MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 22 Agustus 2017 08:06
Ratusan Pasutri Ilegal Akhirnya Diakui Negara
DIAKUI NEGARA: Pasangan suami istri yang didaftarkan di Konsulat RI di Tawau.

PROKAL.CO, TAWAU  –  Setelah melalui proses pendaftaran dan memenuhi persyaratan, ratusan pasangan suami istri (pasutri) ilegal akhirnya diakui negara. Pasutri ini diketahui Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah menikah secara agama, namun tak memiliki surat nikah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kantor Catatan Sipil. 

Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Konsulat RI Tawau, S. Djati Ismojo menyebutkan, pasutri yang telah dinyatakan sah ini berjumlah 200 pasutri. Mereka selama ini menikah di Malaysia. Rata-rata merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Data mereka kami catat. Tapi, sebelumnya pasutri ini diwawancarai untuk memastikan. Apakah benar suami istri. Dan alasan mereka kenapa sampai tak memiliki akta nikah,” kata Ismojo, sapaan akrabnya, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan pencatatan dan penerbitan akta perkawinan dan akta kelahiran yang diselenggarakan di KRI Tawau, Malaysia, Senin (21/8). “Selain itu, terdapat pula 400 anak  TKI yang kini telah mendaftar untuk diterbitkan akte lahirnya,” sambungnya. 

Ismojo mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya KRI Tawau untuk memberikan perlindungan dalam bentuk kepastian hukum yang telah melakukan perkawinan secara Katolik maupun Kristen. Namun perkawinan tersebut belum dicatatkan atau didaftarkan. “Kalau dari agama, sudah sah dan diakui. Tapi, untuk dokumen negaranya yang belum. Jadi, termasuk ilegal,” katanya.

Dijelaskan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) nomor 1/ 1974 tentang Perkawinan, meski perkawinan sah dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara perkawinan tersebut dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

“Oleh karena itu, KRI Tawau menyelenggarakan program ini agar dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum atas status perkawinan mereka. Sehingga dapat menjadi dasar hukum untuk pembuatan surat kelahiran bagi anak-anak para pasangan tersebut,” ungkapnya.

Disebutkan, pengajuan pembuatan dan perpanjangan paspor di KRI Tawau, 2016 terdapat sebanyak lebih dari 150.000 WNI yang berada di Tawau dan daerah sekitarnya. Banyak dari WNI tersebut yang menikah dengan sesama WNI di Sabah dan belum mencatatkan perkawinannya maupun anak-anak hasil perkawinannya.

Kepala KRI Tawau, Krishna Djelani mengatakan, kegiatan ini merupakan kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada warga negaranya di luar negeri. Karenanya, KRI Tawau mengedepankan program ini sebagai salah satu upaya perlindungan khususnya terhadap WNI atau TKI yang berada di wilayah kerjanya.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali. Khususnya bekerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, beserta Pemuka Agama di Tawau dan Nunukan,” kata Krishna kepada media ini saat dihubungi kemarin.

Wakil dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Subdit Fasilitasi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian, Sukirno menambahkan, kegiatan pencatatan pernikahan dan kelahiran merupakan salah satu dari tugas pokok Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Seperti yang disebutkan di dalam UU nomor 23/ 2006, Perwakilan RI dapat menerbitkan beberapa dokumen kependudukan lainnya, yaitu kutipan akta kelahiran, kutipan akta perkawinan, kutipan akta perceraian, surat keterangan kematian, surat keterangan pengangkatan anak WNA dan surat keterangan pelepasan kewarganegaraan Indonesia. “Dan, hal inilah yang dilakukan di Konsulat RI ini. Semoga saja, mereka yang belum terdaftar dapat memanfaatkan kesempatan yang akan datang,” pungkasnya. (oya/eza/KPG)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 08:58

Pelaku Curanmor Akhirnya Dibekuk

NGAWI  –  Purwadi, 39, dan Aditya Setiawan —dua tersangka asal Desa/Kecamatan…

Rabu, 21 Februari 2018 08:56

Wabup Polisikan Ketua Komisi III

BUNTOK  -  Dua pejabat tinggi di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terlibat peseteruan. Wakil…

Rabu, 21 Februari 2018 08:55

Dicokok, Dua Penganiaya Tak Berkutik

BANJARMASIN  -  Perburuan kakak beradik yang terjerat kasus penganiayaan dan pengeroyokan, …

Rabu, 21 Februari 2018 08:54

Sri Gagal Nyabu Bersama Selingkuhan

TEBINGTINGGI  -  Sri Junita (39) diringkus polisi atas kepemilikan 0,04 gram sabu saat menginap…

Rabu, 21 Februari 2018 08:53

Dua Pengedar Narkoba Dicokok

JAMBI  –   Jajaran Polda Jambi, kembali meringus pengedar narkoba. Kali ini, dua orang…

Rabu, 21 Februari 2018 08:52

Sudah 12 Saksi Kasus Cabul Diperiksa

BENGKULU  -   Masih ingat dengan kasus dugaan pencabulan yang dilaporkan mantan guru…

Selasa, 20 Februari 2018 09:31

Pergoki Anak Dimanfaatkan Mengamen

JAKARTA  -  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus menelusuri kabar banyaknya anak…

Selasa, 20 Februari 2018 09:29

Terpidana Kasus Korupsi Sembunyi di Atap Rumah

MEDAN   - Tim intelijen kejaksaan menangkap Madison Silitonga, buronan terpidana korupsi ganti…

Selasa, 20 Februari 2018 09:28

Pernah Dikurung Propam 10 Hari

BENGKULU  -  Seorang oknum polisi berinisial Brigpol RZ, 31, kembali dipergoki sang istri…

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Jaringan Sabu di Tiga Lapas Jatim, Libatkan Kurir Wanita

MOJOKERTO  -  Polisi membongkar jaringan pengedar sabu di tiga lembaga pemasyarakatan (lapas)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .