MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

SPECIAL

Sabtu, 15 Juli 2017 09:00
Waspada Penyakit di Musim Pancaroba

Kenali Gejala Awal, Tiga Kategori Rentan Terinfeksi

Ratih Kusuma

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Peralihan dari musim hujan ke musim panas atau pancaroba seperti  saat ini dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit. Cuaca terkadang panas, lalu tiba-tiba turun hujan.

Ketika terjadi perubahan iklim, suhu tubuh akan berfluktuasi sehingga bisa mengganggu sistem organ dalam tubuh. Dampaknya, kekebalan tubuh pun menurun dan memudahkan seseorang terinfeksi penyakit.

Penyakit ini tentunya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, karena itu sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup. 

Menurut Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan dr. C. I. Ratih Kusuma, terdapat tiga kategori yang rentan terinfeksi penyakit di musim pancaroba ini, yakni golongan lansia di atas 70 tahun, anak-anak kecil, dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Bagi para ibu, menjaga kesehatan buah hati tercinta menjadi prioritas utama. Mengingat balita belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna. Balita sangat rentan diserang berbagai kuman (virus).

"Awalnya balita diserang demam tinggi. Perlu diketahui demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Demam bisa merupakan gejala sebuah penyakit," kata Ratih saat ditemui Balikpapan Pos di ruang kerjanya, Jumat (14/7).

Dikatakannya, ada beberapa penyakit langganan yang muncul saat musim ekstrem, seperti Influenza (Flu). Penyakit ini paling sering muncul saat cuaca ekstrem. Pada musim pancaroba seperti ini virus ini menyerang pertahanan tubuh manusia. Bila kita tidak maksimal menjaga daya tahan tubuh balita dengan baik, penyakit ini mudah sekali menyerang.

"Sekalipun penyakit ini tidak berbahaya namun tetap saja dapat mengganggu kenyamanan karena tubuh akan terasa lesu, meriang, pilek atau batuk. Biasanya diawali dengan demam bisa mencapai 39,9 derajat celsius," tuturnya.

Selain itu penyakit yang sering timbul adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya Penyakit Saluran Pernafasan merupakan salah satu penyakit yang biasa diderita di musim pancaroba ini. Penyakit ini didahului dengan demam 37,4 – 39,4 derajat celsius dan menyerang sistem pernapasan.

"Gejalanya lebih ringan seperti batuk pilek. Namun pada kasus tertentu gejala serius bisa saja terjadi yaitu demam yang agak tinggi pada radang tenggorokan dan toksemia atau keracunan," katanya.

Tidak hanya itu, Demam Berdarah Dengue (DBD)  juga sering terjadi, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di air jernih.
Nyamuk ini biasanya bertelur pada genangan-genangan air hujan, seperti pada ban bekas, pot bunga ataupun pelepah pohon palem.

"Ada juga penyakit asma. Perubahan cuaca ekstrem juga bisa memicu reaksi hipersensitivitas pada saluran napas. Akibat yang bisa terjadi adalah serangan sesak napas atau asma. Penyakit ini ditandai dengan napas yang berbunyi. Asma memang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol agar tidak kambuh sekalipun pada musim pancaroba," tuturnya.

Lanjutnya, upaya pencegahan akan jauh lebih baik daripada mengobatinya. Untuk itu kita perlu mengetahui upaya pencegahan dan bagaimana cara menanganinya bila terkena salah satu penyakit tersebut.

"Selain mengenali gejala awal, ada beberapa hal bisa dilakukan agar kesehatan selalu terjaga saat musim peralihan seperti ini. Seperti menjaga asupan makanan, perhatikanlah kelengkapan nutrisi pada asupan makanan sesuai usia, berat badan dan aktivitas. Nutrini yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit," ucapnya.

Selain itu bisa juga dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pastikanlah lingkungan kita selalu bersih.

"Lingkungan harus bersih, jangan sampai banyak sampah yang bisa mengundang nyamuk untuk bersarang," tandasnya. (bp-23/san)

 


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 08:21

Sunat Tak Perlu Lagi Pakai Jarum Suntik

SUNAT  atau khitan merupakan proses yang paling ditakuti anak. Rasa sakit saat dikhitan akan menimbulkantrauma…

Senin, 20 November 2017 08:19

Sulitnya Membujuk Buah Hati untuk Dikhitan

PARA  orang tua sering mengeluh saat membujuk anaknya untuk berani dikhitan atau sunat. Bagi setiap…

Senin, 20 November 2017 08:19

Tips Bila Kepala Luka Memar seperti Bakpao

SAAT  mengalami kecelakaan, kemungkinan yang paling fatal adalah korban akan mengalami luka di…

Minggu, 19 November 2017 08:17

Menikmati Ragam Menu Japanese ala Oemah Anggrek

RESTO dan coffe shop Oemah Anggrek yang berada di Jalan Mulawarman No 26 Batakan, Balikpapan Timur,…

Sabtu, 18 November 2017 08:12

Diabetes Lebih Rentan Serang Kaum Hawa

KAUM  hawa memiliki peran ganda yang bisa membuat mereka terbebani stres. Jika mereka bekerja,…

Sabtu, 18 November 2017 08:10

Bersama Denmark, Indonesia Bangun Kerja Sama Cegah Diabetes

DENMARK  menjadi salah satu negara di Eropa yang menyatakan perang terhadap diabetes. Penyakit…

Sabtu, 18 November 2017 08:10

Bergeraklah Jika Tak Ingin Cepat Lapar

Aktivitas fisik membutuhkan energi, dan karenanya akan membuat perut terasa lapar ketika sumber energinya…

Jumat, 17 November 2017 08:02

Mengatasi Mual di Perjalanan

TIDAK  hanya anak kecil, orang dewasa juga kerap mengalami mabuk perjalanan yang disertai rasa…

Jumat, 17 November 2017 07:59

Kapan Harus Ganti Celana Dalam Baru?

MENCUCI  celana dalam saja ternyata tidak cukup untuk menjaga kesehatan Anda dari serangan bakteri…

Jumat, 17 November 2017 07:59

Cegah Gigi Kusam Akibat Kopi

   MESKI  menjadi minuman favorit banyak orang, kopi dikenal bisa mengotori warna alami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .