MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 08:51
Kasus Pembunuhan Bos Angkot di Balikpapan
Siasat Membunuh Dibahas Sehari Sebelum Kejadian

Target Utama Lasiyem, Dua Korban di Luar Skenario

Para tersangka dalam sidang, Senin kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Dalam Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, kemarin (10/7), ketiga terdakwa pembunuhan keluarga juragan angkot di Muara Rapak, masing-masing Bambang Hermanto (24), Fendy Eko (21), dan Adda Faroki alias Oky (20) hadir di persidangan. Mereka menyampaikan runut bagaimana pembunuhan berencana itu.

Bambang mengakui rencana disusun sehari sebelum kejadian. Pada sore hari, mereka bertiga telah menyewa mobil dan menyiapkan perlengkapan untuk membunuh Lasiyem. Mereka mematangkan rencana sebuah kamar kor di Gang Pati, Buntu Bulaeng. "Kami nyewa mobil pakai uang saya, sekitar jam 3 sore lalu sama-sama berkumpul di kos. Oky yang menyiapkan kabel tis, masker, dan lakban, lalu kami bicarakan rencana menghabisi Ibu Lasiyem," beber Bambang, terdakwa yang merupakan anak tiri Mulyadi di depan hakim.

Mereka menuju rumah Mulyadi dinihari sekira pukul 04.00 Wita. Hingga pukul 04.00 Wita mereka tiba di depan rumah sang juragan angkot. Saat itu Bambang menyetir, sementara dua kawannya di kursi baris kedua. Bambang memanggil Lasiyem. Menurut masuk mobil, mantan penjual jamu itu dibekap dan diikat.

Seluruh kesaksian mulai dari Lasiyem dibekap, hingga Putra Susilo terbangun lalu dibekap oleh Fendy dan ditaruh di lemari. Saat itu juga Oky sedang bersama Mulyadi hingga berakhir dengan penikaman terhadap sang juragan. "Setelah itu kami langsung ke Penajam, buang Lasiyem. Senjata juga dibuang Oky, juga baju-baju semua dibuang di jalan," katanya.

Sementara salah satu kesaksian lain adalah pasca kejadian, dimana ketiga terdakwa membawa mobil ke kos-kosan dan mencuci bagian jok yang bercecer darah. Darah tersebut dikatakan adalah milik Oky yang sempat terluka saat berhadapan dengan Mulyadi.

Fendy dan Oky bersedia membantu Bambang membunuh Lasiyem karena rasa kesetia kawanan. Bambang bersikeras, bahwa motifnya membunuh Lasiyem lantaran sikap buruk Lasiyem pada Mulyadi. Terdakwa Bambang mengatakan, saat itu Mulyadi kerap sakit, namun Lasiyem tidak pernah mengindahkan ayah tiri Bambang tersebut.

Sementara pembunuhan dua korban lain, Mulyadi dan Putra Susilo jauh dari kesengajaan karena ada perlawanan maka kepanikan terdakwa menyebabkan penyerangan terhadap korbannya. Setelah menghabisi ketiga orang tersebut, selain membawa Lasiyem, mereka juga membawa perhiasan, ponsel dan uang. Belakangan diketahui ponsel yang diambil akan dijual dan uangnya digunakan membayar hutang oleh salah satu terdakwa.

Sementara lepas sidang, Suprana Jaya dan Ferdi, penasihat hukum terdakwa menyatakan bahwa proses berjalan dnegan baik. "Tadi ada saksi dari keluarga korban, mereka menyatakan ikhlas. Bambang pun dalam keterangannya menyatakan tidak ada niatan membunuh Mulyadi dan anaknya. Saat ini dinhati terdakwa pun bergejolak karena ayahnya kehilangan nyawa," jelas Suprana Jaya.

Diluar skenario pembunuhan yang sebenarnya, tujuan awal ingin membunuh Lasiyem berakhir dengan pembunuhan tiga korban. "Selanjutnya kami serahkan pada hakim, yang jelas keluarga korban kan sudah ikhlas akan kejadian tersebut dan sudah disampaikan pada hakim," pungkas Ferdi. (bp-21/war)


BACA JUGA

Kamis, 19 April 2018 08:44

DIDUGA AKIBAT BAKAR KERTAS

BALIKPAPAN   -   Warga Balikpapan Selatan dikejutkan dengan kepulan asap hitam pada…

Kamis, 19 April 2018 08:40

Tuntaskan Syuting Sultan Agung sebelum Berpulang

DUA   hari beruntun Indonesia kehilangan aktor besar. Pada Selasa (17/4) lalu, Amoroso Katamsi…

Kamis, 19 April 2018 08:38

Tabrak Tiang Lampu, Pengemudi Xenia Kabur

BALIKPAPAN   -   Bukannya meminta pertolongan, pengemudi Daihatsu Xenia KT 71 NG…

Kamis, 19 April 2018 08:33

Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Diciduk

BALIKPAPAN   -   Tuntas sudah pengejaran jaringan narkoba antarprovinsi yang dilakukan…

Kamis, 19 April 2018 08:29
Lagi, 69 Botol Cap Tikus Diamankan

PARAH YOB..!! Peredaran Miras Kian Merajalela

BALIKPAPAN    -   Peredaran minuman keras (miras) jenis cap tikus (CT) tampaknya…

Kamis, 19 April 2018 08:27
KASUS TELUK BALIKPAPAN

Barang Bukti Pipa Masuk Tahap Pemotongan

BALIKPAPAN   -   Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim…

Rabu, 18 April 2018 09:00

Sekeluarga Tewas Dilalap Api

SAMARINDA   -   Polisi melakukan penyelidikan mendalam terhadap kebakaran di kawasan…

Rabu, 18 April 2018 08:53

Polda Bongkar Perjudian Kelas Kakap

BALIKPAPAN   -  Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pepatah tersebut pantas disematkan…

Rabu, 18 April 2018 08:50

Kapushidrosal Sebut Jangkar Kapal Ever Judger

BALIKPAPAN   -   Pusat Hidrogafi dan Oseanografi TNI AL turut melakukan investigasi…

Rabu, 18 April 2018 08:47

Ingin Meninggal di Bandung

Aktris yang identik dengan peran antagonis, Dinda Kanyadewi, ungkap kabar bahwa ia tinggal di Bali selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .