MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 08:51
Kasus Pembunuhan Bos Angkot di Balikpapan
Siasat Membunuh Dibahas Sehari Sebelum Kejadian

Target Utama Lasiyem, Dua Korban di Luar Skenario

Para tersangka dalam sidang, Senin kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Dalam Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, kemarin (10/7), ketiga terdakwa pembunuhan keluarga juragan angkot di Muara Rapak, masing-masing Bambang Hermanto (24), Fendy Eko (21), dan Adda Faroki alias Oky (20) hadir di persidangan. Mereka menyampaikan runut bagaimana pembunuhan berencana itu.

Bambang mengakui rencana disusun sehari sebelum kejadian. Pada sore hari, mereka bertiga telah menyewa mobil dan menyiapkan perlengkapan untuk membunuh Lasiyem. Mereka mematangkan rencana sebuah kamar kor di Gang Pati, Buntu Bulaeng. "Kami nyewa mobil pakai uang saya, sekitar jam 3 sore lalu sama-sama berkumpul di kos. Oky yang menyiapkan kabel tis, masker, dan lakban, lalu kami bicarakan rencana menghabisi Ibu Lasiyem," beber Bambang, terdakwa yang merupakan anak tiri Mulyadi di depan hakim.

Mereka menuju rumah Mulyadi dinihari sekira pukul 04.00 Wita. Hingga pukul 04.00 Wita mereka tiba di depan rumah sang juragan angkot. Saat itu Bambang menyetir, sementara dua kawannya di kursi baris kedua. Bambang memanggil Lasiyem. Menurut masuk mobil, mantan penjual jamu itu dibekap dan diikat.

Seluruh kesaksian mulai dari Lasiyem dibekap, hingga Putra Susilo terbangun lalu dibekap oleh Fendy dan ditaruh di lemari. Saat itu juga Oky sedang bersama Mulyadi hingga berakhir dengan penikaman terhadap sang juragan. "Setelah itu kami langsung ke Penajam, buang Lasiyem. Senjata juga dibuang Oky, juga baju-baju semua dibuang di jalan," katanya.

Sementara salah satu kesaksian lain adalah pasca kejadian, dimana ketiga terdakwa membawa mobil ke kos-kosan dan mencuci bagian jok yang bercecer darah. Darah tersebut dikatakan adalah milik Oky yang sempat terluka saat berhadapan dengan Mulyadi.

Fendy dan Oky bersedia membantu Bambang membunuh Lasiyem karena rasa kesetia kawanan. Bambang bersikeras, bahwa motifnya membunuh Lasiyem lantaran sikap buruk Lasiyem pada Mulyadi. Terdakwa Bambang mengatakan, saat itu Mulyadi kerap sakit, namun Lasiyem tidak pernah mengindahkan ayah tiri Bambang tersebut.

Sementara pembunuhan dua korban lain, Mulyadi dan Putra Susilo jauh dari kesengajaan karena ada perlawanan maka kepanikan terdakwa menyebabkan penyerangan terhadap korbannya. Setelah menghabisi ketiga orang tersebut, selain membawa Lasiyem, mereka juga membawa perhiasan, ponsel dan uang. Belakangan diketahui ponsel yang diambil akan dijual dan uangnya digunakan membayar hutang oleh salah satu terdakwa.

Sementara lepas sidang, Suprana Jaya dan Ferdi, penasihat hukum terdakwa menyatakan bahwa proses berjalan dnegan baik. "Tadi ada saksi dari keluarga korban, mereka menyatakan ikhlas. Bambang pun dalam keterangannya menyatakan tidak ada niatan membunuh Mulyadi dan anaknya. Saat ini dinhati terdakwa pun bergejolak karena ayahnya kehilangan nyawa," jelas Suprana Jaya.

Diluar skenario pembunuhan yang sebenarnya, tujuan awal ingin membunuh Lasiyem berakhir dengan pembunuhan tiga korban. "Selanjutnya kami serahkan pada hakim, yang jelas keluarga korban kan sudah ikhlas akan kejadian tersebut dan sudah disampaikan pada hakim," pungkas Ferdi. (bp-21/war)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 09:50

Terdakwa Pembunuh Berencana Dituntut 20 Tahun

BALIKPAPAN  -  Sidang tuntutan kasus pembunuhan juragan angkot beserta istri dan anaknya dilaksanakan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:46

GARA-GARA TIKET KUNKER..!! Pemilik Travel Tagih Sekwan Rp 619 Juta

BALIKPAPAN  -  Tunggakan biaya tiket kunjungan kerja (kunker) anggota dewan melalui jasa travel…

Selasa, 25 Juli 2017 09:41

Bosan Jadi Cleaning Service, Malah Doyan Edar Sabu

BALIKPAPAN  -  Seorang warga Kelurahan Sumber Rejo diamankan Satreskoba Polres Balikpapan…

Selasa, 25 Juli 2017 09:30

KPA Temukan Banyak yang Hampir Kedaluwarsa

BALIKPAPAN  -  Penelusuran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Balikpapan terhadap peredaran…

Selasa, 25 Juli 2017 09:25

“Jangan Sampai Tertangkap Warga”

BALIKPAPAN  -  Aksi kejahatan di Balikpapan saat ini tidak mengenal tempat dan waktu. Di mana…

Selasa, 25 Juli 2017 09:20

Ayah Bejat, Itunya Ditempelkan ke Anak

BALIKPAPAN  -  Nafsu bejat mengalahkan hati nurani AN (46), warga Kelurahan Manggar, Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:58

ALAMAK..!! Anggota Polres Di-bully Senior

BALIKPAPAN  -  Kejadian berikut ini tak patut dicontoh. Seorang anggota Polres Balikpapan…

Senin, 24 Juli 2017 09:51

Soal Al-Aqsa, RI Minta Bantuan AS

JAKARTA  - Situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa semakin memburuk. Tindak kekerasan oleh pihak keamanan…

Senin, 24 Juli 2017 09:49

Hanya Bulog yang Distribusikan Rastra

JAKARTA  -  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan, beras yang digerebek oleh…

Senin, 24 Juli 2017 09:42

Menunggu Pembeli, Pengedar Sabu Malah Ketemu Polisi

BALIKPAPAN  -  Setelah sekian lama menjadi target operasi (TO) anggota Polsek Balikpapan Barat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .