MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Senin, 17 Juli 2017 09:32
Pedagang Mengeluh Fasilitas, Petugas Sulit Menagih

Sampai Juni, Retribusi Pasar Capai Rp 2 Miliar

JADI ANDALAN: Pasar Klandasan menjadi penyumbang terbesar bagi kas daerah dari retribusi pasar di Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Penarikan retribusi menjadi salah satu sumber utama pemasukan kas daerah. Dari sekian banyak retribusi tersebut, salah satunya bersumber dari pasar resmi milik Pemkot Balikpapan. Dari lima pasar yang dikelola Dinas Perdagangan melalui masing-masing UPT pasar, hingga Juni  sudah terserap 58 persen dengan realisasi retribusi sebesar Rp 2 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, retribusi dari Pasar Klandasan tercatat paling besar, yakni Rp 300 juta.

 Kepala Dinas Perdagangan M Saufan mengatakan, hingga saat ini retribusi dari pasar milik pemerintah telah mencapai Rp 2.058.951.388. Jumlah itu bersumber retribusi masuk dari Pasar Inpres, Pandansari, Klandasan, Pasar Baru, dan Sepinggan.

 “Penyumbang retribusi terbanyak dari Pasar Klandasan dengan Rp 300 Juta. Terbanyak karena sesuai dengan peringkatnya dengan kelas A. Di sana (Pasar Klandasa) punya wilayah bangunan lebih besar, letaknya pun strategis serta banyak dikunjungi orang. Selain itu kulinernya maju dengan dilengkapi pasar gabungan antara pasar basah dan pasar kering," jelas Saufan.

 Mantan Dirut PDAM Balikpapan ini menjelaskan, retribusi yang ditarik di setiap pasar berbeda-beda. Besarannya tergantung dari jumlah petak yang dimiliki, kelas dan lokasinya. Penarikan retribusi terendah mulai dari Rp 80 ribu per petak. "Pasar lain kan tidak lengkap, seperti di Pandansari yang tidak ada untuk jualan baju-bajunya," ungkapnya.

 Ia menjelaskan masih kendala dalam penarikan retribusi. Kendalanya lantaran pedagang ditarik secara per bulan. Petugas tagih di masing-masing UPT kesulitan jika pedagang mengeluhkan tentang fasilitas pasar seperti bangunan lama yang sudah bocor. “Susah ditarik jika pedagang bersifat menumpang. Kalau pedagang bisnis, itu gampang nagihnya," paparnya.

 Kesulitan penarikan lainnya, juga tergantung pada kondisi ekonomi. Jika ekonomi baik, pembayaraan sewa lapak pasar gampang. Namun jkika kondisinya sebaliknya, pedagang enggan membayar dan memilih menunda agar uangya bisa disimpan untuk cadangan modal dagangan.

 "Itulah yang dihadapi UPT melalui juru tagih tiap bulannya. Apalagi yang kiosnya disewakan, dicari yang menyewa terbaru untuk bayar retribusi. Tidak masalah kalau pindah sewa ke orang lain. Yang penting rajin bayar retribusi," ungkapnya.

 Maka supaya praktik pindah tangan tidak makin meluas, maka penyewa harus memiliki surat izin penyewaan tempat berjualan yang dikeluarkan Dinas Perdagangan. Syarat untuk mendapatkannya gratis. Asal harus melunasi retribusi yang belum dibayar. "Kalau tidak lunas, tidak kita keluarkan izinnya. Jadi intinya, bisa izinnya pindah tangan balik nama asalkan tadi etribusi tersisa harus dilunasi dulu," paparnya.

 Selain retribusi bulanan, penarikan retribusi juga dilakukan harian terkhusus kepada pedagang kaki lima (PKL) dalam area pagar pasar. Besarannya, seribu per hari. "Banyak kami narik iuran PKL terutama di Pasar Pandansari. Namun kalau dihitung jumlahnya banyakan yang per bulan," urai Saufan. (bp-23/rus)

 


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:46

Adhyaksa Dault Buka Perkempinas

BALIKPAPAN  -  Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III Tahun 2017 resmi…

Senin, 20 November 2017 09:44

6 Juta UMKM Diprediksi Bakal Go Digital pada 2020

JAKARTA  -   Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan,…

Senin, 20 November 2017 09:42

JK Terima Gelar Sri Perdana Mahkota Negara dari Adat Melayu

KABUPATEN LINGGA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima gelar adat sri perdana mahkota negara dari…

Senin, 20 November 2017 09:42

DPR Akan Panggil Menkeu soal Holding BUMN Tambang

JAKARTA  -  Proses pembentukan holding BUMN tambang sudah berjalan. Namun, Dewan Perwakilan…

Senin, 20 November 2017 09:41

Belum Jelas Pengelolanya, Stadion Batakan Terancam Mangkrak

BALIKPAPAN  -  Nasib Stadion Batakan yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 1,2 triliun terancam…

Senin, 20 November 2017 09:39

2018, Target PAD Parkir Rp 8,8 M

BALIKPAPAN  -  Retribusi parkir pada tahun 2018 ditargetkan mencapai Rp 8,8 miliar. Target…

Senin, 20 November 2017 09:38

Pengerasan Jalan Pantai Manggar Diusulkan Rp 30 M

BALIKPAPAN  -  Kabar gembira bagi para pengunjung Pantai Segara Sari Manggar. Pasalnya, pemkot…

Senin, 20 November 2017 09:35

Sarjana Bahasa Inggris

MUTHMAINNAH, gadis berparas ayu ini punya cita-cita mulia. Dia ingin menyediakan lapangan kerja bagi…

Senin, 20 November 2017 09:34

UMP Jangan Hanya Berpihak kepada Buruh

SAMARINDA  -  Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2018 menjadi Rp 2,5 juta belum bisa…

Minggu, 19 November 2017 08:50

Pengemis Anak Masih Berkeliaran

BALIKPAPAN - Penertiban terhadap para pengemis di Kota Minyak perlu ditingkatkan lagi, terutama pengemis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .