MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Sabtu, 15 Juli 2017 09:15
Pedagang Ngeluh, Pengunjung Semakin Sepi
Pasar Klandasan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pedagang Pasar Tradisional Klandasan Balikpapan  resah. Keresahan muncul lantaran kondisi pasar makin sepi pengunjung, sehingga bisa menurunkan pendapatan mereka.

Seorang pedagang di Pasar Klandasan, Nurati (53) mengeluhkan kondisi itu kepada Balikpapan Pos, Jumat (14/7). Pedagang buah dan sayuran ini menuturkan, sejak awal bulan Juli ini penghasilannya merosot tajam hingga separuh.

"Dulu sehari bisa dapat Rp 2 juta, tapi sekarang sudah turun jauh sampai Rp 500 ribu," keluh Nurati. Kata Nurati, saat ini yang datang ke kiosnya tidak sampai 10 orang dalam sehari. Penyebab menurunnya pengunjung karena maraknya pasar eceran dari rumah ke rumah.

"Kalau begini terus ya kami yang susah. Pembeli ya milih yang dekat. Lha nasib kami ini di pasar bagaimana, ngga ada pembeli," ucapnya. Nurati mengkhawatirkan jika pasar  semakin sepi pengunjung akan membuat para pedagang di sana gulung tikar. Pedagang yang bertahan hanya yang memiliki pelanggan tetap.

"Jangan sampai kami gulung tikar, kami menggantungkan hidup sehari-hari dari hasil jualan. Kalau nggak ada yang beli mau makan apa anak-anak kami," imbaunya. Ia berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama dan pemerintah kota juga diminta untuk segera mencari solusi.

"Kami berharap pemerintah mendengar keluhan dari masyarakat, segera cari solusinya, karena kalau dibiarin terus kami tidak berjualan lagi. Kalaupun terpaksa jualan, yah rugi banyak kita," tandasnya.

Disinggung mengenai harga kebutuhan pokok, Nurati mengaku masih tidak mengalami perubahan harga atau masih dalam kondisi normal. "Kalau harga normal, nggak ada yang naik dan nggak ada yang turun, seperti sayur bayam Rp 5 ribu rupiah, kacang panjang Rp 8 ribu rupiah dan timun Rp 5 ribu rupiah," ucapnya. (bp-23/san)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:15

Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk…

Jumat, 22 September 2017 08:12

Gratis untuk Nelayan

JAKARTA  -  Pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM terus berupaya melakukan diversifikasi…

Jumat, 22 September 2017 08:09

Teknologi FO Menjangkau Sempurna

BALIKPAPAN  -  Setelah jaringan kabal serat, fiber optic (FO) menjangkau secara sempurna di…

Kamis, 21 September 2017 01:01

Bersekongkol, KPPU Sanksi Dua Perusahaan Konstruksi

BALIKPAPAN  –  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah tiga terlapor…

Kamis, 21 September 2017 00:59

Di Balik Kehati-hatian Perbankan

BALIKPAPAN   -  Kendati harga komoditas batu bara perlahan menanjak, Tim Pakar Rembuk Nasional…

Rabu, 20 September 2017 09:08

Gaet Banyak Investor Lokomotif Berikutnya

BALIKPAPAN  -  Di tengah perekonomian yang lesu darah, proyek pembangunan jalan bebas hambatan…

Rabu, 20 September 2017 09:05

Mengintip Penerapan di Pasar Tradisional

BALIKPAPAN  -  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengatur Harga Eceran Tertinggi…

Rabu, 20 September 2017 09:02

Ditarget Tuntas Akhir 2018

BALIKPAPAN  -  PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) terus melakukan pengembangan di proyek Borneo…

Selasa, 19 September 2017 08:28

Ada Sanksi, KPPU Dorong Sosialisasi

BALIKPAPAN  -  Penerapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas utama yakni beras diyakini…

Selasa, 19 September 2017 08:25

Rp1 Juta, Menginap Satu Malam Dapat Dua Tiket

BALIKPAPAN  -   Memudahkan penonton luar daerah menyaksikan laga segitiga legenda sepakbola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .