MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Kamis, 21 September 2017 01:12
Film G 30 S/PKI Diputar Utuh, Tak Ada Sensor
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Rencananya, film G 30 S/PKI akan diputar secara utuh pada tanggal 30 September nanti di Lapangan Merdeka. Film ini rencananya akan diputar tanpa sensor. Hal ini dimaksudkan agar mengajarkan kepada anak bangsa bahwa kejadian tersebut memang benar-benar terjadi di masa lalu.

 Dandim 0905/Bpp Letkol Inf Hendri Wijaya mengatakan, pihaknya akan menggelar film tersebut tanpa editing alias utuh dengan durasi 3,5 jam. Film yang menampilkan adegan pembunuhan dan pemberontakan tersebut tetap akan diputar tanpa adanya sensor. Sebab, film ini nantinya dirasa akan menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa, sekaligus mengingatkan kepada generasi penerus betapa berbahayanya kelompok komunis ini.

 “Rencana film itu utuh, tiga jam setengah. Film itu fiksi. Kondisi tidak seperti itu detailnya, tapi yang perlu kami sampaikan adalah kejadian itu memang hal-hal yang perlu kita waspadai saat ini, terutama pemberontakan dari partai komunis. Tapi kalau ada kurang sedikit, itu masalah fiksi saja,” katanya, kemarin (20/9).

 Saat disinggung mengenai kegiatan nanti yang akan ditonton ribuan pasang mata dari berbagai usia dan bahkan anak di bawah umur, Hendri mengungkapkan, film tersebut masih dalam kategori wajar dan tidak menjadi masalah apabila diputar secara utuh. 

 “Sementara yang kami dapat utuh. Tapi sepanjang yang saya amati film itu masih layak untuk remaja, minimal SMP ke ataslah. Yang paling utama adalah generasi muda mewaspadai adanya komunis yang dulu pernah memberontak, berlaku keji kepada anak bangsa ini, jangan sampai terulang lagi. Sehingga sejarah ini jangan dilupakan,” terangnya.

 Terkait keinginan Presiden Joko Widodo untuk mendaur film tersebut menjadi film yang lebih modern, TNI mendukung rencana tersebut. Namun dengan catatan, tidak menghilangkan unsur sejarah maupun poin-poin dari film tersebut.

 “Ada keinginan Presiden untuk membuat versi yang terbaru, ya,kita tetap mendukung dengan tetap mengutamakan sejarah itu harus diketahui semua elemen bangsa,” ujarnya.

 Sementara itu di saat bersamaan, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengaku mendukung kegiatan nobar film G 30 S/PKI ini. Menurutnya, kegiatan seperti sangat efektif menumbuhkan rasa nasionalisme anak bangsa serta lebih memahami bagaimana sejarah Indonesia.

 “Artinya kita dukunglah untuk mengenalkan sejarah, bukan hanya G 30 S/PKI tapi berdirinya negara kita. Ini kita harus budayakan dan kita tanamkan kepada anak-anak kita. Bagaimana dia mau cinta terhadap bangsa dan negara, sementara sejarah berdirinya negara Indonesia dia tidak ketahui,” ungkapnya.

 Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan momentum untuk memberikan pemahaman terhadap generasi muda. Sebab, masih banyak pemuda kita yang tidak begitu mengetahui arti dari sejarah pemberontakan PKI ini.

 “Ini kan momentum kepada kita untuk menanamkan mental anak kita dengan menonton G 30 S/PKI. Bahwa, permasalahan dulu jangan sampai terulang lagi. Dampak yang terjadi banyak buruknya,” tuturnya.

 Menyinggung polemik film yang saat ini ramai dibicarakan. Yakni, adanya perbedaan penafsiran ataupun adegan yang ada di film tersebut, Rahmad tak ambil pusing. Menurutnya, masyarakat harus melihat makna dari film tersebut, bukan melihat benar atau tidaknya penafsiran film itu. Sebab, tujuannya adalah untuk menanamkan kepada generasi muda, bahwa sejarah komunis di Indonesia memang sangat kejam.

 “Bagi saya, kita jangan melihat filmnya. Film itu kan boleh penafsiran. Karena itu bisa dibuat, tidak akan mungkin sempurna. Tapi, tujuan intinya adalah bagaimana film itu menanamkan kepada generasi kita bahwa ini loh yang terjadi,” tukasnya. (yad/war/k1)

 


BACA JUGA

Minggu, 17 Desember 2017 11:02

Diduga Dendam, ABG Tikam Pemuda

BALIKPAPAN - Diduga bermotif dendam, seorang anak baru gede (ABG) berinisial MA (16) nekat menikam pemuda…

Minggu, 17 Desember 2017 10:54

Wali Kota Geram Terhadap Pencemaran Lingkungan

BALIKPAPAN - Memang tak ada habisnya pencemaran yang terjadi di sungai Pasar Baru persis di bawah jembatan…

Minggu, 17 Desember 2017 10:51

Semburan Gas Sulit Diprediksi Kapan Berhenti

BALIKPAPAN - Semburan gas bercampur lumpur masih terjadi di kawasan RT 10 Kelurahan Sepinggan Raya,…

Minggu, 17 Desember 2017 10:50

Enggan Disebut Darurat Gay Pelajar, Pemkot Tetap Was-Was

BALIKPAPAN - Kasus penyimpangan seksual yang akhir-akhir terjadi di Kota Balikpapan rupanya menjadi…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:30

Bangunan Roboh, Satu Nyawa Melayang

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan mendirikan bangunan, apalagi mengabaikan keselamatan dan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:28

Disodomi Enam Tahanan di Balik Jeruji Sel

BALIKPAPAN  -  Lelaki seks lelaki (LSL) atau diberi label gay oleh masyarakat tak hanya “lahir”…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:20

Kapolri Tantang Dua Kapolres

BALIKPAPAN  -  Dua polres di jajaran Polda Kaltim mendapat tantangan dari Kapolri Jenderal…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:18

Gaffar Dituntut 15 Tahun Penjara

SAMARINDA  -  Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:18

Untung Tak Terinjak

Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang, sewaktu hendak pulang ke rumahnya. Di…

Jumat, 15 Desember 2017 08:55
Anunya Kegedean, Dubur Zm Berdarah

KIAMAT SUDAH DEKAT..!! Murid SD Gay Koleksi Banyak Film Porno

BALIKPAPAN  -  Ini merupakan peringatan bagi orangtua agar sering-sering memeriksa koleksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .