MANAGED BY:
MINGGU
24 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 22 Agustus 2017 08:06
Ratusan Pasutri Ilegal Akhirnya Diakui Negara
DIAKUI NEGARA: Pasangan suami istri yang didaftarkan di Konsulat RI di Tawau.

PROKAL.CO, TAWAU  –  Setelah melalui proses pendaftaran dan memenuhi persyaratan, ratusan pasangan suami istri (pasutri) ilegal akhirnya diakui negara. Pasutri ini diketahui Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah menikah secara agama, namun tak memiliki surat nikah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kantor Catatan Sipil. 

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Konsulat RI Tawau, S. Djati Ismojo menyebutkan, pasutri yang telah dinyatakan sah ini berjumlah 200 pasutri. Mereka selama ini menikah di Malaysia. Rata-rata merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Data mereka kami catat. Tapi, sebelumnya pasutri ini diwawancarai untuk memastikan. Apakah benar suami istri. Dan alasan mereka kenapa sampai tak memiliki akta nikah,” kata Ismojo, sapaan akrabnya, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan pencatatan dan penerbitan akta perkawinan dan akta kelahiran yang diselenggarakan di KRI Tawau, Malaysia, Senin (21/8). “Selain itu, terdapat pula 400 anak  TKI yang kini telah mendaftar untuk diterbitkan akte lahirnya,” sambungnya. 

Ismojo mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya KRI Tawau untuk memberikan perlindungan dalam bentuk kepastian hukum yang telah melakukan perkawinan secara Katolik maupun Kristen. Namun perkawinan tersebut belum dicatatkan atau didaftarkan. “Kalau dari agama, sudah sah dan diakui. Tapi, untuk dokumen negaranya yang belum. Jadi, termasuk ilegal,” katanya.

Dijelaskan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor 1/ 1974 tentang Perkawinan, meski perkawinan sah dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara perkawinan tersebut dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

“Oleh karena itu, KRI Tawau menyelenggarakan program ini agar dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum atas status perkawinan mereka. Sehingga dapat menjadi dasar hukum untuk pembuatan surat kelahiran bagi anak-anak para pasangan tersebut,” ungkapnya.

Disebutkan, pengajuan pembuatan dan perpanjangan paspor di KRI Tawau, 2016 terdapat sebanyak lebih dari 150.000 WNI yang berada di Tawau dan daerah sekitarnya. Banyak dari WNI tersebut yang menikah dengan sesama WNI di Sabah dan belum mencatatkan perkawinannya maupun anak-anak hasil perkawinannya.

Kepala KRI Tawau, Krishna Djelani mengatakan, kegiatan ini merupakan kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada warga negaranya di luar negeri. Karenanya, KRI Tawau mengedepankan program ini sebagai salah satu upaya perlindungan khususnya terhadap WNI atau TKI yang berada di wilayah kerjanya.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali. Khususnya bekerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, beserta Pemuka Agama di Tawau dan Nunukan,” kata Krishna kepada media ini saat dihubungi kemarin.

Wakil dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Subdit Fasilitasi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian, Sukirno menambahkan, kegiatan pencatatan pernikahan dan kelahiran merupakan salah satu dari tugas pokok Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Seperti yang disebutkan di dalam UU nomor 23/ 2006, Perwakilan RI dapat menerbitkan beberapa dokumen kependudukan lainnya, yaitu kutipan akta kelahiran, kutipan akta perkawinan, kutipan akta perceraian, surat keterangan kematian, surat keterangan pengangkatan anak WNA dan surat keterangan pelepasan kewarganegaraan Indonesia. “Dan, hal inilah yang dilakukan di Konsulat RI ini. Semoga saja, mereka yang belum terdaftar dapat memanfaatkan kesempatan yang akan datang,” pungkasnya. (oya/eza/KPG)


BACA JUGA

Jumat, 22 September 2017 08:26

Dapat Limpahan Narapidana, Lapas Nunukan Makin Over

NUNUKAN  –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan Klas II-B Nunukan kembali mendapatkan…

Jumat, 22 September 2017 08:25

Bos PT JMBI Ditetapkan Tersangka

BALIKPAPAN  –  Proses hukum terhadap Timur Sarana (Tisa) Tour and Travel di Kaltim menemui…

Jumat, 22 September 2017 08:24

WADUH..!! KTP-el Palsu Beredar

SANGATTA  -  Warga Kutai Timur (Kutim) harus lebih hati-hati jika ingin membuat Kartu Tanda…

Jumat, 22 September 2017 08:23

Cegah Trafficking Lewat Gugus Tugas

MAKASSAR   -  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, membentuk…

Jumat, 22 September 2017 08:22

Polisi Cari-Cari Kesalahan, Lapor ke Kapolda

BALIKPAPAN  –  Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin meminta masyarakat mengawasi seluruh…

Jumat, 22 September 2017 08:17

Kejati Sudah Kantongi SPDP Kasus SPAM

MAKASSAR   -  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya…

Jumat, 22 September 2017 08:17

Tabrak Pohon, Joki Bali Tewas

BANJARMASIN  –  Nyawa Abdurrahman (23) tak tertolong setelah sepeda motor yang ditungganginya…

Kamis, 21 September 2017 01:08

Dansat Brimob Jabat Pengendali Operasi

BALIKPAPAN  –  Mutasi menjadi hal yang biasa dalam menjalankan tugas kepolisian. Kemarin,…

Kamis, 21 September 2017 01:06

Pakai Atribut TNI, Belasan Warga Diinterogasi

BALIKPAPAN  –  Sejumlah anggota Polisi Militer dari Kodam VI/Mulawarman, kemarin (20/9)…

Kamis, 21 September 2017 01:05

Pajak Menunggak, Kendaraan Ditilang

SANGATTA   -  Masyarakat Kutim yang belum membayar pajak kendaraan mati, maka segera mengurusnya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .