MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

SPECIAL

Sabtu, 15 Juli 2017 09:00
Waspada Penyakit di Musim Pancaroba

Kenali Gejala Awal, Tiga Kategori Rentan Terinfeksi

Ratih Kusuma

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Peralihan dari musim hujan ke musim panas atau pancaroba seperti  saat ini dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit. Cuaca terkadang panas, lalu tiba-tiba turun hujan.

Ketika terjadi perubahan iklim, suhu tubuh akan berfluktuasi sehingga bisa mengganggu sistem organ dalam tubuh. Dampaknya, kekebalan tubuh pun menurun dan memudahkan seseorang terinfeksi penyakit.

Penyakit ini tentunya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, karena itu sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup. 

Menurut Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan dr. C. I. Ratih Kusuma, terdapat tiga kategori yang rentan terinfeksi penyakit di musim pancaroba ini, yakni golongan lansia di atas 70 tahun, anak-anak kecil, dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Bagi para ibu, menjaga kesehatan buah hati tercinta menjadi prioritas utama. Mengingat balita belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna. Balita sangat rentan diserang berbagai kuman (virus).

"Awalnya balita diserang demam tinggi. Perlu diketahui demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Demam bisa merupakan gejala sebuah penyakit," kata Ratih saat ditemui Balikpapan Pos di ruang kerjanya, Jumat (14/7).

Dikatakannya, ada beberapa penyakit langganan yang muncul saat musim ekstrem, seperti Influenza (Flu). Penyakit ini paling sering muncul saat cuaca ekstrem. Pada musim pancaroba seperti ini virus ini menyerang pertahanan tubuh manusia. Bila kita tidak maksimal menjaga daya tahan tubuh balita dengan baik, penyakit ini mudah sekali menyerang.

"Sekalipun penyakit ini tidak berbahaya namun tetap saja dapat mengganggu kenyamanan karena tubuh akan terasa lesu, meriang, pilek atau batuk. Biasanya diawali dengan demam bisa mencapai 39,9 derajat celsius," tuturnya.

Selain itu penyakit yang sering timbul adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya Penyakit Saluran Pernafasan merupakan salah satu penyakit yang biasa diderita di musim pancaroba ini. Penyakit ini didahului dengan demam 37,4 – 39,4 derajat celsius dan menyerang sistem pernapasan.

"Gejalanya lebih ringan seperti batuk pilek. Namun pada kasus tertentu gejala serius bisa saja terjadi yaitu demam yang agak tinggi pada radang tenggorokan dan toksemia atau keracunan," katanya.

Tidak hanya itu, Demam Berdarah Dengue (DBD)  juga sering terjadi, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak di air jernih.
Nyamuk ini biasanya bertelur pada genangan-genangan air hujan, seperti pada ban bekas, pot bunga ataupun pelepah pohon palem.

"Ada juga penyakit asma. Perubahan cuaca ekstrem juga bisa memicu reaksi hipersensitivitas pada saluran napas. Akibat yang bisa terjadi adalah serangan sesak napas atau asma. Penyakit ini ditandai dengan napas yang berbunyi. Asma memang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol agar tidak kambuh sekalipun pada musim pancaroba," tuturnya.

Lanjutnya, upaya pencegahan akan jauh lebih baik daripada mengobatinya. Untuk itu kita perlu mengetahui upaya pencegahan dan bagaimana cara menanganinya bila terkena salah satu penyakit tersebut.

"Selain mengenali gejala awal, ada beberapa hal bisa dilakukan agar kesehatan selalu terjaga saat musim peralihan seperti ini. Seperti menjaga asupan makanan, perhatikanlah kelengkapan nutrisi pada asupan makanan sesuai usia, berat badan dan aktivitas. Nutrini yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit," ucapnya.

Selain itu bisa juga dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pastikanlah lingkungan kita selalu bersih.

"Lingkungan harus bersih, jangan sampai banyak sampah yang bisa mengundang nyamuk untuk bersarang," tandasnya. (bp-23/san)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 00:43

Awas Perubahan Iklim

INFLUENZA  merupakan penyakit menular akut yang menyebabkan kematian. Termasuk jenis virus H5N1…

Kamis, 21 September 2017 00:42

50 Persen Kebutaan Warga Disebabkan Katarak

KATARAK  merupakan penyakit mata yang bisa dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Katarak…

Kamis, 21 September 2017 00:41

Depresi dan Problem Emosional

PADA 10 September lalu, seluruh masyarakat internasionl memperingati hari pencegahan bunuh diri sedunia.…

Rabu, 20 September 2017 08:21

Yang Perlu Diketahui sebelum Donor Darah

DONOR  darah bukan hanya bisa memberi manfaat bagi orang lain, tapi juga bisa memberikan manfaat…

Rabu, 20 September 2017 08:18

Pola Makan Tak Sehat Jadi Penyebab Kematian Terbesar Dunia

SEBUAH  penelitian menggarisbawahi adanya dampak serius dari nutrisi buruk pada kesehatan kita,…

Rabu, 20 September 2017 08:17

Tertusuk Paku, Jangan Anggap Remeh

TERTUSUK  paku merupakan kejadian yang kadang terjadi pada sebagian orang, terutama pada pekerja…

Rabu, 20 September 2017 08:14

Pentingnya Check Up untuk Cegah Meningkatnya Gangguan Mental

KESEHATAN  mental masih belum banyak disadari oleh kebanyakan orang, padahal sama pentingnya dengan…

Selasa, 19 September 2017 08:03

Bahaya Pemanis Buatan bila Dikonsumsi Setiap Hari

TIDAK  semua pemanis buatan diciptakan sama manfaatnya dengan gula asli. Kandungan aspartame dalam…

Selasa, 19 September 2017 08:01

Kemenkes Ungkap Zat Aktif Berbahaya dari Pil PCC

RAMAINYA  kasus kematian bocah akibat menelan Pil PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara membuat pemerintah…

Selasa, 19 September 2017 08:00

Dengarkan Musik Bikin Otak Lebih Kreatif

MENDENGARKAN  musik saat bekerja bisa membuat performa otak meningkat. Dengan catatan, musik yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .