MANAGED BY:
KAMIS
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:40
ABH Juga Korban

Psikolog: Hak Anak dengan Konseling dan Terapi

MEMPRIHATINKAN: AG (kiri), ABH yang sudah dua kali tersangkut kasus curanmor.(esa fatmawati/balikpapan pos)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kenakalan remaja yang mengarah pada tindak kriminal biasanya didorong karena tak ada perasaan bersalah. Menurut psikolog anak, Dwita Salverry, hal itu terjadi salah satunya pada AG,remaja usia 16 tahun yang kembali harus merasakan dinginnya sel tahanan karena kasus curanmor.

Dwita menjelaskan, secara psikologis jika seseorang berani melakukan sesuatu perilaku maka akan cenderung mudah mengulangi perbuatannya. Seperti melakukan kebohongan atau melanggar aturan pertama kali, seseorang pasti ragu atau pun gemetar. Sama dengan apa yang dilakukan ABH, kembali melakukan curanmor lantaran pernah melakoni sebelumnya.

"Kalau pertama pasti tidak lancar, ragu, maju mundur, gemetar dan berbagai ketidak tenangan emosi. Namun jika sudah sekali berani melakukan, maka akan lebih berani dan semakin lama jadi enteng melakukan kesalahan, seperti melakukan hal biasa," bebernya, kemarin (5/8).

Sebagian anak yang menjadi pelaku kriminal juga merupakan korban. Kacamata kriminologi, anak yang melakukan tindakan kriminal dihukum atas kesalahannya. Di sisi lain, juga dibutuhkan victimologi, serupa dengan pendampingan yakni memberikan bantuan sebagai korban.

"Kenapa disebut korban? Karena anak punya hak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik dari orangtua dan lingkungannya sehingga dia berperilaku baik. Apabila anak berperilaku buruk maka dipastikan semua terjadi karena kontribusi negatif terbesar dari orangtuanya," terangnya.

Menurut Dwita, tidak ada anak yang terlahir ingin menjadi kriminal, tidak ada anak yang terlahir mau berperilaku buruk, anak siapapun itu. Lebih lanjut, harusnya anak yang mendapat hukuman sebagai pelaku seharusnya juga mendapatkan hak sebagai korban. Sebagai korban, anak tersebut diberikan bantuan konseling dan terapi psikologis.

"Mereka harusnya juga dapat bantuan konseling dan terapi psikologis, sehingga saat selesai menjalani hukuman atas perbuatannya anak tersebut sudah siap mental dan berbekal dengan pemikiran positifnya. Dengan begitu Insya Allah kemungkinan pengulangan perilaku negatifnya menjadi rendah," paparnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Dwita juga melakukan pembahasan mengenai bantuan untuk narapidana anak atau anak berhadapan hukum (ABH). "Selain narapidana anak, juga para narapidana perempuan. Sementara ini masih fokus pada narapidana perempuan," tandasnya. (cha/war)


BACA JUGA

Rabu, 23 Agustus 2017 09:30

Pengusaha Pidanakan Anak Kasus Pemalsuan

BALIKPAPAN  -  Di luar daerah, belum lama ini viral berita anak kandung menggugat ibunya…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:27

Lolos Karantina, Pemilik Keluarkan Uang

BALIKPAPAN  -   Penyebab adanya muatan sapi di KM Artha Mulia yang tak masuk manifes masih…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:21

Oknum UN Swissindo Bisa Dipolisikan

BALIKPAPAN  -   Dugaan penipuan dengan mengiming-imingi korbannya uang tunai senilai Rp 14…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:15

Drama Menit Akhir

BALIKPAPAN   -  From zero to hero. Kalimat inilah yang menggambarkan permainan Anmar…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:10

“Tangan Malaikat” dari Manggar

KURNIAWAN  Kartika Ajie yang belum sepenuhnya fit pasca cedera saat melawan Timor Leste, terpaksa…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:07

Soal Keamanan Pilgub Kaltim, Ini Kata Pangdam Mulawarman

BALIKPAPAN  -  Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim yang akan dilaksanakan tahun depan,…

Rabu, 23 Agustus 2017 09:06

TEKNOLOGI ORANG INDONESIA

TIGA orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna. Mereka adalah orang dari Amerika, Jepang, dan…

Selasa, 22 Agustus 2017 08:46

Selisih Manifes, 633 Sapi Ditahan Lanal Balikpapan

BALIKPAPAN   -  Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan menahan KM Arta Mulia yang…

Selasa, 22 Agustus 2017 08:44

Karena Diolok, Kepala Teman Ditimpas

BALIKPAPAN  -   Hanya karena dipicu saling olok, Erwin (30) harus dilarikan ke rumah sakit…

Selasa, 22 Agustus 2017 08:41

Pelajar Mangkal di Warnet

BALIKPAPAN   -  Tiga orang pelajar SMP dan SMA terjaring razia Satpol PP di warung internet…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .