MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Sabtu, 12 Agustus 2017 09:22
Dogol Dilarang, Nelayan Protes

Tangkapan Menurun, Gelar Aksi Damai di Kantor DPPP

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Ratusan nelayan di wilayah pesisir Teritip menggelar aksi damai di Kantor Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan yang terletak di Jalan Marsma R Iswahyudi, Jumat (11/8). 

Mereka mempertanyakan adanya larangan penggunaan alat tangkap jenis dogol (cantrang) yang selama ini digunakan nelayan. Akibat larangan tersebut, nelayan khawatir nasib para nelayan semakin buruk, karena berdampak dengan hasil tangkapan.

Aksi damai nelayan diterima langsung Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto dan beberapa unsur Muspika Balikpapan Timur.

Koordinator aksi nelayan, Syamsu Alam dalam orasinya mengatakan, nelayan sudah tidak melaut sejak tiga hari lalu. Dengan kondisi itu, tentunya sangat mengganggu kehidupan keluarga nelayan. Dampak lainnya adalah harga ikan di pasaran.

Sosialisasi Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Jenis Cantrang atau Dogol, dinilai sangat merugikan nelayan yang sudah melaut beberapa generasi di Balikpapan.

“Janganlah dihapus dogol. Alat tangkap dogol dianggap sebagai istri kedua dalam kehidupan nelayan di Balikpapan, khususnya wilayah pesisir Manggar. Gimana nanti menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anak mereka?” kata Syamsu Alam, disambut dengan teriak dan tepuk tangan nelayan.


Bagi Syamsu Alam, larangan alat tangkap dogol bisa menurunkan produksi ikan segar dan sehat untuk warga kota. Pasalnya, selama ini pasokan ikan masih kerap kekurangan, sehingga harus dipasok dari luar daerah seperti Palu, Mamuju, Grogot, dan Penajam.


“Kebutuhan ikan kita masih sering dipasok dari luar daerah. Itu pun, mohon maaf, sudah tidak segar lagi. Nah, bisa dibayangkan kalau nelayan pedogol ini dilarang. Harga ikan bisa mahal dan tidak segar lagi,” terang Ancu, biasa Syamsu disapa. 


Ancu juga mempertanyakan imbauan Menteri Susi Pudjiastuti untuk selalu mengonsumsi ikan setiap hari. Di mana di satu sisi, pemerintah juga mengeluarkan aturan yang dinilai bertentangan dengan kondisi nelayan.


“Kata Bu Susi, biasakan makan ikan. Yang tidak makan ikan, tenggelamkan! Kan gitu? Ya, meski hanya bercanda, tapi harus melihat realita. Kalau pendogol tak melaut, kan ikan berkurang?” ujarnya. 

“Kita tidak ingin ada masalah hukum bagi nelayan yang dinilai menabrak aturan, hanya karena mereka mencari nafkah untuk keluarganya” sambungnya.

Melalui aksi ini, akhirnya disepakati untuk aspirasi nelayan akan disampaikan ke Kementerian Perikanan dan Kelautan. Nelayan pun akan tetap melaut sambil menunggu keputusan dari pusat.


“Hasil kesepakatan ini tentunya diterima baik oleh nelayan, meski hanya bersifat sementara,” pungkasnya. (tur/rus/k1)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 07:43

GPK Belum Sumbang PAD

BALIKPAPAN  -  Gedung Parkir Klandasan (GPK) hingga saat ini pemanfaatnya masih di luar ekspektasi…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:40

Driver Online Kecewa Aplikator

Pengurus Asosiasi Driver Online (ADO)Kaltim bakal menggelar aksi demontrasi dengan sasaran aplikator…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:39

Kinerjanya Dievaluasi, Rizal Senang Diingatkan

BALIKPAPAN  -  Wali Kota Rizal Effendi menanggapi santai menyikapi kritikan dari hasil diskusi…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:39

Tradisi Akhir Tahun, Harga Bawang Melejit

BALIKPAPAN  -  Menjelang natal 2017 yang tinggal menghitung jari, kenaikan harga bahan makanan…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:37

Insentif Sesuaikan Kawasan Usaha

BALIKPAPAN  – Berbagai kemudahan ditawarkan Pemkot Balikpapan untuk menggairahkan investasi.…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:36

Sofyan Hasdam Gantikan Rita

SAMARINDA  -  Andi Sofyan Hasdam, koordinator wilayah (Korwil) Kalimantan DPP Golkar ditunjuk…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:35

Mantapkan Persiapan, KPUD Awali dengan Bimtek

Sebanyak 12 Partai politik (parpol) yang lolos penelitian administrasi peserta Pemilu 2019 oleh Komisi…

Jumat, 15 Desember 2017 09:05

JANGAN DIBIARKAN

Longsor nyaris menutupi badan Jalan Pulau Balang, Kawasan Industri Kariangau (KIK), Balikpapan Barat,…

Jumat, 15 Desember 2017 09:04

Final, PKB Usung Jaang-Rizal

SAMARINDA  -  Tak mau kalah dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan…

Jumat, 15 Desember 2017 09:03

Ingin Juara Nasional, Curi Ilmu ke Balikpapan

Nama Kaltim harum di level nasional. Tahun ini, Kota Balikpapan menjadi satu-satunya kabupaten/kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .