MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Senin, 21 Agustus 2017 09:37
Hasil Mengemis Ditransfer ke Rekening Bank

Pengemis Asal Sumenep Diduga Punya Komplotan

PENGEMIS: Dua warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang diamankan Satpol PP diduga memiliki komplotan.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Pasca mengamankan dua pengemis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) menduga pengemis tersebut memiliki komplotan. Karena hasil mengemis dari rumah ke rumah yang dilakukan Juheri (55) dan Ihak (68) kemudian ditransfer ke rekening bank yang berbeda-beda.

“Diduga punya komplotan. Karena Juheri dan Ihak, tidak mungkin mengetahui kalau daerah ini berpotensi mendapatkan hasil yang banyak kalau tidak ada yang mengorganisir mereka berdua (Juheri dan Ihak, Red),” kata Kasatpol PP PPU Adriani Amsyar didampingi Penyidik Satpol PP Denny Handayansyah pada media ini, kemarin (20/8).

Denny menyatakan, pihaknya masih menyelidiki keberadaan komplotan Juheri dan Ihak. Satpol PP kesulitan mendapatkan informasi yang detail terkait keberadaan komplotan pengemis tersebut. Karena keterangan diutarakan Juheri dan Ihak berbelit-belit. “Kami menduga terkait kompolotan mereka berdua. Karena bukti-bukti teransfer uang itu, bukan ke rekening yang bersangkutan (Juheri dan Ihak,Red).  Melainkan ke rekening orang lain,” ungkapnya.

Kedua pengemis itu telah dilepas dan dipulangkan ke daerah asalnya menggunakan pesawat terbang, Sabtu (19/10), setelah dimintai keterangan oleh penyidik Satpol PP. “Sudah dipulangkan kemarin (Sabtu,Red) siang,” ujarnya.

Denny mengimbau, suluruh warga yang melihat pengemis berkeliaran di daerah ini segera melapor ke Satpol PP. Warga juga diminta agar tidak memberikan uang kepada pengemis. Menurutnya, lebih baik uang tersebut disumbangkan ke tempat-tempat yang resmi, seperti panti asuhan dan lembaga lainnya yang menurus terkait bantuan kemanusiaan. “Kalau warga beri peluang kepada pengemis, tidak menutup kemungkinan pengemis yang dipulangkan ke daerah asalnya itu, suatu saat kembali lagi ke sini (PPU, Red),” imbaunya.

Sebelumnya, dua orang pengemis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berhasil diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) di depan Masjid Ar Rahman, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kamis (17/8) siang. Mereka bernama Juheri (55) dan Ihak (68), berada di Benuo Taka sejak Mei lalu. Sekira tiga bulan mengemis di PPU, mereka berdua telah mengumpulkan uang puluhan juta.

Berdasarkan bukti pengiriman uang di bank BNI dan BRI terdapat Rp 28,2 juta. Uang yang dikumpulkan Juheri dan Ihak dikirim ke empat rekening berbeda. Keduanya telah mengirim uang sebanyak 13 kali dimana setiap pengiriman paling sedikit Rp 1 juta dan paling besar Rp 3,5 juta.

“Pada saat ditangkap ditemukan uang tunai hasil mengemis sebesar Rp 713 ribu di tangan Juheri dan Rp 600 ribu milik Ihak. Tapi bukti transfer mereka berdua sebanyak Rp 28,2 juta,” kata Kasatpol PP PPU Adriani Amsyar melalui penyidik Satpol PP Denny Handayansyah pada media ini.

Selama di PPU, pengemis asal Sumenep ini tinggal di belakang Masjid Al Falah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Untuk memuluskan langkahnya, mereka berkedok jualan buku.

“Memang kami temukan di rumah kos-nya ada satu tas buku. Tapi, pada saat ditangkap, mereka hanya membawa dua buku. Berarti, berjualan buku itu hanya kedok. Kami mengumpulkan beberapa bukti rekaman warga, pada saat Juheri mengemis di rumah warga saat menawarkan buku dengan harga seikhlasnya. Kalau kurang, mereka marah dan meminta lebih,” tuturnya.

Selama tinggal di Petung, Juheri dan Ihak tinggal satu kamar kos dengan harga sewa Rp 600 ribu per bulan. “Kamar kos mereka berdua itu cukup bagus. Karena kamar mandi di dalam dan lantainya pun bersih,” terang Denny.

Juheri mengaku terpaksa mengemis lantaran memiliki tanggungan di kampung halamannya. Ia mengaku mengirim uang ke istrinya yang tinggal di Sumenep untuk biaya hidup dan bayar utang. “Saya punya utang di kampung Rp 10 juta. Saya bawa buku dari Jawa untuk dijual di sini (PPU, Red) modal buku Rp 1,2 juta,” kilah Juheri.

Juheri dan Ihak mengaku mendapat penghasilan dari mengemis tersebut rata-rata Rp 250 ribu per hari. Hasil mengemis kemudian ditransfer ke bank satu sampai dua kali sepekan. Meskipun sempat mengelak, Juheri dan Ihak ternyata sebelum ke PPU pernah menjalankan hal yang sama di Balikpapan. “Pernah di Balikpapan, kurang lebih sebulan,” imbuh Ihak.

Kedua pengemis ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17/2009 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Khusus Juheri, selain melanggar Tibum juga melanggar Perda Nomor 17/2007 tentang Administrasi Kependudukan. Karena Juheri tidak mengantongi KTP. (kad/war)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 10:01

Mortir Aktif Ditemukan di Ladang

TANA PASER  -  Masyarakat Desa Tempakan dihebohkan penemuan sebuah mortir yang diduga masih…

Senin, 20 November 2017 09:59

Dorong Potensi Wisata, DPRD Paser Kunjungi Toraja

TANA PASER  -  Potensi wisata di Kabupaten Paser yang dapat dikembangkan cukup banyak. Tetapi,…

Senin, 20 November 2017 09:59

Dinsos Tak Ada Anggaran Pembinaan Khusus WTS

TANA PASER  - Menanggapi lokasi prostitusi yang kembali tumbuh di sejumlah wilayah di Kabupaten…

Senin, 20 November 2017 09:58

Jalan Sehat Diikuti Ribuan Peserta

TANA PASER -  Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin melakukan kunjungan kerja di Kabupaten…

Senin, 20 November 2017 09:55

Faisal Dibekuk di Pelabuhan Speedboat

PENAJAM  -  Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) meringkus kurir narkoba di Pelabuhan…

Senin, 20 November 2017 09:53

Bupati Ragu Teken SK Pengangkatan CPNS

PENAJAM  -  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar meragukan kebenaran dokumen milik…

Senin, 20 November 2017 09:52

Jelang Akhir Tahun, Kaltim Siapkan 5 Juta Ekor Ternak

SAMARINDA   –  Jelang Natal dan tahun baru, konsumsi daging ternak diperkirakan meningkat.…

Senin, 20 November 2017 09:51

Beasiswa Daerah Turun 35 Persen

PENAJAM  -  Defisit anggaran daerah turut mempengaruhi program beasiswa Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 18 November 2017 07:52

Bupati Lepas Peserta Perkempinas III Tahun 2017

PENAJAM  -  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar melepas 24 orang peserta Perkemahan…

Sabtu, 18 November 2017 07:50

Putusan MA, Hasil Suara TPS 1 Diakumulasi dengan TPS 2

PENAJAM  -  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ulang Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .