MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Kamis, 10 Agustus 2017 08:22
UKM Dipacu Melantai di Bursa Saham

Setelah Go Online

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merampungkan pengaturan papan akselerasi khusus untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menyusul terbitnya peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang klasifikasi usaha. Yakni POJK No 53/POJK 04/2017 tentang Pernyataan Pendaftaran

Dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.

Terkait itu, Direktur Pengembangan PT BEI Nicky Hogan mengatakan akan menargetkan penyusunan aturan papan akselerasi UKM rampung tahun ini agar pelaku usaha segera IPO. "Ada 23 perusahaan start up yang terdaftar dan masuk inkubasi IPO," ujarnya.

Guna memudahkan, BEI akan membuat aturan dan syarat yang lebih ringan dibanding dengan papan utama dan pengembangan. Mulai standar pelaporan keuangan yang lebih ringan dan jumlah minimal saham ditawarkan.

Dia mencontohkan ketentuan pelaporan keuangan yang lebih ringan dan pembatasan jumlah pemilik saham selepas IPO direalisasikan. Semua aturan dan syarat disusun sesuai skala usaha. "Jumlah saham yang diterbitkan biasanya 500 pemilik, untuk perusahaan kecil mungkin akan dikurangi jadi 300 pemilik saham, mengikuti ukuran usahanya," serunya.

Lebih lanjut, dia mengatakan permodalan dari dana masyarakat melalui penawaran saham akan memudahkan pengusaha skala menengah dan kecil untuk mengembangkan bisnis. Sebab permodalan dari perbankan cenderung mempertimbangkan feasibility usaha  untuk menjamin tingkat pengembalian modal dan pembayaran bunga.

"Kalau dana dari penawaran saham menggunakan ekspektasi, investor akan memilih sendiri mana perusahaan yang dinilai akan memberikan keuntungan. Jadi semua ada pangsanya masing-masing," sambungnya.

Sementara itu, untuk mempersiapkan pelaku UKM melaju ke lantai bursa, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota H Yaser Arafat menyarankan agar pemerintah kota (Pemkot) membentuk wadah. "Banyak UKM yang bisa dikembangkan, asalkan ada wadahnya. Karena UKM itu kendala bisnisnya dari segi investasi dan sumber daya manusianya yang belum mumpuni," jelasnya dijumpai Rabu (9/8).

Pemusatan dalam satu wadah dianggapnya mampu mengakomodir kebutuhan pengusaha yang terlibat, sekaligus membenahi aspek usahanya secara merata. Karena menurutnya, dibandingkan Pulau Jawa, daya saing pengelolaan hilir di Kaltim hingga pengemasan dan pemasaran atas produk-produk turunan, belum optimal.

"Segmen bisnis sekarang sudah didominasi industri kreatif yang banyak memanfaatkan teknologi. Hasil tekstil di sini belum terekspos meluas salah satunya karena belum optimal memanfaatkan teknologi," sambungnya.

Padahal, Kaltim memiliki potensi besar untuk menghasilkan bahan baku yang bisa diolah menjadi barang dagangan bernilai jual tinggi. Namun pengelolaan hilir belum ditangani seriusi karena keterbatasan biaya, tenaga kerja dan peralatan.

Sedangkan untuk melantai di bursa, BEI mengharuskan persyaratan minimal omzet tahunan dalam kurun waktu tertentu untuk meningkatkan ekspektasi investor. Perolehan omzet juga dipengaruhi nilai jual produk dan pemasaran.  "Banyak UKM yang pengolahan produk dan pemasarannya masih konvensional. Sebaiknya dinas pemerintah kota terkait mengakomodir pembenahan. Setelah semuanya siap dan meyakinkan, baru melantai di bursa," pungkasnya. (dra)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 08:05

Pedagang Sebut Beras Medium Bulog Kurang Diminati

BALIKPAPAN   -  Beras medium yang digelontorkan Perum Bulog ke pengecer dan distributor melalui…

Selasa, 16 Januari 2018 08:03

Impor Jelang Musim Panen

BALIKPAPAN  -  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan akan ikut memantau distribusi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:02

Harga Beras Naik, Keuntungan Pedagang Makanan Jadi Turun

BALIKPAPAN   -  Salah seorang pedagang makanan jadi yang menjadikan nasi sebagai bahan baku,…

Senin, 15 Januari 2018 08:07

Harga Sayuran Naik, Ikan masih Mahal

BALIKPAPAN   -  Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional tercatat naik. Di Pasar Klandasan…

Senin, 15 Januari 2018 07:59

Ombudsman Heran Bulog Tidak Ditugasi

JAKARTA   -   Kementerian Perdagangan memutuskan untuk membuka keran impor beras guna…

Senin, 15 Januari 2018 07:57

KKT Siapkan Diskon Tarif

BALIKPAPAN  -  Demi mewujudkan pelayaran internasional dari Balikpapan melalui Terminal Petikemas…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:54

Tahun Politik dan Produk Baru

BALIKPAPAN  -  Tahun 2017, PT Astra International Tbk-Honda main dealer kantor wilayah Balikpapan…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Kapasitas Produksi Tidak Bertambah, Terapkan Skala Prioritas

BALIKPAPAN  -  Peluncuran produk baru tanpa disertai peningkatan kapasitas produksi, memaksa…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Mafia Sikat 150 Ribu Elpiji Subsidi di Pasaran

JAKARTA  — Salah satu biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi Desember lalu terungkap.…

Jumat, 12 Januari 2018 08:00

Bidik Produksi Handling di Atas 200 Ribu TEUs

BALIKPAPAN  -  PT Kaltim Karingau Terminal (KKT) selaku operator Terminal Petikemas Karingau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .