MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Senin, 17 Juli 2017 09:29
Kesadaran Semakin Rendah, Petugas Mudah Dikelabui

Efek Lemah Pengawasan dan Penertiban di Balikpapan

KUNCINYA HARUS TEGAS: Dishub dan Satpol PP diminta mengambil tindakan tegas dalam setiap pelanggaran sebagai upaya efek jera.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Sejumlah peraturan yang ditetapkan di Kota Beriman, kini mudah dilanggar. Buktinya banyak mulai dari pelanggaran membuang sampah, banyaknya pengendara yang parkir di bahu jalan, hingga yang terang-terangan terjadi di kawasan Car Free Day (CFD). Untuk pelanggaran besar, pengembang perumahan yang jelas-jelas tidak memiliki bozem, jika pun ada tidak sesuai mekanisme. Lalu, minimarket yang beroperasi tanpa mengantongi izin.

“Ini semua, efek dari lemahnya konsistensi pengawasan di lapangan. Yang simpel dan mudah dilihat, mobil yang berjualan di kawasan Car Free Day, itukan jelas pelanggaran. Tapi mereka santai-santai saja berjualan, malah terlihat nyaman-nyaman saja,” ujar Pemerhati Kota Balikpapan, Surya Fribadi menyikapi dinamika pelanggaran saat ini.

Dia menyebut efek dari lemahnya konsistensi pengawasan di lapangan, dipastikan kembali ke petugas lapangan. “Coba lihat sekarang, kesadaran masyarakat rendah dan petugas mudah dikelabui. Ujung-ujungnya pelanggaran semakin banyak, petugas kesulitan melakukan penertiban,” sebutnya.

Khusus mobil pribadi yang berjualan di kawasan CFD setiap Sabtu dan Minggu, Surya juga menyayangkan hal tersebut.  “Padahal CFD difungsikan untuk area olahraga dan refresing sekaligus tempat masyarakat bersosialisasi. Tapi nyatanya pedagang justru memanfaatkan ruas jalan untuk berjualan, bahkan ada yang sampai berkeliling. Ini sangat tidak nyaman buat masyarakat,” sambungnya.

Surya sapaan akrabnya menilai, selain lemahnya kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan, juga lemah pengawasan dan penertiban. Padahal kata dia, aturan dibuat itu untuk  dipatuhi sertaa diawasi.

“Jelas peraturannya di badan jalan tak boleh berjualan, di trotoar pun begitu, juga di taman taman.  Namun, masih banyak penjual yang menjajahkan jualannya itu di tempat-tempat terlarang sehingga merusak lingkungan. Belum lagi masalah sampah dan lain-lainnya,” bebernya.
Dirinya berharap agar aparat penegak perda belum maksimal melakukan pengawasan serta menindak tegas setiap pelanggaran.  Sebenarnya orang yang berjualan itu menurutnya, tujuannya sangat baik. Bahkan secara tidak langsung juga menjadi roda penggerak ekonomi kota.

“Ini peluang sebenarnya, tinggal dicarikan solusinya. Minimnya ruang pasar bagi mereka yang membuat para pedagang bak jamur di musim hujan di setiap even kota bahkan termaksud di CDF. Dimana ada keramaian di situ pasti ada pedagang,” ungkapnya.

Surya berharap, agar Satpol PP sebagai penegak Perda harus sering melakukan razia supaya keberadaan kendaraan yang berjualan itu tidak seenaknya.
“Baiknya razia itu dilakukan sehabis subuh sudah berpatroli, karena banyak dari mereka baik itu pedagang atau mereka yang mau buka stand sosialisasi atau promosi yang sudah menyiapkan dari subuh. Jadi ada pencegahan di awal, susah juga kalau sudah pagi, orang sudah memadati tempat CFD, aparat baru melalukan penertiban. Ini bisa jadi pemandangan yang tak baik bahkan cenderung membuat suasana tidak nyaman,” pungkasnya.

 

SATPOL PP AKUI PETUGAS MUDAH DIKELABUI

 

Maraknya mobil yang berjejer di sepanjang pinggir jalan sambil berjualan, menggambarkan penegakan ketertiban umum (ketibun) di Kota Beriman tak lagi punya taring. Juga ada, tidak tajam sehingga masyarakat tidak jera dan kembali melakukan pelanggaran.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Balikpapan, Subardiyono mengakui, jika mobil yang berjejer berjualan di pinggir jalan telah melanggar ketertiban umum.

“Penjual yang menggunakan mobil sudah jelas menyalahfungsikan kendaraannya. Selain itu, lokasinya juga merupakan fasilitas umum (fasum), sesuai dengan perda ketertiban umum jelas melanggar,”ujar Subardiyono, kepada Balikpapan Pos, kemarin (16/7).

Dirinya mengaku, pihaknya  sering melakukan monitoring di kawasan Lapangan Merdeka, akan tetapi para penjual yang menggunakan kendaraan itu selalu mengelabui petugas Satpol PP.

“Kami sering melakukan monitoring, kami sudah ingatkan merekan bahkan kami panggil hingga digiring ke persidangan tindak pidana ringan (tipiring). Tapi mereka tetap melanggar anpa efek jerah,” katanya.

Subardiyono menyakini, jika penjual layaknya pedagang kaki lima (PKL) itu merupakan satu satunya mata penchariannya untuk bertahap hidup dengan keluarganya.  

“Persisnya kurng tahu, tapi saya perhatikna semua kendaraan yang berjualan jangan-jangan mata penchariannya di situ. Tapi tetap itu tidak boleh karena melanggar kertibun,” tegasnya.

Pihaknya kata dia, akan terus memonitor dan menertibakan segala bentuk pelanggaran ketertiban umum tanpa pandang bulu. “Akan kami dalami dulu latar belakangnya mereka dan sambil kami tindak lanjuti,” janjinya.

Ia bakal menertibakan kendaraan yang berjejer itu karena telah melanggar ketertiban umum. Kata dia, di sepanjang jalan pratokol apalagi di kawasan tertib lalu lintas dilarang keras menjadikan tempat berjualan. “Tugas kami hanya untuk penertiban, tapi kalau untuk solusi bukan wewenang kami,” imbuhnya.

Subardiyono berharap, agar seluruh warga Balikpapan khususnya penjual taat terhadap peraturan yang berlaku. “Apalagi Balikpapan ini sudah terkenal bagus, tapi kami tidak menutup mata bahkan seluruh pelanggaran akan kami tertibkan. Ada petugas kami di sana yang selalu patroli, namun ketika di samperin mereka lari ke tempat lain,” pungkas Subardiyono. (tur/rus)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:46

Adhyaksa Dault Buka Perkempinas

BALIKPAPAN  -  Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III Tahun 2017 resmi…

Senin, 20 November 2017 09:44

6 Juta UMKM Diprediksi Bakal Go Digital pada 2020

JAKARTA  -   Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan,…

Senin, 20 November 2017 09:42

JK Terima Gelar Sri Perdana Mahkota Negara dari Adat Melayu

KABUPATEN LINGGA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima gelar adat sri perdana mahkota negara dari…

Senin, 20 November 2017 09:42

DPR Akan Panggil Menkeu soal Holding BUMN Tambang

JAKARTA  -  Proses pembentukan holding BUMN tambang sudah berjalan. Namun, Dewan Perwakilan…

Senin, 20 November 2017 09:41

Belum Jelas Pengelolanya, Stadion Batakan Terancam Mangkrak

BALIKPAPAN  -  Nasib Stadion Batakan yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 1,2 triliun terancam…

Senin, 20 November 2017 09:39

2018, Target PAD Parkir Rp 8,8 M

BALIKPAPAN  -  Retribusi parkir pada tahun 2018 ditargetkan mencapai Rp 8,8 miliar. Target…

Senin, 20 November 2017 09:38

Pengerasan Jalan Pantai Manggar Diusulkan Rp 30 M

BALIKPAPAN  -  Kabar gembira bagi para pengunjung Pantai Segara Sari Manggar. Pasalnya, pemkot…

Senin, 20 November 2017 09:35

Sarjana Bahasa Inggris

MUTHMAINNAH, gadis berparas ayu ini punya cita-cita mulia. Dia ingin menyediakan lapangan kerja bagi…

Senin, 20 November 2017 09:34

UMP Jangan Hanya Berpihak kepada Buruh

SAMARINDA  -  Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2018 menjadi Rp 2,5 juta belum bisa…

Minggu, 19 November 2017 08:50

Pengemis Anak Masih Berkeliaran

BALIKPAPAN - Penertiban terhadap para pengemis di Kota Minyak perlu ditingkatkan lagi, terutama pengemis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .