MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BALIKPAPAN

Rabu, 13 September 2017 09:52
Sejumlah Pengembang Terancam Dicabut Izinnya

Lantaran Bozemnya Tak Memenuhi Syarat

BAHAS BOZEM:RDP antara Komisi III dan DPU membahas persoalan pengembang, di ruang rapat gedung parlemen, kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), di ruang rapat gedung parlemen, Selasa (11/9) kemarin, membahas tentang pengembang perumahan yang melanggar aturan, khususnya pengembang tak memiliki bozem atau bendungan pengendali (bendali) yang layak sehingga daerah sekitar perumahan rawan terjadi banjir.

Kepala Dinas PU Tara Allorante, menuturkan pihaknya hanya menyampaikan rekomendasi terkakit volume bozem saja. Khususnya bozem tertutup sehingga sulit untuk membersihkan sedimentasi. Kendati demikian, menurut Tara, urusan pengembang perumahan ini harusnya menjadi wewenang Dinas Tata Kota dam Perumahan (DTKP).

"Kalau pengembang ini jadi wewenang DTKP. Rekomendasi memang dari PU. Hal itu disampaikan lalu mereka melaksanakan. Kalau PU itu yang terpenting volumenya, daya tampungnya. Yang terpenting kalau hujan lebih dari 3 jam, yang terpenting airnya ditampung dan tidak keluar dan terkonsentrasi di bozemnya," jelasnya.

Setelah hujan selesai, barulah bozem tersebut dibuka dan airnya dialirkan secara normal, sehingga tidak berdampak banjir. Sementara berkaitan dengan pembersihan sedimen, untuk bozem tertutup harusnya memiliki kantung sedimen yang jika sudah penuh barulah diangkat dan dibersikan.

"Jadi memang untuk bagian yang digunakan menguras tidak boleh tertutup semua. Untuk kantung sedimen ini belum tahu apakah mereka ada. Tapi ini jadi wewenang DTKP. Jika memang DTKP perlu dukungan teknis dari PU kami akan dampingi," tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III  Syukri Wahid mengatakan, ada perumahan yang membangun tidak sesuai site plan. Pengembang akan mendapat teguran.

"Selama sebulan ini, kalau tidak melaukan pembenahan maka kami akan layangkan surat ke Satpol PP untul naikkan statusnya. Sementara ini masih teguran," ujarnya.

Menurutnya apabila pengembang membandel, maka peringatan berlanjut dan bisa dicabut izinnya. Apabila izin dicabut, artinya bank tidak lagi mau melakukan jual beli dengan konsumen.

"Untuk yang sudah dibeli konsumen, jadi urusan bank dan konsumen. Sementara untuk konsumen yang belum membeli maka tidak jadi. Dengan begitu mereka (pengembang) bisa kehilangan pasar, makanya cepat dikerjakan," pungkasnya. (cha/vie)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 09:48

Desember, Kantor Camat Balteng Pindah di Jalan Martadinata

BALIKPAPAN  -  Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah (Balteng) segera menempati kantor baru di…

Rabu, 22 November 2017 09:46

Waspada TB, Penyakit Menular Berbasis Lingkungan

BALIKPAPAN  -  Penyakit TB (Tuberculosa) menjadi persoalan serius dibanding penyakit lainnya.…

Selasa, 21 November 2017 09:33

Pegawai Pemkot Bersihkan Bahu Jalan dan Mengecat Trotoar

BALIKPAPAN  -   Ratusan pegawai di lingkungan Pemkot Balikpapan bersama wakil Wali Kota H…

Selasa, 21 November 2017 09:30

Cegah Kanker, PW Aisyiyah Gelar Seminar Kesehatan

SAMARINDA  -  Kepedulian terhadap penderita penyakit kanker yang menyerang kaum perempuan,…

Senin, 20 November 2017 09:33

Dewan Tunggu Kepastian PT MBS

BALIKPAPAN  -  Pemkot dan DPRD dibuat pusing oleh PT Melati Bhakti Satya (MBS) lantaran janji…

Senin, 20 November 2017 09:31

Jalan Milono, Jadi Kawasan Kuliner

BALIKPAPAN - Bagi warga yang telah menetap cukup lama di Kota Minyak, tentunya sudah tidak asing dengan…

Minggu, 19 November 2017 08:53

Konsumsi Senam Lengkap dan Sehat

BALIKPAPAN - Senam sehat keliling kampung (SSKK)  garapan Balikpapan Pos yang berlangsung di RT…

Jumat, 17 November 2017 09:18

KKP Bantu Alat Tangkap 120 Nelayan

BALIKPAPAN  –   Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan mendapatkan…

Jumat, 17 November 2017 09:16

Penambahan Rombel Bikin Kumuh Sekolah

BALIKPAPAN   -   Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang kurang sependapat dengan…

Kamis, 16 November 2017 08:47

Ganja Kembali Diminta Dilegalkan

BALIKPAPAN  -  Permintaan agar ganja dilegalkan, kembali ditulis oleh oknum yang tidak bertanggungjawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .