MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Senin, 18 September 2017 08:41
Bisnis Properti Tengah Sulit

Selain Penurunan Daya Beli, Laju Kenaikan Harga Lahan

TANTANGAN: naiknya harga lahan di tengah melemahnya daya beli di tengah perekonomian yang tak pasti menjadi tantangan bagi pengembang properti

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Balikpapan mengaku bisnis properti tengah sulit, lantaran harga lahan yang naik saat harga rumah komersil tengah menurun diikuti permintaan yang juga melambat. "Kondisi seperti ini memberatkan. Harga tanah di perkotaan sudah mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per meternya," jelas

Ketua Komisariat REI Balikpapan Edy Djuwadi, kemarin. Ya, dari data yang dilansir Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), hingga kuartal II tahun 2017 harga lahan naik 0,42 persen untuk luasan menengah dan naik 0,31 persen untuk tanah luasan yang lebih besar. Bahkan, kenaikan harga tanah terjadi sejak kuartal IV tahun 2016. Sedangkan harga rumah kelas menengah turun 0,33 persen periode yang sama dan harga rumah mewah menurun 0,44 persen. Koreksi harga rumah ini tercatat mulai kuartal pertama.

Selisih harga lahan dan harga rumah kontan membuat pengembangan perumahan kelas menengah akan semakin sulit. Para pengembang tak bisa menaikkan harga jual mengingat daya beli masyarakat belum pulih. Saat ini, kemampuan beli masyarakat hanya untuk rumah seharga Rp300 juta hingga Rp500 juta. Dengan skema harga tanah saat ini, harga rumah menengah idealnya berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta.

"Kalau ada pengembang yang sudah punya tanah di perkotaan akan lebih mudah membangun. Tapi bagi yang belum punya tanah, akan sulit membangun," sambung Edy. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau para pengembang mengurangi keuntungan. Menurutnya, besaran margin yang didapat para pengembang hanya sekitar 10 persen hingga 15 persen. Jumlah itu berkurang hingga 50 persen dari volume keuntungan yang bisa didapat tahun-tahun sebelumnya. "Kalau mau harga tanah murah, lokasinya cukup jauh dari kota. Sedangkan lakunya perumahan tergantung dari tingkat strategis lokasi perumahannya, itu sudah standar umum," ungkapnya.

Hal serupa juga berlaku bagi pengembang perumahan murah. Biasanya, pengembang telah memiliki tanah yang siap dibangun di sekitar perkotaan. Sedangkan pengembang yang belum memiliki tanah, membeli tanah yang berjarak cukup jauh dari kota. Kenaikan harga tanah tersebut menimbulkan dilema bagi pengembang, ditambah lagi Kota Balikpapan rawan banjir yang mempengaruhi pengembangan properti. "Yang jadi sasaran penyebab banjir ya kami, padahal kalau tata kotanya baik, banjir bisa dicegah sejak dini. Kami harap pemerintah mampu memberikan solusi bagi pengembang, agar tetap mudah mengembangkan perumahan," pungkasnya. (dra)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 08:20

Volume Kiriman Barang Menebal 15 Persen

BALIKPAPAN   -  PT Pos Indonesia (Persero) cabang Balikpapan tak kalah antusias dengan…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:16

Kapasitas Dibatasi 20 Ribu Penonton

Demi  keamanan dan kenyamanan menyusul belum tersedianya fasilitas pendukung di lantai 2 Stadion…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:15

Gubernur BI Ingatkan Masyarakat Hati-hati dengan Bitcoin

JAKARTA   -  Bitcoin atau crypto currency saat ini sedang mengalami peningkatan harga yang…

Kamis, 19 Oktober 2017 08:27

Lion Air Group Pastikan Buka Rute

BALIKPAPAN  - Terkait rencana operasional Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda…

Kamis, 19 Oktober 2017 08:24

Permudah Operasional Tambang

BALIKPAPAN   -  Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mensinergikan…

Kamis, 19 Oktober 2017 08:24

Warga Balikpapan Dapat Kesempatan Langka

BALIKPAPAN  -  Sejak Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan CBR 250 RR Limited Edition beberapa…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:32

Jaga Volume Penumpang, Angkasa Pura Pacu Sinergi dengan Pemda

BALIKPAPAN   -  Rencana operasional Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:28

Tahun Depan, Bunga KUR Turun Jadi 7 Persen

Pemerintah  berencana menurunkan tingkat bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7 persen di tahun…

Rabu, 18 Oktober 2017 08:27

Kemenkop UKM Bubarkan 40 Ribu Koperasi Sakit

Kementerian Koperasi dan UKM memiliki tiga program yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan…

Selasa, 17 Oktober 2017 08:40

Transformasi menjadi Bankaltimtara dan Perseroan Terbatas

BALIKPAPAN  -  Sabtu (14/10) lalu BPD Kaltim yang juga dikenal dengan nama Bankaltim genap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .