MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Rabu, 13 September 2017 09:30
Unjuk Rasa SPN Akan Berlanjut

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Aksi unjuk rasa pekerja PT Muara Toyu Subur Lestari (PT MTSL) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Paser akan kembali berlanjut pada 15 September nanti. Dalam aksi lanjutan ini, diperkirakan akan ada tambahan massa dari PT BML, PT Nusa Lestari, dan PT Pelita Makmur Niaga sebagai bentuk solidaritas. Hal ini ditegaskan Kornelis Wiriyawan Gatu selaku koordinator lapangan aksi tersebut.

“Kami (SPN) mendapat undangan hari Jumat, 15 September, pukul 09.00 Wita di Disnaker untuk mediasi antara SPN dengan Direksi PT MTSL. Kemungkinan kita akan menggelar aksi massa. Namun, aksi kali ini akan ada penambahan massa dari perusahaan sekitar, seperti PT BML, PT Nusa Lestari, dan PT Pelita Makmur Niaga,” ucap Kornelis, Selasa (12/9).

Kornelis yang juga ketua SPN Kabupaten Paser menambahkan, massa yang berunjuk rasa terdiri dari pekerja PT MSL yang memperoleh pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak sebanyak 80-an orang. Ditambah dengan pekerja dari sejumlah perusahaan yang diperkirakan meningkat 50 persen. Pihaknya pun sangat mengapresiasi rekan pekerja lainnya yang mau bergabung memberikan dukungan.

Selain itu, Kornelis berharap dalam pertemuan di Disnaker nantinya akan ada titik temu, dan pihak perusahaan bisa memenuhi kewajibannya kepada para pekerja yang sudah di-PHK secara sepihak. Pasalnya, perundingan antara pekerja dengan manajemen perusahaan (bipartit) sudah empat kali dilakukan. Dua kali di perusahaan, dua kali di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser.

“Empat kali proses bipartit yang dilakukan tidak berhasil. Manajemen PT MTSL dalam melihat permasalahan yang dituntut tidak ada toleransi atau tenggang rasa. Seperti adanya pekerja yang meninggal hanya diberi santunan Rp 2 juta,” tutup Kornelius.

Untuk diketahui, dalam aksi sebelumnya, Senin (4/9) lalu di halaman kantor DPRD Paser, perwakilan SPN ditemui Ketua Komisi III DPRD Paser Hj Nurhayati. Dalam pertemuan tersebut, komisi III siap memfasilitasi dan memperjuangkan hak-hak 80 buruh atau pekerja yang merasa diputus kontrak kerjanya secara sepihak oleh PT MTSL. Namun, DPRD sebagai penengah terlebih dahulu harus mendengarkan biduk permasalahan dari pihak perusahaan juga, sehingga ditemukan titik terangnya.

Selain itu, Nurhayati juga menyayangkan para pekerja yang kurang teliti saat menandatangani isi kontrak kerja yang diberikan perusahaan bersangkutan. Dia mengimbau kepada dinas terkait agar lebih aktif memberikan sosialisasi kepada seluruh pekerja untuk lebih teliti dan memahami isi dari surat perjanjian kerja yang diberikan.

 “Pekerja kita saat ini harus cerdas, dalam artian harus paham apa saja yang dituliskan dalam surat kontrak kerja yang akan ditandatanganinya. Permasalahan seperti ini seringkali terjadi bukan hanya di PT MTSL, tetapi hampir di semua perusahaan perkebunan,” paparnya. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .