MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 08:51
Kasus Pembunuhan Bos Angkot di Balikpapan
Siasat Membunuh Dibahas Sehari Sebelum Kejadian

Target Utama Lasiyem, Dua Korban di Luar Skenario

Para tersangka dalam sidang, Senin kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Dalam Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, kemarin (10/7), ketiga terdakwa pembunuhan keluarga juragan angkot di Muara Rapak, masing-masing Bambang Hermanto (24), Fendy Eko (21), dan Adda Faroki alias Oky (20) hadir di persidangan. Mereka menyampaikan runut bagaimana pembunuhan berencana itu.

Bambang mengakui rencana disusun sehari sebelum kejadian. Pada sore hari, mereka bertiga telah menyewa mobil dan menyiapkan perlengkapan untuk membunuh Lasiyem. Mereka mematangkan rencana sebuah kamar kor di Gang Pati, Buntu Bulaeng. "Kami nyewa mobil pakai uang saya, sekitar jam 3 sore lalu sama-sama berkumpul di kos. Oky yang menyiapkan kabel tis, masker, dan lakban, lalu kami bicarakan rencana menghabisi Ibu Lasiyem," beber Bambang, terdakwa yang merupakan anak tiri Mulyadi di depan hakim.

Mereka menuju rumah Mulyadi dinihari sekira pukul 04.00 Wita. Hingga pukul 04.00 Wita mereka tiba di depan rumah sang juragan angkot. Saat itu Bambang menyetir, sementara dua kawannya di kursi baris kedua. Bambang memanggil Lasiyem. Menurut masuk mobil, mantan penjual jamu itu dibekap dan diikat.

Seluruh kesaksian mulai dari Lasiyem dibekap, hingga Putra Susilo terbangun lalu dibekap oleh Fendy dan ditaruh di lemari. Saat itu juga Oky sedang bersama Mulyadi hingga berakhir dengan penikaman terhadap sang juragan. "Setelah itu kami langsung ke Penajam, buang Lasiyem. Senjata juga dibuang Oky, juga baju-baju semua dibuang di jalan," katanya.

Sementara salah satu kesaksian lain adalah pasca kejadian, dimana ketiga terdakwa membawa mobil ke kos-kosan dan mencuci bagian jok yang bercecer darah. Darah tersebut dikatakan adalah milik Oky yang sempat terluka saat berhadapan dengan Mulyadi.

Fendy dan Oky bersedia membantu Bambang membunuh Lasiyem karena rasa kesetia kawanan. Bambang bersikeras, bahwa motifnya membunuh Lasiyem lantaran sikap buruk Lasiyem pada Mulyadi. Terdakwa Bambang mengatakan, saat itu Mulyadi kerap sakit, namun Lasiyem tidak pernah mengindahkan ayah tiri Bambang tersebut.

Sementara pembunuhan dua korban lain, Mulyadi dan Putra Susilo jauh dari kesengajaan karena ada perlawanan maka kepanikan terdakwa menyebabkan penyerangan terhadap korbannya. Setelah menghabisi ketiga orang tersebut, selain membawa Lasiyem, mereka juga membawa perhiasan, ponsel dan uang. Belakangan diketahui ponsel yang diambil akan dijual dan uangnya digunakan membayar hutang oleh salah satu terdakwa.

Sementara lepas sidang, Suprana Jaya dan Ferdi, penasihat hukum terdakwa menyatakan bahwa proses berjalan dnegan baik. "Tadi ada saksi dari keluarga korban, mereka menyatakan ikhlas. Bambang pun dalam keterangannya menyatakan tidak ada niatan membunuh Mulyadi dan anaknya. Saat ini dinhati terdakwa pun bergejolak karena ayahnya kehilangan nyawa," jelas Suprana Jaya.

Diluar skenario pembunuhan yang sebenarnya, tujuan awal ingin membunuh Lasiyem berakhir dengan pembunuhan tiga korban. "Selanjutnya kami serahkan pada hakim, yang jelas keluarga korban kan sudah ikhlas akan kejadian tersebut dan sudah disampaikan pada hakim," pungkas Ferdi. (bp-21/war)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 08:46

Wawali: Tuhan Lebih Cinta Iqbal

BALIKPAPAN   -  Jenazah Muhammad Iqbal, murid kelas VI SDN 028 Balikpapan dimakamkan di Tempat…

Jumat, 23 Februari 2018 08:42

Ajak Ayah Salat, Belum Sempat Potong “Burung”

Tangan Tri yang memegang teko putih bergetar saat menuangkan air ke pusara Muhammad Iqbal. Sang bunda…

Jumat, 23 Februari 2018 08:38

FKUB Ajak Warga Waspadai Kembali Bangkitnya Komunis

BALIKPAPAN  -   Teror terhadap ulama yang terjadi di Kota Beriman mengundang reaksi keras…

Jumat, 23 Februari 2018 08:37

Supardi Lolos dari Gendam

BALIKPAPAN  -   Warga RT 9, Nomor 5, Kelurahan Graha Indah, Supardi bertandang ke ruang…

Jumat, 23 Februari 2018 08:34

Mau Pesta Ganja, Tujuh Pemuda Digerebek

BONTANG  -  Sebanyak tujuh orang pemuda yang hendak berpesta ganja diamankan Satresnarkoba…

Jumat, 23 Februari 2018 08:32

TNI-Polri Sambangi Masjid

BALIKPAPAN  -  Kasus teror ulama yang terjadi di kawasan Pandansari pada Selasa (20/2) malam…

Jumat, 23 Februari 2018 08:30

Dompet Kulit

Gareng: “Mas, dompet ini harganya berapa?” Penjual: “Rp 250 ribu.” Gareng: “Dari…

Kamis, 22 Februari 2018 09:01

Disisir Sembilan Jam, Mayat Iqbal Ditemukan

BALIKPAPAN   -  Berkat doa masyarakat Kota Beriman dan kerja keras personel gabungan bersama…

Kamis, 22 Februari 2018 08:53

Tercebur ke Parit saat Main Hujan

BALIKPAPAN   -  Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita bersama untuk selalu menjaga dan mengawasi…

Kamis, 22 Februari 2018 08:49

Orangutan Ditembak Bergiliran

BONTANG   -  Sebanyak 26 adegan rekonstruksi dilakukan oleh empat tersangka penembak orangutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .