MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Sabtu, 19 Agustus 2017 09:09
Gila, Tiga Bulan Raup Rp 28,2 Juta

Pendapatan Dua Pengemis Asal Sumenep

PROKAL.CO, PENAJAM   Tak heran jika pengemis luar daerah betah mengais rezeki di Bumi Etam, termasuk Penajam Paser Utara. Dua orang pengemis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berhasil diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) di depan Masjid Ar Rahman, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kamis (17/8) siang. Mereka bernama Juheri (55) dan Ihak (68) berada di Benuo Taka sejak Mei lalu. Sekira tiga bulan mengemis di PPU, mereka berdua telah mengumpulkan uang puluhan juta.

Berdasarkan bukti pengiriman uang di bank BNI dan BRI terdapat Rp 28,2 juta. Uang yang dikumpulkan Juheri dan Ihak dikirim ke empat rekening berbeda. Keduanya telah mengirim uang sebanyak 13 kali dimana setiap pengiriman paling sedikit Rp 1 juta dan paling besar Rp 3,5 juta.

“Pada saat ditangkap ditemukan uang tunai hasil mengemis sebesar Rp 713 ribu di tangan Juheri dan Rp 600 ribu milik Ihak. Tapi bukti transfer mereka berdua sebanyak Rp 28,2 juta,” kata Kasatpol PP PPU Adriani Amsyar melalui penyidik Satpol PP Denny Handayansyah pada media ini, kemarin (18/8) sore.

Selama di PPU, pengemis asal Sumenep ini tinggal di belakang Masjid Al Falah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Untuk memuluskan langkahnya, mereka berkedok jualan buku.

“Memang kita temukan di rumah kost-nya ada satu tas buku. Tapi, pada saat ditangkap, mereka hanya membawa dua buku. Berarti, berjualan buku itu hanya kedok. Kami mengumpulkan beberapa bukti rekaman warga, pada saat Juheri mengemis di rumah warga saat menawarkan buku dengan harga seikhlasnya. Kalau kurang, mereka marah dan meminta lebih,” tuturnya.

Selama tinggal di Petung, Juheri dan Ihak tinggal satu kamar kos dengan harga sewa Rp 600 ribu per bulan. “Kamar kos mereka berdua itu cukup bagus. Karena kamar mandi di dalam dan lantainya pun bersih,” terang Denny.

Juheri mengaku terpaksa mengemis lantaran memiliki tanggungan di kampung halamannya. Ia mengaku mengirim uang ke istrinya yang tinggal di Sumenep untuk biaya hidup dan bayar utang. “Saya punya utang di kampung Rp 10 juta. Saya bawa buku dari Jawa untuk dijual di sini (PPU, Red). Modal buku Rp 1,2 juta,” kilah Juheri.

Juheri dan Ihak mengaku mendapat penghasilan dari mengemis tersebut rata-rata Rp 250 ribu per hari. Hasil mengemis kemudian ditransfer ke bank satu sampai dua kali seminggu. Meskipun sempat mengelak, Juheri dan Ihak ternyata sbelum ke PPU pernah menjalankan hal yang sama di Kota Balikpapan. “Pernah di Balikpapan, kurang lebih sebulan,” imbuh Ihak.

Kedua pengemis ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Khusus Juheri, selain melanggar Tibum juga melanggar Perda Nomor 17 Tahun 2007 tentang Administrasi Kependudukan. Karena Juheri tidak mengantongi KTP. “Juheri ini sudah dua kali diamankan,” beber Denny.

Satpol PP pun hendak memulangkan kedua pengemis ini ke kampung halamannya menggunakan pesawat terbang pada, Sabtu (19/8). “Keduanya kita pulangkan besok (hari ini, Red). Mereka sudah kami pesankan tiket pesawat,” pungkas Denny. (kad/yud)

 

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .