MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 09:35
Polisi Amankan Bahan Peledak

Dari Tangan Nelayan Manggar Baru

BOM IKAN: Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk merakit bom ikan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Menangkap ikan dengan cara melakukan pengeboman saat ini terus dibidik pihak kepolisian. Ini lantaran cara tersebut dianggap dapat merusak ekosistem biota laut. Saat melakukan pengeboman, bukan hanya ikan yang mati, namun terumbu karang yang berada di dasar laut juga ikut rusak. 

Belum lama ini, Satuan Polair Polres Balikpapan berhasil mengungkap seorang nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara pengeboman.

 Bambang (40), warga Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, tidak bisa berkutik saat petugas polair melakukan patroli di perairan Manggar, Sabtu (16/9) siang. Saat itu pelaku hendak menuju perairan Selat Makassar untuk melakukan pengeboman ikan. Petugas yang melihat langsung menghentikan kapal kayu bercat putih yang dinakhodai Bambang. 

Awalnya, Bambang mengaku akan melakukan penangkapan ikan dengan sejumlah rekannya. Namun, polisi langsung memeriksa barang bawaan di dalam kapal bermesin 120 PS dengan empat silinder itu.

 “Saat dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan puluhan botol kaca kosong bekas minuman. Petugas curiga dan memeriksa keseluruhan, kemudian mendapatkan satu karung potassium chlorate dengan berat 25 kilogram. Barang-barang ini diduga akan digunakan untuk menangkap ikan dengan cara yang salah,” terang Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta didampingi Kasat Polair AKP Teguh Sanyoto, kemarin.

Mendapati itu, anggota polair langsung mengamankan tersangka Bambang beserta barang buktinya. Sementara anak buahnya dijadikan sebagai saksi. Dalam melakukan aksinya, tersangka merakit sendiri bahan peledak tersebut. Di antaranya dengan memasukkan potassium chlorate ke dalam botol kosong, kemudian ditutup menggunakan sabun agar kedap air. Setelah semuanya dirangkai, barulah satu per satu bom ikan tersebut dilempar ke laut. Dengan hitungan waktu beberapa menit saja, bom tersebut akan meledak dan menewaskan ikan yang berada di bawah laut. 

 “Bom ikan ini bisa mencapai kedalaman 30 meter. Setelah meledak, mereka kumpulin ikannya. Kemudian ikan yang didapat dijual ke wilayah terdekat, bisa ke Balikpapan atau ke Sulawesi. Yang mana terdekat dan harga ikan yang mahal,” bebernya.

 Menangkap ikan dengan cara pengeboman ini sudah lama dilakoni tersangka. Pasalnya, menurut pihak kepolisian, menangkap ikan seperti itu tidak sembarang orang bisa melakukannya. Jika salah-salah, maka bom tersebut bisa meledak lebih cepat dan bahkan bisa meledak sebelum dilempar ke laut. Pihaknya memastikan Bambang sudah menjalankan aktivitas tersebut lebih dari enam bulan. 

 “Yang bersangkutan sudah lama melakukan aksi ini. Karena, kalau tidak biasa atau orang pemula, pasti akan takut dengan bunyi ledakan. Ini sudah lama dan masih kita dalami,” kata Jeffri.

 Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap barang bukti potassium chlorate yang didapat tersangka, karena barang berbahaya tersebut tidak dijual sembarangan. “Barang bukti diperoleh dari mana, pottassium ini dari mana, kita masih kembangkan. Kalau barang lainnya kan gampang mendapatkannya,” tegasnya.

 Untuk lokasi pengeboman ikannya sendiri, sejauh ini dilakukan di wilayah selatan Makassar karena di sana masih banyak terdapat ikan. “Kalau di perairan Balikpapan tidak ada menggunakan bom ikan. Mereka selalu ke arah Selat Makassar karena memang semua nelayan mengarahnya ke sana,” timpal Teguh.

 Sementara itu, Bambang mengaku kadang-kadang saja mencari ikan dengan cara ngebom. Biasanya dalam sebulan hanya dua atau tiga kali, tergantung dari kondisi di laut. “Kalau sedang teduh, ya, saat turun ngebom ikan,” kilah pria yang sudah menjadi nelayan selama lima tahun ini.

 Setiap kali melakukan pengeboman, paling banyak Bambang mendapatkan ikan sekira 500 kilogram. Ikan-ikan tersebut kemudian dijual kepada pengepul di Balikpapan yang sudah siap menampung hasil tangkapannya. Dalam sekali melaut dengan cara ngebom, Bambang harus mengeluarkan modal sebesar Rp 2 juta. Uang ini untuk membeli potassium chlorate yang dijual secara sembunyi-sembunyi oleh teman yang tinggal di Manggar, Balikpapan Timur.

 “Sekali melaut, kadang empat sampai tujuh orang. Saya pakai kapal sendiri, semua bahan peledak saya yang sediakan. Saya beli pottassium sama teman juga, harganya Rp 2 juta satu karung. Enggak ada dijual di toko,” aku pria yang memiliki dua orang anak ini.

 Akibat perbuatannya, Bambang dijerat dengan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Kini tersangka dan barang buktinya telah diamankan di Mapolres Balikpapan untuk diproses lebih lanjut. (pri/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 08:49

Pundak Ditepuk, Motor Melayang

BALIKPAPAN  -  Aksi pencurian kendaraan bermotor dengan modus gendam dengan sasaran tukang…

Selasa, 16 Januari 2018 08:45

Disnaker Pemkot Lapor Provinsi

BALIKPAPAN  -  Dinas Pekerjaan Umum (Disnaker) melarang keras perusahaan memperkerjakan pelajar…

Selasa, 16 Januari 2018 08:44

Siswi SMAN 1 Tewas Mengenaskan

BALIKPAPAN  –  Derai air mata membasahi wajah pasangan suami istri (Pasutri) Nur Rahmah…

Selasa, 16 Januari 2018 08:43

Polisi Sebut Tewas Akibat Tabrak Pohon

BALIKPAPAN  -  Nur Fadillah Gusma, siswi kelas XI IPA SMAN 1 Balikpapan yang tewas saat kecelakaan…

Selasa, 16 Januari 2018 08:39

Tongkang Batu Bara Seruduk Pelabuhan

TARAKAN –  Penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dibuat heboh dengan peristiwa yang terjadi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:38

Hobi Berkaca, Depan Kamera Minta Digendong

Pasangan Nur Rahmah dan Agus Setiyono merelakan kepergian anak tercintanya Nur Fadillah Gusma. Anak…

Selasa, 16 Januari 2018 08:32

Pelaksanaan Eksekusi Sudah Benar

BALIKPAPAN  -  Hadi Wong selaku penggugat melawan saudara kandungnya Edi Suwandi nomor perkara…

Senin, 15 Januari 2018 09:11

Tak Kuat Tahan Sakit, Pilih Gantung Diri

BALIKPAPAN   -  Perempuan paruh baya, Sri Wahyuningsih (54) ditemukan tidak bernyawa dengan…

Senin, 15 Januari 2018 09:06

Sandi, TO Lama Polisi

BALIKPAPAN  -  Pengembangan terhadap dua sindikat spesialis pembobol rumah kosong terus dikembangkan…

Senin, 15 Januari 2018 09:01

Ruko Hancur, Lakukan Upaya Hukum

BALIKPAPAN  -  Setelah bangunan ruko hancur akibat pelaksanaan eksekusi nomor perkara 31/PDT.G/2007…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .