MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 13 September 2017 09:56
Bupati Dalang Enthus Terkesan Kuliner Balikpapan

Bawakan Lakon Berisi Pesan Semua Kejahatan Pasti Hancur

PEJABAT SENIMAN: Bupati Tegal H Enthus Susmono (dua dari kiri) bersama H Sutrisno, H Sugito Ranji, H Eddy Rieswanto, dan Agus Subiakto dari DPC IKAPAKARTI Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pertama kali berbincang dengan Bupati Tegal H Enthus Susmono, lucu bahkan konyol. Pria berkumis tebal ini acapkali mengocok perut ketika mengobrol bersama Ketua DPC Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI)  Kota Balikpapan, H Sutrisno SE dan pengurus H Soegito Ranji,  H Eddy Rieswanto SH MH, dan Agus Subiatmo SPd di rumah makan Nyiur,  Banua Patra, tadi  malam. 

Kabeh panganan Balikpapan aku seneng. Cumi,  udang,  opo wae seneng kabeh.  Panganan enak-enak.  Ning aku tetep seneng gule. (Semua makanan Balikpapan saya suka. Cumi, udang, apa saja saya senang. Semua makanan enak. Tapi saya tetap suka gulai, Red),” ujarnya sambil melotot yang mengundang gelak tawa.

Seniman dalang wayang kulit tersohor dengan tarif termahal ini mempunyai kesan yang menyenangkan ketika datang ke Balikpapan. “Saya sudah beberapa kali ke Balikpapan. Yang saya cari ya seperti ini. Rumah makan Nyiur dengan pemandangan laut, indah sekali,” kata Bupati berusia 51 tahun ini.

 

Banyak tempat wisata di Balikpapan yang sudah dihafal Enthus. Di antaranya, Pantai Manggar dan Penangkaran Buaya Teritip. “Nanti disempatkan mampir ke Teritip, golek jamu (cari obat),” canda H Soegito Ranji.

 

Enthus Susmono sedikit menjelaskan potensi Kabupaten Tegal yang dipimpinnya sejak dua tahun lalu.  “Silakan jalan-jalan ke Tegal.  Wilayahnya sangat subur, potensi utama pertanian.  Sampai sekarang masih menjadi lumbung padi di Indonesia,” ungkapnya.  Selain itu, banyak potensi yang dikembangkan di Tegal.  Salah satunya, yaitu mengolah sampah volume besar untuk mendatangkan pendapatan daerah.

“Semua sampah kami jadikan uang. Kabupaten Tegal menjadi ‘Jepang-nya’ Indonesia,” tegasnya. 

Datang ke Balikpapan sebagai dalang, Enthus Susmono sekilas menjelaskan, pagelaran wayang kulit berisi tontonan sekaligus tuntunan hidup. Kegiatan ini akan digelar di Dome, Selasa (12/9) malam, dengan lakon Kresno Duto.

Yakni, segala bentuk konspirasi Korawa untuk menghancurkan Pandawa.  Pada akhirnya bala Korawa yang jumlahnya jauh lebih banyak, kalah oleh Pandawa.

 

“Ini pesan kehidupan.  Kejahatan sebesar apa pun dan serapi apa pun, akan dikalahkan oleh kebaikan,” pungkasnya. 

Kisah Kresno Duto (Kresna Jadi Duta) muncul setelah Pandawa selesai menjalani masa pembuangan dan pengasingan selama 13 tahun. Sudah menjadi hak Pandawa untuk kembali mendapatkan Astina dan Amarta yang diambil oleh Korawa. Untuk itu, Pandawa meminta bantuan Sri Kresna untuk menjadi duta Pandawa dalam menempuh jalan damai antara Pandawa dan Korawa.


Sedangkan Korawa memang ngotot tidak ingin mengembalikan Amarta kepada Pandawa. Prabu Duryudana pun menolak permintaan Sri Kresna. Duryudana memberikan berbagai alasan yang memang sudah direncanakan untuk memperkuat alasan mereka, mengapa tidak ingin mengembalikan Indraprastha kepada Pandawa.


Duryudana mengatakan, tindakan Pandawa mengadakan upacara rajasuya menunjukkan bahwa Pandawa mengagungkan diri mereka sendiri.
Sri Kresna kemudian menjawab bahwa rajasuya itu bukan merupakan keputusan Yudhistira, melainkan merupakan kesepakatan raja-raja yang mengakui Yudhistira sebagai raja yang arif dan bijaksana.


Duryudana kemudian berdalih bahwa para Pandawa telah melanggar hukuman ketika terjadi perselisihan antara Hastina dan Wirata. Pandawa telah menampakkan diri, bahkan mengangkat senjata terhadap para Korawa.

 
Sri Kresna kemudian membalas, saat itu menurut hitungannya, para Pandawa sudah terlepas dari masa hukuman dan mereka mengangkat senjata karena saat itu mereka sedang mengabdi di Wirata.

 

Mendengar perdebatan antara Duryudana dan Kresna, Eyang Bisma berusaha menengahi. Namun, usahanya ternyata sia-sia. Duryudana justru menganggap bahwa Eyang Bisma memang lebih memilih Pandawa daripada Korawa. Akhirnya, Sri Kresna menanyakan keputusan Korawa untuk terakhir kalinya, apakah Duryudana akan mengembalikan hak Indraprastha kepada Pandawa atau tidak, hingga terjadilah perang melawan bala Korawa.

Untuk diketahui, pagelaran seni budaya luhur yang sarat tuntunan tersebut digagas oleh DPW Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI) Kaltim dan DPD IKAPARTI Kota Balikpapan.  Ki  dalang kondang H Enthus Susmono adalah sosok dalang yang berhasil meniti karier politik menjadi bupati Tegal yang terkenal dengan kreasinya, humoris, dan kritik yang mengena dalam kehidupan di masyarakat dan pemerintahan.

Ketua DPD IKAPARTI Kota Balikpapan H Sutrisno SE mengatakan, pagelaran wayang kulit ini dalam rangka halalbihalal Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dengan warga Kota Balikpapan, sekaligus peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. 

Sekprov Kaltim H Rusmadi Wongso juga datang  selaku ketua DPW IKAPARTI Kaltim.  IKAPAKARTI juga mengundang Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji,  Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, Wali Kota HM Rizal Effendi SE, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Balikpapan. Para ketua paguyuban di Kaltim juga hadir. (ono/han/k1) 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 10:11

TATA DRAINASE BURUK

Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Balikpapan kemarin (20/2), kembali menggenangi sejumlah jalan…

Rabu, 21 Februari 2018 10:09

Pos PMK Diselidiki Polisi

BALIKPAPAN  -  Polemik proyek pembangunan pos pemadam kebakaran (PMK) di Km 11, Karang Joang,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:09

Kepentingan Masyarakat Lebih Utama daripada Membangun Gedung Baru

BALIKPAPAN  -   Proyek pembangunan gedung baru DPRD setinggi lima lantai resmi dibatalkan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:05

Dua Jam, 730 Tabung Elpiji Ludes

TANA PASER  -  Operasi pasar (OP) gas elpiji yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:04

Banyak Objek Wisata, Kunjungan Perjalanan Digoyang Jalan Rusak

KURANG  afdal bila berkunjung ke objek wisata air terjun belum basah kuyup. Mandi menjadi impian…

Rabu, 21 Februari 2018 09:58

PDAM Merugi, Kaji Kenaikan Tarif

PENAJAM  -  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka tengah mempertimbangkan kenaikan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:57

Setahun Bagikan 300 APAR

BALIKPAPAN  -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan kian serius dalam upaya…

Selasa, 20 Februari 2018 10:50

Tembinus, Air Terjun Penggoda Hati

Semerbak bau khas dedaunan di tengah rimba belantara dan riuh simfoni air terjun menyambut langkah para…

Selasa, 20 Februari 2018 10:47

DKK Temukan Kasus Gizi Buruk

BALIKPAPAN  -  Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan tengah fokus memantau perkembangan kesehatan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:45

BPBD Bantah Mangkrak, Dewan Panggil OPD

BALIKPAPAN  -  Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan membantah jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .