MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KECAMATAN

Senin, 17 Juli 2017 09:58
Dulu Berjaya, Sekarang Batu Akik Tenggelam
SEPI PEMINAT: Pedagang batu akik di Pasar Inpres Kebun Sayur, Muhammad Ali merasakan sepinya peminat batu akik yang sempat booming beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Masih ingat fenomena batu akik yang menghantui hampir seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali di Balikpapan sekira tahun 2015 silam. Saat ini fenomena tersebut telah memudar dan bahkan tidak terlihat lagi maraknya warga yang menggunakan batu akik pada jemarinya. Hal ini lantas berdampak pada nasib pedagang batu akik yang ada di Pasar Inpres Kebun Sayur. Omset yang dulunya melimpah sekarang harus menjerit lantaran minimnya peminat.

 Salah seorang pedagang batu akik di Pasar Inpres Kebun Sayur, Muhammad Ali mengatakan bahwa dirinya betul-betul merasakan minimnya peminat di kiosnya. Padahal Ali sempat kelimpahan pembeli saat fenomena batu akik masih trend di tahun 2015 silam.

 "Sekarang sedih, pembelinya kurang. Yang datang bisa dihitung jari. Padahal dulu waktu lagi musimnya sampai gak bisa kehitung ada berapa pembeli dan pengunjung di sini," katanya.

 Ali mengaku hampir seluruh jenis batu akik mengalami penurun harga yang sangat drastis. Sebut saja batu akik khas Kalimantan yakni red borneo yang bahkan dapat dijualnya seharga Rp 30-50 ribu per bijinya. Padahal sebelumnya harga batu seperti Red Borneo mampu tembus diangka Rp.100-500 ribu per bijinya tergantung dari kecerahan warnanya.

 "Jatuh semua harganya, misalnya red borneo yang dulunya bisa sampai ratusan ribu dan jutaan sekarang dijual cuman Rp.50 ribu aja. Ya karena sudah bukan musimnya lagi. Mau gak mau harganya jatuh. Kecuali orang yang memang ngerti batu ya pasti dia tahu kualitas dan harga," ujarnya.

 Menurut Ali, harga batu akik jatuh lantaran saat itu maraknya pengrajin dan penjual batu akik diseluruh sudut kota Balikpapan dan membuat para pedagang membanting harga miring. Alhasil pedagang yang memang puluhan tahun berjualan batu akik tersebut terkena imbasnya dengan jatuhnya harga dari para pedagang pemula.

 "Ya jatuh kan karena banyak pedagang yang baru-baru belajar dan gak ngerti batu itu hantam harga sembarangan. Kalau kita ini kan memang pengrajin batu asli jadi tahu mana batu yang asli mana batu yang palsu. Mereka kan tidak bisa membedakan kualitas batu, asal sebut aja," tukasnya.

 Ali berharap peminat batu akik kembali marak seperti tahun sebelumnya. Sebab dirinya memang murni berjualan batu akik untuk menghidupi keluarganya selama kurang lebih dua puluh tahun.

 "Ya harapannya bisa musim lagi. Soalnya saya memang ngandalin jualan batu untuk hidupin keluarga," pungkasnya. (bp-22/san)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:30

Rusak Parah, Jalan Alam Baru Harus Dicor

BALIKPAPAN  -  Kondisi Jalan Alam Baru Somber Balikpapan Barat yang mengalami rusak parah,…

Senin, 20 November 2017 09:28

Berkeliling, Tak Boleh Langgar Rambu

BALIKPAPAN   -  Upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas terus digencarkan Direktorat…

Senin, 20 November 2017 09:27

Stadion Batakan DiKebut

BALIKPAPAN  –   Sejumlah warga mempertanyakan keseriusan Pemkot dalam menuntaskan…

Senin, 20 November 2017 09:23

Manggar Kesulitan Lahan Makam

BALIKPAPAN  –  Kabid Pertamanan dan Pemakaman Hairul Ilmi mengakui adanya keluhan warga…

Senin, 20 November 2017 09:22

Lamaru Gelar KBM Bersihkan Drainase

BALIKPAPAN  –  Sejumlah warga Lamaru yang berada di RT 17 bersama dengan pihak kelurahan…

Senin, 20 November 2017 09:21

15 Tahun Diusulkan, Belum Direspon

BALIKPAPAN  –  Kelamaan. Kata itu sangat tepat untuk menggambarkan usulan pembangunan…

Sabtu, 18 November 2017 08:00

Sasar Saluran Drainase Jalan Mulawarman

BALIKPAPAN –  Jumat (17/11) pagi sejumlah warga bersama dengan pihak pegawai kelurahan dan…

Sabtu, 18 November 2017 07:59

Warga Usul Pasang Cermin Tikungan

BALIKPAPAN  -   Sejumlah warga mengeluhkan simpang dekat Hotel Grand Senyiur. Pasalnya,…

Sabtu, 18 November 2017 07:57

Manggar Rawan Sengketa Lahan

BALIKPAPAN  –  Lajunya tingkat pembangunan, berimbas pada sejumlah permasalahan yang…

Sabtu, 18 November 2017 07:54

Kelurahan Teritip dan PPS Mantapkan Kesinergian

BALIKPAPAN  –  Demi menjaga kondusivitas jalannya pemilihan Gubernur Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .