MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 08:15
Soal Direct Call, Menhub Sarankan Takar Tingkat Ekonomis
Menhub Budi Karya Sumadi usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Di tengah upaya getol PT Pelindo IV (Persero) membangun pelayaran internasional (Direct Call) melalui Terminal Petikemas Karingau (TPK) yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru menilai rencana tersebut tidak kompetitif. "Direct Call itu penting enggak penting," ujarnya menerangkan usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu. Karena menurutnya, direct call bukan target utama melainkan menekan biaya.

Direct Call atau dikenal juga dikenal dengan ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan merupakan upaya membangun dan meningkatkan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Kaltim dalam mendukung kelancaran distribusi logistik atau barang kebutuhan masyarakat.

Dengan ekspor langsung ongkos angkut bisa ditekan karena barang tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta lalu dipindahkan ke kapal lainnya. Program tersebut juga berpotensi memberi keuntungan bagi daerah karena ikut menikmati pajak atas komoditas yang diekspor. Ya, selama ini, komoditas yang akan diekspor melalui Surabaya atau Jakarta. Secara otomatis pajak atas barang ekspor yang akan dikirim dipungut kedua kota tersebut sebagai daerah pengekspor.

Lebih lanjut Budi Karya menerangkan, menjadi tidak kompetitif ketika setiap kota berlomba membuka trayek langsung ke luar negeri sementara volume muatan kapal masih rendah.

Pasalnya, keberhasilan rencana tersebut tergantung dengan volume komoditas yang akan diekspor.
"Paling banter tujuan Direct Call Singapura. Kecuali komoditas yang dikirim langsung ke China atau negara Eropa lainnya enggak masalah, itu juga volumenya harus besar.

Tapi kalau Balikpapan bisa jadi pusat Direct Call boleh saja tapi kalau muatannya rendah akhirnya enggak ekonomis," ujarnya mengingatkan.

Sebaliknya, lanjut dia menerangkan, kalau Balikpapan belum melayani ekspor langsung, tidak perlu merasa tersaingi. "Kompetisi bukan Balikpapan atau Makassar tapi dengan Singapura, Malaysia, bahkan sekarang kita sudah kalah dengan Vietnam. Skala ekonomis harus diperhatikan, harus ada kesepakatan tentang hub," lugasnya kembali mengingatkan.

Terkait hub, saat ini, pemerintah pusat sudah menentukan 3 pilihan. Masing-masing Bitung, Muara Tanjung dan Tanjung Priok. Dari situ, kapal akan transit via Surabaya maupun Makassar. "Dan faktanya untuk Indonesia Timur memang Makassar," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT KKT M Basir mengaku interkonektivitas antar daerah menjadi kunci agar volume ekspor lebih besar sehingga rencana direct call dapat terwujud. Itu artinya, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang berperan besar dalam mencari komoditas laik ekspor masing-masing daerah.

"Dari Kaltara ada 1.500 TEUs (Twenty foot equivalent units) per bulan. Nah dari perusahaan pelayaran yang akan melayani Direct Call menginginkan minimal 200 TEUs per minggu tapi memang belum ada 1 pun perusahaan pelayaran yang deal karena masih tahap studi," terangnya.

Kalau pun Direct Call terwujud, akan terkoneksi dengan Makassar. (dra)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 09:01

Pedagang Musiman Kais Rezeki Jelang HUT RI

BALIKPAPAN   -  Jelang peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang, pedagang bendera mulai menghias…

Selasa, 25 Juli 2017 09:00

Harga Sejumlah Bahan Makanan Stabil di Level Tinggi

BALIKPAPAN  -  Tidak ada momentum yang mendorong peningkatan konsumsi membentuk harga bahan…

Selasa, 25 Juli 2017 08:58

Indicafe, Paduan Digital dan Selera

BALIKPAPAN  -  Mendukung proses akselerasi transformasi kultur Telkom Group setiap wilayah,…

Senin, 24 Juli 2017 09:18

Peritel Nasional Tarik Maknyuss dan Cap Ayam Jago

BALIKPAPAN  -  Sejumlah peritel raksasa nasional melakukan gerak cepat dengan menarik beras…

Senin, 24 Juli 2017 09:16

Penyesuaian Batas PTKP Berharap Tidak Turun

BALIKPAPAN  -  Rencana penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) oleh Kementerian Keuangan,…

Senin, 24 Juli 2017 09:15

KPPU Dorong Penyesuaian Harga Acuan

BALIKPAPAN  -  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong penyesuaian harga acuan Rp9…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:40

Nilai Tukar Pecahan 1 Riyal Naik Mencolok

BALIKPAPAN  -  Selama satu bulan ke depan, transaksi penukaran uang asing di sejumlah layanan…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:38

RAT Kunci Eksistensi

BALIKPAPAN  -  Sebagai lanjutan pembubaran 145 koperasi non aktif di Kota Minyak, Kementerian…

Sabtu, 22 Juli 2017 08:38

Iduladha, Pasokan Daging Sapi Potong Diproyeksi Terjaga

BALIKPAPAN  -  Kendati pasokan sapi potong dipriotitaskan untuk kebutuhan kurban saat perayaan…

Jumat, 21 Juli 2017 08:40

Omzet Penuh Berkah

BALIKPAPAN  -  Setelah Ramadan dan Lebaran, Iduladha momentum yang juga turut mengerek tingkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .