MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 08:15
Soal Direct Call, Menhub Sarankan Takar Tingkat Ekonomis
Menhub Budi Karya Sumadi usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Di tengah upaya getol PT Pelindo IV (Persero) membangun pelayaran internasional (Direct Call) melalui Terminal Petikemas Karingau (TPK) yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru menilai rencana tersebut tidak kompetitif. "Direct Call itu penting enggak penting," ujarnya menerangkan usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu. Karena menurutnya, direct call bukan target utama melainkan menekan biaya.

Direct Call atau dikenal juga dikenal dengan ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan merupakan upaya membangun dan meningkatkan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Kaltim dalam mendukung kelancaran distribusi logistik atau barang kebutuhan masyarakat.

Dengan ekspor langsung ongkos angkut bisa ditekan karena barang tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta lalu dipindahkan ke kapal lainnya. Program tersebut juga berpotensi memberi keuntungan bagi daerah karena ikut menikmati pajak atas komoditas yang diekspor. Ya, selama ini, komoditas yang akan diekspor melalui Surabaya atau Jakarta. Secara otomatis pajak atas barang ekspor yang akan dikirim dipungut kedua kota tersebut sebagai daerah pengekspor.

Lebih lanjut Budi Karya menerangkan, menjadi tidak kompetitif ketika setiap kota berlomba membuka trayek langsung ke luar negeri sementara volume muatan kapal masih rendah.

Pasalnya, keberhasilan rencana tersebut tergantung dengan volume komoditas yang akan diekspor.
"Paling banter tujuan Direct Call Singapura. Kecuali komoditas yang dikirim langsung ke China atau negara Eropa lainnya enggak masalah, itu juga volumenya harus besar.

Tapi kalau Balikpapan bisa jadi pusat Direct Call boleh saja tapi kalau muatannya rendah akhirnya enggak ekonomis," ujarnya mengingatkan.

Sebaliknya, lanjut dia menerangkan, kalau Balikpapan belum melayani ekspor langsung, tidak perlu merasa tersaingi. "Kompetisi bukan Balikpapan atau Makassar tapi dengan Singapura, Malaysia, bahkan sekarang kita sudah kalah dengan Vietnam. Skala ekonomis harus diperhatikan, harus ada kesepakatan tentang hub," lugasnya kembali mengingatkan.

Terkait hub, saat ini, pemerintah pusat sudah menentukan 3 pilihan. Masing-masing Bitung, Muara Tanjung dan Tanjung Priok. Dari situ, kapal akan transit via Surabaya maupun Makassar. "Dan faktanya untuk Indonesia Timur memang Makassar," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT KKT M Basir mengaku interkonektivitas antar daerah menjadi kunci agar volume ekspor lebih besar sehingga rencana direct call dapat terwujud. Itu artinya, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang berperan besar dalam mencari komoditas laik ekspor masing-masing daerah.

"Dari Kaltara ada 1.500 TEUs (Twenty foot equivalent units) per bulan. Nah dari perusahaan pelayaran yang akan melayani Direct Call menginginkan minimal 200 TEUs per minggu tapi memang belum ada 1 pun perusahaan pelayaran yang deal karena masih tahap studi," terangnya.

Kalau pun Direct Call terwujud, akan terkoneksi dengan Makassar. (dra)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 08:18

Wali Kota Akan Siapkan Kebijakan Bersinergi

BALIKPAPAN  -  Kamis (1/3) mendatang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota akan menggelar…

Jumat, 23 Februari 2018 08:15

Pelni Genjot Pendapatan Unit Bisnis

BALIKPAPAN   -  Pucuk pimpinan PT Pelni (Persero) cabang Balikpapan berganti. Dari sebelumnya…

Jumat, 23 Februari 2018 08:14

Hore, Balikpapan-Malinau Kini Terhubung via Udara

BALIKPAPAN  -  Mengawali tahun 2018, Lion Air Group memperluas jaringan konektivitas intra…

Kamis, 22 Februari 2018 08:19

PLN Kejar Elektrifikasi Kaltara

SEBAGAI  provinsi yang tergolong baru, Kalimantan Utara sangat serius membangun infrastruktur pendukung…

Kamis, 22 Februari 2018 08:17

Cara Astra Motor Honda Tingkatkan Loyalitas Konsumen

BALIKPAPAN  -  Lewat Supermoto Street Gathering CRF150L, Astra Motor Honda Balikpapan mengajak…

Rabu, 21 Februari 2018 08:51

Registrasi, Pelanggan Diganjar Bonus

BALIKPAPAN  -  Tak sekadar mengimbau pelanggan melakukan registrasi nomor prabayar sebelum…

Rabu, 21 Februari 2018 08:48

Lima Tahun Ungguli Pasar Smartphone

BALIKPAPAN  -  Diklaim lima tahun berturut-turut memimpin market penjualan smartphone di Balikpapan,…

Rabu, 21 Februari 2018 08:46

Rombak Aturan Bebas Pajak Agar Investasi Makin Moncer

JAKARTA   -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak aturan bebas pajak atau insentif agar…

Selasa, 20 Februari 2018 09:25

Kenaikan Harga Cabai Berlanjut, Sentuh Rp 45 Ribu per Kg

BALIKPAPAN  -  Hingga Senin (19/2), harga cabai masih bertengger di level Rp 45 ribu per kg,…

Selasa, 20 Februari 2018 09:22

Promo Bombastis di Wonderful Sudirman

BALIKPAPAN KPFM   -  Dealer Toyota AUTO 2000 Balikpapan cabang Sudirman memberikan promo bombastis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .