MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 17 Juli 2017 08:15
Soal Direct Call, Menhub Sarankan Takar Tingkat Ekonomis
Menhub Budi Karya Sumadi usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Di tengah upaya getol PT Pelindo IV (Persero) membangun pelayaran internasional (Direct Call) melalui Terminal Petikemas Karingau (TPK) yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru menilai rencana tersebut tidak kompetitif. "Direct Call itu penting enggak penting," ujarnya menerangkan usai menggelar dialog interaktif dengan stakeholder kepelabuhanan di gedung terminal Pelabuhan Semayang akhir pekan lalu. Karena menurutnya, direct call bukan target utama melainkan menekan biaya.

Direct Call atau dikenal juga dikenal dengan ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan merupakan upaya membangun dan meningkatkan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Kaltim dalam mendukung kelancaran distribusi logistik atau barang kebutuhan masyarakat.

Dengan ekspor langsung ongkos angkut bisa ditekan karena barang tidak perlu lagi dikirim ke Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta lalu dipindahkan ke kapal lainnya. Program tersebut juga berpotensi memberi keuntungan bagi daerah karena ikut menikmati pajak atas komoditas yang diekspor. Ya, selama ini, komoditas yang akan diekspor melalui Surabaya atau Jakarta. Secara otomatis pajak atas barang ekspor yang akan dikirim dipungut kedua kota tersebut sebagai daerah pengekspor.

Lebih lanjut Budi Karya menerangkan, menjadi tidak kompetitif ketika setiap kota berlomba membuka trayek langsung ke luar negeri sementara volume muatan kapal masih rendah.

Pasalnya, keberhasilan rencana tersebut tergantung dengan volume komoditas yang akan diekspor.
"Paling banter tujuan Direct Call Singapura. Kecuali komoditas yang dikirim langsung ke China atau negara Eropa lainnya enggak masalah, itu juga volumenya harus besar.

Tapi kalau Balikpapan bisa jadi pusat Direct Call boleh saja tapi kalau muatannya rendah akhirnya enggak ekonomis," ujarnya mengingatkan.

Sebaliknya, lanjut dia menerangkan, kalau Balikpapan belum melayani ekspor langsung, tidak perlu merasa tersaingi. "Kompetisi bukan Balikpapan atau Makassar tapi dengan Singapura, Malaysia, bahkan sekarang kita sudah kalah dengan Vietnam. Skala ekonomis harus diperhatikan, harus ada kesepakatan tentang hub," lugasnya kembali mengingatkan.

Terkait hub, saat ini, pemerintah pusat sudah menentukan 3 pilihan. Masing-masing Bitung, Muara Tanjung dan Tanjung Priok. Dari situ, kapal akan transit via Surabaya maupun Makassar. "Dan faktanya untuk Indonesia Timur memang Makassar," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PT KKT M Basir mengaku interkonektivitas antar daerah menjadi kunci agar volume ekspor lebih besar sehingga rencana direct call dapat terwujud. Itu artinya, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang berperan besar dalam mencari komoditas laik ekspor masing-masing daerah.

"Dari Kaltara ada 1.500 TEUs (Twenty foot equivalent units) per bulan. Nah dari perusahaan pelayaran yang akan melayani Direct Call menginginkan minimal 200 TEUs per minggu tapi memang belum ada 1 pun perusahaan pelayaran yang deal karena masih tahap studi," terangnya.

Kalau pun Direct Call terwujud, akan terkoneksi dengan Makassar. (dra)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 April 2018 08:20

30 April Batas Lapor SPT WP Badan

BALIKPAPAN   -   Program pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk wajib…

Kamis, 19 April 2018 08:16

Harga Telur dan Daging Ayam Naik Jelang Ramadan

PERTENGAHAN  Mei nanti sudah masuk Ramadan. Nah, menjelang Ramadan, harga-harga bahan pangan mulai…

Kamis, 19 April 2018 08:13

Mengintip Peringatan Hari Kartini

BALIKPAPAN   -   Identik dengan perayaan Hari Kartini, mal bersaudara e.Walk dan…

Kamis, 19 April 2018 08:13

Koperasi Syariah Akan Diberi Kemudahan

PEMERINTAH  melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan siap memberikan kemudahan kepada koperasi-koperasi…

Rabu, 18 April 2018 08:33

OJK Ajak Masyarakat Investasi

BALIKPAPAN  -   Survei inklusi keuangan nasional oleh Otiritas Jasa Keuangan (OJK) mneunjukkan…

Rabu, 18 April 2018 08:31

Kontribusi Luas Panen Padi Luar Jawa Meningkat

TERJADI  pergeseran kontribusi luas panen padi nasional dari Jawa ke luar Jawa selama lima tahun…

Rabu, 18 April 2018 08:30

Usul Batas Transaksi Uang Kartal Rp 20 Juta

JAKARTA  –  Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembatasan Transaksi Uang Kartal mendesak…

Rabu, 18 April 2018 08:28

1.000 Pesantren Bakal Punya Ummart Tahun Ini

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melihat peluang usaha baru di sektor ritel ditandai dengan…

Rabu, 18 April 2018 08:24

Ombudsman Minta Moratorium Penerimaan Jamaah Umrah

JAKARTA  –  Perjalanan penyelenggara umrah nakal masih berlanjut. Kali ini Kementerian…

Selasa, 17 April 2018 08:18

Perkuat Kapasitas dan Kualitas IIKP

BALIKPAPAN  -  Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh wilayah kerja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .