MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 06 Agustus 2017 11:40
ABH Juga Korban

Psikolog: Hak Anak dengan Konseling dan Terapi

MEMPRIHATINKAN: AG (kiri), ABH yang sudah dua kali tersangkut kasus curanmor.(esa fatmawati/balikpapan pos)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kenakalan remaja yang mengarah pada tindak kriminal biasanya didorong karena tak ada perasaan bersalah. Menurut psikolog anak, Dwita Salverry, hal itu terjadi salah satunya pada AG,remaja usia 16 tahun yang kembali harus merasakan dinginnya sel tahanan karena kasus curanmor.

Dwita menjelaskan, secara psikologis jika seseorang berani melakukan sesuatu perilaku maka akan cenderung mudah mengulangi perbuatannya. Seperti melakukan kebohongan atau melanggar aturan pertama kali, seseorang pasti ragu atau pun gemetar. Sama dengan apa yang dilakukan ABH, kembali melakukan curanmor lantaran pernah melakoni sebelumnya.

"Kalau pertama pasti tidak lancar, ragu, maju mundur, gemetar dan berbagai ketidak tenangan emosi. Namun jika sudah sekali berani melakukan, maka akan lebih berani dan semakin lama jadi enteng melakukan kesalahan, seperti melakukan hal biasa," bebernya, kemarin (5/8).

Sebagian anak yang menjadi pelaku kriminal juga merupakan korban. Kacamata kriminologi, anak yang melakukan tindakan kriminal dihukum atas kesalahannya. Di sisi lain, juga dibutuhkan victimologi, serupa dengan pendampingan yakni memberikan bantuan sebagai korban.

"Kenapa disebut korban? Karena anak punya hak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik dari orangtua dan lingkungannya sehingga dia berperilaku baik. Apabila anak berperilaku buruk maka dipastikan semua terjadi karena kontribusi negatif terbesar dari orangtuanya," terangnya.

Menurut Dwita, tidak ada anak yang terlahir ingin menjadi kriminal, tidak ada anak yang terlahir mau berperilaku buruk, anak siapapun itu. Lebih lanjut, harusnya anak yang mendapat hukuman sebagai pelaku seharusnya juga mendapatkan hak sebagai korban. Sebagai korban, anak tersebut diberikan bantuan konseling dan terapi psikologis.

"Mereka harusnya juga dapat bantuan konseling dan terapi psikologis, sehingga saat selesai menjalani hukuman atas perbuatannya anak tersebut sudah siap mental dan berbekal dengan pemikiran positifnya. Dengan begitu Insya Allah kemungkinan pengulangan perilaku negatifnya menjadi rendah," paparnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Dwita juga melakukan pembahasan mengenai bantuan untuk narapidana anak atau anak berhadapan hukum (ABH). "Selain narapidana anak, juga para narapidana perempuan. Sementara ini masih fokus pada narapidana perempuan," tandasnya. (cha/war)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 08:33

Pemerkosa Pembuang Bayi Hapus Akun FB

BALIKPAPAN  -   Sepertinya ISL harus mempertanggungjawabkan sendiri hasil perbuatannya membuang…

Jumat, 20 Juli 2018 08:30

Sama-Sama Terpuruk

BALIKPAPAN   -   Dua tim alumni kasta tertinggi kembali bertemu pada pekan ke-9 Liga…

Jumat, 20 Juli 2018 08:28

Awas! Video Uang “PKI” Beredar

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan menyebarkan berita bohong, apalagi melalui media sosial…

Jumat, 20 Juli 2018 08:26

Gereja Jadi Sasaran, Teroris Ditangkap di Balikpapan

MASYARAKAT tak takut dengan aksi teror dan siap membantu aparat untuk melawan para teroris. Pesan itulah…

Jumat, 20 Juli 2018 08:23

Uang Curian Dipakai Nyabu dan Judi Online

BALIKPAPAN  -  Hati-hati meletakkan barang berharga karena bisa menjadi incaran para penjahat.…

Jumat, 20 Juli 2018 08:21

Berkat Baca Doa

Suatu malam, tepatnya malam Jumat kliwon, di mana menurut orangtua saat itu banyak hantu berkeliaran,…

Jumat, 20 Juli 2018 08:20

KPK Cium Dugaan Gratifikasi

BALIKPAPAN  -  Penipuan yang dilakukan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) terhadap ribuan jemaah…

Kamis, 19 Juli 2018 08:41

Gadis ABG Dicokok Polisi

PENAJAM  -  Seorang gadis yang masih berusia 16 tahun berinisial CAQ, pada Selasa (17/7) lalu…

Kamis, 19 Juli 2018 08:37
Kasus Dugaan Sodomi yang Dilakukan Pandu Dharma Wicaksono

Pengacara Bilang Ada Kepentingan Politik, LHAAA POLITIK APA???

BALIKPAPAN  -  Pernyataan kuasa hukum Pandu Dharma Wicaksono, Agus Ambri perihal kasus kliennya…

Kamis, 19 Juli 2018 08:31

Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Seminggu lebih Satlantas Polres Balikpapan mengalami kekosongan material pad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .