MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Senin, 18 September 2017 08:41
Bisnis Properti Tengah Sulit

Selain Penurunan Daya Beli, Laju Kenaikan Harga Lahan

TANTANGAN: naiknya harga lahan di tengah melemahnya daya beli di tengah perekonomian yang tak pasti menjadi tantangan bagi pengembang properti

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Balikpapan mengaku bisnis properti tengah sulit, lantaran harga lahan yang naik saat harga rumah komersil tengah menurun diikuti permintaan yang juga melambat. "Kondisi seperti ini memberatkan. Harga tanah di perkotaan sudah mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per meternya," jelas

Ketua Komisariat REI Balikpapan Edy Djuwadi, kemarin. Ya, dari data yang dilansir Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), hingga kuartal II tahun 2017 harga lahan naik 0,42 persen untuk luasan menengah dan naik 0,31 persen untuk tanah luasan yang lebih besar. Bahkan, kenaikan harga tanah terjadi sejak kuartal IV tahun 2016. Sedangkan harga rumah kelas menengah turun 0,33 persen periode yang sama dan harga rumah mewah menurun 0,44 persen. Koreksi harga rumah ini tercatat mulai kuartal pertama.

Selisih harga lahan dan harga rumah kontan membuat pengembangan perumahan kelas menengah akan semakin sulit. Para pengembang tak bisa menaikkan harga jual mengingat daya beli masyarakat belum pulih. Saat ini, kemampuan beli masyarakat hanya untuk rumah seharga Rp300 juta hingga Rp500 juta. Dengan skema harga tanah saat ini, harga rumah menengah idealnya berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta.

"Kalau ada pengembang yang sudah punya tanah di perkotaan akan lebih mudah membangun. Tapi bagi yang belum punya tanah, akan sulit membangun," sambung Edy. Dengan kondisi tersebut, mau tidak mau para pengembang mengurangi keuntungan. Menurutnya, besaran margin yang didapat para pengembang hanya sekitar 10 persen hingga 15 persen. Jumlah itu berkurang hingga 50 persen dari volume keuntungan yang bisa didapat tahun-tahun sebelumnya. "Kalau mau harga tanah murah, lokasinya cukup jauh dari kota. Sedangkan lakunya perumahan tergantung dari tingkat strategis lokasi perumahannya, itu sudah standar umum," ungkapnya.

Hal serupa juga berlaku bagi pengembang perumahan murah. Biasanya, pengembang telah memiliki tanah yang siap dibangun di sekitar perkotaan. Sedangkan pengembang yang belum memiliki tanah, membeli tanah yang berjarak cukup jauh dari kota. Kenaikan harga tanah tersebut menimbulkan dilema bagi pengembang, ditambah lagi Kota Balikpapan rawan banjir yang mempengaruhi pengembangan properti. "Yang jadi sasaran penyebab banjir ya kami, padahal kalau tata kotanya baik, banjir bisa dicegah sejak dini. Kami harap pemerintah mampu memberikan solusi bagi pengembang, agar tetap mudah mengembangkan perumahan," pungkasnya. (dra)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:12

Proyeksi Kebutuhan Uang Kartal Rp 950 Miliar

BALIKPAPAN  -  Didorong momentum perayaan Natal dan Tahun Baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

Liburan Akhir Tahun Lebih Hemat

JELANG  penghujung tahun 2017, ajakan liburan terus berdatangan. Promosi berbagai destinasi wisata…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

2018, BPS Mulai Data Transaksi Toko Online

JAKARTA  -  Mulai awal tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mendata transaksi toko…

Jumat, 15 Desember 2017 08:17

Kepastian Diserap Pasar, PR Berikutnya

BALIKPAPAN  - Tak mau kalah dengan petani kawasan Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (14/12), kelompok…

Jumat, 15 Desember 2017 08:08

Pelni Layani Rute Ekstra ke Bitung

BALIKPAPAN  -  Guna mengakomodir warga kawanua yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru…

Kamis, 14 Desember 2017 08:37

Pendangkalan Laut Ancam Kelancaran Distribusi

BALIKPAPAN  -  Akibat sedimentasi, kedalaman laut dermaga Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau…

Kamis, 14 Desember 2017 08:27

Pertamina Akan Luncurkan Elpiji 3 Kg Non Subsidi

JAKARTA  -  PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan Elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi…

Kamis, 14 Desember 2017 08:19

Incar Market Share 30 Persen

BALIKPAPAN   -  Setelah 10 tahun, akhirnya Daihatsu memperkenalkan seri terbaru di kelas…

Rabu, 13 Desember 2017 08:39

Ekspansi ke Balikpapan Demi Kemudahan Konsumen

BALIKPAPAN  -  Tampil cantik tidak harus menguras isi kantong. Karena produk kosmetik Flormar,…

Selasa, 12 Desember 2017 08:38

Penerimaan Tera Ulang Capai Rp 115 Juta

BALIKPAPAN  -  Hingga Senin (11/12) penerimaan dari kegiatan tertib ukur melalui tera ulang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .