MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Senin, 10 Juli 2017 10:05
Asyik Tidur, Otak Rampok Uang THR Diciduk

Bersembunyi di Balikpapan, Pemilik Rumah Dibelikan TV

TAK SEMPAT KABUR: Otak tersangka perampokan uang THR PT MPI diringkus tim gabungan di kawasan Gunung Traktor, Balikpapan Barat, Sabtu (8/7) malam.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Setelah dilakukan perburuan lebih dari tiga pekan, akhirnya tersangka utama dalam kasus perampokan uang tunjangan hari raya (THR) PT Multi Pacific Indonesia (MPI), Kutai Timur, dibekuk tim Jatanras Polda Kaltim pada Sabtu (8/7) malam. Tersangka Damang (25) menggasak uang dengan total Rp 1,1 miliar milik perusahaan sawit di Muara Bulan, Desa Baay, Kecamatan Karangan, 16 Juni lalu, pukul 11.30 Wita.

 Rencananya, dia akan melarikan diri ke luar Kalimantan. Sebelum menjalankan rencananya itu, dia bersembunyi di Balikpapan. Damang diketahui bersembunyi di rumah seseorang berinisial BA di Jalan 21 Januari, Gang Batu Arang, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat. Mendapat informasi tersebut, Sabtu (8/7) malam, sekira pukul 22.30 Wita, tim gabungan Jatanras Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kaltim bersama Reskrim Polres Kutim, Reskrim Polres Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Barat melakukan penelusuran. Polisi terlebih dulu mengamankan BA di rumahnya. Dia mengaku menampung Damang karena dibelikan TV LED 30 inci.

Namun, saat itu Damang sedang tidak berada di rumah BA. Dari keterangan yang diperoleh, Damang berada di rumah keluarganya di kawasan Gunung Traktor, Balikpapan Barat. Anggota Polsek Balikpapan Barat kemudian melakukan penyisiran. Setelah memastikan tersangka berada di dalam rumah tersebut, tim gabungan pun datang dan mengepung rumah itu. Tersangka yang tengah tidur, kemudian mengetahui kedatangan petugas dan mencoba kabur. Karena petugas terlebih dulu mengepung, akhirnya Damang tidak berkutik.

 Setelah ditangkap, Damang sempat tidak mau menunjukkan di mana dia menyembunyikan sisa uang hasil rampokan. Karena terus bungkam, polisi melakukan penggeledahan di rumah BA. Hasilnya, polisi menemukan uang pecahan seratus ribuan berjumlah 21 bundel. Uang itu disembunyikan di dalam tas, kemudian disimpan di dalam ember tempat pakaian kotor.

 “Tersangka utama perampokan uang perusahaan sebanyak Rp 1,1 miliar berhasil kami amankan beserta barang buktinya yakni uang 21 ikat dengan total Rp 146 juta, satu unit TV Sharp 30 inci, dan satu unit sepeda motor,” terang Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kaltim, Kombes Pol Hilman, kemarin (9/7).

 Selain itu, polisi juga menemukan dua kresek besar berisi makanan sebagai bekal dalam pelariannya ke luar Pulau Kalimantan. Rencana lain, dia akan menumpang kapal nelayan.

 Saat ini tersangka utama masih dibawa polisi untuk menunjukkan di mana dia menyimpan senjata api yang digunakan saat beraksi. “Saat ini masih dikembangkan. Anggota masih mencari keberadaan senpi-nya,” tandasnya.

 Damang merupakan otak dari perampokan. Polisi lebih dulu menangkap tiga tersangka lainnya di wilayah Sangatta. Mereka pun memiliki peran masing-masing. Di antaranya, Yadin -orang dalam perusahaan- berperan sebagai pemberi info kepada eksekutor, Nurdin yang mengenalkan kedua eksekutor kepada orang dalam, serta Daeng alias Gondrong dan Damang berperan sebagai eksekutor dalam perampokan tersebut.

 “Dalam catatan kriminalnya, Gondrong ini merupakan residivis kasus perampokan Rp 2,1 miliar pada tahun 2015. TKP di Sangatta,” urainya.

 Sehari sebelum perampokan, Kepala TU PT MPI Silalahi mengambil uang gaji para karyawan di Sangatta. Saat itu dia dikawal dua anggota Brimob. Kembali dari Sangatta, setelah perjalanan selama enam jam, mereka tiba di kantor PT MPI. Kedua Brimob tersebut kemudian kembali ke pos PT Gunta Samba (Grup MPI) di Ampanas, Desa Pengadan. Sementara duit miliaran disimpan di rumah Silalahi. Keesokan paginya, sekira pukul 07.00 Wita, uang gaji karyawan itu dibawa ke kantor. Sekira pukul 11.25 Wita, muncul dua orang lelaki menggunakan sepeda motor. Mereka berhenti di depan pintu kantor. Wajah keduanya ditutupi topeng hitam. Mereka juga mengenakan topi hitam. Dari balik tubuh lelaki misterius itu terdapat senpi laras panjang. Mereka pun turun dari sepeda motor, lantas masuk ke kantor PT MPI.

 Satu orang tersangka menuju ke ruangan koordinator estate manager. Sedangkan seorang tersangka lainnya berjaga di depan pintu masuk, sambil menodong senjata api laras panjang ke arah karyawan.

 Di dalam ruang tersebut, ada tiga karyawan yang sedang menghitung uang gaji karyawan. Tiba-tiba tersangka melempar tas ransel warna hitam sambil menodongkan senjata api rakitan laras pendek dengan tangan kirinya. Kemudian, mereka mengambil senpi pendek lagi dan ditodongkannya dengan tangan kanan (kedua senpi ditodongkan) ke kepala salah satu karyawan yakni Rony.

 Perampok itu lantas berkata, “Jangan bergerak! Kalau bergerak nanti saya bunuh! Cepat masukkan uang ke tas”. Merasa terancam, tiga karyawan itu lalu memasukkan uang ke dalam tas ransel maupun karung beras yang disiapkan tersangka.

 Selesai uang dimasukkan ke tas, sekira 10 menit kemudian, tersangka mengambil tas dan karung tersebut dan meninggalkan ruangan. Menggunakan sepeda motor, mereka lantas melarikan diri ke arah luar kebun. Saat tersangka melarikan diri, ada seorang karyawan PT MPI lainnya yang melihat dan coba mengejarnya. Sampai akhirnya, tersangka sempat berpapasan dengan sekuriti dan mengeluarkan tembakan ke atas satu kali. Mendengar letusan senjata api, sekuriti langsung tiarap. Sementara seorang karyawan lain tetap berupaya mengejarnya.

 Sesampainya di dekat menara api, sekira 3 km dari lokasi kejadian, tersangka meninggalkan motornya. Mereka pun lari ke dalam hutan. Karena saat itu tersangka membawa senpi, maka karyawan tidak berani mengejarnya lebih lanjut. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 09:50

Terdakwa Pembunuh Berencana Dituntut 20 Tahun

BALIKPAPAN  -  Sidang tuntutan kasus pembunuhan juragan angkot beserta istri dan anaknya dilaksanakan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:46

GARA-GARA TIKET KUNKER..!! Pemilik Travel Tagih Sekwan Rp 619 Juta

BALIKPAPAN  -  Tunggakan biaya tiket kunjungan kerja (kunker) anggota dewan melalui jasa travel…

Selasa, 25 Juli 2017 09:41

Bosan Jadi Cleaning Service, Malah Doyan Edar Sabu

BALIKPAPAN  -  Seorang warga Kelurahan Sumber Rejo diamankan Satreskoba Polres Balikpapan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:30

KPA Temukan Banyak yang Hampir Kedaluwarsa

BALIKPAPAN  -  Penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Balikpapan terhadap peredaran…

Selasa, 25 Juli 2017 09:25

“Jangan Sampai Tertangkap Warga”

BALIKPAPAN  -  Aksi kejahatan di Balikpapan saat ini tidak mengenal tempat dan waktu. Di mana…

Selasa, 25 Juli 2017 09:20

Ayah Bejat, Itunya Ditempelkan ke Anak

BALIKPAPAN  -  Nafsu bejat mengalahkan hati nurani AN (46), warga Kelurahan Manggar, Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:58

ALAMAK..!! Anggota Polres Di-bully Senior

BALIKPAPAN  -  Kejadian berikut ini tak patut dicontoh. Seorang anggota Polres Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:51

Soal Al-Aqsa, RI Minta Bantuan AS

JAKARTA  - Situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa semakin memburuk. Tindak kekerasan oleh pihak keamanan…

Senin, 24 Juli 2017 09:49

Hanya Bulog yang Distribusikan Rastra

JAKARTA  -  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan, beras yang digerebek oleh…

Senin, 24 Juli 2017 09:42

Menunggu Pembeli, Pengedar Sabu Malah Ketemu Polisi

BALIKPAPAN  -  Setelah sekian lama menjadi target operasi (TO) anggota Polsek Balikpapan Barat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .