MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Senin, 17 Juli 2017 09:29
Kesadaran Semakin Rendah, Petugas Mudah Dikelabui

Efek Lemah Pengawasan dan Penertiban di Balikpapan

KUNCINYA HARUS TEGAS: Dishub dan Satpol PP diminta mengambil tindakan tegas dalam setiap pelanggaran sebagai upaya efek jera.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Sejumlah peraturan yang ditetapkan di Kota Beriman, kini mudah dilanggar. Buktinya banyak mulai dari pelanggaran membuang sampah, banyaknya pengendara yang parkir di bahu jalan, hingga yang terang-terangan terjadi di kawasan Car Free Day (CFD). Untuk pelanggaran besar, pengembang perumahan yang jelas-jelas tidak memiliki bozem, jika pun ada tidak sesuai mekanisme. Lalu, minimarket yang beroperasi tanpa mengantongi izin.

“Ini semua, efek dari lemahnya konsistensi pengawasan di lapangan. Yang simpel dan mudah dilihat, mobil yang berjualan di kawasan Car Free Day, itukan jelas pelanggaran. Tapi mereka santai-santai saja berjualan, malah terlihat nyaman-nyaman saja,” ujar Pemerhati Kota Balikpapan, Surya Fribadi menyikapi dinamika pelanggaran saat ini.

Dia menyebut efek dari lemahnya konsistensi pengawasan di lapangan, dipastikan kembali ke petugas lapangan. “Coba lihat sekarang, kesadaran masyarakat rendah dan petugas mudah dikelabui. Ujung-ujungnya pelanggaran semakin banyak, petugas kesulitan melakukan penertiban,” sebutnya.

Khusus mobil pribadi yang berjualan di kawasan CFD setiap Sabtu dan Minggu, Surya juga menyayangkan hal tersebut.  “Padahal CFD difungsikan untuk area olahraga dan refresing sekaligus tempat masyarakat bersosialisasi. Tapi nyatanya pedagang justru memanfaatkan ruas jalan untuk berjualan, bahkan ada yang sampai berkeliling. Ini sangat tidak nyaman buat masyarakat,” sambungnya.

Surya sapaan akrabnya menilai, selain lemahnya kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan, juga lemah pengawasan dan penertiban. Padahal kata dia, aturan dibuat itu untuk  dipatuhi sertaa diawasi.

“Jelas peraturannya di badan jalan tak boleh berjualan, di trotoar pun begitu, juga di taman taman.  Namun, masih banyak penjual yang menjajahkan jualannya itu di tempat-tempat terlarang sehingga merusak lingkungan. Belum lagi masalah sampah dan lain-lainnya,” bebernya.
Dirinya berharap agar aparat penegak perda belum maksimal melakukan pengawasan serta menindak tegas setiap pelanggaran.  Sebenarnya orang yang berjualan itu menurutnya, tujuannya sangat baik. Bahkan secara tidak langsung juga menjadi roda penggerak ekonomi kota.

“Ini peluang sebenarnya, tinggal dicarikan solusinya. Minimnya ruang pasar bagi mereka yang membuat para pedagang bak jamur di musim hujan di setiap even kota bahkan termaksud di CDF. Dimana ada keramaian di situ pasti ada pedagang,” ungkapnya.

Surya berharap, agar Satpol PP sebagai penegak Perda harus sering melakukan razia supaya keberadaan kendaraan yang berjualan itu tidak seenaknya.
“Baiknya razia itu dilakukan sehabis subuh sudah berpatroli, karena banyak dari mereka baik itu pedagang atau mereka yang mau buka stand sosialisasi atau promosi yang sudah menyiapkan dari subuh. Jadi ada pencegahan di awal, susah juga kalau sudah pagi, orang sudah memadati tempat CFD, aparat baru melalukan penertiban. Ini bisa jadi pemandangan yang tak baik bahkan cenderung membuat suasana tidak nyaman,” pungkasnya.

 

SATPOL PP AKUI PETUGAS MUDAH DIKELABUI

 

Maraknya mobil yang berjejer di sepanjang pinggir jalan sambil berjualan, menggambarkan penegakan ketertiban umum (ketibun) di Kota Beriman tak lagi punya taring. Juga ada, tidak tajam sehingga masyarakat tidak jera dan kembali melakukan pelanggaran.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Balikpapan, Subardiyono mengakui, jika mobil yang berjejer berjualan di pinggir jalan telah melanggar ketertiban umum.

“Penjual yang menggunakan mobil sudah jelas menyalahfungsikan kendaraannya. Selain itu, lokasinya juga merupakan fasilitas umum (fasum), sesuai dengan perda ketertiban umum jelas melanggar,”ujar Subardiyono, kepada Balikpapan Pos, kemarin (16/7).

Dirinya mengaku, pihaknya  sering melakukan monitoring di kawasan Lapangan Merdeka, akan tetapi para penjual yang menggunakan kendaraan itu selalu mengelabui petugas Satpol PP.

“Kami sering melakukan monitoring, kami sudah ingatkan merekan bahkan kami panggil hingga digiring ke persidangan tindak pidana ringan (tipiring). Tapi mereka tetap melanggar anpa efek jerah,” katanya.

Subardiyono menyakini, jika penjual layaknya pedagang kaki lima (PKL) itu merupakan satu satunya mata penchariannya untuk bertahap hidup dengan keluarganya.  

“Persisnya kurng tahu, tapi saya perhatikna semua kendaraan yang berjualan jangan-jangan mata penchariannya di situ. Tapi tetap itu tidak boleh karena melanggar kertibun,” tegasnya.

Pihaknya kata dia, akan terus memonitor dan menertibakan segala bentuk pelanggaran ketertiban umum tanpa pandang bulu. “Akan kami dalami dulu latar belakangnya mereka dan sambil kami tindak lanjuti,” janjinya.

Ia bakal menertibakan kendaraan yang berjejer itu karena telah melanggar ketertiban umum. Kata dia, di sepanjang jalan pratokol apalagi di kawasan tertib lalu lintas dilarang keras menjadikan tempat berjualan. “Tugas kami hanya untuk penertiban, tapi kalau untuk solusi bukan wewenang kami,” imbuhnya.

Subardiyono berharap, agar seluruh warga Balikpapan khususnya penjual taat terhadap peraturan yang berlaku. “Apalagi Balikpapan ini sudah terkenal bagus, tapi kami tidak menutup mata bahkan seluruh pelanggaran akan kami tertibkan. Ada petugas kami di sana yang selalu patroli, namun ketika di samperin mereka lari ke tempat lain,” pungkas Subardiyono. (tur/rus)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 09:35

REI Perluas Lokasi Pengerukan Sedimen

BALIKPAPAN  -  Pengerukan sedimentasi terus dilakukan oleh Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan.…

Jumat, 22 September 2017 09:31

Defisit, Bonus Pasukan Kuning Berkurang

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 800 petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan bakal segera mendapatkan…

Jumat, 22 September 2017 09:30

PPP Bantah Sudah Dukung Jaang-Rizal

SAMARINDA  -  Wakil Ketua DPW PPP Kaltim yang juga Ketua Panitia Muskerwil, Herman A Hasan…

Jumat, 22 September 2017 09:27

WALAH..!! Angkasa Pura Larang Taksi Gelap dan Online Angkut Penumpang

BALIKPAPAN  -  PT Angkasa Pura I Balikpapan selaku pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Jumat, 22 September 2017 09:24

Yakin Dapat Dukungan Prabowo

KENDATI  menjabat ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, namun belum tentu Yusran Aspar mendapatkan…

Jumat, 22 September 2017 09:24

Warga Keluhkan Pembuang Sampah Liar

BALIKPAPAN  -  Pemandangan di Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan,…

Jumat, 22 September 2017 09:23

52 Orang Daftar Panwascam

PANITIA  Pengawas Pemilu (Panwaslu) Balikpapan resmi membuka pendaftaran calon anggota panitia…

Kamis, 21 September 2017 00:40

Wali Kota Panggil Lima Pengembang Nakal

BALIKPAPAN   -   Wali Kota Rizal Effendi memastikan, pihaknya bakal memanggil lima pengembang…

Kamis, 21 September 2017 00:39

Anggaran Banjir Balikpapan Diperjuangkan di APBD Provinsi

SAMARINDA  -  Banjir besar yang kini kerap terjadi di Kota Balikpapan membuat banyak pihak…

Kamis, 21 September 2017 00:38

Tak Melindungi, Tak Juga Disanksi

BALIKPAPAN  -  Pengembang perumahan terus menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat, imbas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .