MANAGED BY:
RABU
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KECAMATAN

Senin, 17 Juli 2017 09:58
Dulu Berjaya, Sekarang Batu Akik Tenggelam
SEPI PEMINAT: Pedagang batu akik di Pasar Inpres Kebun Sayur, Muhammad Ali merasakan sepinya peminat batu akik yang sempat booming beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Masih ingat fenomena batu akik yang menghantui hampir seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali di Balikpapan sekira tahun 2015 silam. Saat ini fenomena tersebut telah memudar dan bahkan tidak terlihat lagi maraknya warga yang menggunakan batu akik pada jemarinya. Hal ini lantas berdampak pada nasib pedagang batu akik yang ada di Pasar Inpres Kebun Sayur. Omset yang dulunya melimpah sekarang harus menjerit lantaran minimnya peminat.

 Salah seorang pedagang batu akik di Pasar Inpres Kebun Sayur, Muhammad Ali mengatakan bahwa dirinya betul-betul merasakan minimnya peminat di kiosnya. Padahal Ali sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih trend di tahun 2015 silam.

 "Sekarang sedih, pembelinya kurang. Yang datang bisa dihitung jari. Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai gak bisa kehitung ada berapa pembeli dan pengunjung di sini," katanya.

 Ali mengaku hampir seluruh jenis batu akik mengalami penurun harga yang sangat drastis. Sebut saja batu akik khas Kalimantan yakni red borneo yang bahkan dapat dijualnya seharga Rp 30-50 ribu per bijinya. Padahal sebelumnya harga batu seperti Red Borneo mampu tembus diangka Rp.100-500 ribu per bijinya tergantung dari kecerahan warnanya.

 "Jatuh semua harganya, misalnya red borneo yang dulunya bisa sampai ratusan ribu dan jutaan sekarang dijual cuman Rp.50 ribu aja. Ya karena sudah bukan musimnya lagi. Mau gak mau harganya jatuh. Kecuali orang yang memang ngerti batu ya pasti dia tahu kualitas dan harga," ujarnya.

 Menurut Ali, harga batu akik jatuh lantaran saat itu maraknya pengrajin dan penjual batu akik diseluruh sudut kota Balikpapan dan membuat para pedagang membanting harga miring. Alhasil pedagang yang memang puluhan tahun berjualan batu akik tersebut terkena imbasnya dengan jatuhnya harga dari para pedagang pemula.

 "Ya jatuh kan karena banyak pedagang yang baru-baru belajar dan gak ngerti batu itu hantam harga sembarangan. Kalau kita ini kan memang pengrajin batu asli jadi tahu mana batu yang asli mana batu yang palsu. Mereka kan tidak bisa membedakan kualitas batu, asal sebut aja," tukasnya.

 Ali berharap peminat batu akik kembali marak seperti tahun sebelumnya. Sebab dirinya memang murni berjualan batu akik untuk menghidupi keluarganya selama kurang lebih dua puluh tahun.

 "Ya harapannya bisa musim lagi. Soalnya saya memang ngandalin jualan batu untuk hidupin keluarga," pungkasnya. (bp-22/san)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juli 2017 10:28

Cegah Mobil Ayam Potong

BALIKPAPAN  -  Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:25

Program STBM Disosialisasikan di Manggar

BALIKPAPAN  -  Puskesmas Manggar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan…

Selasa, 25 Juli 2017 10:24

Aktivitas Remaja Diawasi

BALIKPAPAN  –  Kenakalan anak-anak remaja merupakan salah satu yang menjadi perhatian…

Selasa, 25 Juli 2017 10:23

Drainase Tidak Respentatif

BALIKPAPAN  –   Wilayah Balikpapan Timur masih banyak daerah belum memiliki saluran…

Selasa, 25 Juli 2017 10:22

Bendungan Teritip Bisa Dijadikan Objek Wisata

BALIKPAPAN   - Kota Balikpapan memiliki beragam potensi wisata alam. Seperti keindahan pantai,…

Selasa, 25 Juli 2017 10:22

Rutin Sambangi Poskamling, Cegah Tindak Kriminalitas

BALIKPAPAN  -  Agara warga yang melakukan aktifitas jaga malam atau siskamling semakin bersemangat…

Selasa, 25 Juli 2017 10:20

Pengolahan Makanan Berbahan Ikan

BALIKPAPAN  -  Berada di daerah pesisir laut, potensi laut memang perlu dimaksimalkan untuk…

Senin, 24 Juli 2017 10:38

Pohon Besar Rawan Tumbang

BALIKPAPAN  -  Sejumlah warga yang biasa melintas di kawasan Jalan AW Syahrani Kelurahan Batu…

Senin, 24 Juli 2017 10:35

Menanti Janji Pemkot dan DPRD Balikpapan

NASIB Hasmiah (47) warga Jalan Borobudur RT 36 Muara Rapak cukup memprihatinkan, pasca musibah longsor…

Senin, 24 Juli 2017 10:34

Parkir Rapak Plaza Tampung 800 Unit Motor

DI pusat perbelanjaan, seperti Rapak Plaza, tahun-tahun sebelumnya pengunjung membludak keluar di depan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .