MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Selasa, 12 September 2017 09:33
Pernah di-Bully

Tara Basro

Tara Basro

PROKAL.CO, SOSOK  Tara Basro kini memang menjadi salah satu bintang layar perak yang cukup bersinar namanya. Namun, siapa sangka Tara Basro pernah merasakan rasanya di-bully saat masih duduk di bangku sekolah. Perempuan kelahiran 11 Juni 1990 itu, belum lama menceritakan kisah masa kecilnya yang terbilang cukup tidak mengenakkan baginya.

Sekolah bagi bintang film 'Copy of My Mind' itu merupakan tempat yang membuat dirinya tidak nyaman dan ingin sekali untuk mengakhiri masa-masa saat duduk di bangku sekolah.

"Hhmmm.. sekolah, sekolah wasn't salah satu penyesalan gue," bukanya seraya mengerutkan dahi.

"Bukan penyesalan sih tapi lebih yang kaya I wish I finished my school. Karena kuliah gue nggak selesai karena gara-garanya gue kerja kan ya. Udah gitu, tapi dari dulu school was very-very hard for me karena pas gue SD itu sempat ada fase gue kelas IV SD kalau nggak salah pas gue kelas V itu gue dimusuhin sama dua angkatan," tambahnya.

Kala itu Tara Basro merasa dikhianati oleh salah satu sahabatnya yang secara tiba-tiba memusuhi. Pengalaman tersebut hingga akhirnya ia pernah merasakan di-bully oleh teman sekelasnya bahkan kakak kelas pun turut ikut memusuhi.

"Entah kenapa jadi waktu itu gue punya sahabat, nah sahabat gue ini selalu nginep di rumah dan segala macem dan I don't what gone to her, one day dia musihin gue dan dia bilang ke orang-orang 'jangan ada yang temenin Tara, kalau ada yang temenin Tara dimusuhin juga', akhirnya gue nggak punya temen sama sekali, sama sekali loh ini yah," urainya seru.

Ia pun mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu murid yang jarang sekali untuk membuat masalah di dalam kelas maupun di luar. Dengan kejadian tersebut, Tara Basro kerap menangis sehabis pulang sekolah dan mencoba melaporkan pada sang ibunda, Sukmawati Iskandar.

"No I was a nice person until today masih, tapi bukan tipe-tipe yang nyolot, ngajak berantem tapi emang i dont know. Mungkin itu pengalaman hidup gue yang harus terjadi dan gue lalui, that young dan itu setiap gue pulang sekolah itu gue selalu nangis-nangis ke nyokap gue, 'nggak mau, nggak mau sekolah lagi’," paparnya.

"Gitu dari awal pun sekolah di luar dan pindah ke Indonesia itu pun banyak penyesuaiannya entah kenapa gue nggak percaya saat itu kenapa anak-anak sekecil bayangin kelas V SD dimusuhin maksudnya how that they anger, maksudnya bisa se-evil banget sih elu jadi anak kecil. Terus udah gitu pada saat itu gue ke sekolah meskipun gue nggak punya temen and now all those people said 'elu kan dulu temen deket gue'," pungkasnya terbahak. (dtc/cal)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .