MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Sabtu, 15 Juli 2017 09:18
Masuk Program Tol Laut

Mulai Agustus, Kapal Raksasa Sandar di Balikpapan

SERAP ASPIRASI: Menhub Budi Karya Sumadi ramah tamah dengan unsur kepelabuhanan dan stakeholder dalam rangka menampung aspirasi di gedung terminal Pelabuhan Semayang

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi angin segar dengan melibatkan Balikpapan dalam program tol laut. "Persiapan butuh waktu satu bulan. Kami siapkan administrasi dulu baru jalan karena kapal bergerak tiap 2 minggu sekali," jelasnya usai menggelar ramah tamah dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang, Jumat (14/7) pagi kemarin.

Tol laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicetuskan Presiden RI, Joko Widodo. Program tersebut menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara. Dengan terhubungnya pelabuhan, distribusi barang hingga ke pelosok akan berjalan lancar. Sebelumnya di Kalimantan, program tol laut direncanakan melintas Sangatta dan Sebatik.

Penerapan tol laut di Balikpapan akan diawali dengan ujicoba terlebih dulu. "Setelah menentukan titiknya akan dilihat dulu apakah barang (muatannya) ada, apakah bermanfaat," sambungnya.

Dijelaskan, masukknya Balikpapan dalam program tersebut akan menekan ongkos angkut karena 90 persen kebutuhan warga kota dipasok dari luar daerah.

Kaitannya dengan logistik, Direktur PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) M Basir selaku pengelola Terminal Petikemas Kariangau (TPK), dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan perusahaan pelayaran lewat program Connceting Window. "Yang sebelumnya masuk ke KKT hanya (kapasitas) 1.000 TEUs (Twenty foot equivalent units, Red) diganti menjadi 3 ribu TEUs. Dan rutenya Jakarta-Surabaya-Balikpapan melalui KKT kemudian ke Bitung," serunya.

Antar pelabuhan pun lanjut dia, waktu tambat sudah terkoneksi. Selanjutnya melalui Connecting Window, Balikpapan akan menjadi transhipment untuk wilayah Kaltim dan Kaltara. "Jadi barang yang akan masuk ke Kaltim dan Kaltara melalui Balikpapan begitu sebaliknya. Aktivitas pengirimannya akan didukung kapal feeder," lanjutnya. Kapal feeder, berupa kapal berukuran kecil yang mengangkut komoditas dari daerah-daerah menuju pelabuhan utama atau hub yang notabene dilalui kapal berukuran besar.

"Saat ini sudah berjalan Balikpapan-Berau dan sebaliknya," sambungnya.

Dalam ramah tamah di Pelabuhan Semayang kemarin, Budi hadir untuk menampung aspirasi stakeholder kepelabuhanan. "Kami ingin melakukan perbaikan karena pelabuhan merupakan titik layanan yang dapat mensejahterakan banyak masyarakat," ulasnya. Pelabuhan juga lanjutnya menjadi penentu suatu kota yang kompetitif lantaran menjadi pintu masuk dan keluar penumpang dan barang.

Walikota HM Rizal Effendi mendapat kesempatan pertama menyampaikan aspirasi. "Setiap tahun Pelabuhan Semayang dipadati penumpang kapal laut yang datang dari berbagai daerah di Kaltim. Mereka datang secara individu tanpa mengetahui jadwal (keberangkatan kapal) dan tanpa memegang tiket sehingga harus menginap berhari-hari di Balikpapan. Kami berharap masing-masing pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan setempat untuk mengakomodir pekerjanya yang akan mudik agar mendapatkan tiket terlebih dahulu sebelum ke pelabuhan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Rizal juga mengusulkan Balikpapan masuk dalam program tol laut karena bahan makanan tergantung pasokan dari luar kota. Seperti Surabaya, Sulsel dan Sulbar. Kalau distribusi terganggu akan memacu tingkat inflasi.

Di sisi lain, Rizal juga berharap Pelabuhan Semayang dioptimalkan sebagai terminal penumpang. Sementara kiriman barang dipusatkan di Terminal Petikemas Karingau karena ruas jalan di dalam kota kecil. Termasuk menata pelabuhan speedboat penyeberangan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU). "Karena saat ini ada 2 pelabuhan penyeberangan. Kami berharap bisa ditata dengan lebih baik," sambungnya.

Perihal penerapan tol laut ikut disuarakan Wakil Walikota H Rahmad Mas'ud sekaligus Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA). Termasuk kebijakan yang berpihak kepada pengusaha jasa pelayaran  agar dapat terlibat dalam industri minyak dan gas bumi (Migas). "Karena kesempatan untuk bermitra dengan perusahaan migas hampir tidak ada," ucap Rahmad Mas'ud.

Perwakilan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) ikut menyuarakan pendapatnya. Salah satunya menyoal penurunan tarif bongkar muat kontainer yang belum lama ini diturunkan.

Adapun penurunan tarif yang berlaku dari Rp125 ribu menjadi Rp35 ribu per box ukuran 20 feet dan Rp53.200 per box ukuran 40 feet dari sebelumnya Rp180 ribu.

Keluhan juga datang dari perwakilan pelaku usaha yang tergabung dalam DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia-Indonesian Logistics Forwarders Association (ALFI/ILFA) Kaltim. Di antaranya tarif jasa kepelabuhanan yang dinilai mahal dan tidak terstruktur. "Berbeda dengan Balikpapan dan Samarinda, penerapan tarif bahkan melibatkan para stakeholder," ucapnya.

Ketua DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) H Djuhri Asil ikut menyuarakan nasib anggotanya. Dari 80 perusahaan hingga kini hanya 7 perusahaan yang beroperasi. "Karena regulasi tidak mengarah karena swasta tapi BUMN," kesalnya.

Perwakilan Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) turut menuangkan harapan agar akses menuju Pelabuhan Karingau ditingkatkan.

Di tengah gelombang aspirasi, perwakilan nelayan memberi apresiasi kepada Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semayang menyusul kemudahan mengurus surat kelaikan kapal. "Dulunya harus ke Makassar tapi sekarang bisa dilayani Balikpapan, proses 1 hari bahkan tanpa beban biaya," serunya.

Perihal berbagai masukan tersebut, Budi Karya akan mewujudkan sebagai policy ditingkat nasional karena berguna untuk Balikpapan dan Kaltim. Menyangkut TKBM ia mengaku dilematis. "Beberapa waktu lalu ada TKBM yang ditertibkan karena yang diuntungkan hanya pengusaha (bukan buruh). Ada pungutan yang dilakukan pengusaha tapi tidak diberikan ke buruh, ada juga, yang dikerjakan tidak ada tapi tarif tetap dipungut.

Soal tarif sebaiknya didiskusikan karena kalau kemahalan menjadi tidak kompetitif," tegasnya. Jumlah buruh pun, lanjutnya wajib dikendalikan.

Ihwal mahalnya tarif pelabuhan di Berau, Budi Karya berjanji akan melakukan eksekusi dalam waktu dekat. "Kalau petugas di daerah kurang, pusat yang akan bergerak," sambungnya.

Kaitannya dengan kepelabuhanan, Menhub juga mendorong pengajar bidang pelayaran tingkat menengah atas untuk meningkatkan mutu dengan menimba ilmu di pulau Jawa dan Sulawesi. "Diklat Perhubungan juga akan kami dorong untuk bekerja sama dengan sekolah atau institute pelayaran sehingga (kualitas) SDM juga bertambah," lanjut dia kemudian.

Yang tidak kalah penting, keselamatan dalam pelayaran. "(mudik) Lebaran kemarin kami deg-degan karena di Balikpapan ada satu kapal yang berlebihan (penumpang). Makanya hari ini (kemarin, Red) kami berikan life jacket," pungkasnya. (dra/san)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:15

Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk…

Jumat, 22 September 2017 08:12

Gratis untuk Nelayan

JAKARTA  -  Pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM terus berupaya melakukan diversifikasi…

Jumat, 22 September 2017 08:09

Teknologi FO Menjangkau Sempurna

BALIKPAPAN  -  Setelah jaringan kabal serat, fiber optic (FO) menjangkau secara sempurna di…

Kamis, 21 September 2017 01:01

Bersekongkol, KPPU Sanksi Dua Perusahaan Konstruksi

BALIKPAPAN  –  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah tiga terlapor…

Kamis, 21 September 2017 00:59

Di Balik Kehati-hatian Perbankan

BALIKPAPAN   -  Kendati harga komoditas batu bara perlahan menanjak, Tim Pakar Rembuk Nasional…

Rabu, 20 September 2017 09:08

Gaet Banyak Investor Lokomotif Berikutnya

BALIKPAPAN  -  Di tengah perekonomian yang lesu darah, proyek pembangunan jalan bebas hambatan…

Rabu, 20 September 2017 09:05

Mengintip Penerapan di Pasar Tradisional

BALIKPAPAN  -  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengatur Harga Eceran Tertinggi…

Rabu, 20 September 2017 09:02

Ditarget Tuntas Akhir 2018

BALIKPAPAN  -  PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) terus melakukan pengembangan di proyek Borneo…

Selasa, 19 September 2017 08:28

Ada Sanksi, KPPU Dorong Sosialisasi

BALIKPAPAN  -  Penerapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas utama yakni beras diyakini…

Selasa, 19 September 2017 08:25

Rp1 Juta, Menginap Satu Malam Dapat Dua Tiket

BALIKPAPAN  -   Memudahkan penonton luar daerah menyaksikan laga segitiga legenda sepakbola…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .