kemudian disimpan di dalam ember tempat pakaian kotor.

 “Tersangka utama perampokan uang perusahaan sebanyak Rp 1,1 miliar berhasil kami amankan beserta barang buktinya yakni uang 21 ikat dengan total Rp 146 juta, satu unit TV Sharp 30 inci, dan satu unit sepeda motor,” terang Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kaltim, Kombes Pol Hilman, kemarin (9/7).

 Selain itu, polisi juga menemukan dua kresek besar berisi makanan sebagai bekal dalam pelariannya ke luar Pulau Kalimantan. Rencana lain, dia akan menumpang kapal nelayan.

 Saat ini tersangka utama masih dibawa polisi untuk menunjukkan di mana dia menyimpan senjata api yang digunakan saat beraksi. “Saat ini masih dikembangkan. Anggota masih mencari keberadaan senpi-nya,” tandasnya.

 Damang merupakan otak dari perampokan. Polisi lebih dulu menangkap tiga tersangka lainnya di wilayah Sangatta. Mereka pun memiliki peran masing-masing. Di antaranya, Yadin -orang dalam perusahaan- berperan sebagai pemberi info kepada eksekutor, Nurdin yang mengenalkan kedua eksekutor kepada orang dalam, serta Daeng alias Gondrong dan Damang berperan sebagai eksekutor dalam perampokan tersebut.

 “Dalam catatan kriminalnya, Gondrong ini merupakan residivis kasus perampokan Rp 2,1 miliar pada tahun 2015. TKP di Sangatta,” urainya.

 Sehari sebelum perampokan, Kepala TU PT MPI Silalahi mengambil uang gaji para karyawan di Sangatta. Saat itu dia dikawal dua anggota Brimob. Kembali dari Sangatta, setelah perjalanan selama enam jam, mereka tiba di kantor PT MPI. Kedua Brimob tersebut kemudian kembali ke pos PT Gunta Samba (Grup MPI) di Ampanas, Desa Pengadan. Sementara duit miliaran disimpan di rumah Silalahi. Keesokan paginya, sekira pukul 07.00 Wita, uang gaji karyawan itu dibawa ke kantor. Sekira pukul 11.25 Wita, muncul dua orang lelaki menggunakan sepeda motor. Mereka berhenti di depan pintu kantor. Wajah keduanya ditutupi topeng hitam. Mereka juga mengenakan topi hitam. Dari balik tubuh lelaki misterius itu terdapat senpi laras panjang. Mereka pun turun dari sepeda motor, lantas masuk ke kantor PT MPI.

 Satu orang tersangka menuju ke ruangan koordinator estate manager. Sedangkan seorang tersangka lainnya berjaga di depan pintu masuk, sambil menodong senjata api laras panjang ke arah karyawan.

 Di dalam ruang tersebut, ada tiga karyawan yang sedang menghitung uang gaji karyawan. Tiba-tiba tersangka melempar tas ransel warna hitam sambil menodongkan senjata api rakitan laras pendek dengan tangan kirinya. Kemudian, mereka mengambil senpi pendek lagi dan ditodongkannya dengan tangan kanan (kedua senpi ditodongkan) ke kepala salah satu karyawan yakni Rony.

 Perampok itu lantas berkata, “Jangan bergerak! Kalau bergerak nanti saya bunuh! Cepat masukkan uang ke tas”. Merasa terancam, tiga karyawan itu lalu memasukkan uang ke dalam tas ransel maupun karung beras yang disiapkan tersangka.

 Selesai uang dimasukkan ke tas, sekira 10 menit kemudian, tersangka mengambil tas dan karung tersebut dan meninggalkan ruangan. Menggunakan sepeda motor, mereka lantas melarikan diri ke arah luar kebun. Saat tersangka melarikan diri, ada seorang karyawan PT MPI lainnya yang melihat dan coba mengejarnya. Sampai akhirnya, tersangka sempat berpapasan dengan sekuriti dan mengeluarkan tembakan ke atas satu kali. Mendengar letusan senjata api, sekuriti langsung tiarap. Sementara seorang karyawan lain tetap berupaya mengejarnya.

 Sesampainya di dekat menara api, sekira 3 km dari lokasi kejadian, tersangka meninggalkan motornya. Mereka pun lari ke dalam hutan. Karena saat itu tersangka membawa senpi, maka karyawan tidak berani mengejarnya lebih lanjut. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 10:21

BIKIN GERAM..!! Beredar Foto Beruang Madu Dibantai

BALIKPAPAN - Sejumlah gambar penganiayaan dan pemburuan beruang madu beredar di media sosial (medsos).…

Minggu, 24 September 2017 10:13

Belum Lama Bebas, Residivis Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN - Kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang bernama Basri (21), warga Jalan 21 Januari,…

Minggu, 24 September 2017 10:09

CEK YA..!! Ada Upal Beredar, Modus Beli Es Batu dan Bensin

BALIKPAPAN - Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Kali ini upal pecahan baru 100 ribu telah banyak…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Sempat Dua Hari di Mortuary, Mr X Diambil Keluarganya

BALIKPAPAN – Identitas Mr X yang menjadi korban laka lantas, yang terjadi di tikungan Perumahan…

Minggu, 24 September 2017 10:05

Hoax, PCC Beredar di Balikpapan

BALIKPAPAN - Permen susu mengandung paracetamol, cafein dan carisoprodol (PCC) yang dinilai berbahaya…

Sabtu, 23 September 2017 08:05
Reka Ulang Penikaman ABG Ricuh

NYAHOOO..!!! Pelaku Dibogem Keluarga Korban

BALIKPAPAN  -  Rekonstruksi penikaman yang terjadi di Pasar Segar pada Minggu (17/9) dini…

Sabtu, 23 September 2017 08:01

HEBAT..!! Garuda Asia Lolos ke Piala Asia

BANGKOK  -  Hasil sempurna dibukukan oleh Timnas U-16 selama bertarung di Grup G Kualifikasi…

Sabtu, 23 September 2017 08:00

Wagub Dimakamkan Tepat di Samping Ibunda

BALIKPAPAN  -  Hujan yang mengguyur Kota Balikpapan, Jumat (23/9), tak menjadi penghalang…

Sabtu, 23 September 2017 07:56

Ribuan Kepiting Gagal Diselundupkan

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Kaltim berhasil menggagalkan…

Sabtu, 23 September 2017 07:54

Selalu Ingat Masyarakat Pengusung, Menembus Karier dari Bawah

Wakil Gubernur Kaltim, Mukmin Faisyal HP meninggal dunia kemarin (22/9). Kepergian Mukmin yang dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .