MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 21 Agustus 2017 08:34
Sidang Perdana Korupsi Pasar Induk
MANGKRAK: Pasar Induk Nunukan yang tak pernah dipakai sejak dibangun 2006-2009 lalu.

PROKAL.CO, NUNUKAN  –  Terdakwa perkara Pasar Induk jilid dua akhirnya jalani sidang perdana, Selasa (15/8) lalu. Agendanya adalah penyampaian dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim).

Ketiga terdakwa dugaan korupsi Pasar Induk, yakni Jayadi, Baharuddin dan Abdul Aziz yang didakwa pasal tindak pidana korupsi (tipikor) oleh JPU. Hanya Jayadi yang mengajukan eksepsi atau pembelaan usai persidangan. Sementara, Baharuddin dan Abdul Aziz menerima dakwaan JPU.

Itu diungkapkan penyidik Kejati Kaltim Agus, kepada media ini. Agus mengatakan, ketiga terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Samarinda yang dilakukan secara bersamaan saat mendengar kronologis yang dibacakan JPU serta dakwaannya.

“Terdakwa tidak berkomentar banyak. Dua terdakwa menerima dakwaannya, hanya satu yang mengajukan eksepsi (pembelaan, Red),” kata Agus kepada Radar Nunukan ketika dikonfirmasi kemarin.

Agus mengungkapkan, ketiga terdakwa didakwa dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 Undang-Undang (UU) tipikor junto pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsider pasal 3 junto pasal 18 UU tipikor junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Ditanyakan lebih detail terkait kronologis masing-masing terdakwa yang dibacakan JPU, Agus belum bisa menyampaikannya. Alasannya, pihaknya masih akan mengumpulkan fakta-fakta di persidangan. Selasa (22/8), Jayadi terlebih dahulu akan jalani sidang pembelaannya. “Jadi, kedua terdakwa lainnya harus menunggu hasil dari eksepsi selesai terlebih dahulu, baru akan dilanjutkan. Sgenda selanjutnya pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU,” beber Agus.

Pada saat sidang pertama digelar sebelum tiga terdakwa ini, Khotaman dan I Putu Budiarta telah dieksekusi Kejati Kaltim pada perkara yang sama. Keduanya dipastikan akan dihadirkan di persidangan guna menjadi saksi.

Jayadi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka lantaran merupakan pelaksana kegiatan pembangunan proyek senilai miliaran rupiah. Sementara, Baharuddin dan Aziz belum diketahui pasti penyebab keduanya terlibat dalam kasus ini, karena Kejati Kaltim menolak memberikan informasi.

Perkara ini berawal dari proyek yang diduga kuat tidak dikerjakan sesuai perencanaan. Ditemukan beberapa titik yang seharusnya dipasang tiang pancang, namun tidak dilakukan pelaksana proyeknya. Akibatnya, bangunan rusak berat sebelum difungsikan, bahkan bangunan itu kini terbengkalai dan tidak terurus.

Proyek yang berasal dari APBD Nunukan itu dikerjakan dengan multiyears pada 2006 hingga 2009 senilai Rp 13,7 miliar. Proyek itu dianggap total loss atau mengalami kerugian sejumlah nilai proyek. (raw/eza/KPG)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:47

Ganja Diselundupkan Lewat Bandara

JAMBI   –   Petugas Avsec Cargo Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, berhasil…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:46

Napi Korupsi Dapat Remisi

MATARAM  -   Kemenkumham memberi remisi atau pemotongan masa hukuman terhadap 1.389 orang…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:44

Pengedar di Bawah Umur Dibekuk

SANGATTA  - Kepolisian kembali menggagalkan rencana transaksi pengedaran narkoba di Jalan Diponegoro…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:43

Napi Rayakan Kemerdekaan

MARABAHAN  -  Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Marabahan tampak tak seperti…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:43

Awas, Pelaku Hipnotis Berkeliaran di ATM

JAKARTA   -   Belakangan ini marak aksi hipnotis di ATM yang ada di Jakarta Timur.…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:38

Empat Oknum Polisi Positif Narkoba

PONTIANAK   -   Hasil tes urine pada Senin (13/8), empat oknum anggota polisi Polresta Pontianak…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:37

Sekeluarga Tewas Terbakar

Polrestabes Makassar telah mendalami motif dalam kasus pembunuhan sekeluarga dengan cara dibakar pada…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:36

Siti Aisyah Kaget dan Menangis

KUALA LUMPUR  - Pengadilan Malaysia hari ini memutuskan bahwa persidangan dua terdakwa kasus pembunuhan…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:33

Inisiator Terancam Sanksi Pemecatan

JAKARTA  -  Sanksi akademik sampai pemecatan sebagai mahasiswa, mengancam inisiator penggunaan…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:32

Adik Inneke Kembali Diperiksa

JAKARTA   -  Adik Inneke Koesherawati, Ike Rahmawati kembali diperiksa Komisi Pemberantasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .