MANAGED BY:
SABTU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Senin, 21 Agustus 2017 09:37
Hasil Mengemis Ditransfer ke Rekening Bank

Pengemis Asal Sumenep Diduga Punya Komplotan

PENGEMIS: Dua warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang diamankan Satpol PP diduga memiliki komplotan.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Pasca mengamankan dua pengemis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) menduga pengemis tersebut memiliki komplotan. Karena hasil mengemis dari rumah ke rumah yang dilakukan Juheri (55) dan Ihak (68) kemudian ditransfer ke rekening bank yang berbeda-beda.

“Diduga punya komplotan. Karena Juheri dan Ihak, tidak mungkin mengetahui kalau daerah ini berpotensi mendapatkan hasil yang banyak kalau tidak ada yang mengorganisir mereka berdua (Juheri dan Ihak, Red),” kata Kasatpol PP PPU Adriani Amsyar didampingi Penyidik Satpol PP Denny Handayansyah pada media ini, kemarin (20/8).

Denny menyatakan, pihaknya masih menyelidiki keberadaan komplotan Juheri dan Ihak. Satpol PP kesulitan mendapatkan informasi yang detail terkait keberadaan komplotan pengemis tersebut. Karena keterangan diutarakan Juheri dan Ihak berbelit-belit. “Kami menduga terkait kompolotan mereka berdua. Karena bukti-bukti teransfer uang itu, bukan ke rekening yang bersangkutan (Juheri dan Ihak,Red).  Melainkan ke rekening orang lain,” ungkapnya.

Kedua pengemis itu telah dilepas dan dipulangkan ke daerah asalnya menggunakan pesawat terbang, Sabtu (19/10), setelah dimintai keterangan oleh penyidik Satpol PP. “Sudah dipulangkan kemarin (Sabtu,Red) siang,” ujarnya.

Denny mengimbau, suluruh warga yang melihat pengemis berkeliaran di daerah ini segera melapor ke Satpol PP. Warga juga diminta agar tidak memberikan uang kepada pengemis. Menurutnya, lebih baik uang tersebut disumbangkan ke tempat-tempat yang resmi, seperti panti asuhan dan lembaga lainnya yang menurus terkait bantuan kemanusiaan. “Kalau warga beri peluang kepada pengemis, tidak menutup kemungkinan pengemis yang dipulangkan ke daerah asalnya itu, suatu saat kembali lagi ke sini (PPU, Red),” imbaunya.

Sebelumnya, dua orang pengemis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berhasil diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) di depan Masjid Ar Rahman, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kamis (17/8) siang. Mereka bernama Juheri (55) dan Ihak (68), berada di Benuo Taka sejak Mei lalu. Sekira tiga bulan mengemis di PPU, mereka berdua telah mengumpulkan uang puluhan juta.

Berdasarkan bukti pengiriman uang di bank BNI dan BRI terdapat Rp 28,2 juta. Uang yang dikumpulkan Juheri dan Ihak dikirim ke empat rekening berbeda. Keduanya telah mengirim uang sebanyak 13 kali dimana setiap pengiriman paling sedikit Rp 1 juta dan paling besar Rp 3,5 juta.

“Pada saat ditangkap ditemukan uang tunai hasil mengemis sebesar Rp 713 ribu di tangan Juheri dan Rp 600 ribu milik Ihak. Tapi bukti transfer mereka berdua sebanyak Rp 28,2 juta,” kata Kasatpol PP PPU Adriani Amsyar melalui penyidik Satpol PP Denny Handayansyah pada media ini.

Selama di PPU, pengemis asal Sumenep ini tinggal di belakang Masjid Al Falah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Untuk memuluskan langkahnya, mereka berkedok jualan buku.

“Memang kami temukan di rumah kos-nya ada satu tas buku. Tapi, pada saat ditangkap, mereka hanya membawa dua buku. Berarti, berjualan buku itu hanya kedok. Kami mengumpulkan beberapa bukti rekaman warga, pada saat Juheri mengemis di rumah warga saat menawarkan buku dengan harga seikhlasnya. Kalau kurang, mereka marah dan meminta lebih,” tuturnya.

Selama tinggal di Petung, Juheri dan Ihak tinggal satu kamar kos dengan harga sewa Rp 600 ribu per bulan. “Kamar kos mereka berdua itu cukup bagus. Karena kamar mandi di dalam dan lantainya pun bersih,” terang Denny.

Juheri mengaku terpaksa mengemis lantaran memiliki tanggungan di kampung halamannya. Ia mengaku mengirim uang ke istrinya yang tinggal di Sumenep untuk biaya hidup dan bayar utang. “Saya punya utang di kampung Rp 10 juta. Saya bawa buku dari Jawa untuk dijual di sini (PPU, Red) modal buku Rp 1,2 juta,” kilah Juheri.

Juheri dan Ihak mengaku mendapat penghasilan dari mengemis tersebut rata-rata Rp 250 ribu per hari. Hasil mengemis kemudian ditransfer ke bank satu sampai dua kali sepekan. Meskipun sempat mengelak, Juheri dan Ihak ternyata sebelum ke PPU pernah menjalankan hal yang sama di Balikpapan. “Pernah di Balikpapan, kurang lebih sebulan,” imbuh Ihak.

Kedua pengemis ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17/2009 tentang Ketertiban Umum (Tibum). Khusus Juheri, selain melanggar Tibum juga melanggar Perda Nomor 17/2007 tentang Administrasi Kependudukan. Karena Juheri tidak mengantongi KTP. (kad/war)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 00:16

Dihargai Rp 25 Ribu Per Meter Persegi

PENAJAM  -  Lahan akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang yang belum dibebaskan oleh Pemerintah…

Kamis, 21 September 2017 00:15

Panwaslu Kabupaten Mulai Jaring Panwascam

TANA PASER  -  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Paser mulai menjaring anggota…

Kamis, 21 September 2017 00:14

Hasil Melaut Minim, Nelayan Jual Perabot Rumah

TANA PASER  -  Masyarakat pesisir sehari-hari masih mengandalkan hasil tangkapan ikan. Namun,…

Kamis, 21 September 2017 00:13

Kaltim Ranking 3 Penyalahgunaan Narkoba

TANA PASER  -  Persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara tengah diuji. Tidak hanya mengalami…

Kamis, 21 September 2017 00:13

Jangan Berhenti di Pencanangan

TANA PASER  -  Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di wilayah Kabupaten Paser 2017…

Kamis, 21 September 2017 00:12

Pencegahan Harus Diimbangi dengan Pemberantasan

TANA PASER  -  Tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar oleh Badan Narkotika…

Kamis, 21 September 2017 00:11

PBSI Paser Target Tiga Besar

TANA PASER  -  Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Paser tengah…

Kamis, 21 September 2017 00:08

Dua Pekerja PJU Tewas DigilasMinibus

PENAJAM  -   Dua pekerja proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) tewas ditabrak di Jalan Provinsi…

Kamis, 21 September 2017 00:07

Keluhkan Pembinaan Atlet Tak Merata

PENAJAM   -  Pelatih tinju Penajam Paser Utara Wasis Adibowo menilai pembinaan altlet tinju…

Kamis, 21 September 2017 00:07

Sidak PCC di Sembilan Apotek, Nihil

PENAJAM  -  Untuk mencegah peredaran obat  Paracetamol Caffein Carisoprodo (PCC) di Penajam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .