MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 08:15
Soal Direct Call, Menhub Sarankan Takar Tingkat Ekonomis
Menhub Budi Karya Sumadi usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Di tengah upaya getol PT Pelindo IV (Persero) membangun pelayaran internasional (Direct Call) melalui Terminal Petikemas Karingau (TPK) yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru menilai rencana tersebut tidak kompetitif. "Direct Call itu penting enggak penting," ujarnya menerangkan usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu. Karena menurutnya, direct call bukan target utama melainkan menekan biaya.

Direct Call atau dikenal juga dikenal dengan ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan merupakan upaya membangun dan meningkatkan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Kaltim dalam mendukung kelancaran distribusi logistik atau barang kebutuhan masyarakat.

Dengan ekspor langsung ongkos angkut bisa ditekan karena barang tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta lalu dipindahkan ke kapal lainnya. Program tersebut juga berpotensi memberi keuntungan bagi daerah karena ikut menikmati pajak atas komoditas yang diekspor. Ya, selama ini, komoditas yang akan diekspor melalui Surabaya atau Jakarta. Secara otomatis pajak atas barang ekspor yang akan dikirim dipungut kedua kota tersebut sebagai daerah pengekspor.

Lebih lanjut Budi Karya menerangkan, menjadi tidak kompetitif ketika setiap kota berlomba membuka trayek langsung ke luar negeri sementara volume muatan kapal masih rendah.

Pasalnya, keberhasilan rencana tersebut tergantung dengan volume komoditas yang akan diekspor.
"Paling banter tujuan Direct Call Singapura. Kecuali komoditas yang dikirim langsung ke China atau negara Eropa lainnya enggak masalah, itu juga volumenya harus besar.

Tapi kalau Balikpapan bisa jadi pusat Direct Call boleh saja tapi kalau muatannya rendah akhirnya enggak ekonomis," ujarnya mengingatkan.

Sebaliknya, lanjut dia menerangkan, kalau Balikpapan belum melayani ekspor langsung, tidak perlu merasa tersaingi. "Kompetisi bukan Balikpapan atau Makassar tapi dengan Singapura, Malaysia, bahkan sekarang kita sudah kalah dengan Vietnam. Skala ekonomis harus diperhatikan, harus ada kesepakatan tentang hub," lugasnya kembali mengingatkan.

Terkait hub, saat ini, pemerintah pusat sudah menentukan 3 pilihan. Masing-masing Bitung, Muara Tanjung dan Tanjung Priok. Dari situ, kapal akan transit via Surabaya maupun Makassar. "Dan faktanya untuk Indonesia Timur memang Makassar," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT KKT M Basir mengaku interkonektivitas antar daerah menjadi kunci agar volume ekspor lebih besar sehingga rencana direct call dapat terwujud. Itu artinya, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang berperan besar dalam mencari komoditas laik ekspor masing-masing daerah.

"Dari Kaltara ada 1.500 TEUs (Twenty foot equivalent units) per bulan. Nah dari perusahaan pelayaran yang akan melayani Direct Call menginginkan minimal 200 TEUs per minggu tapi memang belum ada 1 pun perusahaan pelayaran yang deal karena masih tahap studi," terangnya.

Kalau pun Direct Call terwujud, akan terkoneksi dengan Makassar. (dra)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 07:34

Fashion Piala Dunia Diburu Pencinta Sepak Bola

BALIKPAPAN  -   Pesta sepak bola terbesar Piala Dunia baru saja bergulir. Itu artinya kesempatan…

Selasa, 19 Juni 2018 07:32

Ramadan Penjualan Rumah "Jokowi" Melejit

BALIKPAPAN  -  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tahun ini merupakan momentum…

Selasa, 19 Juni 2018 07:30

Pedagang Sebut Omzet Penjualan Mainan Turun 50 Persen

JAKARTA   -   Jumlah pengunjung Pasar Gembrong, Jakarta Timur pada Lebaran kali ini tak seramai…

Senin, 18 Juni 2018 08:07

Pedagang HP di Toko Mulai Kehilangan Pembeli

JAKARTA   -  Penjualan handphone pada 2018 ini tampak lesu dibanding tahun-tahun sebelumnya.…

Senin, 18 Juni 2018 08:06

Dana Nganggur Pemda Capai Rp 212 Triliun

JAKARTA   -  Pemerintah telah menyalurkan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD)…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

Lebaran Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi RI

JAKARTA   -  Perayaan Idul Fitri tahun ini diiringi dengan libur panjang serta tambahan…

Senin, 18 Juni 2018 08:04

Harga Cabai Diprediksi Stabil Tiga Minggu Lagi

JAKARTA   -  Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp 60.000 per kilogram (kg)…

Senin, 18 Juni 2018 08:03

Bandara Ngurah Rai Bali, Paling Ramai Saat Mudik Lebaran

JAKARTA   -  Trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018 meningkat dibandingkan…

Rabu, 13 Juni 2018 07:57

Dorong Perputaran Ekonomi Daerah

JAKARTA   –  Ramadan dan Lebaran menjadi masa panen bagi pelaku usaha di berbagai…

Rabu, 13 Juni 2018 07:54

Nest Promo untuk Calon Pengantin

KPFM BALIKPAPAN  -  Nest Family Reflexology & Spa Balikpapan selama Ramadan ini hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .